
Chapter 376. Kejujuran.
Disaat mengikutinya dari belakang, Excel Shimo melihat kekayaan Laut Selatan dan sedikit lebih kaya dari Laut Utara. "Benar-benar beruntung bisa melihat Laut Selatan!" kata Excel Shimo di dalam hatinya.
Para prajurit Mermaid juga mengikuti di belakang Excel Shimo, mereka selalu membicarakan tentang kehebatannya yang mampu menghindari banyak serangan dan bahkan membalikkan kekuatan mereka.
Excel Shimo mendengar pembicaraan mereka, tapi bahasa mereka sangat berbeda dan tidak dia mengerti. Excel Shimo hanya mengerti dari ekspresi mereka yang memuji dan kagum kepadanya.
Sambil menuju tempat ujian kedua, wanita yang diikuti oleh Excel Shimo memperkenalkan dirinya, suaranya lembut dan tegas. Dia adalah pemimpin dari suku ikan duyung, oleh rakyatnya dipanggil Putri Shui, nama lengkapnya Zhu Shui. Dan Excel Shimo juga memperkenalkan namanya.
"Putri Shui, banyak cerita yang beredar di tempat saya, jika banyak Dewa Dewi tidak pernah kembali setelah masuk wilayah Laut Selatan. Apa yang terjadi dengan mereka?" tanya Excel Shimo.
"Iya, sama seperti yang kamu alami, ada beberapa orang yang berhasil lulus ujian pertama, tapi gagal saat ujian kedua, ujian kejujuran. Dan karena gagal, tubuh mereka juga mati, anggap saja ujian apapun yang akan kamu jalani nanti taruhannya nyawa!" jawab Putri Shui dengan tegas.
Excel Shimo menelan salivanya mendengar jawaban Putri Shui, dia tidak pernah menyangka jika harus sesulit ini untuk menaklukkan Mahkota Maharaja.
Ini lebih dari apa yang dia bayangan, umumnya saat ingin memiliki harta berharga jenis apapun, seseorang akan saling bertarung, entah bertarung dengan sesama praktisi maupun binatang buas atau harus mengalahkan si penjaga harta, dan tidak sedikit harus melewati banyak jebakan dan Formasi pembunuh.
"Apa harus mempertaruhkan nyawa, apa tidak ada yang lainnya, padahal aku memiliki Pedang Semesta!" gumam Excel Shimo dengan suara lirih dan geleng-geleng.
Putri Shui jelas mendengarnya. "Lalu apa tujuanmu kesini?" sahut Putri Shui dengan bertanya.
"Untuk menaklukan Mahkota Maharaja, agar tidak jatuh di tangan Wei Yan!" jawab Excel Shimo dengan jujur.
"Semua orang akan selalu membenarkan dirinya sendiri demi sesuatu. Yang jelas, apapun alasannya jika menyangkut harta dan tahta selalu berdalih demi kebaikan!" cemooh Putri Shui dengan alasan yang diucapkan Excel Shimo.
Excel Shimo tersenyum kecut dan menghela nafas, perkataan Putri Shui jelas dia paham. "Jika jatuh di tangan Wei Yan, peperangan global akan lebih cepat terjadi...!" kata Excel Shimo dengan menjelaskan tujuannya.
"Lalu, dengan kamu memiliki Mahkota Maharaja apa semua akan damai...! Tentu tidak, walaupun ada peperangan, kematian dimana-mana, ketidakadilan selalu terjadi, dan yang paling terburuk adalah kehancuran... Tuan Shimo, Alam semesta punya cara sendiri untuk memulihkan semuanya!" sahut Putri Shui dengan mencemooh lagi.
"Seandainya kamu berhasil memiliki Mahkota Maharaja dan kamu bisa menghentikan peperangan, mengurangi kematian dan lain sebagai...! Lalu apa jasamu...! Lihat tanganmu, tetap berlumuran darah!" sambungannya.
Excel Shimo terdiam dan mencerna perkataan Putri Shui, ucapan Putri Shui seakan-akan agar dirinya meletakkan posisi pada pihak lain untuk menilai, menilai diri sendiri.
"Ya, Anda memang benar, aku tidak berbeda dengan mereka (musuh), munafik, tidak baik dan banyak nyawa yang telah aku bunuh, entah mereka bersalah maupun tidak. Walaupun begitu, seandainya aku berhasil mendapatkan Mahkota Maharaja maupun tidak, aku akan tetap melindungi orang yang ku sayangi, melindungi semua rakyatku sekuat tenaga. Dan, apa yang terjadi saat ini, aku anggap ini adalah ujian pribadi, jika aku gagal dan mati, anggap saja aku memang tidak layak untuk melindungi mereka!" jawab Excel Shimo dengan tegas.
Dia tidak menyangkal akan keburukannya dan tidak membenarkan dirinya. Tapi yang pasti, Excel Shimo selalu melindungi istrinya, keluarga dan rakyatnya.
__ADS_1
Putri Shui berhenti dan diikuti oleh Excel Shimo, lalu dia membalikkan badan untuk melihat kedua mata Excel Shimo. Mata yang unik, jernih dan ucapannya tadi memang tulus, dan dia pun tersenyum.
"Anggap saja kamu berhasil, apa yang akan kamu lakukan setelah memilikinya?" tanya Putri Shui.
"Seperti yang aku katakan tadi, berhasil atau tidak... Tidak ada bedanya bagiku...!" jawab Excel Shimo dengan mengeluarkan Pedang Semesta.
Spontan para prajurit Mermaid menghunuskan senjatanya saat Excel Shimo mengeluarkan pedang semesta, mereka mengira Excel Shimo ingin melukai Putri Shui.
Namun, Putri Shui mengangkat tangannya agar semua bawahannya tenang, sebab Excel Shimo tidak berniat buruk dan juga tidak mengeluarkan aura pedang semesta.
Kemudian Excel Shimo melanjutkan ucapannya. "Aku kehilangan ini... Apakah akan kecewa, tidak sama sekali! Itu tandanya alam semesta tidak menghendaki ku untuk memilikinya. Jika kamu memintanya dan mampu merawatnya, silakan, ambil!"
Excel Shimo dengan tegas saat berbicara dan menyodorkan pedang semesta kepada Putri Shui, dia ingin membuktikan bahwa, diri tidak tamak dan tidak meletakkan hatinya pada sesuatu sepenuh jiwa, walaupun itu sangat berharga dan berarti baginya. Dengan kata lain, Excel Shimo tidak mau terikat pada apapun yang akhirnya membelenggu jiwanya.
Putri Shui sedikit kaget dengan Excel Shimo memberikan pedang semesta yang sangat berharga, dia menatap lekat kedua mata Excel Shimo. Mereka berdua saling menatap.
Semua istri dan keluarga Excel Shimo yang berada di Dunia Jiwa mendengar percakapan mereka berdua. Selama pembicaraan itu, istri serta keluarganya juga ikut mencerna pembicaraan Putri Shui dan suaminya.
Namun, saat Excel Shimo mengeluarkan senjata dan memberikan kepada Putri Shui, jelas mereka terkejut, mereka tidak menyangka dengan mudahnya memberikan pedang yang diperebutkan banyak kekuatan.
"Aku tidak membutuhkannya, Tuan Shimo. Ujian kejujuran, ada lulus. Selamat!"
"I-ini... Apa maksudnya?" tanya Excel Shimo.
Putri Shui tersenyum dan mendekat, dia berhenti tepat berjarak satu meter. "Tak ada harta pusaka yang sama berharganya dengan kejujuran. Percakapan kita adalah ujian verbal. Apakah Anda mengerti, Tuan Shimo!"
Excel Shimo baru mengerti dan mengangguk tanda paham, dia tersenyum kecut karena lagi-lagi tidak menyangka telah masuk ke dalam ujian, ujian yang tidak terduga sama sekali sejak awal.
Ucapan Putri Shui tersebut bisa dipahami, sebab kejujuran adalah mata uang yang berlaku di seluruh dunia. Nilainya tetap, tidak fluktuatif. Setiap kali bertransaksi dengannya, kita juga bisa mendapatkan kepercayaan. Jadi, tidak heran jika kejujuran dianggap sebagai harta pusaka yang sangat berharga.
"Apakah pedang itu jadi kamu berikan untukku?" tanya Putri Shui dengan serius.
Excel Shimo sedikit mengernyit dan menyodorkan pedang semesta.
"Aku hanya bercanda! Hahaha!" kata Putri Shui dan tertawa setelahnya, tawa yang indah dan mampu mempesona pria manapun.
Excel Shimo geleng-geleng dan tersenyum, dan senyuman Putri Shui tidak sedikitpun menggoyahkan hatinya, sebab istrinya banyak yang lebih cantik darinya.
__ADS_1
"Apakah ini juga ujian iman?" tanya Excel Shimo dan disusul gelak tawa semua orang.
Putri Shui juga ikut tertawa dan setelah itu dia berbicara. "Ujian berikutnya adalah ... Anda akan tahu setelah melewatinya. Mari ikuti aku!" ajak Putri Shui.
Kembali Excel Shimo dan semua prajurit Mermaid mengikuti Putri Shui, mereka semakin masuk ke dalam Laut Selatan. Setelah jarak kedalaman hampir delapan ribu meter, Excel Shimo seperti melihat daratan berbukit karang dan sebuah goa yang dijaga ketat prajurit Mermaid, ada banyak bermacam jenis binatang air berukuran besar dan aneh.
Delapan ribu meter dari permukaan laut merupakan jarak yang lebih dalam dari tempat persembunyian Ordo Kegelapan, dan wajar jika semakin banyak dihuni binatang air yang aneh dan berukuran besar.
Kemudian, Putri Shui masuk kedalam goa bersama Excel Shimo, dan para prajurit Mermaid tidak mengikuti. Selama perjalanan, Putri Shui tidak banyak bicara, demikian juga halnya dengan Excel Shimo yang biasanya banyak bicara menjadi diam, sebab dia sedang mempersiapkan dirinya untuk menghadapi ujian berikutnya.
Dengan banyak hal telah di alami Excel Shimo, saat melewati jalur goa yang dindingnya terbuat dari Batu kuno, Excel Shimo tidak tergiur, kekayaan Laut Selatan sudah melebihi Laut Utara.
Sesampainya di ujungnya goa, Excel Shimo melihat Formasi Array yang lebih besar dari tempat persembunyian Ordo Kegelapan, dua kali lipatnya.
Namun, di dalam terdapat sedikit daratan, dominan berair, sungai dan aliran air yang terus mengalir. Infrastrukturnya juga unik, berbentuk Dome (kubah) yang mengelilingi danau besar.
Dome ini adalah elemen struktural pada arsitektur yang menyerupai setengah bagian atas bola yang berrongga. Sebuah kubah dapat bertumpu langsung pada dinding, kolom, drum, atau sistem squinches atau pendentives yang digunakan untuk mendukung transisi bentuk dari persegi atau persegi panjang ke dasar bulat atau poligonal kubah.
Puncak kubah dapat tertutup atau terbuka dalam bentuk oculus yang ditutupi dengan kubah atau lentera, tergantung pada fungsinya. Ini seperti perpaduan gaya kuno dan modern. Di dalam Dome juga sebagian ruangan ada air yang mengalir.
Excel Shimo berhenti untuk mengagumi keindahan tempat tinggal Suku Mermaid, dan Putri Shui dengan sabar menunggu dan tidak segera mengajak Excel Shimo untuk mengikuti ujian. Lalu datang beberapa dayang pribadi Putri Shui dan salah satu dari mereka berbisik. Putri Shui hanya mengangguk dan mendekati Excel Shimo yang berdiri di pinggir danau.
"Hanya kamu orang luar yang pertama kali masuk dan mengetahui tempat ini. Inilah dunia kita, Dunia Air. Kita disini sudah jutaan tahun dan hidup dalam perdamaian," kata Putri Shui yang memperkenalkan tempat tinggal mereka.
"Indah, kuno dan juga modern, semuanya terjaga dengan baik. Pantas, jika kalian begitu sangat kuat...!" pujian Excel Shimo.
Akhirnya Excel Shimo tahu dengan banyaknya kekuatan Suku Mermaid, ternyata pondasi mereka sudah terbentuk jutaan tahun, dia menduga jika semua ini ada hubungannya dengan Mahkota Maharaja, mungkin.
"Tuan Shimo, ada yang ingin bertemu denganmu," kata Putri Shui.
Excel Shimo melihat Putri Shui dengan alis kiri terangkat, dia penasaran siapa orang yang ingin bertemu dengannya, perasaan dia tidak pernah berkenalan dengan salah satu Suku Mermaid.
"Mari, kita temui beliau!" jawab Excel Shimo dengan sopan, dia yakin jika yang dimaksudkan oleh Putri Shui adalah Mahkota Maharaja.
(Squinching adalah teknik memicingkan mata sehingga jadi lebih sipit dan tajam dibandingkan ukuran aslinya).
(Pendentive adalah bagian segitiga di bawah kubah yang memungkinkan kubah naik tinggi di atas lantai).
__ADS_1
(Note: kita tahu saat ini, “kejujuran” tengah mendapatkan ujian di “masa pandemi”. Apa korelasi dari keduanya? Kita mengerti, sekarang banyak aktivitas yang terpaksa dilakukan secara daring, tak terkecuali dengan kegiatan ujian. Ujian bisa ada di mana saja, tetapi yang paling banyak tentu berlangsung di lingkungan sekolah. Pertanyaannya, mampukah para peserta didik (junior dan senior) tetap jujur dalam menjalani ujian virtual, dengan atau tanpa pengawasan? silakan sobatku baku hantam di kolom komentar. Salam)