God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 433.


__ADS_3

Chapter 433. Cinta dan Benci.


Dewa Binatang mampu menahan kekuatan leluhur pertama karena dirinya telah mengendalikan Formasi Pentagram, bahkan jika semua penghuni Benua Roh menyerangnya dalam skala besar, dia juga tidak akan terluka.


Mendengar ucapan Dewa Binatang, leluhur pertama langsung menghilang dan muncul di depan Dewa Binatang dengan kepalan tangan telah melesat untuk memukul wajahnya.


Bang...


Sebelum Dewa Binatang terkena pukulan, tubuhnya langsung bersinar terang dan menghempaskan leluhur pertama hingga kembali diposisi awalnya.


Dan segera oleh leluhur ketiga dan kedua, punggung leluhur pertama ditahan agar bisa menstabilkan tubuhnya.


Leluhur pertama jelas syok setelah terkena sinar aneh yang melindungi Dewa Binatang, dadanya terasa sesak dan sulit bernafas, dia makin kaget saat melihat dadanya telah tercetak dengan bentuk segitiga yang di dalam ada bentuk pentagram.


Tidak hanya leluhur pertama yang tercengang melihat Dewa Binatang yang terlindung sinar, dan menghempaskan leluhur pertama yang paling kuat di antara mereka.


Semua orang menebak jika Dewa Binatang terlindungi oleh jirah perang yang dia miliki.


"Yang harus kalian tahu... Kalian berpijak pada Formasi Pentagram yang dibuat kakakku. Segala tindakan yang kalian lakukan selama berada di lingkaran Formasi Pentagram, kalian hanyalah ternak yang siap disembelih! " ungkap Dewa Binatang kepada semua orang, kali ini wajah Dewa Binatang terlihat serius saat berbicara.


"Apa!! Dia mampu mengendalikan Formasi Pentagram Benua Roh! " Raja Malaikat berseru kaget, dia tidak percaya dengan ucapan Dewa Binatang dan semua orang juga tidak percaya.


Tapi, kedua leluhur bangsa Asyura justru tertawa, sebab tidak mungkin Dewa Binatang yang bukan penduduk asli Benua Roh bisa mengendalikan Formasi Pentagram, mereka pikir Dewa Binatang hanya membual.


Kecuali leluhur pertama yang diam karena sudah merasakan kekuatan Formasi Pentagram yang baru saja dia alami, bahkan dadanya masih terasa sesak.


Leluhur pertama menarik nafas dalam-dalam untuk menahan rasa sakit di dadanya, lalu dia berkata kepada bawahannya:


"Jangan remehkan dia! Benar atau tidaknya dia mengendalikan Formasi Pentagram, kita sudah melihat sendiri kemampuannya. Selesaikan semua ini sesegera mungkin dan kita serang dia bersama-sama! "


Segera semua orang mengeluarkan segala kemampuannya untuk menyerang Dewa Binatang. Dua pemimpin Perguruan Api Asyura juga mematuhi perintah leluhurnya.


Bunga Wangi dan Dong Jingying juga sama, mereka mengeluarkan cincin roh berwarna hitam yang telah diberikan oleh Dewa Binatang, tampak tidak ada rasa terimakasihnya setelah dibantu.


Dewa Binatang memicingkan mata melihat ketiga wanita itu, dan tersenyum setelahnya, dia berkata:


"Apa yang aku berikan dengan mudah kembali kepadaku! "


Dewa Binatang mengangkat tangan kiri dengan jari telunjuk mengetuk udara. Lalu, cincin roh berwarna hitam milik Bunga Wangi dan Dong Jingying seketika berubah menjadi bola berwarna hitam, seketika bola itu melesat menuju Dewa Binatang.


Kekuatan ketiga wanita itu seketika menurun dan hanya memiliki cincin roh berwarna ungu. Perbuatan Dewa Binatang jelas membuat semua orang tercengang, sebab tidak mungkin bisa cincin roh yang sudah menyatu dipisahkan dengan mudah.


Dewa Binatang melakukan ini karena niat baiknya membantu mereka tidak sesuai harapannya, dia pikir di awal bertemu ketiga wanita itu selalu mendukungnya, ternyata semua di luar dugaannya.


"Tidak tahu malu! Laki-laki macam apa kamu!?" bentak Yun Shuang yang geram.


"Cih! Manusia terkutuk, suatu saat kamu akan mengerti jika menjadi Ras Asyura!? " kutuk Xia Jinjing kepada Excel Shimo, dia sangat terhina dengan perbuatan Excel Shimo.


Cedar....


Petir menggelegar keras setelah Xia Jinjing mengutuk keras Dewa Binatang yang dengan spontan terucap, tanda ucapannya disahkan oleh Alam Semesta.

__ADS_1


Tubuh Dewa Binatang gemetaran merasakan kutukan itu telah dia dapatkan.


Namun, Dewa Binatang malah tertawa setelah mendapatkan kutukan, dia pun berbicara:


"Biarpun aku menjadi Ras Asyura, aku tetap membunuh banyak Ras Asyura, sebagai bentuk aku melawan pamanku sendiri! Hahaha! "


Paman yang maksudnya oleh Dewa Binatang adalah Yaksa nenek moyang dari Ras Asyura. Dan Yaksa adalah musuh utamanya yang sebenarnya, sebab Yaksa yang selama ini memerintahkan Wei Yan untuk mengumpulkan banyak Artefak Alami.


Segera Dewa Binatang merentangkan kedua tangannya setelah tertawa. Tubuhnya bercahaya kembali dan lebih terang dari sebelumnya. Lalu Benua Roh bergetar hebat.


Kemudian, Benua Api mulai muncul retakan yang dengan cepat merambat di seluruh wilayah, gunung berapi pun meletus dan magma menyembur, sungai meluap dengan airnya yang meluber keluar.


Raja Malaikat segera menjauh dari Benua Api bersama pasukannya, dia terlihat panik dengan perbuatan Dewa Binatang.


"Bunuh dia!! " perintah leluhur pertama yang kini baru tahu niat Dewa Binatang yang akan mengekstrak Benua Api.


Semua orang langsung menyerang bersama-sama dengan kekuatan penuh. Api Asyura yang keluar dari kedua tangan mereka meliuk-liuk seperti ular dan melesat dengan sangat cepat.


Dewa Binatang tidak tinggal diam, sedari tadi dia sudah mengendalikan Formasi Pentagram dengan kedua tangannya, seperti sedang mengangkat sesuatu, dua tangan Dewa Binatang dia gerakan ke atas.


Kemudian, muncul dari bawah energi transparan yang menyelimuti Benua Api seperti bentuk kubus sebelum serangan lawan mengenai dirinya.


Boom💥... Boom💥...


Serangan semua kekuatan membentur energi transparan tapi tidak sedikitpun menggetarkan-nya. Setelah benturan, gelombang kejut bergerak ke arah leluhur bangsa Asyura. Tapi leluhur pertama dengan mudah menghalau gelombang kejut.


Mereka tidak menyangka melihat serangan gabungan bisa di tahan oleh Dewa Binatang, mereka makin tercengang melihat telah terkurung dalam Formasi yang tidak mereka ketahui.


Leluhur pertama segera memerintahkan semua keturunannya untuk menyerang lagi Formasi yang mengurung mereka.


Boom💥...


"Keluarkan segala kemampuan kalian jika tidak ingin mati! " teriakan leluhur pertama kepada keturunannya.


Tetap saja segala serangan mereka tidak mampu menghancurkan Formasi, dan malahan makin membuat mereka tertekan ketika formasi makin mengecil.


"Percuma kalian menyerang Formasi Pentagram, karena energi kalian juga berasal darinya! Hahaha! " ungkap Dewa Binatang kepada semua orang dan tertawa setelahnya.


Mendengar ucapan Dewa Binatang, leluhur pertama menghentikan semua orang untuk menyerang, dia segera mendekati Dewa Binatang dan mereka berdua hanya terpisah dinding transparan. Semua orang pun mengikuti leluhurnya dengan tatapan benci kepada Dewa Binatang.


Raja Malaikat dan semua pasukannya juga terkejut melihat Dewa Binatang mampu menahan serangan hanya dengan Formasi, mereka baru tahu setelah Dewa Binatang mengungkapkan apa yang sedang dia gunakan.


Raja Malaikat menggelengkan kepalanya tanda ketidakberdayaan, saat tahu Dewa Binatang mampu mengontrol hidup dan mati semua orang di Benua Roh.


Raja Malaikat merasa beruntung selalu bersikap bijaksana kepada siapapun dan juga kepada Dewa Binatang, seandainya dirinya waktu itu membuat marah Dewa Binatang, nasibnya tidak akan berbeda dengan bangsa Asyura seperti saat ini.


Leluhur pertama menatap Dewa Binatang, lalu dia berkata:


"Lepaskan keturunanku yang masih muda, maka aku selalu berterimakasih kepadamu! Setelah itu, terserah apa yang kamu lakukan kepada kami. "


Dewa Binatang geleng-geleng, tanda dia tidak akan melepaskan siapapun, bahkan jika mereka adalah wanitanya, lalu dia pun berkata:

__ADS_1


"Masih ada rakyatmu dan juga keluarga kerajaan yang bersembunyi! Kalian yang berada di dalam sudah dinyatakan, mati! "


"Shimo, biadab kamu dan terkutuk untuk selamanya!? " sahut Yun Shuang dengan nada membentak.


"Tenang saja, kutukan kalian tidak akan mempan kepadaku, bahkan kutukan yang lalu pun aku sengaja menerimanya ... Karena, seperti yang aku ucapan tadi, aku akan bantai semua keturunan Yaksa! Jika perlu, keturunan Deity, juga akan aku bantai apabila mereka menghalangi jalanku, sebab dari mereka berdua lah penyebab semua masalah! "


Ya, memang Excel Shimo menghendaki dirinya dikutuk menjadi bagian Ras Asyura, karena dia memiliki tujuan jangka panjang untuk masa depan yang terkait dengan tujuh Batu Keabadian dan satu batu utama, yaitu Law Stone. Dengan delapan Batu Keabadian mendapatkan banyak pengetahuan, maka akan meningkatkan kemampuannya hingga tanpa batas, sampai Excel Shimo berhenti menjalani siklus reinkarnasi-nya.


Excel Shimo memang dengan sengaja memprovokasi dua pamannya, Deity dan Yaksa, tujuannya untuk mempercepat dia menjalani siklus reinkarnasi-nya. Semua sudah Excel Shimo pikiran dengan matang, hingga resiko apa yang akan dia hadapi nanti.


Leluhur pertama tertawa terbahak-bahak, dia tidak menyangka bocah di depannya berani memprovokasi nenek moyang bangsa Asyura. Semua orang tahu eksistensi macam apa yang telah ditantang oleh Dewa Binatang, seseorang yang dengan kedipan matanya saja mampu membuat Benua Roh menjadi abu.


Setelah tertawa, leluhur pertama tersenyum, lalu dia berkata:


"Musnahkan kami dan juga semua keturunan Yaksa. Kami dengan senang hati bisa kembali ke asal secepatnya! "


Leluhur pertama sudah pasrah akan hidupnya dan semua orang, dia tidak ingin berlama-lama berbicara kepada Excel Shimo, sebab sudah tidak ada artinya lagi.


Bunga Wangi dan Dong Jingying menunduk lesu sambil meneteskan air mata, mereka tidak berharap cinta menjadi benci, perseteruan yang tidak seharusnya terjadi, bagi mereka ini seperti mimpi buruk yang menjadi nyata.


"Tidak perlu disuruh, ini sudah takdir kalian! " sahut Dewa Binatang, lalu dia terbang setinggi mungkin dan berhenti saat dirasa cukup, dia berniat segera mengekstrak Benua Api beserta semua kehidupan didalamnya.


Lalu, Dewa Binatang menggerakkan kedua tangan ke depan dan seperti menekan sesuatu di antara kedua tangannya.


Keluarga kerajaan Asyura dan rakyatnya yang bersembunyi tersedot ke dalam Formasi Pentagram yang telah mengurung leluhur pertama dan semua orang, mereka berkumpul tanpa bisa mengendalikan dirinya.


Semua orang menangis dan saling berpelukan, saat tahu kematian tragis akan menimpa mereka sesaat lagi.


Ketiga leluhur dan semua orang yang terkuat pun merasakan kesedihan.


Untuk terakhir kalinya, Bunga Wangi dan Dong Jingying melihat wajah tampan Dewa Binatang. Lalu, Yun Shuang berkata:


"Shimo, aku mencintaimu. Permintaan terakhirku, lakukan tanpa rasa sakit! "


"Shimo, terimakasih telah membuat hari kami sesaat lalu bahagia. Semoga di kehidupan yang akan datang, kita bisa saling menyayangi tanpa adanya konflik! " sambung Xia Jinjing.


"Satu-satunya pria yang aku cintai adalah kamu! Shimo, jika kita ditakdirkan memang untuk bersama, aku harap pertemuan kita nanti lebih baik dari sekarang. Shimo, aku mencintaimu! "


Excel Shimo yang mendengar ucapan ketiga wanitanya yang akan dia bunuh, merasakan sesak di dadanya, dia tanpa sadar meneteskan air mata, da hanya berkata:


"Semoga takdir mempertemukan kita dengan situasi yang lebih baik. Selamat jalan! "


Kemudian, Excel Shimo menekan kedua tangannya, seakan-akan meremas Formasi yang mengurung bangsa Asyura dan...


Boom💥....


"Shimooo...!! "


Ledakan hebat sangat memekakkan telinga dan di iringi suara teriak terakhir dari ketiga kekasihnya...


Cinta pertama dan terakhir bagi Bunga Wangi dan Dong Jingying, dan mati di tangan kekasihnya sendiri... Antara Cinta dan Benci.

__ADS_1


Begitu menyakitkan perjalanan menuju puncak, segala rasa akan selalu mengiringi setiap perjalanan bagi semua kehidupan...


"Selamat tinggal Bunga Wangi dan Dong Jingying, nama kalian akan tercatat di sejarah Benua Roh!" batin Si Black Owl Mistik.


__ADS_2