
Chapter 116 Tujuan Excel Shimo dan Kisah Xi He.
Excel Shimo terkekeh saat melihat kekesalan mereka berempat, terutama Dewi Da Xia yang sangat ingin memukulinya. Tetapi, Excel Shimo tidak memperhatikan ekspresi semua orang yang berada di dalam cermin perlindungan. Mereka terlihat geregetan saat mengetahui Excel Shimo tidak ingin memenuhi tanggung jawabnya sebagai Wali Benua.
"Aduhhh...," teriak kesakitan Excel Shimo saat lengannya dicubit oleh Jing Jiao.
Segera Excel Shimo melihat wajah-wajah mereka yang tidak sedap dipandang. Dengan cepat otaknya mencari penjelasan yang tepat bagi mereka.
"Hahmmm, sebenarnya saya tidak bisa tinggal disini seterusnya, karena pembalasan kematian orang tuaku dan penduduk Desa Bunga masih belum terselesaikan," kata Excel Shimo dengan sejujurnya, "lagian di benua ini, saya juga tidak akan bisa berkembang jika ingin mencapai puncak kekuatan." lanjutnya dengan memasang raut penuh harapan menjadi seorang kultivator terkuat.
Semua orang menghela nafas saat memahami keinginan Excel Shimo. Mereka juga tidak mungkin bisa mengurung Excel Shimo di benua ini.
"Kamu benar, Nak. Dengan bakatmu seperti ini, Benua Jiang Shan tidak bisa memberikan banyak perkembangan bagi jiwamu," ujar Penatua Agung Akademi Langit Abadi, "serahkan semuanya pada kami, setelah kamu menjelaskan secara terbuka kepada para pimpinan benua ini." lanjutnya sambil menepuk bahu Excel Shimo.
"Saya akan menjelaskan kepada semua orang sebelum meninggalkan benua ini. Selain itu, saya juga akan memilih empat pengganti yang cocok sebagai Wali pengganti ku," jawab Excel Shimo dan juga akan memilih penggantinya, "Penatua Agung, tolong bantu saya memilih kandidat perwakilan dari empat Kerajaan. Secara pribadi, saya juga akan membekali mereka sebagai Wali pengganti." lanjut Excel Shimo yang meminta bantuan kepada Long Wenhua.
"Tidak masalah. Tapi, kamu tetap harus mengunjungi Kerajaan yang belum kamu singgahi," jawab Long Wenhua dan tersenyum setelahnya.
Melihat ekspresi Excel Shimo yang cemberut membuat semua orang tersenyum. Excel Shimo tersenyum masam dan menganggukkan kepala.
"Baiklah, kita segera menuju Kota Perdamaian, walau tersangkanya telah tertangkap, sebab Raja Long pasti ada disana," ajak Penatua Agung yang ingin melanjutkan perjalanannya.
Excel Shimo segera keluar dari cermin perlindungan, dan diikuti oleh semua orang. Disaat keluar, mereka melihat dengan jelas, dimana tempat saat ini telah menjadi berantakan, akibat pertarungan setingkat Prajurit Surgawi.
"Tuan, ambil peti itu," kata Xi He si Diagram Penyerap Api yang mengingatkan kepada Excel Shimo.
Plakk...
"Oh iya aku lupa," jawab Excel Shimo dengan telepatinya, setelah menepuk kening sendiri.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Bao Xue saat melihat reaksi suaminya.
Semua orang melihat kearah Excel Shimo, dengan mengerutkan keningnya. Jelas mereka ingin tahu yang sedang dipikirkan oleh Excel Shimo.
"Saya akan pergi sebentar ke Hutan Terlarang, sebab saya ingin menyelidiki tujuan Tapir Pemakan Jiwa berada disana. Saya kuatir jika bintang liar itu meninggalkan sesuatu yang berbahaya bagi benua ini," jawab Excel Shimo kepada semua orang.
"Jangan, berbahaya disana. Seperti yang kamu lihat, keempat sosok Wali benua ini saja tidak berani memasuki Hutan Terlarang," cegah Jing Jiao yang kuatir suaminya tidak akan kembali dari Hutan Terlarang.
"Raja, saya pribadi juga merasakan bahaya tersembunyi didalam sana, Hutan Terlarang lebih berbahaya daripada Hutan Penguasa," Raja Fung juga ikut mencegah keinginan Excel Shimo.
Semua orang juga berusaha menghentikan niat Excel Shimo, tetapi hanya Penatua Agung yang diam sambil berpikir dengan ucapan Excel Shimo.
"Nak, apa kamu yakin bisa kembali setelah memasuki Hutan Terlarang itu?" tanya Long Wenhua menghentikan rengekan semua wanita, bahkan Ratu Han juga ikut mencegah menantunya.
"Seratus persen, yakin," jawab Excel Shimo dengan keyakinan mutlak.
"Saya akan," kata Excel Shimo dengan tegas.
"Aku ikut,"
"Aku juga,"
Semua isterinya ingin mengikuti suaminya, walau harus menuju Hutan Terlarang yang sangat berbahaya. Bahkan Raja Fung juga ingin mengikuti kemanapun Rajanya akan pergi.
"Tidak, kali ini saya lebih baik bertindak sendiri. Kalian tunggu saya di Kerajaan Long sampai saya kembali." tolak Excel Shimo dengan tegas.
"Benar apa yang dikatakan suami kalian, jika kalian ikut, sama saja akan membahayakan diri sendiri," sambung Long Wenhua yang tidak ingin semua isteri Excel Shimo menjadi beban, dengan ucapannya yang lebih halus.
Dengan berat hati, semua isterinya dan Raja Fung melepaskan suaminya menuju Hutan Terlarang. Setelah Excel Shimo memberikan ciuman dan pelukan kepada semua isterinya, mereka segera menuju Kota Perdamaian untuk menunggu.
__ADS_1
"Hahmmm...," Excel Shimo menghela nafas sembari melihat kepergian mereka. Tiba-tiba Excel Shimo teringat dengan artefak Mahkota Maha Raja di laut Selatan.
"Sobat, menurutmu, apa bisa kita menaklukkan Mahkota Maha Raja?" tanya Excel Shimo kepada Lotus Bao dan Xi He.
Mereka berdua yang ditanya oleh Tuannya, tidak segera menjawab, karena sedang berpikir. Setelah beberapa saat, Xi He berbicara kepada Excel Shimo.
"Tuan, untuk menaklukkan Mahkota Maha Raja itu sangat sulit," jawab Xi He yang membuat Excel Shimo terlihat kecewa, "tapi, jika tuan ingin menaklukkan Mahkota Maha Raja, satu-satunya jalan adalah mengumpulkan ketujuh potong peta di peti kuno. Dengan peta itu, Tuan akan menemukan pemakaman kuno. Di tempat itu tersembunyi Pedang Semesta. Dengan artefak alami itu, Tuan akan mudah menaklukkan Mahkota Maha Raja, sebab Pedang Semesta adalah pasangannya." lanjut Xi He dengan memberikan harapan pada Excel Shimo.
"Hahaha...," seketika Excel Shimo tertawa terbahak-bahak setelah mendapatkan solusi dari Xi He.
"Asal Tuan menemukan ketujuh peti kuno, belum lagi membutuhkan perjalanan panjang untuk menemukan pemakaman kuno," ucap Lotus Bao yang menghentikan kebahagiaan Excel Shimo.
Seketika Excel Shimo terdiam, dengan menghela nafas berat saat menyadari jika mendapatkan itu semua tidak mudah, apalagi setiap perjalanan ini pasti akan menemui banyak rintangan.
"Tujuan utama adalah membalaskan kematian keluarga ku, sambil lalu kita mencari keberadaan ke-enam peti itu. Setelah ketemu semua, baru kita menaklukkan Mahkota Maha Raja," kata Excel Shimo kepada Lotus Bao dan Xi He.
"Baik, Tuan. Kita akan selalu mendampingi Tuan Muda untuk mencapai tujuan ini," ujar Xi He dan Lotus Bao dengan bersamaan.
"Sobatku Xi He, kenapa kamu mengetahui semua tentang sesuatu yang berharga dan langka?" tanya Excel Shimo kepada Xi He, sudah sejak lama ia ingin tahu tentang cerita Xi He.
"Saya terlahir dari jiwa-jiwa, yang memiliki ambisi dan keserakahan dari semua kehidupan untuk mendapatkan harta langka dan berharga. Sudah sejak jaman dahulu banyak nyawa melayang hanya untuk saling berebut sesuatu yang langka dan berharga. Karena itu saya dilahirkan oleh Alam Semesta," jawab Xi He dengan suara seperti anak perempuan.
"Aku mengerti. Sebelum kamu mengikuti aku, bukannya kamu menjadi milik Bing Fu, bagaimana ceritanya?" tanya Excel Shimo sekali lagi dengan rasa keingintahuan yang besar.
"Saya lahir juga berbeda, tidak seperti artefak alami yang lainnya. Umumnya setiap kelahiran artefak alami, selalu menciptakan fenomena alam. Sedangkan saya, tidak menimbulkan kekacauan yang memicu keserakahan banyak orang," jawab Xi He dengan suara yang terdengar sedikit bangga.
"Apa tujuanmu terlahir ingin mengumpulkan semua harta langka dan berharga?" tanya Excel Shimo yang menebak tujuannya terlahir, sambil melihat kearah Hutan Terlarang.
"Benar Tuan, karena itu saya memilih Tuan yang sesuai dengan karateria, yaitu, tidak memiliki keserakahan dan ambisi berlebihan. Sebab itu, semenjak saya disimpan oleh keluarga Bing, saya tidak pernah merespon mereka yang penuh keserakahan, walau mereka juga meneteskan darahnya," jawab Xi He, "dan nama alami saya bukan Diagram Penyerap Api, melainkan Tripod Keberuntungan." lanjutnya yang terdengar lebih berbangga diri.
__ADS_1