God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 309. Dewa Roh.


__ADS_3

Chapter 309. Dewa Roh.


Excel Shimo terkejut saat dia telah kembali ke tempat simbol elemental, padahal dia masih belum selesai mengekstrak Benua Api. Segera dia berdiri dengan kewaspadaan tinggi dengan orang yang kekuatannya tidak dia pahami, dia melepaskan kesadarannya untuk memeriksa tiga lorong.


"Sejak kapan aku kembali?" tanya Excel Shimo sambil memeriksa sekitarnya yang tidak berubah seperti pertama kali dia datang.


"Saya juga tidak tahu Tuan!" jawab Lotus Bao dan Xi He bersamaan.


Kemudian, memejamkan mata setelah tidak ada hal yang membahayakan, dia ingin melihat perubahan kedua dantian nya. Hal pertama yang Excel Shimo lihat adalah Lotus Bao yang kini tampak memiliki tubuh kesadaran seorang wanita dewasa yang duduk di atas bunga teratai.


"Wow! Sejak kapan kamu punya tubuh?" tanya Excel Shimo yang terpesona dengan perubahan Lotus Bao.


Lotus Bao berdiri dan Excel Shimo melihat kedua kakinya seperti asap, kulit putih dan halus, rambut diikat tunggal kebelakang, tinggi badan 180 cm, tubuh ramping dan berisi, kedua mata bulat dan memancarkan keanggunan seorang Ratu.


"Ini hanya tubuh kesadaran dan bukan wujud asli ku!" jawab Lotus Bao dengan menundukkan kepala karena malu selalu dilihat oleh Excel Shimo, dari kepala hingga ujung kaki yang berwujud asap.


"Tetap cantik juga walaupun ini hanya terwujud dari keinginanmu!" puji Excel Shimo dengan menyentuh lengannya yang tembus seperti asap.


Lotus Bao tak menjawab, karena jika dijawab dia yang akan kewalahan dengan banyak pertanyaan yang aneh dari Excel Shimo. Setelah melihat perubahan Lotus Bao, Excel Shimo melihat dantian keduanya. Hal pertama yang dia rasakan adalah kepadatan energi.


"Penguasa, kita tinggal sedikit lagi akan naik tingkat tahap atas. Perkiraan saya, Penguasa membutuhkan energi dua kekuatan setingkat Celestial Supreme. Saat kita berada di tahap atas, Penguasa bisa menggunakan kekuatan kita hingga waktu dua dupa (1 jam), dan kita bisa menyuplai Dunia Jiwa dengan energi Asal Muasal yang lebih baik!" laporan dari Galaxi Asal Muasal kepada Excel Shimo.


Ya, di tahap menengah dantian galaxi hanya bisa memberikan batas kekuatan hingga waktu satu dupa, dan sudah pernah Excel Shimo rasakan disaat menahan serangan senjata dari Dewan Keamanan.


"Hahaha! Tidak masalah, justru aku senang dengan perkembangan ini, baiklah aku akan mencari lagi energi seukuran dua kekuatan Celestial Supreme!" tawa Excel Shimo yang bahagia mendapatkan laporan dari galaxi, dan setelah tertawa dia kembali ke tubuhnya.


Kemudian, Excel Shimo memeriksa semua istrinya yang berada di Dunia Jiwa, dia merasa lega semua istrinya masih berkultivasi, dan waktu tidak berubah sama sekali. Excel Shimo melihat tubuhnya sendiri yang telah menjadi dewasa dengan usia 32 tahun tapi masih tampak usia 17 tahun, dan benar apa yang dikatakan Xi He.


"He'er, kenapa jarumnya tidak bereaksi?" tanya Excel Shimo kepada Xi He, saat dia melihat Tripod Keberuntungan tidak menunjukkan arah, sebab dia akan kembali mencari peta kuno.


"Sebentar Tuan, ini efek melintasi dimensi sehingga mengacaukan indera saya!" jawab Xi He yang meminta waktu untuk kembali menstabilkan indera nya.


Xi He juga terpengaruh indera nya ketika terlalu sering melintasi jalur dimensi, dimana dia tidak mampu mengimbangi kecepatan saat berpindah tempat. Excel Shimo juga memahaminya dan tidak lagi bertanya.


Setelah beberapa saat, kembali jarum berputar dan kali ini jarum emas yang bergerak cepat. Excel Shimo tersenyum saat tahu akan mendapatkan harta langka, tanaman obat dan artefak. Akhirnya jarum berhenti dan menunjukkan arah ke kiri.


Excel Shimo langsung berjalan memasuki lorong sebelah kiri dengan hati-hati, dia masih kuatir dengan jebakan makam, dan tidak berjalan sembarangan yang bisa memicu mekanisme pertahanan makam.


Jalur lorong sangat panjang dan gelap tanpa ada bilik kamar seperti sebelumnya, yang ada hanya dinding hitam. Excel Shimo mempercepat langkahnya agar sampai pada ujungnya. Secara berlahan cahaya mulai terlihat dan membuat Excel Shimo lega.

__ADS_1


"Wow!" Excel Shimo terpesona melihat banyak peti harta berwarna emas yang jumlahnya ada 20, lalu dia melihat patung Dewa Roh sedang memegang pedang besar yang tertancap di lantai dengan kedua tangannya.


Dewa Roh menggunakan perlengkapan perang, tinggi patung mencapai 12 meter dan berwarna keperakan. Di depan patung Dewa Roh terbuat dari altar dengan empat tiang, dibelakang patung Dewa Roh ada 3 lorong.


Dengan waspada tinggi dan kuatir akan melintasi dimensi lagi, sambil mendekati altar, Excel Shimo melambaikan tangannya untuk menyimpan semua peti harta tanpa dia lihat kedalam Dunia Jiwa.


Excel Shimo berdiri di depan altar, sebab untuk memasuki lorong harus melewati altar, ia melihat jarum emas mengarah di lorong tengah. Akhirnya Excel Shimo memutuskan untuk berjalan dan melewati altar.


Saat berada di tengah altar, keempat ujung tiang bersinar dan menyerang Excel Shimo, Excel Shimo segera mundur dan sinar itu mengenai titik tengah altar.


"Sialan!" umpat Excel Shimo saat berhasil menghindari.


Tiba-tiba patung itu bergerak, kedua mata menyala dan menatap tajam kearah Excel Shimo. Jelas Excel Shimo kaget dan mundur lagi untuk menjaga jarak akan serangan, dan dugaannya benar, kedua mata patung Dewa Roh mengeluarkan cahaya untuk menyerang.


Boom💥... Boom...


Excel Shimo kembali menghindari serangan sinar merah, tampaknya sengaja menjauhkan Excel Shimo agar tidak bisa melewati altar. Setelah jauh dari altar, patung itu kembali diam dan tidak bergerak lagi.


"Huff!" Excel Shimo bernafas lega dan semakin waspada, "apa aku harus melawannya untuk memasuki lorong?" gumam Excel Shimo sambil terus waspada.


"Tampaknya memang harus mengalahkan patung Dewa Roh!" sahut Lotus Bao.


"Baiklah jika harus mengalahkannya!" ujar Excel Shimo dengan mengeluarkan Yaolai Sword.


Swosh... Boom💥...


"Kuat!!" gumam Excel Shimo saat di telah menstabilkan tubuhnya dan memang dia tidak diperbolehkan lewat.


Excel Shimo tidak bisa melihat basis kultivasi dari patung Dewa Roh, perkiraan dari kekuatan sinar yang baru saja dia rasakan, kekuatan patung itu setara dengan Jenderal Surgawi level 5, dua tingkat di atas Excel Shimo. Namun, Excel Shimo tersenyum, dan akan menjadikan patung Dewa Roh batu ujian.


Swosh... Boom💥... Boom...


Excel Shimo kembali melesat dan menghindari serangan sinar, dia tidak lagi menangkis. Namun, patung Dewa Roh menarik pedangnya dan menebas tubuh kecil Excel Shimo. Melihat serangan pedang, Excel Shimo menghentakkan kaki kanan untuk mundur dan menghindari serangan cepat.


Swosh... Klang...


Excel Shimo menerjang dan menebas lengan kanan patung, tapi lengan patung hanya tergores, Excel Shimo segera mundur dan menghentakkan kaki kiri untuk melompat di lengan patung Dewa Roh. Sasaran Excel Shimo untuk menyerang kedua mata patung Dewa Roh yang selalu bersinar, dia menduga jika sumber kekuatan patung pada matanya.


Namun, seperti memiliki kesadaran, tangan kiri patung mengepal dan menyerang Excel Shimo yang naik di lengan kanannya. Mengetahui akan serangan tangan kiri, Excel Shimo melompati untuk menghindari dan lengan kiri menjadi tumpuan kakinya.

__ADS_1


Kemudian, Excel Shimo menghentakkan kaki kanannya dan melesat sambil Yaolai Sword mengarah ke mata patung Dewa Roh.


Crash.. Crack...


Akhirnya mata kiri patung Dewa Roh tertusuk pedang dan Excel Shimo dengan cepat menghancurkan mata kanannya juga. Excel Shimo buru-buru menjauh saat muncul retakan pada kedua mata patung Dewa Roh.


Boom💥... Bruk...


Meledak lah kepala patung Dewa Roh setelah sumber kekuatannya telah dihancurkan oleh Excel Shimo, tubuhnya ambruk di altar.


"Untung saja gerakannya lambat!" gumam Excel Shimo, dia pikir akan mendapatkan perlawanan sengit dari patung Dewa Roh.


Kembali Excel Shimo melanjutkan perjalanan dan lorong tengah yang dia lewati. Di dalam lorong tengah, Excel Shimo harus melewati banyak jebakan, melawan patung prajurit, dia berhenti ketika hampir dekat dengan ujung lorong. Excel Shimo melihat banyak Formasi Pembunuh menghalangi langkah kaki.


"Untung hanya setingkat Prajurit Surgawi tahap rendah!" ucap Excel Shimo sambil membuat Formasi Pemecah, kali ini Excel Shimo sedikit lebih lama membuat Formasi Pemecah, yang khusus untuk menghancurkan formasi apapun.


Excel Shimo membuat banyak rune di batu formasi, setelah selesai, dia mengalirkan energinya pada batu formasi. Lalu, dia melemparkan satu batu formasi pada jebakan formasi. "Boom💥" seketika Formasi Pembunuh hancur.


Excel Shimo kembali melanjutkan perjalanannya dan kembali dihambat formasi, ia kembali melemparkan satu batu formasi. Ledakan demi ledakan menggema di lorong dan akhirnya Excel Shimo berhasil melewati rintangan formasi pembunuh.


Excel Shimo berhenti lagi, karena dirinya terhalang pintu gerbang berwarna hitam dan seperti pintu gerbang pertama. Kembali Excel Shimo menuangkan Cawan Ular Harimau dan seperti sebelumnya pintu itu terbuka.


"Akhirnya!!" serunya saat melihat goa seperti milik gurunya, dia tampak senang berhasil melewati banyak rintangan. Di goa itu sama luasnya dengan milik Qin Bo, yang dipenuhi dengan harta.


Tapi, kebahagiaannya seketika berganti kewaspadaan tinggi, sebab Excel Shimo melihat seorang pria tua duduk di atas peti berwarna biru. Pria tua itu menggunakan pakaian berwarna hitam, jenggot panjang mencapai dada, kedua alis juga panjang dan ujungnya melengkung keatas.


Disaat Excel Shimo waspada dan tidak kembali berjalan menapaki anak tangga, pria tua itu membuka mata. Dari kedua matanya mengeluarkan sinar putih dan buru-buru Excel Shimo membuat perisai energi.


Boom💥...


Benturan sinar dan perisai energi, dan membuat Excel Shimo mundur beberapa langkah. "Kuat sekali!" suara lirih Excel Shimo saat merasakan kekuatan pria tua itu.


"Tuan, dialah Dewa Roh! Seingat-ku, kekuatannya berada pada tingkat Half Alfa level dua!" ujar Xi He kepada Excel Shimo dengan telepatinya.


"Masuk saja Pewaris! Jangan takut, aku sudah menunggumu lama!" tegur Dewa Roh dengan ramah, sebelum Excel Shimo bertanya kepada Xi He.


Excel Shimo yang masih waspada dan tidak segera bergerak, Dewa Roh melambangkan tangannya dan muncul kursi di depan peti mati berwarna biru. Lalu, dengan energi tak kasat mata, Excel Shimo tiba-tiba terangkat dan mendekati Dewa Roh.


'Sialan! Benar-benar kuat dia!' batin Excel Shimo yang tidak bisa bergerak sama sekali.

__ADS_1


Excel Shimo langsung di dudukan pada kursi yang telah disediakan oleh Dewa Roh. Dewa Roh tersenyum dan menganggukkan kepala. Sedang Excel Shimo tidak berani berbicara, bahkan bergerak pun tidak.


"Perkenalkan aku dijuluki Dewa Roh, salah satu orang kepercayaan Ratu Diao Chin dalam hal persenjataan. Seruling Pengendali Jiwa dan Cawan Ular Harimau juga aku yang membuatnya. Aku tahu banyak pertanyaan di pikiranmu, dan aku akan jawab satu per satu asal itu bukan pertanyaan yang tidak seharusnya kamu ketahui!" kata Dewa Roh dengan tegas dan tidak bertele-tele.


__ADS_2