
Chapter 24 Penatua Nominal.
Ming Mei dan Ming Li Ling sudah keluar menjauh dari Balai Pekerjaan Umum, saat banyak murid, guru dan tetua juga keluar.
Ledakan hebat sekali lagi bergemuruh di dalam gedung, dan menciptakan kepulan asap putih yang tebal.
Semua orang melihatnya penuh antisipasi dan tidak tahu siapa yang memenangkan pertandingan ini.
Ming Mei dan Ming Li Ling merasa cemas saat gedung Balai Pekerjaan Umum tertutupi asap.
Uhuk... Uhuk...
Uhuk... Uhuk...
Dua suara terdengar, terdengar terbatuk-batuk di dalam kepulan asap dari benturan energi Qi.
Secara berlahan asap tebal itu mulai menghilang dan nampak 4 orang muncul setelahnya. Terlihat 1 orang berhadapan dengan 3 orang, dan 1 orang wanita terlihat berlutut dengan 1 lutut menyentuh ubin.
Ketiga orang itu dalam keadaan mengenaskan, walau tidak terluka, tetapi rambut, pakaian dan wajahnya sudah berantakan.
Semua murid, guru dan tetua langsung tercengang melihat kondisi ketiga orang itu yang berantakan.
"Salam, Penatua Agung"
Semua orang mengetahui sosok yang berdiri bersama pemimpin akademi, dan segera memberikan salam, dengan badan condong kedepan.
Penatua Agung melambaikan tangannya, dengan menggelengkan kepalanya.
Dia sudah menduga, jika serangan Bu Wanmei akan berdampak buruk jika dirinya dan pemimpin akademi tidak memblokirnya.
Bu Wanmei di balik topeng hanya tersenyum saja, dia sebenarnya hanya menggunakan 30 persen dari kekuatan teknik Tinju Hati.
Sedangkan Xiao Qiao tertunduk lesu karena telah kalah telak, jika Penatua Agung dan Wang Kaibo tidak ikut campur, dirinya sudah pasti mengalami luka berat.
Mata Bu Wanmei melirik kearah sudut lantai dua dekat dengan anak tangga, dia melirik Loi Annchi yang masih shock.
Walau Loi Annchi memakai tudung kepala, Bu Wanmei masih bisa melihat dengan jelas, berkat teknik pasif Mata Langit yang dia miliki.
Merasakan lirikan mata Bu Wanmei, Loi Annchi segera pulih dari keterkejutannya, dia tiba-tiba melesat keluar dari gedung, setelah berubah menjadi burung kecil.
"Hebat, hebat, Anak Muda, aku tidak menyangka di usia tua bisa melihat kehebatan teknik kitab hitam... Hahaha!"
Penatua Agung memuji kehebatan Bu Wanmei, dia terlihat senang bisa menyaksikan kehebatan teknik milik Bu Wanmei.
__ADS_1
Dia tertawa lepas karena di akademi kedatangan sosok yang hebat.
"Salam, Penatua Agung."
Bu Wanmei memberikan salam hormat dengan menangkupkan kedua tangannya kearah Penatua Agung.
"Hahaha, tidak perlu sopan, Anak Muda. Kekuatanmu sudah berada di tingkat Saint, dan sudah sejajar dengan para Ketua akademi. Panggil saja aku Long Wenhua!"
"Astaga tingkat Saint...!"
"Mu-mustahil, usia 12 tahun tingkat Saint..."
Semua orang lagi-lagi tercenung mendengar perkataan Penatua Agung, mereka tidak percaya jika Bu Wanmei memiliki kekuatan tingkat Saint.
"Kak, suami kita monster..." ujar Ming Li Ling dengan mendekap kedua tangannya ke dada.
"Hebat, suami kita hebat, aku kira dia berada di tingkat Raja! Benar-benar monster nyata!" jawab Ming Mei yang semakin mencintai Bu Wanmei.
"Hahaha, tidak sopan saya harus memanggil nama yang lebih tua dengan namanya, Penatua Agung." jawab Bu Wanmei yang ikut tertawa.
Bu Wanmei tidak menyangka kekuatannya tidak bisa disembunyikan dari persepsi kultivator yang tingkatnya lebih tinggi, padahal dirinya sudah menggunakan War Clock yang dia ubah menjadi pakaian biasa.
"Jadi benar dia pada tingkat Saint!," batin Penatua Agung yang tadinya asal berbicara, dan ternyata tebakannya benar.
"Bu Wanmei, walau arti namamu adalah tidak sempurna, tapi bakatmu sangat sempurna!," puji Long Wenhua pada Bu Wanmei.
Pada umumnya, memiliki 2 unsur elemen sudah di katakan jenius dan penuh bakat, apalagi memiliki 6 elemen.
Rata-rata murid sebelumnya dan murid sekarang hanya memiliki 1 elemen, sebab itu Penatua Agung sangat memuji bakat Bu Wanmei.
"Sebab itu, karena kamu memiliki bakat yang melebihi siapapun, maka aku putuskan untuk menjadikan kamu sebagai Penatua Nominal!" kata Long Wenhua kepada Bu Wanmei.
Sontak keributan terjadi di antara murid-murid, guru dan para tetua.
Mereka tidak menyangka jika orang yang baru datang sudah di berikan posisi yang di inginkan setiap guru dan para tetua.
Bu Wanmei yang tidak tahu apa artinya menjadi Penatua Nominal, melihat ke arah Ming Mei.
Ming Mei yang tahu arti tatapan kekasihnya, segera ia menghampiri bersama adiknya.
"Maaf, Penatua Agung. Apa tidak terlalu dini untuk menjadikan Bu Wanmei sebagai Penatua Nominal? Kita tidak tahu siapa dia sebenarnya? Dan apa tujuan dia berada di akademi ini?" seorang pria tua berbicara pada Penatua Agung.
Dari nada bicaranya, jelas pria itu tidak terima dengan perlakuan istimewa Penatua Agung terhadap Bu Wanmei yang dia anggap terlalu berlebihan.
__ADS_1
Pria itu bernama Han Heng, dia adalah wakil Balai Alchemist.
Han Heng juga seorang Alchemist tingkat Raja tahap menengah, julukannya adalah Raja pil Han.
Selain itu, Han Heng adalah kerabat dari Raja Han, penguasa Kerajaan Han.
Usianya mencapai 590 tahun, walau sudah tua dia masih terlihat muda, seperti pria usia 50 tahunan.
Rambutnya masih utuh dan berwarna hitam, kulitnya putih dan bersih.
Semua orang mengangukkan kepalanya, mereka setuju dengan perkataan Han Heng, jika Bu Wanmei terlalu dini untuk menjadi Penatua Nominal di akademi.
"Lalu apa yang cocok untuk posisi dia? Ingat, bakatnya tiada banding di Benua Jiangshan, jika Bu Wanmei di rekrut oleh pihak lain, siapa yang akan kehilangan! Seandainya dia berada di Sekte Awan Berkabut, atau kebetulan berada di Akademi Pedang Surga, kira-kira, status apa yang akan di berikan mereka kepada Bu Wanmei?"
Penatua Agung bertanya kepada Han Heng dan tersenyum setelahnya. Penatua Agung sudah menduga rencananya untuk menjadikan Bu Wanmei sebagai Penatua Nominal, akan mendapatkan pertentangan antara sesama Ketua maupun Guru.
Seketika semua orang diam setelah mendengar ucapan Penatua Agung, demikian juga dengan Han Heng yang langsung terdiam.
Apa yang dikatakan Penatua Agung itu benar, jika Bu Wanmei sampai bergabung dengan pihak lain, jelas mereka akan dirugikan, bahkan akan mengancam posisi Kerajaan Han.
Han Heng terdiam dan tidak bisa menjawab, dia sedang berpikir keras bagaimana caranya agar Bu Wanmei tidak menjadi Penatua Nominal.
"Dia tidak memiliki prestasi untuk mendukung posisinya, jika itu terjadi maka keluarga besar Akademi Langit Abadi akan dipermalukan oleh pihak lain! Apa kita mau memberikan status yang setingkat para Ketua akademi bagi seseorang yang tidak dikenal?" tiba-tiba Han Heng terbersit di pikirannya untuk membuat alasan yang masuk akal.
Kembali semua orang mengangukkan kepalanya, mereka setuju dengan perkataan Wakil Balai Alchemist.
Penatua Agung tersenyum dengan melihat semua orang.
"Lalu apa usulanmu agar dia bisa menjadi Penatua Nominal?" tanya Penatua Agung kepada Han Heng.
Semua orang kembali menatap Wakil Balai Alchemist.
"Jika dia bisa mengalahkan aku meramu pil tingkat...!," Han Heng berhenti berbicara, dan melihat ke arah Bu Wanmei, untuk mengukur seberapa besar kemampuan di bidang alkimia.
Hidung Han Heng mengendus bau tubuh Bu Wanmei, walau jaraknya 5 meter dari dia, Han Heng bisa mencium aroma pil.
Setelah mengetahui aroma tubuh Bu Wanmei, didalam hatinya kegirangan, pasalnya Bu Wanmei mengeluarkan aroma yang khas seseorang yang baru belajar meramu pil.
"Aku menantangnya untuk meramu pil tingkat Raja tahap awal, jika dia bisa mengalahkan ku, maka aku tidak mempertanyakan lagi keputusan Penatua Agung!"
Kembali suasana menjadi ribut lagi dengan suara bisikan, setelah Han Heng menantang Bu Wanmei untuk membuat pil tingkat Raja tahap awal.
Penatua Agung juga kaget dan mengerutkan keningnya karena dia tidak menyangka Han Heng memberikan tantangan yang sulit.
__ADS_1
"Maaf, Raja pil Han, apa itu tidak berlebihan, untuk memberikan tantangan yang belum pernah Bu Wanmei buat?"
Ming Mei yang tadinya sedang menjelaskan perihal menjadi Penatua Nominal kepada kekasihnya, dirinya yang mendengar ikut menjadi kesal dan jengkel dengan tantangan Han Heng.