God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 132. Menyerahkan Diri.


__ADS_3

Chapter 132 Menyerahkan Diri.


Excel Shimo berhenti di depan Dewi Rubah Bulan yang terlihat gugup. Lalu, Excel Shimo memegang dagu Da Xia dan sedikit mengangkatnya.


"Walau kamu pemarah, tetapi kamu juga lembut dan cantik...," puji Excel Shimo yang membuat Da Xia berbangga hati, tapi dia juga malu-malu.


"Hmmm...," erangann Da Xia yang tiba-tiba dicium suaminya, apalagi saat tangan kanan memegang leher belakang dan tangan kiri memegang pantatnyaa.


Kali ini Excel Shimo mencium Da Xia lebih lama dengan lebih mesra. Adegan itu jelas dilihat oleh ketiga istrinya yang mulai terbawa arus gairah mereka.


Chang'e tidak tinggi diam, dengan berani dia mendekati suaminya dari belakang, dan memeluk erat pinggangnya. Demikian juga dengan Seng Huaran dan Fang Yin, mereka berdua mendekati sisi kiri dan kanan suaminya dan memeluknya.


Tidak membuang kesempatan, sambil tetap mencium Da Xia, kedua tangan merangkul Fang Yin dan Seng Huaran. Sedangkan Chang'e mencium telinga Excel Shimo. Aksi mereka semakin panas manakala tongkat miliki suaminya telah berdirinya dengan gagah.


Da Xia yang merasakan tongkat itu, tersentak saat tongkat itu menyentuh lembah surganya yang sudah basah, walaupun pakaiannya masih menghalangi tongkat suaminya.


Segera Excel Shimo menghilang pakaiannya yang terbuat dari War Clock. Sontak membuat ke-empat isterinya kaget. Mereka melihat tongkat itu yang sangat besar dan panjang.


'Astagaaa, lebih besar dari milik pejantan Naga!!' batin Seng Huaran yang kagum dengan tongkat suaminya melebihi pria dari Ras Naga manapun.


Kemudian, Excel Shimo mencium lagi Da Xia yang masih terpesona dengan tongkat suaminya yang sudah siap bertempur, dengan menanggalkan pakaiannya. Setelah lepas seluruh pakaian Da Xia, tongkat itu menyentuh lembah surganya, dan tanpa sadar Da Xia menghimpit tongkat itu dengan kedua pahanya.


"Hmmm...," erangann Da Xia saat tongkat itu menyentuh bibir lembah surganya.


Ketiga wanita yang lain juga ikut melepaskan pakaiannya, dan kembali memeluk suaminya. Tangan Excel Shimo tidak tinggal diam, ia segera meremaas buah kenyal milik Fang Yin dan Seng Huaran yang sangat besar. Sedangkan Chang'e, ia mencium punggung suaminya sambil menempelkan dadanya, dan tangannya dengan lembut mengelus tubuh Excel Shimo.


"Ahhhh...," erangann Da Xia saat tongkat suaminya membelah lembah surganya dengan posisi berdiri.

__ADS_1


"Akhhh...," Da Xia menahan sakit saat kesuciannya dihancurkan oleh suaminya.


Namun, Excel Shimo segera berhenti agar Da Xia tidak kesakitan. Ke-dua tangannya juga telah turun dan menyentuh lembah surga milik Fang Yin dan Seng Huaran yang sudah basah kuyup.


"Ohhh...," erangann Fang Yin seperti nyanyi surga saat merasa nikmat.


Sedangkan Seng Huaran sudah tidak tahan lagi, "ahhh...," erangannya lebih keras saat ke-dua jari suaminya membelah lembah surganya.


Ketika Da Xia tidak merasakan sakit, ia menggerakkan pinggulnya kedepan, agar tongkat suaminya berlahan masuk.


"Ahhh...," erangann teredam saat dia sudah mencapai puncak sebelum tongkat suaminya menyentuh rahimnya.


Tubuh Da Xia bergetar hebat. Karena kenikmatan untuk pertama kali, ia buru-buru menekan pinggulnya agar tongkat suaminya memenuhi rahimnya. Namun, saat seluruh dinding lembah surga merasakan besar, panjang dan tongkat penuh urat, membuat tubuh Da Xia bergetar lagi, tanda ia kembali mencapai puncak dalam sekejap.


Excel Shimo tidak tinggal diam, ia menyerap air surga milik Da Xia, dan menyimpan didalam dantian-nya.


Melihat jika Da Xia sudah tidak sanggup melawan Excel Shimo, segera Seng Huaran yang tidak tahan menggantikan posisi Da Xia, dengan menempatkan tongkat suaminya yang masih berdiri kokoh tanpa lelah.


"Hmmm...," Seng Huaran yang lembah surganya telah basah, segera membenamkan tongkat itu tanpa gerakan lambat, hingga kesuciannya terkoyak dengan darah membasahi tongkat itu, padahal darah kesucian Da Xia masih menempel tanpa dibersihkan terlebih dahulu.


Setelah tongkat suaminya memenuhi rahimnya, Seng Huaran mencium bibir Excel Shimo untuk meredakan rasa sakitnya. Sedangkan Chang'e menggantikan posisi Seng Huaran, dimana tangan kiri Excel Shimo memainkan biji buah kenyalnya.


"Ahhh...," desahaan Chang'e saat merasakan sensasi yang menyenangkan. Tangan kanan Excel Shimo juga tidak tinggal diam, tangannya terus memainkan biji lembah surga milik Fang Yin.


"Hmmm...," tubuh Fang Yin tersentak hebat saat mencapai puncak hanya dengan permainan jari suaminya, sambil mencium leher Excel Shimo dan memeluknya sangat erat.


Demikian juga dengan Seng Huaran, disaat ia tidak merasakan sakit, Excel Shimo menghentakkan tongkatnya, hingga membuat Seng Huaran keenakan.

__ADS_1


"Ahhh... K-keluarrr...," desahaan Seng Huaran saat di mencapai puncak dengan sekali goyang. Tidak mau memberikan Seng Huaran menikmati sensasi puncak, Excel Shimo sekali lagi menarik tongkatnya, dan memasukkan lagi dengan kasar. Sensasi itu jelas membuat Seng Huaran kewalahan menerima rasa surga dunia yang tidak pernah ia alami.


"Ohhh!!" Suara indah Seng Huaran saat dirinya yang tak mampu menerima hentakan tongkat suaminya, hingga membuat ia terhuyung-huyung kebelakang. Saat gesekan tongkat yang diremass dinding lembah surganya, ia sekali lagi mencapai puncak, dan ambruk disamping Da Xia dengan wajah yang sangat bahagia.


Fang Yin yang sudah tidak mampu menahan gejolak keinginan binatangnya, ia segera menggantikan posisi Seng Huaran, dengan mengajak suaminya tidur dilantai.


Excel Shimo segera menindih tubuh sintal Fang Yin, dimana tongkatnya yang masih berlumuran darah menyentuh lembah surga isterinya.


"Sayanggg...," suara indah Fang Yin saat merasakan kepala tongkat naga membuka lembah surganya, ia mencapai puncak kenikmatan yang kembali ia rasakan.


Sedangkan Chang'e mencium bibir suaminya sambil tidur miring, dan memeluk erat pinggang Excel Shimo. Chang'e sengaja menunggu ketiga sahabatnya kelelahan, agar dirinya bisa memonopoli seluruh tubuh Excel Shimo.


Excel Shimo secara berlahan membenamkan tongkatnya, dan membuka Fang Yin menggeliat kenikmatan. Excel Shimo berhenti saat menemui penghalang. Namun, Fang Yin segera memegang pantatt suaminya dan menekannya.


"Ahhhh...," desahaan Fang Yin saat kesuciannya terkoyak, dan darah mengalir deras. Kepala Fang Yin mendongak kebelakang, saat Excel Shimo menggerakkan tongkatnya hingga memenuhi rahimnya. Rasa sakit dan sensasi keenakan membuat Fang Yin selalu mendessah dan meremass pantatt suaminya lebih kencang.


Excel Shimo tidak memberikan kesempatan Fang Yin bernafas lega, ia semakin ganas menghentakkan tongkatnya. Suara benturan daging mengema dikamar itu, menambah suasana yang makin memanas.


"Lagiiii...," teriakan nikmat dikala Fang Yin mencapai puncak berkali-kali, dan tanpa ampun Excel Shimo semakin cepat menghukum lembah surganya.


Chang'e yang melihat Fang Yin tidak mampu bertahan, segera membalikkan tubuh suaminya, dan menindih dengan memposisikan lembah surganya.


Chang'e dengan ganas mencium bibir suaminya, dengan merasakan tongkat suaminya yang masih berdiri kokoh. Chang'e memegang tongkat itu, dan menempatkan pada bibir lembah surganya, secara berlahan, Chang'e menekan pinggangnya dan lembah surga yang sudah basah segera menerima besar dari kepala tongkat itu.


Tak ingin dirinya didominasi oleh Chang'e, Excel Shimo menghentakkan tongkatnya, hingga darah segar membasahi tongkatnya sekali lagi.


"Hmmm...," erangann Chang'e sambil mengigit bibir suaminya saat merasakan sakit. Mereka berdua memainkan lidahnya, sambil tangan Excel Shimo memainkan lembah surga Chang'e.

__ADS_1


Mendapatkan perlakuan seperti itu, membuat Chang'e segera mencapai puncak disaat masih sedikit merasa sakit. Chang'e secara berlahan membenamkan tongkatnya, hingga membuat perutnya memiliki tonjolan besar. Ia segera mencapai puncak lagi ketika tongkat suaminya memenuhi rahimnya yang haus akan air surga.


__ADS_2