God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 363. Terbukanya Altar Sembilan Surga.


__ADS_3

Chapter 363. Terbukanya Altar Sembilan Surga.


Di Benua Jiang Shan atau Benua Kelahiran. Dewi Shu Peijing sebagai Permaisuri dari Kaisar Shimo, sedang disibukkan laporan yang datang dari segala penjuru wilayah Benua Kelahiran, dimana banyak binatang monster keluar dari Altar Sembilan Surga.


Dewi Shu Peijing tidak menduga jika Altar Sembilan Surga bisa dibobol oleh seseorang dan merusaknya, dan para penjaga Altar Sembilan Surga juga telah terbunuh, sehingga banyak berbagai jenis binatang monster keluar dan berburu banyak kehidupan.


Dewi Shu Peijing segera memerintahkan semua prajurit Kekaisaran untuk membunuh binatang monster. Sayangnya, kekuatan binatang monster tidak bisa dikalahkan oleh para prajurit, dan mau tidak mau Dewi Shu Peijing beserta dua puluh Peri yang juga istri Kaisar Shimo turun tangan melawan banyak binatang monster.


Dua puluh satu peri menyebar bersama dengan dukungan semua orang untuk mengalahkan binatang monster. Satu per satu binatang monster dikalahkan dengan ikut campur-nya dua puluh wanita.


Setelah memburu banyak binatang monster, akhirnya dua puluh satu wanita mengepung Altar Sembilan Surga, sebab masih banyak binatang monster yang keluar. Kembali dua puluh satu wanita bertarung dengan banyak kultivator dan pasukan Kekaisaran Shimo.


"Grorr!!"


Namun, muncul seekor naga hitam dari altar dan meraung keras setelah keluar. Dewi Shu Peijing memerintahkan untuk mundur, sebab kekuatan naga hitam berada pada tingkat Jenderal Surgawi yang jauh darinya.


Diatas kepala naga hitam duduk seorang pria muda dengan tatapan mata sombong. Kedua mata pria itu melihat dua puluh satu wanita dan tersenyum tipis. "Apakah kalian Istrinya Dewa Binatang?" tanyanya.


"Jadi kamu yang merusak perlindungan altar, hah?!" bentak Dewi Shu Peijing tanpa menjawab pria itu, dia beserta dua puluh satu peri tidak tertekan aura kekuatan karena memiliki perlindungan dari jubah perang.


Pria itu mengernyitkan dahinya karena dua puluh satu wanita tidak tertekan dan kembali tersenyum tipis saat mengira mereka menggunakan perlindungan dari aura.


Pria itu adalah Jenderal Timur Kekaisaran Wei, dia diutus oleh Kaisar Wei untuk menangkap semua pasangan Dao Dewa Binatang, kekuatannya berada pada tingkat Raja Surgawi dan dua tingkat jauhnya dari Shu Peijing apalagi dua puluh satu wanita yang berada di tingkat Peri Benua.


Di tingkat kesembilan dari dalam Altar Sembilan Surga yang dulunya tersegel kini telah terbuka, sehingga pintu gerbang bisa digunakan untuk keluar masuk. Pintu gerbang tersebut terhubung dengan Benua Shen Zhou, dan pintu gerbang itu adalah portal dimensi.


"Jika iya, lalu kenapa? Kalian akan melawan ku dengan kekuatan ... Kalian terlalu lemah untuk melawan kami!" jawab Jenderal Timur, dan mengira jika kekuatan Dewi Shu Peijing hanya berada pada tingkat Dewa Bumi, sebab itu pengaruh dari Energi Dewa setelah menyatu dengan Benua Sihai.


Awalnya Jenderal Timur terkejut dengan perubahan Benua Jiang Shan yang lebih subur karena pengaruh Energi Dewa, dia telah merencanakan untuk menguasai benua ini setelah menyelesaikan tugasnya, apalagi banyak wanita cantik di benua ini.


Dewi Shu Peijing menahan amarahnya dan melihat Jenderal Timur memerintahkan naga hitam untuk turun dan juga memanggil pasukan yang dia bawa. Segera derap langkah kaki keluar dari altar dengan aura yang kuat, kekuatan mereka tidak bisa anggap remeh, terendah pada tingkat Dewa Bumi.


Jumlah mereka mencapai satu juta prajurit dengan perlengkapan perang dan senjata tombak. Dewi Shu Peijing dan dua puluh peri segera mundur untuk membentuk Formasi Battle Will, dan mengatur barisan pasukan Kekaisaran Shimo.


Salah satu peri berbisik kepada Dewi Shu Peijing. "Kakak, kesenjangan kekuatan mereka dengan kita sangat jauh berbeda!" ujarnya dengan menahan rasa takut.

__ADS_1


Apa yang dikatakannya memang benar, kekuatan para prajurit Kekaisaran Shimo hanya berada pada tingkat Kaisar, dan para pemimpin wilayah yang terkuat berada pada tingkat Saint, dan hanya Dewi Shu Peijing yang masih mampu mengalahkan semua prajurit Kekaisaran Wei.


Dewi Shu Peijing tidak takut jika melawan pasukan Kekaisaran Wei, tapi jika naga hitam ikut campur jelas dia akan mudah dikalahkan, walaupun menggunakan seluruh kekuatan. Belum lagi Jenderal Timur yang paling kuat, jelas Dewi Shu Peijing seperti semut.


Disaat Dewi Shu Peijing sedang berpikir keras untuk melawan mereka, Jenderal Timur segera berbicara lagi. "Aku mudah mengalahkan kalian dengan mengirim sepuluh prajurit ku... Lebih baik serahkan para pasangan Dao Dewa Binatang dan aku jamin kalian akan hidup damai!" ujarnya yang ingin mengambil hati semua orang.


Jenderal Timur tidak ingin semua orang berpikiran negatif kepadanya, sebab dia ingin menguasai Benua Kelahiran. Walaupun jenderal Timur mampu menguasai benua ini, dia juga membutuhkan tenaga dan kepercayaan para penduduknya. Sebab itu jenderal Timur yang berpengalaman ingin mendapatkan simpatik dari semua penghuni.


"Yang Mulia, lebih baik Anda beserta para Peri bersembunyi sampai kedatangan Kaisar Shimo, kami akan melawan mereka walaupun jelas akan kalah, ini semua hanya untuk mengulur waktu. Tolong!" Libu Wang Kaibo berkomunikasi dengan telepati kepada Dewi Shu Peijing, dia memohon agar Shu Peijing bersembunyi.


"Ingat, kandungan Anda ... Jika sampai terjadi sesuatu kepada keturunan Kaisar Shimo, kami juga akan mendapatkan imbas akan kemarahan beliau. Jadi tolong Anda bersembunyi bersama para Peri!" sekali lagi Libu Wang Kaibo memohon dan kali ini lebih bisa dimengerti.


Dewi Shu Peijing memegang perutnya yang mulai terlihat membuncit dan meneteskan air mata. Sebenarnya Dewi Shu Peijing tidak ingin bersembunyi seperti pengecut, tapi setelah diingatkan tentang kandungan, mau tidak mau dia menimbang keinginan Libu Wang Kaibo.


Dewi Shu Peijing juga mengingat akan keinginan mertuanya yang ingin memiliki cucu, apalagi telah memberikan segalanya bagi dia dan semua istri Excel Shimo.


"Kalian berusaha mengulur waktu dan buat kita seakan-akan pengecut untuk mengelabui musuh, dan ingat akan keselamatan kalian!" titah Dewi Shu Peijing kepada Libu Wang Kaibo, setelah mendapatkan rencana.


"Saya mengerti Yang Mulia. Tolong jaga diri Anda, serahkan semuanya pada kami!" jawab Libu Wang Kaibo yang paham dengan maksud perkataan Dewi Shu Peijing.


Dewi Shu Peijing ingin semua penduduk Benua Kelahiran berpikir buruk tentangnya dengan bersembunyi dari musuh, dengan tujuan jenderal Timur tertipu sampai kedatangan Kaisar Shimo.


"Percuma kalian merencanakan apapun, sebab kekuatan adalah mutlak!" tegur Jenderal Timur yang tahu mereka sedang berencana untuk melawannya, dan yang dia ucapan memang benar. Kekuatan adalah segalanya walaupun harus menghadapi skema licik dari siapapun, cukup membunuh semua akan beres dan membuat jera.


"Yang Mulia, segera pergi!" pinta Libu Wang Kaibo setelah semua orang mendukung rencananya.


"Baik, kalian juga jaga diri. Aku minta maaf telah menjadikan kalian tameng!" sesal Dewi Shu Peijing, "kita akan gunakan giok teleportasi menuju tempat persembunyian!" lanjutnya dengan berbicara melalui telepati kepada dua puluh Peri.


Zlapp.. Zlapp...


Seketika dua puluh satu wanita menghilang setelah memecahkan giok teleportasi. Sontak semua orang menghujat Dewi Shu Peijing saat tahu telah kabur dan meninggalkan mereka, demikian juga dengan Libu Wang Kaibo yang berteriak-teriak memaki-maki semua istri Kaisar Shimo.


Jenderal Timur tidak mengejar mereka, sebab dia yakin bisa menemukan semua pasangan Dao Dewa Binatang, walaupun Benua Kelahiran sangat luas, apalagi tidak ada yang bisa keluar dari benua ini karena tersegel.


Jenderal Timur tertawa terbahak-bahak dan melihat semua orang. "Lihat pemimpin-mu yang kabur meninggalkan kalian. Apakah mereka semua pasangan Dao Dewa Binatang, ternyata sama dengan suaminya seperti pengecut, hanya bisa kabur dengan orang yang memiliki kekuatan lebih tinggi!" hinanya kepada Dewa Binatang.

__ADS_1


Libu Wang Kaibo segera maju dan memperkenalkan dirinya sebagai pejabat Kementerian Aparatur Negara, dia berjanji akan tunduk kepada jenderal Timur dan membantu mencari keberadaan semua pasangan Dao Dewa Binatang.


Jelas jenderal Timur senang dengan mendapatkan dukungan tanpa susah payah. "Bagus, bagus, kalian segera cari persembunyian mereka dan kalian pasti tahu persembunyian mereka. Prajurit bantu mereka menangkap semua wanita itu!" perintahnya dengan segera.


"Kalian cari di ruang bawah tanah di Istana Dewa Binatang!" perintah Libu Wang Kaibo kepada deputinya.


Segera sepuluh prajurit yang memiliki kekuatan tingkat Dewa Bumi mengikuti para deputi dan prajurit Kekaisaran Shimo.


Libu Wang Kaibo mengajak jenderal Timur untuk beristirahat di istana Dewa Binatang, selama perjalanan dia banyak bercerita tentang Benua Kelahiran dan sejarah Dewa Binatang, tapi semuanya dipalsukan dengan menjelekan nama Dewa Binatang.


Sedangkan Dewi Shu Peijing muncul di tempat persembunyian bersama dengan dua puluh Peri, mereka berada di dalam goa. Goa itu adalah tempat dimana Excel Shimo keluar dari cangkang telur, dan jejak serpihan telur masih ada. Goa itu telah dirombak oleh Excel Shimo dan memang dijadikan tempat persembunyian bagi keluarganya disaat dia tinggalkan seperti saat ini.


"Semoga saja suami kita cepat tiba!" harap Dewi Shu Peijing sambil mengelus perutnya.


"Kakak tenang saja, aku yakin suami kita sudah tahu akan kedatangan mereka!" jawab salah satu peri sambil memeluk lengan Dewi Shu Peijing.


Dewi Shu Peijing terus-menerus mencoba berkomunikasi melalui kebatinan kepada Excel Shimo, sayangnya tidak ada jawaban. Dewi Shu Peijing menebak jika suaminya tengah dalam perjalanan, sebab itu dia tidak bisa berkomunikasi.


Waktu berlalu dengan cepat, dan jenderal Timur belum menemukan pasangan Dao Dewa Binatang, padahal sudah mencari ditempat persembunyian yang berada diruang bawah tanah istana Dewa Binatang.


Jenderal Timur menguasai istana Dewa Binatang dan seluruh wilayahnya, dan banyak sumberdaya yang diberikan kepadanya sebagai jaminan keamanan, bahkan jenderal Timur menaikan pajak sampai diangka 50℅. Namun anehnya, pajak tinggi tidak membuat banyak protes dan penolakan dari siapapun.


Saat jenderal Timur berada di istana, datang seseorang pria muda murid dari Akademi Langit Abadi, dia adalah Shu Shen. Libu Wang Kaibo melihat dia dan jelas mengenalinya.


"Apa kamu yang akan memberikan informasi itu?" tanya jenderal Timur kepada Shu Shen.


"Benar, Yang Mulia!" jawab Shu Shen dengan wajah telah berkeringat sambil melirik Libu Wang Kaibo, dia sudah ketakutan dengan tatapan mantan pemimpin akademinya.


Jenderal Timur juga melirik Libu Wang Kaibo dan tampaknya tahu apa yang menyebabkan Shu Shen ketakutan, tapi dia mengganggap nya biasa, sebab sudah menjadi hal biasa anak muda ketakutan bertemu dengan banyak pimpinan.


Shu Shen adalah pria yang mencintai Ming Mei sewaktu di akademi, dan juga telah dibuat gila oleh Excel Shimo sewaktu baru pertama kali tiba di akademi. Sebab itu, dia menaruh dendam kepada Excel Shimo dan Ming Mei.


"Katakan, dan jangan takut!" perintah Jenderal Timur.


Segera Shu Shen bercerita tentang tempat persembunyian Dewi Shu Peijing bersama para Peri, tepatnya di wilayah Kerajaan Han paling Utara, dekat dengan Desa Bunga.

__ADS_1


Shu Shen sangat senang dengan imbalan yang diberikan Jenderal Timur, berupa seratus Batu Mistik dan dua ratus keping emas, angka yang luar biasa bagi dia dan penduduk Benua Kelahiran.


Segera jenderal Timur memerintahkan untuk memburu para pasangan Dao Dewa Binatang dan Shu Shen sebagai petunjuk arah. Namun, disaat Libu Wang Kaibo akan ikut mencari keberadaan Permaisuri, dia tidak diperbolehkan untuk mengikut, dan tetap berada dekat dengan Jenderal Timur, sebab Jenderal Timur masih membutuhkan dia.


__ADS_2