God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 81 Leluhur Ras Burung Gajah.


__ADS_3

Chapter 81 Kedatangan Leluhur Ras Burung Gajah.


"Hahaha.. Jangan kuatir, aku memahami sulitnya syarat ke-empat. Syarat ke-empat aku beri, karena dia bukan asli dari Ras Burung Gajah. Itu juga sudah kesepakatan Leluhur kami jutaan tahun yang lalu. Perhubungan, karena situasi saat ini tidak memungkinkan, maka syarat ke-empat bisa di tunda dulu, asal dia memenuhi syarat pertama sampai ke-tiga yang aku sebutkan tadi," Raja Fung tertawa melihat reaksi Lei Kaibo, dan berbicara setelahnya.


"Huff, kamu selalu bisa membuat aku emosian saja..." gerutu Lei Kaibo dengan mendengus, setelah mendengar penjelasan Raja Fung.


Excel Shimo, kedua wanitanya dan bawahannya menjadi lega. Lotus Bao atau Xuan Yellow Flame juga menceritakan perihal Mahkota Maha Raja, sebab itu Excel Shimo memahami sulitnya menakluk-kan artefak alami.


Bahkan Xi He si artefak Penyerap Api juga memberikan sinyal posisi Mahkota Maha Raja. Excel Shimo merasakan jika Xi He dan tombak semesta gemetar, karena kedua artefak alami itu seperti beresonansi terhadap Mahkota Maha Raja itu.


Excel Shimo menahan kegembiraan ini, sebab tujuan utamanya belum terselesaikan di Hutan Penguasa.


"Nak, apa kamu menyanggupi syarat yang aku berikan? Untuk ke-empat tidak usah kamu pikirkan dulu!" tanya Raja Fung pada Excel Shimo.


Dengan menangkupkan kedua tangan, Excel Shimo menjawab, "Terima kasih Paman sudah memberikan saya kesempatan. Mohon bimbingannya."


Segera kedua wanita dan bawahannya memberikan ruang bagi Raja Fung dan Excel Shimo yang akan bertarung. Demikian juga dengan anggota Ras Burung Gajah, mereka juga menjauhi medan petarungan ini.


"Ayo kita juga menjauhi mereka, petarungan mereka akan menjadi petarungan hebat..." ujar wanita kotor itu dengan menarik Li Ling untuk menjauhi kedua petarung itu.


"Bagus, bagus. Sikap seorang Raja harus tegas, tidak kenal takut dan pantang mundur sebelum bertarung. Nak, jangan simpan kekuatan keluarkan semua kehebatanmu, karena aku tidak segan-segan saat bertarung!" puji Raja Fung dan memperingatkan lawannya.


Wushhhh... Wushhhh

__ADS_1


"Wah, sudah lama aku tidak melihat pertarungan hebat..."


"Fung, kamu akhirnya memberikan pertunjukan bagus, aku harap bocah itu tidak mengecewakan..."


Tiba-tiba angin berhembus kencang dan terdengar suara serak satu pria tua dan satu wanita tua. Suara mereka sangat menggelegar seperti petir. Dari langit terlihat seekor Burung Gajah yang ukurannya sedikit lebih besar dari Raja Fung.


Ya, mereka berdua adalah Leluhur Ras Burung Gajah atau Kakek dan Nenek dari Raja Fung, usianya sudah mencapai 100 ribu tahun. Mereka berdua memiliki kekuatan tingkat Peri Alam level 2 dan level 3. Sedangkan Raja Fung memiliki kekuatan Peri Benua level 9.


"Bagaimana mungkin ada kekuatan tingkat Peri Alam di benua ini!!" batin Excel Shimo yang penuh antisipasi saat merasakan mereka bertiga lebih kuat dari dirinya.


"Tuan, keistimewaan binatang buas adalah mampu berkultivasi tanpa bergantung dengan jenis energi Qi. Cukup mereka memakan tanaman obat atau tanaman roh, memangsa binatang lain, dan juga tidur, secara berlahan kekuatan mereka naik. Kelemahannya, binatang buas tanpa energi Qi yang bagus, maka peningkatan mereka juga melambat." jelas Lotus Bao pada Excel Shimo.


Apa yang dikatakan Lotus Bao memang benar. Setiap binatang buas tidak seperti Ras Manusia yang bergantung pada energi Qi untuk meningkatkan kekuatan, selain mengkonsumsi pil kultivasi atau mendapatkan keberuntungan.


"Ohhh... Pantas saja. Aku paham sobat," jawab Excel Shimo yang mudah memahami penjelasan Lotus Bao, sambil perhatian Excel Shimo tidak lepas dari kedua orang tua itu.


"Siapa mereka, kak?" tanya Li Ling yang ingin tahu apa saja yang baru dia kenali.


"Mereka adalah Raja dan Ratu pertama Ras Burung Gajah di Benua ini. Mereka berdua sangat baik, sabar dan tidak berambisi untuk menjadi penguasa tunggal," jawab wanita kotor itu.


"Apa Ras Burung Gajah di benua lain juga ada, kak?"


"Tidak ada. Mereka hanya ada di benua ini. Seperti yang aku katakan tadi, mereka tidak berambisi menjadi penguasa tunggal. Sebab itu, mereka tidak pergi menuju alam atas. Hanya kedua orang tua Raja Fung yang menuju alam atas. Sayang sekali, disaat mereka disana banyak kekuatan yang segera membunuh mereka, karena kuatir kedua orang tua Raja Fung menjadi momok bagi para penguasa lama." jawab wanita kotor itu kepada Li Ling, terlihat raut wajah yang sangat kotor Itu menunjukkan keprihatinan.

__ADS_1


"Benar-benar kejam para penguasa itu!" ujar Li Ling yang juga sedikit sentimentil dengan nasib tragis yang dialami oleh kedua orang tua Raja Fung.


"Karena itu, kamu harus rajin berkultivasi, agar tidak lemah saat berhadapan dengan penguasa kejam dan biadap, Ling'er." kata wanita kotor dengan mengelus rambut Li Ling.


"Yakinlah, kak. Aku akan berusaha keras berlatih, lagian aku belum membalas budi pada sosok yang menolongku itu." jawab Li Ling sambil mengepalkan kedua tangannya dengan erat.


"Bagus. Semangat seperti ini yang aku butuhkan dari kamu," ujar wanita kotor pada Li Ling, "pria itu? Aku merasa jika orang yang bernama Excel Shimo itu berhubungan erat dengan sosok pria misterius ... Jangan-jangan ... !" lanjut wanita kotor itu yang mulai curiga dengan sosok Excel Shimo.


"Apa kak, apa dia adalah orang yang sama?" tanya Li Ling yang terlihat senang.


"Bisa jadi. Samar-samar auranya terasa sama, hanya saja aku belum sepenuhnya yakin..." jawab wanita kotor yang sebenarnya penuh pertanyaan didalam pikiran.


"Kakek, Nenek..." sapa Raja Fung saat kedua orang yang baru datang, setelah Leluhur itu berubah wujud menjadi manusia sepenuhnya.


Fisik mereka berdua memang tua, tapi masih terlihat energik dan masih penuh semangat. Raja Fung segera menghampiri kedua orang tua itu dan memeluknya.


"Hahaha, sifatmu masih seperti anak kecil saja..." ejek si Kakek kepada cucunya


"Kakek, kita sudah lama tidak bertemu, sudah wajar jika aku merindukan kalian," gerutu Raja Fung yang malu saat diejek.


"Salam, dua Senior." Excel Shimo segera memberikan salam dengan menangkupkan kedua tangannya. Tetapi, dengan jarak dekat, Excel Shimo melihat jika tubuh kedua orang tua itu bukan tubuh aslinya.


"Kamu yang menantang itu, ya? Hebat. Kami dari dulu sudah menunggu sosok yang ditakdirkan untuk menantang Ras Burung Gajah," kata si Kakek kepada Excel Shimo, ia mengeluarkan sebuah benda persegi yang terbuat dari batu pahat dari cincin dimensinya. Saat batu itu keluar, Langsung memancarkan energi yang sangat kuat, bahkan tangan si Kakek terlihat gemetaran.

__ADS_1


"ini adalah prasasti yang dibuat oleh penolong Ras Burung Gajah ratusan juta tahun lalu. Namanya sama dengan namamu, yaitu Excel," lanjut si Kakek pada Excel Shimo.


Excel Shimo melihat penuh dengan minat, dia merasakan aura yang sangat familiar dari batu prasasti itu. Kakek dan Nenek itu tersenyum, saat melihat Excel Shimo yang ingin menyentuh batu prasasti itu.


__ADS_2