God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 421.


__ADS_3

Chapter 421. Pendukung-ku Anak-anak.


Arena Tanding Para Kesatria adalah tempat khusus bagi para junior bertarung.


Disinilah tempat bagi junior bangsa Malaikat menunjukkan kemampuan mereka.


Yang tidak diketahui Excel Shimo dan Ximen bersaudara, Lin Sichuan menyebarkan berita pertarungannya dengan manusia. Ibukota Tanah Cahaya pun gempar dan berbondong-bondong menuju pusat kota. Banyak anak-anak dan penduduk antusias melihat manusia bertarung dengan jenius bangsa Malaikat.


Lin Sichuan, seorang wanita yang paling berbakat dan selalu menjadi juara pertama melawan Manusia bergelar Dewa Binatang.


Duo Dewi, Moon Qiang dan semua orang yang mengenal sosok Dewa Binatang jelas tertawa melihat Lin Sichuan akan dipermalukan, dan mereka juga ikut menonton aksi Lin Sichuan yang akan mendapatkan cerita baru dalam hidupnya, kisah yang telah akan pernah dilupakan.


Sedangkan Excel Shimo dan Ximen bersaudara tetap santai di kapal angkasa sambil menunggu waktu empat dupa akan habis, dan niatnya menuju kediaman Excel Shimo pun di tunda.


Kapten kapal angkasa, yang kapal angkasa-nya digunakan oleh Ximen bersaudara segera mendapatkan informasi; jika akan ada pertarungan antara Lin Sichuan dan manusia.


Si Kapten kapal angkasa segera menemui putra Raja Malaikat dan Excel Shimo, sesampainya, dia bertanya:


"Maaf Pangeran, apakah betul Dewa Binatang akan bertarung dengan Nona Muda Lin Sichuan!"


Ximen bersaudara segera mengerti dengan bertanya si Kapten, dan Ximen Kai, menjawab:


"Benar. Apakah Lin Sichuan menyebarkan berita ini? "


"Benar, Pangeran! " jawab si Kapten.


Ximen bersaudara tertawa saat tahu akhir pertarungan nanti, Ximen Sying segera berbicara kepada si Kapten:


"Pertaruhkan semua yang kamu punya untuk Dewa Binatang, karena perjudian kali ini pasti membuat kamu kaya!"


Jelas si Kapten terkejut dan melihat Excel Shimo yang hanya tersenyum dan mengangguk saja. Si Kapten agak ragu saat melihat Excel Shimo tampak lemah, berhubung Ximen Sying sebagai pangeran yang berbicara dan tidak mungkin menjerumuskan dia dalam kemiskinan, si Kapten pun mengikuti saran untuk bertaruh.


Segera si Kapten kembali di ruang kendali kapal angkasa dan membalas informasi dari rekannya, dia pun mempertaruhkan semua harta miliknya. Setelah itu kapal angkasa dia arahkan menuju pusat kota.


Mengetahui arah kapal angkasa berubah menuju ke pusat kota, Ximen Sying meminta kepada si Kapten untuk mengurangi kecepatan kapal angkasa, dia sengaja melakukan ini agar membuat semua orang mengira manusia takut untuk melawan Lin Sichuan sehingga datang terlambat...


.....


Di Istana Cahaya.


Setelah kepergian Excel Shimo, tinggallah Bunga Wangi dan Dong Jingying. Kemudian Raja Malaikat meminta Jin Shou dan Tsai Li-Liang untuk menghadap-nya.


Raja Malaikat berbicara kepada Yun Shuang terlebih dahulu, dia bertanya:


"Nona Yun, bagaimana pendapat pemimpin Perguruan Api Asyura tentang keinginan Dewa Binatang?"


Setelah memberi hormat kepada Raja Malaikat, Yun Shuang berbicara sesuai dengan pembicaraan dia dan ayahnya. Yun Shuang tidak mengurangi maupun menambah setiap kalimat saat berbicara.


"... Jadi, menurut Junior, sesuai karakter pemimpin Api Asyura, beliau pasti menunggu tindakan Yang Mulia, sebelum memutuskan apakah harus mendukung Dewa Binatang atau tidak. Junior harap, Yang Mulia mendukung Dewa Binatang. Junior yakin, Dewa Binatang tidak menutup mata akan bantuan Yang Mulia berikan!"


Yun Shuang selesai berbicara, lalu dia berjalan mundur dan berhenti tetap di sisi Xia Jinjing. Ucapannya tertata baik dan membuat Raja Malaikat selalu mengangguk pelan.


Raja Malaikat tidak segera memberikan jawaban, dia melihat Dong Jingying berkata:

__ADS_1


"Putri Dong Jingying, dengan Putri mengikuti Dewa Binatang, apakah tidak berpikir akan membuat permasalahan makin parah?"


Dong Jingying yang ditanya oleh Raja Malaikat, dia menarik nafas pelan, dia maju beberapa langkah dan memberi hormat, lalu dia menjawab; Dong Jingying berbicara juga sesuai dengan kenyataan, dimana dia telah diselamatkan oleh Dewa Binatang saat di Hutan Mistik dan mengikutinya tanpa paksaan. Dia juga telah berjanji kepada Dewa Binatang asal tidak membunuh perwira tinggi Kang Hong-Seo...


Setelah Dong Jingying berbicara, Raja Malaikat geleng-geleng dengan alasan Dong Jingying, lalu dia sedikit merenung. Setelah merenung, dia melihat Jin Shou dan Tsai Li-Liang, lalu kembali melihat Dong Jingying, dia berkata:


"Putri Dong Jingying, apakah laporan perwira tinggi Kang Hong-Seo kepada Raja Asyura akan dipercayai-nya? Kita tahu Raja Asyura tidak mempercayai siapapun tanpa melihat sendiri... Seandainya, Raja Asyura mencari-mu dan diketahuinya jika kamu berada disini... Apakah kamu sudah pikirkan hal itu? Apakah pertikaian dua bangsa tidak semakin parah dan mengakibatkan perjanjian damai dua bangsa terputus? "


Raja Malaikat dengan tegas berbicara agar Dong Jingying mengerti tindakannya.


Pertanyaan Raja Malaikat, seketika membuat Dong Jingying tersadar dengan tindakan ceroboh-nya yang sudah terlanjur terjadi, disaat itu dia hanya berpikir agar Excel Shimo tidak membunuh pamannya, dan tidak memikirkan dampaknya kepada bangsa Malaikat. Tapi, mau bagaimana lagi...


Dong Jingying membulatkan tekad, dia kembali maju dan memberikan hormat, dan segera menjawab:


"Maaf Yang Mulia! Jujur, Junior tidak memikirkan hal ini pada waktu itu, yang Junior pikirkan hanya demi keselamatan perwira tinggi Kang Hong-Seo. Karena kecerobohan Junior, maka, Junior akan meninggalkan Benua Cahaya bersama Dewa Binatang untuk menghindari perpecahan dua bangsa!"


Raja Malaikat kembali menggelengkan kepala, baru kali ini dia menghela nafas, dia memaklumi sifat Ras Asyura yang kaku, keras kepala dan bertindak semaunya tanpa pikir panjang.


Ucapan Dong Jingying jelas bukan solusi, sebab bangsa Malaikat tetap akan mendapatkan imbasnya walau Dong Jingying meninggalkan wilayah Benua Cahaya.


Raja Malaikat meminta Bunga Wangi dan Dong Jingying meninggalkan istana, dia akan membicarakan masalah ini dengan para petinggi bangsa Malaikat.


Segera Tsai Li-Liang mengantar Bunga Wangi dan Dong Jingying menuju Istana Putri, tempat kediaman Putri Ximen Fengying.


.....


Waktu empat dupa akhirnya berlalu. Di tribune Arena Tanding Para Kesatria telah penuh penonton, banyak anak-anak, penduduk maupun para kesatria memanggil nama Lin Sichuan yang mereka banggakan sebagai juara pertama antar junior.


Ternyata di bangku tunggu para petarung, Lin Sichuan tidak sendirian, dia memanggil para juara sepuluh besar, dia berniat menjadikan mereka batu loncat baginya dan sekaligus untuk memberikan pelajaran kepada Dewa Binatang yang telah membuatnya kesal.


Sembilan petarung jelas bersemangat mereka juga tidak mau dikalahkan oleh manusia yang selalu menjadi dongeng sebelum tidur bagi anak-anak.


Di sisi barat tribune, tribune khusus pembesar telah berkumpul Ximen Fengying, Duo Dewi bersama dua Peri Kupu-kupu, Moon Qiang bersama Jing Ehuang si Black Owl Mistik yang selalu bertengger di bahunya.


Di sebelah Moon Qiang, sudah ada Bunga Wangi dan Dong Jingying, bahkan Tsai Li-Liang juga ikut menonton, Tim Dewi Lou juga ikut hadir untuk memberikan semangat kepada Dewa Binatang walau sudah tahu hasilnya nanti.


"Ayo kita buat panitia judi bangkrut!" kata Moon Qiang penuh semangat.


"Cerdas! Biarkan aku yang menuju loket perjudian, mana harta kalian!" sahut Tsai Li-Liang sangat bersemangat telah diingatkan tentang perjudian.


Spontan semua wanita memberikan harta yang mereka punya untuk menjagokan Dewa Binatang sebagai juara pertama, bahkan tidak satupun meninggalkan harta bagi mereka.


Tsai Li-Liang segera terbang menuju loket perjudian dan mempertaruhkan semua hartanya dan juga milik semua orang yang mendukung Dewa Binatang. Saat di loket, Tsai Li-Liang bertemu dengan Ximen Sying dan Ximen Kai, mereka juga bertaruh untuk Dewa Binatang, bahkan Excel Shimo sendiri ikut bertaruh dengan angka fantastik.


Sedangkan Excel Shimo sendiri masih di kapal angkasa sampai waktunya dia tampil, dia menatap ke bawah dimana tempat duduk penonton penuh sesak.


Excel Shimo baru merasakan suasana seperti ini, selama ini dia tidak pernah mengalami acara pertarungan antar junior atau murid.


"Seandainya aku menjadi salah satu siswa, mungkin bisa merasakan hati berdebar-debar saat menantikan lawannya!" gumam Excel Shimo yang ingin sekali menjadi murid salah satu akademi beladiri.


Dia membayangkan berdiri di panggung dan berhadapan dengan petarung maupun siswa, demi juara pertama dan prestasi, dia mengeluarkan segala kemampuannya...


Sayangnya, tanpa masuk akademi maupun sekte, namanya ditakdirkan untuk menjadi terkenal dengan cara lain.

__ADS_1


Excel Shimo melihat seseorang pria pembawa acara dadakan berjalan menuju panggung, seperti biasa pembawa acara mulai berbicara. Setelah pembukaan kata, muncul salah satu junior yang menjuarai peringkat kesepuluh.


Excel Shimo terkekeh mengetahui niat Lin Sichuan yang ingin mempermalukan dirinya, dia mendengar pembawa acara memanggil dirinya dengan sebutan 'Dewa Binatang' untuk hadir di tengah panggung petarung.


Setelah memanggil nama Dewa Binatang hingga hitungan ke-lima tidak hadir, Lin Sichuan naik ke panggung dan memanggil-manggil nama 'Manusia'.


"Manusia, cepat keluar! Jangan permalukan Ras Manusia dengan sikapmu seperti pengecut. Ingat, pertaruhan kita!"


Suara Lin Sichuan menggema dan membuat semua orang menertawakan Excel Shimo. Lin Sichuan pun melanjutkan berhitung hingga hitungan ke-sembilan...


Sebelum hitungan ke-sepuluh, Excel Shimo tiba-tiba muncul di samping pembawa acara.


Sontak pembawa acara terperanjat dan langsung mundur, dia melihat sosok Dewa Binatang yang tinggi dan gagah.


"Inilah Dewa Binatang yang kita nantikan! Berikan dia tepuk tangan! " suara pembawa acara mengejutkan Lin Sichuan dan petarung pertama.


Lin Sichuan mendengus dan meninggalkan panggung, namun dia berhenti, membalikkan badan dan berbicara:


"Lawan mereka dulu sebelum bertarung denganku!"


Dengan rasa percaya diri, Lin Sichuan kembali berjalan dan tersenyum tipis; dia sudah membayangkan jika Excel Shimo menjadi pelayannya, dia akan memerintah Excel Shimo untuk menggosok tebing, rumah dan sebagainya yang membuat rasa malu.


Excel Shimo hanya tersenyum tipis, dia tidak marah maupun kesal, setelah itu dia berjalan mendekati petarung pertama.


Sebelum Excel Shimo berbicara, lawannya berbicara terlebih dahulu, dia berkata:


"Keluarkan segala kemampuanmu, karena aku tidak akan bertele-tele! Senior, silakan mulai!"


Pembawa acara mengangguk paham, dengan suara berenergi dia berbicara kepada semua orang dan Excel Shimo:


"Aturannya sangat sederhana. Dilarang membunuh. Dilarang melukai lawan hingga membuatnya cacat. Jika lawan menyerah segera menjauh. Keluar dari panggung dinyatakan kalah... Segera, mulai! "


Penonton bersorak-sorai dan bertepuk tangan penuh semangat. Ternyata, Excel Shimo juga di dukung oleh banyak anak-anak dan bayi yang telah dia berikan buah, mereka dengan lincah berterbangan di tribune sambil memanggil-manggil nama 'Dewa Binatang'.


"Kamu maju dulu!" tantangannya kepada Excel Shimo.


Excel Shimo tersenyum tipis dan dengan senang hati tidak menolak, dia berkata:


"Hati-hati!"


Swosh... Bang...


Seketika petarung itu menabrak dinding tribune ketika Excel Shimo tiba-tiba muncul dihadapan lawannya setelah berbicara, bahkan tidak memberikan kesempatan lawan untuk bereaksi, padahal lawannya memiliki kekuatan level tiga.


Suasana tribune seketika hening, mereka tidak tahu bagaimana petarung itu bisa keluar dan menabrak dinding tribune hingga membuatnya pingsan, mereka melihat Excel Shimo yang masih mengangkat lututnya sambil memutar 180° dan melihat pendukung kecilnya.


Excel Shimo, berkata:


"Setiap kali aku menang, kalian aku berikan 1 buah, jika aku menang 10 kali, kalian aku beri dua puluh buah per orang. Kalian cukup menari dan bersorak-sorai untukku. Oke!"


"Hore! Aku pendukung Dewa Binatang!"


Seketika anak-anak dan bayi membuat orang tuanya kewalahan, mereka turun dipinggir panggung petarung, menari dan bersorak-sorai memanggil-manggil nama 'Dewa Binatang'.

__ADS_1


"Aku sangat menginginkan anak!" batin Excel Shimo yang tidak sabar memiliki anak saat melihat kelucuan mereka yang berlenggak-lenggok di pinggir panggung.


__ADS_2