God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 240. Huang Guang Mati?


__ADS_3

Chapter 240. Huang Guang Mati?


Huang Guang merasakan kehadiran Excel Shimo dan membalikkan badan dengan sorot matanya melihat ke atas. Huang Guang memicingkan mata saat melihat Excel Shimo sedang membidiknya dengan panah.


"Bangsat!" umpat Huang Guang saat Excel Shimo melepaskan anak panahnya.


Wushh...


Huang Guang menghindari anak panah dan melesat kearah Excel Shimo dengan senjata pedangnya dia ayunkan.


"Tebasan Api Phoenix!!" teriakan Huang Guang dengan melancarkan serangannya. Tebasan Huang Guang berubah menjadi burung Phoenix Api dan melesat kearah Excel Shimo.


Boom💥...


Namun, sebelum serangan itu mengenainya, Excel Shimo menggunakan teleportasinya dan muncul kembali dibelakang Huang Guang dengan panah sudah mengunci kepalanya.


Xiu...


Anak panah melesat dengan cepat kearah Huang Guang. Indera Huang Guang segera bereaksi dan buru-buru dirinya menghindari. Tapi, anak panah itu menghilang dengan suara 'Bhuzhh', seperti ditelan angin.


Huang Guang ingin ketawa, tapi persepsi merasakan serangan anak panah itu berpindah dibelakangnya. Segera Huang Guang membuat perisai energi dan...


Boom💥...


Ledakan energi terdengar, saat anak panah menghantam perisai energi milik Huang Guang. Tubuh Huang Guang tersentak kebelakang dan semakin membuatnya marah.


"Licik?!" ucap Huang Guang sambil membalikkan badan untuk melihat bocah yang paling menjengkelkan sedang tersenyum mengejeknya.


Kembali Huang Guang melancarkan serangan jarak jauh dengan mengayunkan senjata pedangnya berkali-kali, hingga menciptakan garis melengkung yang penuh energi.


Swosh... Swosh...


Sedangkan Excel Shimo segera menghindari tanpa menggunakan lagi skill teleportasinya, sebab menggunakan terus menerus terlalu banyak mengkonsumsi energinya.


Boom💥... Boom💥...


Ledakan demi ledakan menggema di zona bagian terluar wilayah Sayap, dan Excel Shimo lebih cepat mengepakkan sayapnya untuk terus menghindari serangan jarak jauh.


Aksi kejar-kejaran terulang kembali, dimana Huang Guang terus menerus menyerang Excel Shimo tanpa henti. Ledakan hebat terus terdengar dan dampak riak-riak energi menghancurkan hutan dan sekitarnya.

__ADS_1


"Sialan! Cepat sekali sayapnya itu!" umpat Huang Guang yang jelas iri dengan sayap yang dimiliki oleh Excel Shimo semenjak pertama kali bertemu.


Bhuzhh...


Akhirnya Huang Guang merubah wujudnya menjadi burung Phoenix, dengan wujud aslinya Huang Guang mampu mengimbangi kecepatan Excel Shimo. Excel Shimo menyeringai dan melapisi sayapnya dengan elemen angin.


"Ayo kejar aku!!" ejek Excel Shimo sambil mengepakkan sayapnya lebih cepat.


Wushh...


Huang Guang yang terpancing segera mengejar sambil menyemburkan bola api kearah Excel Shimo. Namun Excel Shimo selalu bermanuver dengan lincah dan bola api itu tidak mampu menyentuhnya.


Boom💥... Boom💥...


Bola api yang gagal mengenai sasaran menghancurkan banyak tebing tinggi, dan meruntuhkan banyak bebatuan, pepohonan terbakar dan banyak binatang kecil menjadi korbannya.


"Hadapi aku seperti seorang pria, bajingan!!" tantang Huang Guang sambil terus mengejar dan memuntahkan bola api.


"Idiot! Jelas kamu lebih kuat dari-ku ... !" jawab Excel Shimo yang tidak mengendurkan sayapnya untuk terus bermanuver.


Huang Guang semakin marah saat dirinya dibilang idiot oleh bocah yang paling menjengkelkan dalam hidupnya. Namun, Huang Guang menyeringai setelah teringat harta milik Feng Yu. Buru-buru Huang Guang mengeluarkan lagi Pagoda Penjara.


"Kamu sudah lelah! Terlalu lemah!" ejek Excel Shimo yang sengaja dia lakukan.


"Bodoh!" jawab Huang Guang dengan seringai kejam dan tiba-tiba menghilang.


Zlapp...


"Cepat sekali dia!!" pekik Excel Shimo yang kaget saat Huang Guang muncul di depannya.


"Setingkat Prajurit Surgawi jangan pernah meremehkan," ujar Huang Guang dengan mengalirkan energinya kepada Pagoda Penjara.


Excel Shimo baru menyadari jika kekuatan aslinya masih berada pada tingkat Dewa Langit dan terpaut 4 tingkat dengan Prajurit Surgawi. Terpampang jelas wajah Excel Shimo yang ketakutan dan berusaha mengepakkan sayapnya untuk menjauhi Huang Guang.


Bhuzhh...


Dua pintu gerbang masuk Pagoda Penjara terbuka dan segera menarik tubuh Excel Shimo sebelum jaraknya semakin jauh.


"Sialan kamu!" bentak Excel Shimo sambil berusaha sekuat tenaga untuk tidak tersedot Pagoda Penjara, ia segera mengeluarkan Yaolai Sword nya dan mengayunkan kearah Huang Guang.

__ADS_1


Boom💥...


Ledakan energi saat Yaolai Sword mengeluarkan kekuatan untuk menebas Huang Guang, tapi Pagoda Penjara menjadi tameng Huang Guang.


"Hahahaha! Kaya juga kamu bocah tengik!" tawa Huang Guang saat senang dengan harta yang dimiliki oleh Excel Shimo.


Yang tidak mereka berdua sadari, di kejauhan seorang wanita sedang memperhatikan mereka dengan wajah tertutup cadar. Tinggi badan 185 cm, rambut hitam panjang, bola mata hitam dan lebar, kulitnya sehalus Giok dengan pakaian berwarna merah, tubuh padat berisi dengan dada ukuran 36B dan pinggang ramping. Wanita itu adalah Gongsun Ling.


Gongsun Ling buru-buru datang saat merasakan aura kekuatan tingkat Prajurit Surgawi, tapi dirinya tidak berusaha mendekati maupun membantu Excel Shimo, sebab Gongsun Ling mengkuatirkan ketiga rekannya, terutama Fa Zheng dan Li Kwong.


"Kemana Fa Zheng dan Li Kwong?" gumam Gongsun Ling dengan wajah cemas, dia sangat kuatir jika Huang Guang telah membunuh mereka.


Buru-buru Gongsun Ling mengeluarkan 12 bola kristal sebesar kepalan bayi dengan warna yang berbeda-beda, setiap bola tergambar macam-macam binatang. Lalu, Gongsun Ling melemparkan keduabelas bola itu keatas.


Tap... Tap...


Keduabelas bola itu terpencar dan hanya ada 4 bola yang saling menempel, tidak berselang lama di bola itu muncul wajah Fa Zheng dan Li Kwong yang pucat dan pingsan. Tapi, Gongsun Ling kebingungan saat melihat satu bola menjadi berwarna hitam pekat, dan bola yang lain hanya mengeluarkan cahaya dalam sekejap, yang artinya hidup Fa Zheng dan Li Kwong masih bisa diselamatkan.


"Syukurlah jika mereka masih hidup, tapi dimana keberadaan mereka sekarang?" gumam Gongsun Ling saat bola hitam pekat memiliki arti yang gelap, atau keberadaan kedua rekannya jauh dari Benua Jiu Zhou, bisa dikatakan tidak diketahui.


Kembali Gongsun Ling melihat pertarungan antara Excel Shimo dan Huang Guang, saat mendengar suara ledakan energi. "Apa aku harus membantunya?" gumam Gongsun Ling yang kebingungan memilih rekannya yang sedang dikendalikan oleh Huang Guang atau menyelamatkan Excel Shimo.


Boom💥...


Huang Guang terus tertawa bahagia ketika melihat orang yang paling dia benci meronta-ronta sambil menyerangnya.


"Sekarang siapa yang terlalu lemah, hah!!" tanya Huang Guang dengan ketus, "ayo menurut saja dan masuk, aku jamin hidupmu akan berarti ... Hahaha!" lanjutnya saat Excel Shimo sudah sangat dekat dengan pintu gerbang Pagoda Penjara.


Huang Guang sangat gembira saat melihat Excel Shimo sudah berada didepan pintu gerbang Pagoda Penjara. Tapi, tiba-tiba matanya melihat tubuhnya sendiri dan melihat dirinya telah terpenggal oleh bocah yang dia pikir telah masuk di Pagoda Penjara.


"Mustahil!!" kata terakhir Huang Guang yang tidak mempercayai dengan yang dia lihat.


Excel Shimo menyeringai saat berhasil mengelabui Huang Guang dengan dirinya yang tiba-tiba lemah, dan berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan diri dari tarikan Pagoda Penjara.


Gongsun Ling yang melihatnya tercengang dengan mulut terbuka lebar, dan mengucek matanya ketika tidak mempercayai apa yang dia lihat barusan.


Gongsun Ling menghela nafas berat saat kehilangan seorang teman, dirinya tidak menyalahkan apa yang dilakukan oleh Excel Shimo yang membunuh Huang Guang.


"Ini salahku! Jika tadi aku membantunya, pasti bisa mengetahui keberadaan Fa Zheng dan Li Kwong!" sesal Gongsun Ling yang terlambat untuk berpikir cepat.

__ADS_1


Sedangkan Excel Shimo menggeledah tubuh Huang Guang dan mengambil apapun yang dimiliki oleh musuh lamanya. Kemudian, seperti biasa Excel Shimo melakukan ritual penghormatan bagi musuhnya, setelah membakar habis tubuh Huang Guang.


__ADS_2