
Chapter 256. Dunia Ilusi.
Detak jantung Gongsun Ling semakin kencang melihat aktivitas dewasa yang dilakukan mereka bertiga. Entah kenapa Gongsun Ling tidak menghentikan mereka, dia malah menempatkan posisi mengintipnya dengan lebih baik.
"Aku sayang kamu!" ungkap Zhang Rouxin yang sudah tidak tahan lembah surganya menginginkan kenikmatan seperti yang dialami Chu Yao.
Dengan berlahan Zhang Rouxin men-gangkang-i kedua paha Excel Shimo, dan menempatkan lembah surganya sambil memegang tongkat Excel Shimo yang berdiri.
Secara berlahan, Zhang Rouxin menduduki tongkat Excel Shimo.
"Ohh ..." erang-an Zhang Rouxin saat lembah surganya merasakan kenikmatan, padahal baru kepalanya saja yang mulai membelah.
"Ahhh ..." Zhang Rouxin berteriak lirih saat menahan rasa sakit, ketika kesuciannya dihancurkan oleh kekasihnya, dengan kedua tangan bertumpu pada dada bidang Excel Shimo, yang sudah tidur sambil menempatkan tubuh Chu Yao agar menduduki wajahnya.
"Ahh ..." Chu Yao tersentak ketiga lidah Excel Shimo memasuki lembah surganya, dirinya benar-benar menikmati sensasi luar biasa ini.
"Ish!" Zhang Rouxin mendesis saat rahimnya penuh sesak dengan tongkat Excel Shimo, dia juga mencapai puncak kenikmatan.
Zhang Rouxin terdiam sejenak untuk menikmati momen dirinya mendapatkan kenikmatan tiada tara. Namun, Excel Shimo tidak menginginkan murid Gongsun Ling untuk menikmati rasa di puncak, ia menghentakkan tongkatnya dengan sedikit lebih keras.
"Ohh!" de-sah-an Gongsun Ling ketika lembah surganya menyemburkan air surga untuk kedua kalinya.
Sedangkan Chu Yao makin kewalahan dengan lidah kekasihnya yang mempermainkan lembah surganya. Chu Yao segera mengikuti gaya permainan lidah kekasihnya dengan menggoyangkan pinggul naik turun.
Gongsun Ling semakin gelisah saat dirinya mulai tidak mampu menahan rang-sangan hanya dengan melihat aksi mereka bertiga, dan tanpa sadar tangan kirinya mulai mera-ba lembah surga yang masih tertutupi pakaiannya, sedangkan tangan kiri masih memainkan biji buah kenyalnya.
Zhang Rouxin yang sudah tidak sanggup menahan kenikmatan, tubuhnya ambruk disamping kekasihnya. Excel Shimo segera mengangkat tubuh Chu Yao, agar menghentikan aksinya yang naik turun.
"Kami tin-dih dia ..." pinta Excel Shimo kepada Chu Yao agar men-indih tubuh Zhang Rouxin yang terbaring dengan posisi kepala bisa dilihat jelas oleh Gongsun Ling.
Tanpa banyak bicara dan mengerti, Chu Yao menindih tubuh sahabatnya dan segera mencium bibir Zhang Rouxin, sedangkan Excel Shimo menempatkan tongkatnya pada lembah surga milik Chu Yao.
Plak...
"Ohh!" Chu Yao tersentak dengan kepala terangkat keatas saat tongkat Excel Shimo kembali memenuhi lembah surganya yang masih sempit.
__ADS_1
"Hmmm!"
"Aahhh!"
Chu Yao kembali mencapai puncak saat Excel Shimo mengeluarkan tongkatnya dari lembah surganya, dan disusul Zhang Rouxin yang men-gerang ketika tongkat kekasihnya memasuki lembah surga dengan kasar.
Excel Shimo terus berganti menghajar lembah surga Chu Yao dan Zhang Rouxin secara bergiliran, dan mereka berdua berkali-kali mencapai puncak tanpa bisa mereka tahan.
Tangan kanan Gongsun Ling sudah menyentuh lembah surganya sendiri, dan kaget saat kedua mata Excel Shimo melihatnya. Sebelum Gongsun Ling kabur, Excel Shimo memanggilnya. "Ayo bergabung Nona Ling."
Zhang Rouxin melihat kebelakang dan kaget saat melihat gurunya sedang mengintip, demikian juga dengan Chu Yao yang segera bergeser setelah men-indih tubuh sahabatnya, dia mengambil pakaian untuk menutupi tubuhnya, dan diikuti Zhang Rouxin yang juga mengambil pakaiannya.
"Guru ...!"
Tanpa menjawab, Gongsun Ling langsung kabur dan wajahnya sangat malu dengan warna yang sudah seperti buah apel.
"Sayang ...!" panggil Chu Yao dan Zhang Rouxin secara bersamaan kepada Excel Shimo.
"Biar aku yang berbicara kepadanya, kalian tunggu disini," kata Excel Shimo yang paham dengan maksud kedua kekasihnya.
.... Flashback....
Ketika Gongsun Ling memasuki Formasi Ilusi, Zhang Rouxin kaget melihat gurunya menghilang dan buru-buru mengikuti, Chu Yao juga mengikuti. Tapi, kedua wanita itu kaget saat tidak melihat Gongsun Ling, dan mereka juga terpisah.
Dengan rasa kuatir, Zhang Rouxin mencari gurunya selama seharian, sedangkan Chu Yao yang terpisah dari sahabat dan Gongsun Ling, juga mencari keberadaan mereka berdua.
Saat kedua wanita itu saling mencari, Chu Yao dihadang beberapa binatang Kirin, dan jelas Chu Yao melarikan diri dari kejaran binatang Kirin. Selama pelarian, Chu Yao akhirnya bertemu dengan Excel Shimo yang menolongnya dari kejaran binatang Kirin.
"Terima kasih," kata Chu Yao dengan wajah kesakitan, setelah Excel Shimo berhasil menjinakkan semua binatang Kirin yang mengejar dirinya selama seharian ini.
"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Excel Shimo dengan tatapan serius, sebab wajahnya pucat dan sebagai tubuhnya terluka.
"Saya ba--" belum sempat menjawab, kedua mata Chu Yao berkunang-kunang dan dengan sigap Excel Shimo menahan tubuhnya agar tidak terjatuh.
Chu Yao pingsan di pelukan Excel Shimo. Excel Shimo tersenyum dan menggendongnya. Binatang Kirin yang sudah dijinakkan tiba-tiba menghilang, sebab itu hanyalah ilusi saja.
__ADS_1
Kemudian, Excel Shimo membawa Chu Yao menuju sebuah telaga yang sudah tersedia perahu yang dihiasi banyak bunga dan juga ada gubuknya. Excel Shimo membaringkan Chu Yao diranjang yang ada didalam.
"Sekarang giliran Zhang Rouxin ..." gumam Excel Shimo yang tersenyum setelahnya.
Excel Shimo melihat Zhang Rouxin yang juga dikejar oleh banyak binatang Kirin seperti yang dialami oleh Chu Yao. Sebelum menolong Zhang Rouxin, Excel Shimo menyempatkan diri untuk mencium bibir Chu Yao sedikit lebih lama sambil membelai wajahnya cantik.
Swosh...
Excel Shimo berubah menjadi seberkas sinar menuju lokasi Zhang Rouxin yang terbang dikejar oleh binatang Kirin. Excel Shimo tidak segera membantu Zhang Rouxin, dia menunggu Zhang Rouxin menyerah.
Boom💥...
Sambil terbang menjauhi binatang Kirin, Zhang Rouxin melepaskan serangan agar menghentikan binatang Kirin, namun apalah daya, kekuatan mereka jauh berbeda, dan akhirnya Zhang Rouxin terjatuh disaat salah satu binatang Kirin menghantam punggungnya.
Bang...
"Agrhh!" teriak Zhang Rouxin yang tidak bisa menghindari serangan cepat binatang Kirin.
Swosh...
Bukk...
Excel Shimo segera menolongnya sebelum Zhang Rouxin menghantam tanah, dan sontak Zhang Rouxin kaget saat dirinya telah digendong Excel Shimo.
"Terima kasih!" ucap Zhang Rouxin dan seketika langsung pingsan.
Setelah Zhang Rouxin pingsan, semua binatang Kirin juga menghilang.
Excel Shimo menghela nafas saat melihat wajah anggun dan dewasa Zhang Rouxin yang berada di pelukannya. "Kalian tidak bisa keluar dari Formasi 12 Binatang ini, jika kekuatan jiwa kalian lemah!" gumam Excel Shimo yang akan merencanakan untuk memperkuat kekuatan jiwa semua istrinya, agar tidak mudah terpengaruh Formasi Ilusi.
Kemudian, Excel Shimo membawa Zhang Rouxin dimana Chu Yao berada, dan membaringkan Zhang Rouxin disebelah sahabatnya. Di dalam Dunia Ilusi, mereka bertiga selalu bersama-sama selama 2 hari, dan tanpa sadar kedua wanita itu mencintai Excel Shimo yang selalu merawat mereka, padahal mereka baru satu dupa waktu yang mereka lewati.
Mereka tidak sadar jika berada di Dunia Ilusi, semua yang mereka lihat dan rasakan tampak nyata. Hingga akhirnya Chu Yao dan Zhang Rouxin mengungkapkan perasaan mereka.
Disaat di dalam gubuk perahu, datanglah Gongsun Ling dan mengintip adegan dewasa antara mereka bertiga, hingga Excel Shimo melihat Gongsun Ling yang sedang mengintip, dan mengejar Gongsun Ling yang sudah kabur terlebih dahulu.
__ADS_1
... Flashback end....