
Chapter 206. Artefak Bintang Satu.
Excel Shimo segera berpikir keras saat melihat anak-anak yang mulai menangis, ia merasakan kasihan kepada mereka.
"Istana Peri, hanya itu yang saat ini cocok untuk melindungi banyak orang, tapi khusus lantai 2 dan anak tangganya akan aku blokir...,"
Akhirnya, Excel Shimo memutuskan menggunakan artefak-nya, sebab Excel Shimo masih belum mempercayai dengan orang yang baru dia temui.
Seandainya Juan Rong dan yang lainnya telah ia kenali lebih lama, Excel Shimo akan memasukkan mereka ke dalam cincin dimensinya.
"Semuanya waspada dan bersiap-siap melawan mayat hidup!" perintah Juan Rong kepada sesama murid akademi dan semua penduduk, ketika Excel Shimo sedang berpikir sambil memejamkan mata.
Mayat hidup berdatangan dari segala penjuru, ada yang berlari, melompati pepohonan seperti terbang, ada yang membawa berbagai senjata berkarat. Mereka bergerak dengan sangat cepat.
Semua penduduk melihat Excel Shimo yang memejamkan mata, tapi tidak ada yang mengganggunya, mereka yakin jika Excel Shimo sedang memikirkan sesuatu untuk melawan mayat hidup.
Tiba-tiba, Excel Shimo membuka mata dan mengangkat tangan kirinya untuk melemparkan sesuatu di tengah jalan setapak.
Swosh... Dhummmm...
Muncul bangunan besar dan megah di tengah jalan setapak, suara dentuman mengagetkan semua orang. Itu adalah Istana Peri yang semua orang lihat.
Jelas semua orang tercengang melihat Istana Peri yang tiba-tiba dikeluarkan oleh Excel Shimo. Setelah mengeluarkan Istana Peri dan seketika menjadi besar, Excel Shimo berjalan menuju pintu gerbang.
"Buka!" perintah Excel Shimo kepada Istana Peri tanpa memperdulikan reaksi mereka yang masih terkejut melihat Istana Peri.
Juan Rong buru-buru mendekati Excel Shimo, saat pintu gerbang telah terbuka. "Apa ini tempat perlindungan kita?" tanya Juan Rong dengan rasa penasaran.
"Benar, untuk sementara kita akan berlindung disini, perintahkan semua orang untuk masuk, dan aku akan melawan mereka semua," jawab Excel Shimo dengan wajah serius kepada Juan Rong.
"Semuanya masuk, cepat!" perintah Juan Rong kepada semua orang.
Mendengar suara Juan Rong yang keras, semua murid buru-buru menggendong anak-anak dan sebagian mendorong gerobak milik penduduk, mereka semua segera masuk kedalam Istana Peri.
"Kamu juga masuk," perintah Excel Shimo kepada Juan Rong yang masih berdiri di sebelahnya.
"Tidak, aku akan melawan mereka bersamamu!" tolak Juan Rong yang ingin bertarung bersama.
__ADS_1
Excel Shimo menghela nafas secara kasar dan melihat wajah Juan Rong yang penuh dengan kegigihan. "Baiklah tapi kamu jangan jauh dariku, jumlah mereka sangat banyak!" ucap Excel Shimo sambil menutup pintu gerbang dengan pikirannya.
"Baik," jawab Juan Rong dan tersenyum setelahnya.
Excel Shimo mengeluarkan sebuah pedang yang memancarkan aura kuat, bilah pedang itu berwarna merah muda, dengan panjang bilah nya 90 cm, ganggang pedangnya 15 cm dengan warna hitam, lebar bilah nya 8,5 cm, bilah pedang itu juga mengeluarkan cahaya merah muda.
"Artefak Bintang Satu!" seru Juan Rong yang tahu jenis apa yang dikeluarkan oleh Excel Shimo, ia melihat tanda bintang diantara bilah dan ganggang pedangnya, yang berbentuk lingkaran dengan dicetak sebuah bintang.
Pengetahuan di Benua Jiu Zhou dan Benua jiang Shan jelas berbeda. Di Benua Jiu Zhou pengetahuan lebih sederhana dan mudah dimengerti, tidak seperti di Benua Jiang Shan yang rumit.
Persenjataan di Benua Jiu Zhou dibagi menjadi beberapa 5 tingkat, setiap tingkat dibagi menjadi tahap rendah, menengah, atas dan puncak, yaitu;
Armament Grade Beast.
Armament Grade Human.
Armament Grade Fairy (setengah Dewa).
Armament Grade God.
Demikian juga dengan Artefak yang berbeda jenis dengan Armament Grade. Artefak juga dibagi menjadi 5, yaitu;
Artefak Bintang satu.
Artefak Bintang dua.
Artefak Bintang tiga.
Artefak Bintang empat.
Artefak Bintang lima.
__ADS_1
Artefak juga dibagi menjadi 4 tahapan seperti Armament, dan juga bisa ditingkatkan ketahap lebih tinggi, asal mendapatkan material yang dibutuhkan.
"Benar, ini Artefak Bintang satu tahap rendah, mampu meningkatkan 41 persen energi kepada si penggunanya. Sedangkan pedangmu yang Grade Human tahap atas hanya mampu meningkatkan sebesar 14 persen!" jelas Excel Shimo sambil memainkan pedangnya, "ini namanya Yaohua Sword, cocok untukmu." lanjutnya dengan memperkenalkan pedang itu dan memberikan kepada Juan Rong, dengan membalikkan ganggang pedangnya.
(Yaohua \= Penghabisan)
"Ini ... Ini sangat berharga ... Aku - aku tidak pantas memilikinya!" tolak Juan Rong dengan ucapan tergagap, ia tidak menyangka harta berharga dengan mudah diberikan kepada orang yang baru dikenal.
Artefak Bintang satu sangat langka dan berharga di Benua Jiu Zhou, sebab yang namanya artefak tidak mudah dibuat, membutuhkan blueprint dan material langka. Sedangkan Armament Grade Fairy saja sudah langka, apalagi Artefak Bintang satu!
Pandai Besi di Benua Jiu Zhou hanya pada Tingkat Kaisar, sedangkan untuk membuat Artefak Bintang Satu tahap rendah harus setingkat Dewa Bumi. Sudah bisa dibayangkan membuat Artefak Bintang sangat susah, belum lagi material langka untuk menempa.
"Sudah ambil saja, aku masih memiliki pasangannya!" paksa Excel Shimo sambil mengeluarkan satu pedang lagi yang sama, hanya ukuran bilah nya lebih panjang 30 cm dan berwarna keperakan.
"Ini ... Aku - aku ...!" Juan Rong tergagap sambil menerima Yaohua Sword dengan tangan gemetaran, ia tidak pernah membayangkan memiliki pedang yang sangat berharga, walau dirinya adalah pengguna pedang.
"Ini namanya Yaolai Sword dan ciptakan untuk pasangan Yaohua Sword," ucap Excel Shimo memperkenalkan nama pedang yang dia mainkan. (Yaolai \= datang)
Juan Rong membelai punggung pedangnya dengan lembut, seakan-akan ia adalah hidupnya sambil mendengarkan suara Excel Shimo. "Terima kasih." ucap Juan Rong kepada Excel Shimo.
Untungnya semua orang berada didalam Istana Peri, jika murid-murid akademi tahu pasti mereka akan iri, dan mungkin akan timbul niat buruk dan serakah dihatinya.
Tidak hanya murid akademi, tapi semua pemimpin Benua Jiu Zhou akan merebutnya dari tangan Juan Rong,
Excel Shimo tampak biasa memiliki Artefak Bintang Satu, sebab ia memiliki banyak artefak di Balai Persenjataan umum dan Balai Persenjataan Khusus, belum lagi hasil dari makam gurunya di goa Ordo Kegelapan.
"Itu sebagai ganti peta benua ini!" jawab Excel Shimo dengan santainya.
"Haaa!!" Juan Rong melongo dengan jawaban Excel Shimo, peta murah dan tersebar di kota-kota lainnya dihargai sebuah Artefak Bintang satu adalah hal yang sangat boros dan berlebihan.
Disaat mereka berdua sedang membicarakan Yaohua Sword dan Yaolai Sword, jarak mayat hidup semakin dekat, mereka berjarak 500 meter dari tempat Istana Peri yang menjadi perlindungan.
"Kalian semua yang bisa beladiri bersiap diatas dinding Istana!" teriak Excel Shimo kepada semua murid akademi dan penduduk yang mampu bertarung.
Sengaja Excel Shimo perintahkan agar mereka tidak menganggap dirinya penyelamat bagi kehidupan benua ini, dan lagi Istana Peri sangat kokoh, dan juga dilindungi formasi, tidak mungkin mayat hidup mampu merobohkan dan memasuki Istana Peri.
__ADS_1
Segera semua murid dan penduduk naik anak tangga menuju keatas dinding, dan mengelilingi Istana Peri.