
Chapter 208. Aksi Pasangan Pedang(2).
Juan Rong semakin bersemangat saat melihat skill baru milik Excel Shimo begitu hebat, ia ingin mempelajarinya sesegera mungkin. Juan Rong juga tidak tinggal diam, segera ia mengeluarkan skill terbaiknya untuk memperlihatkan kepada Excel Shimo.
"Itu tadi hampir sama dengan skill ketiga Kitab Sembilan Rembulan, Hujan Pedang," ujar Juan Rong, "Lihat ini, Hujan Pedang!!" lanjutnya dengan berteriak sambil mengangkat pedangnya ke atas.
Segera energi alam mengalir di Yaohua Sword, semua energi disekitar ter-aglomerasi di ujung pedangnya. Yaohua Sword bercahaya, lalu muncul banyak pedang diatas mayat hidup yang menjadi target Juan Rong.
"Turun dan ledakan!!" perintah Juan Rong kepada Yaohua Sword.
Wushhh... Wushhh... Boom💥... Boom...
Sekali lagi suara ledakan energi saat mengenai mayat hidup yang masih terus menyerah mereka berdua, tubuh mayat hidup kembali menjadi ujicoba Kitab Sembilan Rembulan dan Teknik Pedang Pencipta milik Excel Shimo.
"Hebat!" puji Excel Shimo melihat hebatnya skill yang digunakan oleh Juan Rong.
"Hahahaha, aku tidak menyangka dengan Yaohua Sword aku mudah mengeluarkan potensi Kitab Sembilan Rembulan skill kedua ...," tawa bahagia Juan Rong yang sukses mengeluarkan skill yang sudah membuatnya frustasi karena selalu gagal.
Apa yang dikeluarkan oleh Juan Rong adalah skill kedua bagian pertama, bagian kedua adalah Hujan Badai. Bagian ketiga adalah Pedang Tornado.
"Itulah kelebihan Artefak Bintang daripada persenjataan biasa, walaupun setingkat Armament Grade Immortal juga hebat. walau Artefak Bintang Satu dan Bintang Dua tidak memiliki efek khusus, dia masih mampu meningkatkan jenis beladiri apapun, anggap saja membantu kemacetan dalam memahami sebuah skill," jawab Excel Shimo sambil melihat mayat hidup yang masih terus berdatangan.
Matahari secara berlahan mulai terbenam, mayat hidup jenis Luse Zong mulai bergerak. Sedangkan Mao Zong terus-menerus menyerang, apalagi melihat ada dua orang hebat yang bisa dijadikan bagian dari Ras Mayat Hidup.
Sebagian Mao Zong yang menyerang Istana Peri mulai tertarik dengan kekuatan yang dikeluarkan oleh Juan Rong dan Excel Shimo. Mayat-mayat itu seakan-akan ada yang menggerakkan, mampu memilih sasaran yang kuat dan meninggalkan yang lemah.
"Mereka ingin menargetkan Senior Shimo dan Senior Juan Rong, benar-benar bodoh!" ucap Tu Gui yang melihat mayat hidup tidak lagi menyerang Istana Peri.
"Akhirnya kita bisa bernafas lega dan bisa melihat kehebatan dua senior menggunakan teknik hebatnya, siapa tahu aku mendapatkan pemahaman baru," sahut She Shen yang berharap bisa mengambil pencerahan dari aksi mereka berdua.
__ADS_1
"Aku semakin jauh tertinggal dengan Senior Juan Rong, aku tidak menyangka akhirnya dia mampu memahami skill kedua bagian pertama, sedangkan aku ... masih bergelut dengan skill pertama bagian dua," ucap Wang Chong yang terlihat kecewa pada dirinya sendiri.
Disaat mereka bertiga bersama semua murid sedang berkomentar, Excel Shimo kembali menyerang mayat hidup yang mengepung dirinya dan Juan Rong.
"Pegang tanganku, dan ikuti resonansi Yaohua Sword dengan Yaolai Sword," pinta Excel Shimo sambil mengulurkan tangan kanannya, sesudah tangan kiri memegang Yaolai Sword.
Dengan malu-malu, Juan Rong memegang tangan Excel Shimo dengan erat, seumur hidupnya baru kali ini bersentuhan dengan pria, jantung Juan Rong berdetak kencang.
"Ikuti kemauan Yaohua Sword dan kamu hanya memberikan sedikit energi saja," ucap Excel Shimo yang mengarahkan Juan Rong agar memahami keinginan Yaohua Sword.
Dengan segera Juan Rong mengalir energi kepada pedangnya, seketika ia merasakan tubuhnya ringan dan mulai mengikuti gerakan Yaohua Sword yang marah kepada mayat hidup. Demikian juga dengan Yaolai Sword, Excel Shimo segera mengayunkan tubuh Juan Rong untuk bergerak memutar.
Crash... Crash...
Pedang Juan Rong menebas leher mayat hidup, demikian juga dengan Excel Shimo, pedang ditangan kiri juga menebas leher mayat hidup, gerakan mereka seperti kincir angin yang berputar kencang.
Secara berlahan gerakan melingkar menciptakan badai tornado. "Astaga ini gerakan Pedang Tornado, hahahaha," Juan Rong jelas terkejut saat mengikuti gerakan Yaohua Sword, ia tertawa bahagia bisa memahami bagian lain yang tidak pernah ia sangka-sangka.
(Gemuruh)
Suara gemuruh terdengar, saat kedua orang itu menjadi badai, mereka menarik mayat hidup dan mencincang tubuhnya dengan pedang berpasangan. Suara 'plok' tubuh mayat hidup yang menjadi daging cincang saat terkena dampak Pedang Tornado🌪.
Dari kejauhan, murid-murid akademi melongo melihat Juan Rong bisa menggunakan skill yang sulit, mereka saling bertukar pandangan dan menggelengkan kepala tanda ketidakberdayaan.
Wang Chong semakin tertekan melihat Juan Rong mampu memahami bagian ketiga dari skill Hujan Pedang. Tetapi Wang Chong semakin termotivasi dan bersemangat, sebab jika Senior Juan Rong mampu memahami dia juga pasti bisa mengikutinya.
"Dulu hanya para tetua saja yang bisa memahami bagian ketiga, kini prestasi mereka telah dipatahkan oleh muridnya!" ujar Tu Gui yang juga ingin mengikuti prestasi yang dibuat oleh Juan Rong.
Mereka tidak tahu jika Juan Rong didukung oleh Yaohua Sword dan Yaolai Sword. Juan Rong sendiri tidak sadar, jika Excel Shimo sedikit demi sedikit memberikannya pencerahan terkait Kitab Sembilan Rembulan. Excel Shimo tahu saat membaca ingatan Juan Rong, dan segera mempraktikkannya.
__ADS_1
Boommm💥...
Ledakan hebat setelah Excel Shimo dan Juan Rong menyebarkan Pedang Tornado, radius 200 meter dari mereka berdua porak-poranda, mayat hidup sudah tidak berbentuk, pepohonan menjadi potongan.
Tempat Excel Shimo dan Juan Rong berdiri menjadi seperti menara, sebab disekitarnya telah menjadi kawah akibat Pedang Tornado. Namun, sisa mayat hidup bukannya lari malah menyerang lagi.
"Mereka sepertinya tidak ketakutan dan terlihat ada yang mengontrolnya," kata Juan Rong yang kembali mempersiapkan diri untuk menyerang lagi.
"Benar, mungkin karena kristal inti kehidupan yang tertanam di tubuh mereka, jika kita tidak membasmi induknya, Ras Mayat Hidup akan terus bermunculan. Ini sungguh merepotkan!" sahut Excel Shimo yang mulai geram dengan dalangnya.
"Bersiaplah, saat mereka mulai berkumpul disini, aku akan memperlambat gerakan mereka, dan segera kamu hancurkan," ucapnya yang memiliki rencana untuk memusnahkan mereka dalam sekali serang.
"Baik, aku akan gunakan bagian kedua, Hujan Badai," jawab Juan Rong yang segera mengalir energi spiritual kepada Yaohua Sword yang masih menghunus kearah bawah.
Segera energi alam kembali ditarik oleh Yaohua Sword dan ter-aglomerasi di ujung pedangnya. Excel Shimo hanya tersenyum dan mengangguk pelan.
"Tarian Pedang, Menyerap Energi Yang!!" teriakan pelan dari Excel Shimo saat mengeluarkan skill pertama bagian pertama, dengan menghunus pedangnya kedepan.
Grrrr...
Geraman mayat hidup saat dekat dengan targetnya. Namun, disaat mendekati Excel Shimo dan Juan Rong, Yaolai Sword menyerap energi Yang semua mayat hidup, secara berlahan gerakan mereka melambat, seakan-akan tubuh mereka kehilangan energi.
Sedangkan diatas mayat hidup awan hitam dan mengeluarkan airnya, air itu secara cepat berubah menjadi pedang. "Lepaskan!" perintah Excel Shimo kepada Juan Rong.
"Jatuh dan hancurkan mereka!" teriak Juan Rong sambil mengangkat pedangnya ke atas dan seperti memerintah pedang di langit untuk menghancurkan target.
Wushhh... Wushhh...
Boom💥... Boom💥... Boom💥...
__ADS_1
Sekali lagi suara rentetan ledakan menggema dan menghancurkan tubuh mayat hidup. Walaupun serangan kali ini intensitasnya lebih kecil dari Pedang Tornado, dampaknya juga mengerikan. Banyak tubuh mayat hidup berjatuhan di tanah setelah terkena Hujan Pedang.
Semua murid dari akademi dan juga penduduk yang ikut melihat diatas dinding Istana Peri tercengang, mereka tidak menyangka jika Juan Rong semakin hebat semenjak bertarung dengan Excel Shimo.