
Chapter 233. Menghancurkan Mayat Hidup dengan Api Surgawi.
Setelah semua wanita siapa, Excel Shimo berbicara kepada semua wanitanya. "Apa kalian sudah siap?"
"Siap, Suami." jawab serempak semua wanitanya, terutama Tu Yueyin Mei yang sudah tidak sabar dan langsung menarik tuas pada meriam.
Boom 💥...
"Serang!!" perintah Excel Shimo dengan menggerakkan Istana Peri untuk berputar secara berlahan.
Boom 💥... Boom💥...
Segera semua wanitanya menarik tuas meriam dengan menargetkan goa-goa pada dinding lubang curam. Ledakan demi ledakan menghancurkan mayat hidup dan meruntuhkan goa mereka.
Excel Shimo terus mengendalikan Istana Peri sambil terus menyerap energi Yin dan aura kematian.
mendengar gerakan diatas dan suara memekakkan telinga, mayat-mayat hidup yang berada dibawah segera bereaksi. Mereka keluar dari goa, terutama mayat hidup jenis Mao Zong, dan Fei Zong.
"Kemana semua murid-murid penjaga pintu dan sampai penyusup bisa masuk?" ucap salah satu mayat hidup jenis Fei Zong sambil melihat keatas, ia terkejut melihat sinar tapi tidak melihat siapa pelakunya, "aneh!!" lanjutnya dengan wajah yang menyeramkan, seperti Fei Zong yang dibunuh oleh Excel Shimo.
"Bunuh penyusup itu!!" perintah para Fei Zong kepada bawahannya.
Segera mayat hidup jenis Luse Zong, Mao Zong dan Fei Zong melompat dan terbang menuju Istana Peri yang masih menggunakan mode kamuflase.
Bang... Bang...
Tembok pertahanan Istana Peri segera dibombardir mayat hidup yang sudah mengepung, dan semua wanita tidak tinggal diam, mereka meledak tubuh mayat hidup saat dalam jangkauan meriam.
Walaupun Istana Peri dalam mode kamuflase, dengan sinar yang keluar dari meriam membuat posisinya mudah diketahui oleh pasukan mayat hidup.
Boom💥... Boom💥...
"Hahahaha, ayo maju terus mayat jelek!!" tawa Tu Yueyin Mei sambil meledak tubuh mayat hidup, tidak hanya satu, melainkan banyak mayat hidup yang meledak karena dampak percikan amunisi Batu Roh.
Boom💥... Boom💥...
__ADS_1
"Mereka terlalu banyak." ujar Juan Rong yang tampak kewalahan menyerap mayat hidup dengan meriam.
"Jangan kuatir, Istana ini sangat kuat," kata An Na yang memberikan semangat kepada saudari-saudarinya.
An Na terus membagi Batu Roh kepada semua wanita, sambil sesekali menggunakan meriam untuk menyerang.
Excel Shimo tampak tidak kuatir, dan terus mengendalikan Istana Peri untuk terus bergerak turun secara berlahan.
Excel Shimo juga selalu mengisi bahan bakar Istana Peri dengan Batu Kuno.
Ledakan demi ledakan menggetarkan lubang curam, banyak goa yang runtuh dan membunuh mayat hidup. Excel Shimo mengunci alisnya saat memiliki ide. "Apa bisa Istana Peri ini dinding Pertahanan-nya dialiri Api Surgawi?" gumam Excel Shimo dan segera menutup matanya.
Setelah melihat dan mempelajari Blueprint Istana Peri, Excel Shimo tersenyum senang, karena Istana Peri seperti senjata pada umumnya. Lalu, Excel Shimo mengalirkan elemen Api Surgawi pada penyangga tangan dikursi komandonya.
Api Surgawi dengan segera mengikuti pikiran Excel Shimo dan menyelimuti Istana Peri. Seketika seluruh Istana Peri mengeluarkan panas Api Surgawi.
Blarrr...
Api Surgawi segera menghanguskan mayat hidup yang menyentuh dinding Pertahanan hingga menjadi abu, bahkan jarak mayat hidup yang jauh juga tak luput dari sengatan panas Api Surgawi.
Lubang curam kini menjadi terang benderang dengan nyala Api Surgawi, dan lidah api menyambar-nyambar. Seluruh mayat hidup didalam goa mau diluar terbakar hingga menjadi abu.
Dengan cepat Excel Shimo menurunkan Istana Peri agar cepat mencapai dasarnya.
Mayat hidup jenis Mao Zong dan Fei Zong buru-buru berlarian saat ketakutan dengan Api Surgawi, jika api biasa mereka tidak takut sama sekali, berhubung itu adalah Api Surgawi, mereka secara naluri menjauhi.
Sedangkan semua wanita akhirnya hanya melihat bagaimana mayat hidup menjadi abu tanpa lagi menari tuas meriam. Tu Qingxuan tersenyum bahagia memiliki suami yang begitu hebat, dia dan semua wanita kembali menuju ke lantai 3 untuk berkumpul.
"Suami, Artefak-mu ini sangat hebat, apalagi dengan Api Surgawi milikmu, menjadikan Istana Peri semakin menakutkan," puji Tu Qingxuan sambil berdiri disamping suaminya.
Excel Shimo hanya diam saja, sebab dia sedang fokus mengendalikan Istana Peri dan juga Api Surgawi-nya.
Semua wanita melihat diluar jendela besar di lantai 3, dan menyaksikan banyak mayat hidup menjadi abu.
"Sialan, penyusup itu memiliki Api Surgawi!? Cepat menuju tempat perlindungan!" perintah salah satu Fei Zong yang segera kabur menuju tempat perlindungan para mayat hidup.
__ADS_1
Mao Zong dan Fei Zong meninggalkan Bai Zong dan Luse Zong, mereka tidak peduli dengan dengan anak buahnya, sebab mereka memiliki sesuatu yang mampu diandalkan untuk menciptakan banyak mayat hidup.
Blarrr... Wushhh... Boom 💥...
Excel Shimo terus-menerus mengalirkan Api Surgawi-nya untuk memusnahkan mayat hidup, ledakan dan disusul reruntuhan goa terus terdengar dan menggema di lubang curam. Namun, Excel Shimo secara berlahan mulai kelelahan dan segera menarik kembali Api Surgawi-nya.
"Suami, apa kamu baik-baik saja?" tanya Juan Rong yang kuatir melihat Excel Shimo yang berkeringat dan segera mengusap keringnya.
"Aku baik-baik saja, hanya terlalu berlebihan menggunakan Api Surgawi saja. Setelah beristirahat sejenak, aku akan pulih lagi," jawab Excel Shimo dan tersenyum setelahnya.
Jelas Excel Shimo kelelahan walaupun dia memiliki dua dantian dan 24 Galaxi, tapi menggunakan energi spiritual juga menekan mentalnya secara berlahan. Berbeda saat meramu pil maupun menempa senjata, yang tidak terlalu banyak mengeluarkan api-nya, walau harus berhari-hari. Tapi kali ini Excel Shimo menggunakan Api Surgawi skala besar dan jelas dia kelelahan.
"Lebih baik kembali ke dunia jiwa untuk beristirahat lebih amannya," saran An Na yang juga tampak kuatir dengan memijat kedua bahu Excel Shimo.
Setelah berpikir sejenak, Excel Shimo menganggukkan kepalanya. Segera Excel Shimo memasuki Dunia Jiwa bersama semua wanitanya, termasuk Istana Peri.
Tanpa membersihkan dirinya, Excel Shimo langsung tidur di kamar pribadinya. Melihat wajah suaminya yang kelelahan, semua istrinya bergiliran merawat Excel Shimo.
"Apa mayat hidup tidak membalas dendam dengan keluar dari sarangnya?" tanya Tu Qingxuan kepada An Na dengan wajah kuatir.
"Jangan kuatir, suami kita pasti sudah mengantisipasi semuanya sebelum bertindak," jawab An Na sambil membasuh badan Excel Shimo, dan menganggap dirinya masih berstatus pelayan pribadi.
"Syukurlah jika begitu," ujar Tu Qingxuan yang berusaha mempercayai ucapan An Na, "oh iya, di Benua Jiang Shan, apa semua istrinya juga hebat?" lanjutnya bertanya hanya untuk mengalihkan pikiran kuatir.
"Semua wanitanya sangat hebat, terutama 4 wanita, mereka adalah Wali penjaga Benua Jiang Shan, memiliki kekuatan setingkat Prajurit Surgawi, walaupun masih disegel oleh guru suami kita,"
Disaat mereka sedang mengobrol, Excel Shimo membuka matanya secara berlahan dan melihat keempat istrinya, yaitu An Na, Juan Rong, Tu Qingxuan dan Tu Yueyin Mei.
"Apa aku sudah lama tertidur?" tanya Excel Shimo kepada keempat istrinya.
Segera obrolan mereka terhenti dan buru-buru mendekati Excel Shimo dan memeluknya. Jelas mereka senang, sebab Excel Shimo sudah tertidur selama 2 hari.
Beruntung mereka berada di Dunia Jiwa, sehingga tidak memakan banyak waktu di dunia luar. Juan Rong menceritakan jika Excel Shimo selalu mengigau tentang sebuah nama selama 2 hari ini.
"Suami, siapa Ju Hua itu, apa dia juga istrimu?" tanya Tu Yueyin Mei sambil memeluk Excel Shimo yang masih tiduran, dan nama yang sering disebut oleh Excel Shimo saat tertidur adalah Bibi Ju Hua.
__ADS_1
"Ju Hua ... !" gumam Excel Shimo yang merindukan masa kecilnya dulu yang sangat membahagiakan walau hanya bersama selama 3 hari, dia mengingat kembali masa lalunya.