
Chapter 109 Ratu Han.
Excel Shimo tidak lagi menutup mulut orang itu dan ia tetap memeluknya erat dari belakang. Orang itu merasakan keberadaan tongkat Excel Shimo yang menempel di pantatnya.
Orang itu adalah Ratu Kerajaan Han, ibu dari Han Xing dan Han Chun. Saat ditanya apa tujuannya mengendap-endap, Ratu Han kebingungan untuk menjawab, sebab Ratu Han hanya ingin melihat aktifitas menantunya yang sedang bersama isterinya.
"Aku ... aku hanya ingin memastikan kalian bisa beristirahat dengan nyaman!" alasan Ratu Han saat dirinya tidak memiliki jawaban yang tepat, ketika tertangkap basah mengendap-endap di malam hari.
Ratu Han juga mulai gelisah saat feromon menantunya merasuki tubuhnya, nafasnya sudah tidak beraturan, dan tanpa sadar pantatnya ia gesekan pada tongkat milik menantunya.
"Ohh, benarkah begitu! Atau Ibu mertua ingin mengintip kita?" tanya Excel Shimo yang mengetahui jika mertuanya sedang berbohong.
Secara berlahan, tangan Excel Shimo semakin turun, dan berhenti saat menyentuh buah kenyal mertuanya yang lebih besar dan padat dari milik Xiao Qiao dan Loi Annchi.
"Ahhh...," erangann Ratu Han saat menantunya meremass dengan sedikit keras, Ratu Han tidak berusaha menampik tangan menantunya meskipun Excel Shimo telah melonggarkan pelukannya.
"Jangan berisik jika tidak ingin Ayah mertua mengetahuinya Ibu mertua!" bisik Excel Shimo dengan menyentuhkan bibirnya pada daun telinga Ratu Han.
"Ra-ja Han... Ha ha... dan se-semua orang sudah mabuk...!" jawab Ratu Han dengan nafas tersengal-sengal saat tangan kiri menantunya menyelinap di balik jubah bawahnya, hingga sedikit menyentuh lembah surga yang sudah basah kuyup menahan hasratnya.
"Ohhh, jadi begitu ... apa Ibu mertua ingin aku memuaskan binatang liar didalam batinmu, yang tidak pernah terpuaskan oleh Ayah mertua?" tanya Excel Shimo dengan kasar, sambil terus meremass buah kenyalnya, saat ini tangan kirinya mulai membelai lembah surga milik Ratu Han.
Ratu Han menutup mata saat mendengar ucapan menantunya. "Aahhh, kenapa, kenapaaa aku jadi gila seperti ini dengan menantu sendiri!!" batin Ratu Han yang tidak bisa lagi berpikir dengan normal, ia semakin tidak mampu untuk menahan gejolak hatinya yang menginginkan kepuasan.
Sebenarnya Ratu Han tidak pernah dipuaskan saat berhubungan intim dengan Raja Han, ia melakukan itu sebatas tanggung jawabnya sebagai isteri, sampai dia sudah memberikan dua keturunan kepada Raja Han.
Disaat Ratu Han menutup mata untuk berpikir, Excel Shimo memasukkan dua jarinya pada lembah surganya.
"Hmmm...," erangann Ratu Han yang tersentak saat dua jari menantunya memasuki lembah surga dengan tiba-tiba, "ahhh, aku keluarrrr... sungguh memalukan!" desaah Ratu Han saat dia mencapai puncak hanya dengan jari menantunya, tubuhnya gemetar hebat saat merasakan sensasi yang tidak pernah ia alami saat bersama Raja Han.
Ratu Han sangat malu, saat air surganya membasahi jari menantunya, apalagi tangan kanan Excel Shimo telah memasuki pakaiannya dan mencubit biji buah kenyalnya yang besar dan padat.
__ADS_1
"Payah, baru dua jari sudah keluar," ejek Excel Shimo pada Ratu Han, "bagaimana jika tongkat ku masuk! Bisa-bisa Ibu mertua tidak ingin berpisah dari ku!" lanjut Excel Shimo yang makin kasar saat berbicara kepada Ratu Han.
Entah kenapa Ratu Han tidak marah, bahkan dia merasa ucapan menantunya membuat dia semakin panas. Tiba-tiba ia membalikkan badan, dan mencium bibir Excel Shimo dengan ganas. Ratu Han menjulurkan lidahnya memasuki mulut menantunya. Excel Shimo tidak tinggal diam, ia juga menyambut ciuman itu.
Ratu Han yang sudah terbakar gejolak jiwa, ia segera mencari tongkat menantunya yang masih tersembunyi dibalik pakaian.
'Besar sekali...! Ini masih belum terbangun, bagaimana jika sudah bangun!' batin Ratu Han yang kaget dengan besar dan panjang tongkat menantunya yang tidak pernah ia harapkan, 'Milik suamiku bukan apa-apa jika dibandingkan dengan milik menantuku!' lanjut Ratu Han yang semakin ganas berciuman, dan berusaha membangkitkan tongkat menantunya.
"Ibu harus bertanggung jawab," kata Excel Shimo saat melepaskan ciuman ibu mertuanya, dan mencium lagi dengan menanggalkan jubahnya.
Ratu Han makin tidak bisa menahan diri, dan membiarkan Excel Shimo melepaskan semua pakaiannya. Ratu Han sangat kaget saat tongkat itu sudah berdiri dengan maksimal.
'Apa ini muat? Bagaimana dengan kedua putriku menerima besarnya tongkat ini?' batin Ratu Han yang ingin tahu adegan kedua putrinya saat tongkat ini masuk.
Secara berlahan mereka berdua bergerak menuju tempat tidur, dengan tetap berciuman. Tangan Ratu Han terus membelai dengan lembut tongkat menantunya, sedangkan Excel Shimo meremass kedua pantatt Ratu Han.
Brugg...
Kembali Ratu Han meraih tongkat itu, dan secara berlahan menempatkan pada lembah surganya. Dengan sedikit gesekan, Excel Shimo tanpa ampun menekan tongkatnya untuk menyerbu lembah surga mertuanya.
"Sakittt...," pekik Ratu Han yang diperlakukan kasar oleh menantunya.
Segera Excel Shimo mencium bibir ibu mertuanya agar dirinya tidak bersuara, dan berhenti sejenak, saat tongkatnya baru seperempat saja yang masuk.
'Aku kembali seperti gadis saja dengan besarnya tongkat menantu ku!' batin Ratu Han yang sudah tidak merasakan sakit seperti saat dia masih gadis dulu.
Kemudian, dua kaki Ratu Han melingkari pinggang menantunya, ia menekan agar Excel Shimo segera membenamkan lagi tongkat super besar miliknya.
Mengetahui keinginan Ratu Han, Excel Shimo tidak ingin menunggu lama. Dengan sekali hentakan, tongkat itu menghajar rahim Ratu Han yang sudah menunggu.
"Ahhh, pelan kenapa, Sayanggg!!!" teriakan Ratu Han saat kepalanya bergerak ke kanan dan ke kiri dengan liar, "ohhh, aku datang lagiii...." teriakan bahagia saat merasakan dirinya mencapai puncak hanya dengan sekali hentakan.
__ADS_1
Excel Shimo pun diam, dengan tongkatnya menyerap energi Yin yang terbilang masih murni. Excel Shimo berpikir, jika Raja Han tidak pernah membuat Ratu Han melepaskan energi Yin yang sangat berharga bagi pemilik teknik budidaya ganda.
Ratu Han menutup mata saat merasakan sensasi kesenangan yang belum dia rasakan. Ia ingin mengingat semua ini, ia semakin panas lagi saat urat tongkat menantunya menyentuh dinding lembah surga, dan kepala tongkat memenuhi rahimnya.
Disaat Excel Shimo sedikit bergerak, tubuh Ratu Han bergetar hebat, karena dia tiba-tiba mencapai puncak dalam beberapa tarikan nafas. Sekali lagi Excel Shimo menyerap energi Yin itu, dan menyimpannya dalam dantian.
"Luar biasa, berhubung intim dengan wanita yang sudah memiliki anak mampu memenuhi kebutuhan dantian ku!" batin Excel Shimo saat dantian-nya mulai bergejolak lagi, tanda dirinya akan menerobos.
Namun, sengaja Excel Shimo tidak segera menerobos, ia ingin menguras energi Yin mertuanya tanpa ampun, hingga ibu mertuanya itu tidak bisa berdiri lagi.
"Ibu, kamu luar biasa. Aku akan bergerak...," puji Excel Shimo pada Ratu Han, dan mencium bibirnya lebih lembut dari sebelumnya.
"Plakkk...," tiba-tiba Excel menarik setengah tongkatnya, dan menghentakkan dengan cepat, hingga suara benturan daging mengema dikamar itu.
"Ohhh, gila, aku bisa-bisa tidak bisa hidup tanpamu, Sayanggg...," Sekali lagi Ratu Han mengerangg lebih keras, saat dirinya mencapai puncak kesenangan dalam waktu singkat.
Sekali lagi Excel Shimo menyerap air surga ibu mertua tanpa meluber keluar dari lembah surga, dan menyimpannya didalam dantian yang makin bergejolak.
"Itu lebih baik, rasakan ini...." ujar Excel Shimo sambil melahap buah kenyal Ratu Han, dan menggerakkan pinggulnya dengan sangat cepat.
Ratu Han benar-benar dibuat gila dengan sensasi hebat yang selalu dia inginkan. Ratu Han yang sudah terkuras habis staminanya, berusaha sekuat tenaga membalikkan tubuh menantunya.
Kini, Ratu Han sudah berada diatas menantunya, dengan tongkat makin merusak rahimnya. Sekali lagi Ratu Han mencapai puncak dan tubuhnya bergetar hebat.
Excel Shimo tersenyum, saat melihat Ratu Han mengeluarkan lagi air surganya. Pikir Excel Shimo, semakin banyak Ratu Han mencapai puncak, ia juga semakin diuntungkan.
"Kamu benar-benar hebat, kuat dan tangguh. Aku sudah keluar 8 kali, tapi kamu masih belum keluar," puji Ratu Han pada menantunya, "aku akan kuras air surgamu, Sayang." lanjut Ratu Han yang ingin membuat Excel Shimo mencapai puncak seperti dirinya.
Namun, sebelum Ratu Han mengangkat pinggulnya, Excel Shimo segera menghentakkan lagi tongkatnya, hingga membuat Ratu Han tersentak dengan tubuh kembali bergetar.
(Author : Terima kasih masih setia membaca karya saya. mungkin di antara sobat merasa enek dengan adegan ini. jika sobat tidak menyukainya, untuk kedepannya saya 'kan tindakan adegan ini. Sobat bisa komentar setelah membaca bab ini. Mungkin juga sebagai bosan dengan karya saya yang banyak dialog. Namun, saya tekanan kan lagi, ini bukan komik ...! Jika ada yang berkomentar ceritanya bertele-tele, maka, lebih mantap lihat film fantasi. Maaf, jika tulisan saya menyinggung sobat, tapi membuat alur cerita itu tidak mudah, apalagi genre fantasi, suatu cerita yang tidak ada di dunia nyata. Berbeda dengan novel drama, yang kebanyakan menulis adegan nyata. Jika berminat dengan kisah selanjutnya, dukung saya dengan Like, Vote dan komentar, dukungan kalian adalah semangat saya. Terima kasih, salam.)
__ADS_1