God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 417.


__ADS_3

Chapter 417. Identitas Peri Kupu-kupu.


Akhirnya matahari terbit dan semua orang bernafas lega, malam mencekam telah berlalu. Semua orang menikmati hangatnya sinar matahari di pagi hari.


Semua orang melihat langsung aksi Excel Shimo yang dengan mudahnya mengalah Fiend Spirit, jika tidak ada Excel Shimo, malam ini mereka mungkin menjadi cerita mengenaskan.


Dengan tindakan Excel Shimo, yang tidak dia sadari telah menciptakan iman bagi tentara Malaikat. Perwira menengah segera menghampiri Excel Shimo, dia berdiri tegak, meletakkan tangan kanan di dada kiri sebagai bentuk penghormatan akan kekagumannya.


"Perintahkan kami jika suatu saat Anda membutuhkan tenaga kita, Dewa Binatang."


Ucapan Perwira menengah kepada Excel Shimo juga diikuti sepuluh ribu tentara Malaikat dibelakangnya. Excel Shimo tersenyum dan mengangguk, dia mendekati perwira menengah dan menepuk bahunya.


"Pasti, dengan rasa tidak sopan, suatu saat aku membutuhkan kalian!" jawab Excel Shimo, yang memang membutuhkan banyak pasukan untuk melawan pasukan Wei Yan.


Kemudian, Ximen Sying dan Ximen Kai mendekati Excel Shimo.


Ximen Sying, berkata:


"Lebih baik kita segera bergegas menemui Yang Mulia, beliau sudah tidak sabar ingin bertemu denganmu. "


Excel Shimo mengangguk, kemudian dia melambangkan tangan kanan ke atas untuk mencabut tiga belas bendera formasi dan menyimpannya. Seketika Formasi Perlindungan menghilang dan semua orang bisa lagi bergerak bebas.


"Shimo! "


Panggilan suara wanita dari atas dan semua orang mendongak melihatnya, melihat dua wanita sedang menunggang dua binatang Falcon Flame.


Falcon Flame adalah binatang mistik yang memiliki cincin roh berwarna ungu. Diatas kepala Falcon Flame tercetak segel Yin Yang yang sama dimiliki oleh Raja Singa.


Mereka adalah Bunga Wangi dan Falcon Flame binatang yang dijinakkan oleh Excel Shimo saat berada di Hutan Mistik.


Excel Shimo juga banyak menjinakkan Falcon Flame yang akan dijadikan tunggangan pasukannya di Benua Kelahiran.


Swosh... Swosh...


Segera Bunga Wangi turun dengan anggun dan mendekati Excel Shimo, Falcon Flame juga mengikuti tuan yang sebenarnya.


"Bagaimana? Apa sudah bertemu dengan ayahmu? " tanya Excel Shimo dengan nada ramah sebelum Bunga Wangi berbicara.


Excel Shimo sebenarnya sudah mengetahui kehadiran Yun Shang dan Xia Chung saat dia memejamkan mata untuk memanggil Fiend Spirit, tapi dia sengaja berpura-pura tidak tahu.


Bunga Wangi mendesah pelan untuk menutupi kekecewaannya terhadap orang tua kolot, dan mengembangkan senyuman terpaksa. Reaksi mereka jelas terlihat semua orang yang menunggu jawabannya.


Sebelum Bunga Wangi menjawab, dua binatang Falcon Flame mendekat dan dengan manja mengelus lengan Excel Shimo dengan kepalanya.


Excel Shimo mengelus kepala mereka dan mengeluarkan empat butir Pil Penguat Jiwa dan memberikan kepada dus Falcon Flame.


"Ayah (menghela nafas)...!" Yun Shuang tidak tahu harus memulai dari mana untuk menjawab.


"Tidak apa-apa, aku sudah tahu jawabannya, kita tinggal berharap kepada Yang Mulia Raja Malaikat untuk meyakinkan pemimpin Perguruan Api Asyura! " sela Excel Shimo sebelum Bunga Wangi berbicara, yang tidak ingin membebani masalahnya kepada Bunga Wangi.


Kemudian Excel Shimo naik ke punggung Raja Singa dan diikuti semua orang yang naik di tunggangannya masing-masing. Mereka kembali melanjutkan perjalanan.

__ADS_1


Saat dalam perjalanan, Bunga Wangi berbicara tentang sikap kedua orang tuanya, Excel Shimo hanya mengangguk sambil memikirkan cara untuk mendapatkan dukungan pemimpin Perguruan Api Asyura.


Dengan kecepatan sedang, perjalanan mereka dengan segera tiba di wilayah Kerajaan Cahaya, Excel Shimo melihat jembatan Tiga Saudara yang besar, dia kagum dengan infrastruktur jembatan yang dibagi menjadi tiga bagian dan yang memiliki makna, dia juga melihat banyak kapal perang besar berjajar rapi dan sebagian berpatroli.


Kali ini Ximen Fengying yang menjadi jurusan bicara untuk memperkenalkan tentang Benua Cahaya, semua perihal budaya, adat dan bahkan perselisihan internal di kerajaan.


Excel Shimo tidak menduga jika Ras Malaikat yang tampak damai dan akur memiliki masalah pelik.


Ternyata, Ras Malaikat juga terbagi menjadi dua ras, yaitu Malaikat Putih dan Hitam, ini tidak ada bedanya dengan Ras Asyura.


Ras Malaikat bersayap hitam, menjadi sayap hitam karena terlalu banyak membuat kesalahan, imbasnya menurun kepada keturunannya yang juga memiliki sayap hitam, walaupun tidak melakukan kesalahan.


Walaupun ada masalah di dalam, kedua ras itu tetap bahu membahu melawan musuh bersama. Tapi, insting Excel Shimo merasakan hal tidak baik akan terjadi dengan kehadirannya nanti.


Excel Shimo menghela nafas untuk menipis pikiran negatif, dan melihat jembatan bagian depan telah memberikan jalan.


Perwira menengah segera memimpin setelah jalan jembatan terbuka, tidak lagi terbang karena ada perlindungan formasi untuk menghalangi jalur udara.


Di tembok pertahanan lapis pertama semua prajurit Malaikat melihat kedatangan manusia yang sudah lama ditunggu-tunggu, dan segera mewartakan kepada semua orang.


"Manusia telah datang!"


Suara prajurit menggema dan diikuti suara prajurit di tembok pertahanan kedua dan seterusnya. Segera banyak Peri Kupu-kupu dan penduduk berbagai ras mulai memenuhi pinggir jalan untuk melihat manusia.


Excel Shimo telah melewati tembok pertahanan pertama, terlihat banyak Kincir angin, pertanian, perkebunan dan peternakan. Semuanya subur dan ternak gemuk, sampai Excel Shimo berdecak kagum melihatnya.


Pandangan mata untuk pertama kali setelah masuk di pertahanan pertama membuat pikiran menjadi positif, menenangkan hati dan akan selalu teringat ketika meninggalkan Benua Cahaya.


"Indah! "


"Jelaslah! Kita semua telah memulai dari nenek moyang dan menurun ke anak-cucu, " kata Peri Kupu-kupu berbaju hijau.


Excel Shimo mengangguk paham, layak jika semua yang dilihat begitu alami.


Kemudian, Excel Shimo membuka Mata Langit dan tersenyum setelah melihat ke dalam tanah; apa yang dilihat adalah banyak ruang, di dalam ruang bawah tanah tersembunyi jebakan anak panah besi.


Semua petani dan pengembala berlari untuk melihat manusia yang telah lama pergi dari Benua Roh, dan mereka hanya mendengar tentang Ras Manusia dari cerita turun temurun.


Mereka kagum melihat manusia tampan, gagah dan bertubuh tinggi. Tapi melihat Raja Singa, mereka menggigil ketakutan, ternak berlarian menjauh.


Raja Singa hanya melirik dengan wajah sombong, sebagai raja rimba sudah selayaknya ditakutin siapapun, apalagi kini bersama Dewa Binatang.


Setelah berjalan satu kilometer, kembali Excel Shimo berdecak kagum melihat banyak pintu gerbang, tapi anehnya, sepuluh ribu tentara Malaikat yang mengawalnya hanya terbagi menjadi empat barisan.


Excel Shimo kembali tersenyum saat mengetahui semua pintu gerbang itu adalah Formasi Ilusi, ternyata hanya ada empat pintu gerbang yang asli.


Keturunan Raja Malaikat dan semua orang yang mengetahui pertahanan rahasia, jelas tidak akan memberitahukan masalah pertahanan kepada Excel Shimo.


"Inilah tempat kita yang paling indah! " kata Peri Kupu-kupu berbaju biru muda yang memamerkan hutan Cemara Putih.


__ADS_1


Dua Peri Kupu-kupu terbang dengan riang, terbang kesana kemari layaknya Kupu-kupu asli, sambil berbicara tentang tempat tinggal mereka yang paling nyaman dan indah.


Excel Shimo hanya mengangguk, walaupun mereka tidak mengatakan jika banyak penghuninya, Excel Shimo sudah mengetahui saat Mata Langit mampu melihat apapun yang tersembunyi.


Excel Shimo melihat banyak rumah miniatur dan banyak Peri Kupu-kupu bertengger di ranting dan batang pepohonan.


Para Peri Kupu-kupu juga melihat Excel Shimo dan terkejut saat terlihat, padahal sudah berkamuflase.


"Apakah mereka juga bagian pertahanan kedua Kerajaan Cahaya? " tanya Excel Shimo kepada semua orang.


Sontak keturunan Raja Malaikat dan dua Peri Kupu-kupu terkejut, dan menatap wajah tampan yang tidak keheranan.


Semua orang menghela nafas, tampaknya tidak ada yang bisa disembunyikan oleh mata Dewa Binatang.


"Apa kamu juga bisa melihat semuanya?" tanya Peri Kupu-kupu berbaju biru muda.


Excel Shimo hanya mengangguk pelan dan melihat lagi wajah-wajah cantik Peri Kupu-kupu betina, dan membuat mereka tersipu malu. Karena sudah ketahuan, semua Peri Kupu-kupu menghampiri Excel Shimo dan terbang di atas kepalanya.


"Manusia, kamu sangat tampan, apakah sudah memiliki kekasih?" tanya salah satu Peri Kupu-kupu yang berbaju merah muda.


"Hei! Kekasihnya banyak, tuh lihat dibelakangnya, mereka adalah kekasihnya! Apakah kamu mau menjadi selirnya! " goda Peri Kupu-kupu berbaju hijau dan tertawa setelahnya.


Akhirnya Peri Kupu-kupu betina bergosip dan bercanda seputar menggoda Excel Shimo.


"Aku tidak tertarik dengan wanita kecil, apalagi seukuran telapak tangan dan aku juga kebingungan memanggil kalian apa!" canda Excel Shimo dan membalas menggoda.


"Aiyoh!! Kita bisa berubah menjadi manusia dan lebih cantik dari semua kekasihmu. Dan ingat, namaku Peri Biru Muda! " protes Peri Kupu-kupu berbaju biru muda dan memperkenalkan namanya.


Excel Shimo tertawa melihat begitu banyaknya Peri Kupu-kupu baju warna biru muda, dia membayangkan jika memanggil nama Peri Biru Muda, yang pasti baju berwarna biru muda akan berdatangan.


"Kenapa kamu tertawa?" sungut Peri Biru Muda yang mengira Excel Shimo menghina.


"Jangan salah paham ... !" jawab Excel Shimo dan berhenti sejenak, "Peri Biru Muda, kemari-lah...!" lanjutnya dengan memanggil semua Peri yang berbaju warna biru muda.


"Manusia, kenapa kamu tahu namaku?"


Seketika semua Peri berbaju biru muda bertanya seperti paduan suara, mereka segera berdatangan dan mengelilingi Excel Shimo.


Excel Shimo jelas tertawa dan berkata:


"Lihat, mereka semua datang! Lalu, yang mana yang asli?"


Seketika Peri Baju Biru cemberut dia hinggap di bahu kiri Excel Shimo, berjajar dengan Jing Ehuang yang ikut menertawakan dia.


Semua orang pun ikut tertawa dan kembali Ximen Fengying menjelaskan maksud perkataan Peri Biru Muda, dia menjelaskan:


"Ras Peri Kupu-kupu menjadi tiga marga dan lima golongan, seperti halnya kasta. Mereka semua berbaur dan sengaja membuat kebingungan banyak orang tentang identitas mereka. Seperti Peri Biru Muda, marga Xu kasta Raja, nama aslinya Hualing, karena dia kasta Raja, maka namanya Putri Xu Hualing, karena kebiasaan tidak memanggil nama gelar atau kasta, nama depan tetap menggunakan nama Peri, itu semua untuk menunjukkan identitas semua Peri Kupu-kupu. "


Excel Shimo mengangguk paham.


Peri Kupu-kupu dibagi menjadi tiga marga, yaitu Xu, Xiao dan Shan. Dan kasta seperti pada umumnya, yaitu Rakyat Jelata, Prajurit, Bangsawan, Jenderal dan Raja.

__ADS_1


Peri Kupu-kupu berbaju hijau dari kasta Jenderal, dipanggil Nona Muda sebagai panggilan nama kasta atau gelar, marga Shan nama belakang Hee, Nona Muda Shan Hee atau Peri Shan Hee, dan mereka berdua yang selalu mengikuti Excel Shimo.


(Hualing - Umbi Berbunga. Hee - Bunga Teratai)


__ADS_2