God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 121 Mencari Petunjuk Misteri(1).


__ADS_3

Chapter 121 Mencari Petunjuk Misteri(1).


Excel Shimo menghela nafas berat, saat dirinya juga merasakan kelegaan setelah terkurung puluhan juta tahun. Kesepian, jenuh dan putus asa, itulah yang Excel Shimo rasakan jika menjadi sosok pencipta boneka Wayang.


Setelah pencipta boneka Wayang menghilang, Excel Shimo melakukan ritual Penghormatan seperti biasanya. Excel Shimo meraup tanah bekas telapak kaki boneka Wayang.


"Dari tanah kembali ketanah, jiwa-jiwa pergilah dalam damai, lahirlah kembali dengan tubuh baru dan kembalilah setelah lelah.


Udara berhembus membelai jiwa, jiwa luka akan kembali pulih... Pulanglah...!" ucap Excel Shimo dengan menaburkan tanah di udara.


"Astagaaa, apa kamu keturunan Kakek Excel? Hahaha, balaskan dendamku Tuan Muda. Akhirnya kamu yang ditakdirkan membunuh mahkluk mengerikan itu... Hahaha. Terima kasih Tuan Muda." suara itu terdengar dibenak Excel Shimo dan menghilang untuk selamanya.


"Heiii, apa-apaan, siapa yang ditakdirkan membunuh mahkluk itu?!" teriakan marah setelah pencipta boneka itu berbicara, "aku tidak mau membunuh makhluk itu, itu bukan cita-citaku.?!"


Sayang sekali si pencipta boneka itu sudah pergi selamanya dan tidak menjawab pertanyaan Excel Shimo. Walaupun tujuan hidupnya mencapai puncak kekuatan, Excel Shimo tidak berharap bertemu mahluk yang mengerikan itu. Setingkat kekuatan True Alfa saja lenyap dalam satu malam, apalagi dia yang sekarang masih lemah.


Bukkk... Bukkk


"Kamprett, kamu sekarang membuat ku memiliki banyak tujuan...?!" sekali lagi Excel Shimo mengumpat marah pada si pencipta wayang, dengan memukuli boneka wayang yang terbaring itu.


Xi He dan Lotus Bao tidak bersuara lagi, sebab mereka menahan tawa. Mereka berdua juga sering berkomunikasi, dan saat ini mereka juga sedang berbicara.


"Semakin banyak tujuan hidup, itu semakin baik,"


"Iya, kakak benar. Tuan kita harus mampu menggemban misi untuk menyelamatkan Benua Kelahiran. Dari ucapan orang itu, aku perkiraan mahkluk itu akan kembali, entah kapan!" sahut Lotus Bao setelah Xi He berbicara.


Dretttt... Banggg


Pintu gerbang bergetar dan terbuka keatas. Excel Shimo segera melihat kedalam goa yang tadinya masih tertutup. Lalu di dinding goa itu menyala banyak obor di sepanjang jalur goa.


"Hehehe, hadiah, ya!! Jika tidak bermanfaat, aku kencingi semua ciptaanmu, kamprett!!" ujar Excel Shimo setelah terkekeh, walau dirinya juga masih kesal dengan orang itu.


Setelah menyimpan boneka yang dia pukuli, Excel Shimo berjalan kembali untuk mendapatkan apapun yang tersembunyi didalam goa, terutama peti kuno dan hadiah dari pencipta boneka.


Banggg...

__ADS_1


Pintu gerbang tertutup lagi setelah Excel Shimo melewatinya, segera Excel Shimo berbalik hanya untuk melihat sekilas dan tidak kuatir, sebab ia memiliki skill teleportasi untuk keluar dari goa ini. Kembali Excel Shimo berjalan.


"Banyak ruang didalam goa!!" gumamnya saat Mata Langitnya melihat banyak ruang yang tersembunyi.


Dukk... Dukk


"Disini!!"


Setelah berjalan dua puluh meter dari pintu gerbang, Excel Shimo menggedor pintu ruang pertama yang paling dekat.


Excel Shimo mencari sesuatu yang bisa membuka pintu itu disekitarnya.


Setelah mencari beberapa saat, Excel Shimo melihat obor disebelah pintu ruang yang terbuat dari batu. Obor itu terlihat seperti tuas, dengan rasa penasaran, Excel Shimo menggerakkan obor itu kekiri, kekanan, kebawah dan...


Drerttt... Bangg...


Bhuzhhh...


Akhirnya pintu terbuka saat obor itu didorong keatas. Saat terbuka udara didalam segera menyeruak keluar.


Kemudian, Excel Shimo memasuki ruang itu. Didalam ruang pertama, tampak seperti kamar anggota pemilik goa ini.


"Hahmmm, tidak ada yang berharga maupun catatan mereka!" gumamnya setelah menghela nafas kecewa, "eh, He'er bukannya kamu bisa menemukan sesuatu yang berharga, dimana ruang yang menyimpan benda berharga maupun catatan mereka?" lanjutnya setelah teringat kemampuan Tripod Keberuntungan alias Xi He dan langsung bertanya padanya.


Excel Shimo melihat Tripod Keberuntungan di pergelangan tangannya, dan terlihat muncul jarum baru berwarna putih. Jarum baru itu berputar sangat cepat, dan berhenti secara berlahan untuk menunjukan arah yang benar pada Excel Shimo.


"Ikuti saja arah jarum ini, Tuan." pinta Xi He setelah Tuannya meminta petunjuk.


"Hehehe, seandainya kamu dalam wujud manusia, aku akan memelukmu," kata Excel Shimo saat dia senang memiliki Tripod Keberuntungan.


"Syukurnya saya tidak memilikinya," jawab Xi He dengan suara yang terdengar sedikit malu.


Excel Shimo keluar dari ruang itu, dan berjalan sesuai dengan petunjuk arah. Tidak terlalu jauh, Excel Shimo kembali berhenti, sebab jarum itu mengarah ke pintu yang tampak seperti dinding goa.


Sekali lagi Excel Shimo menggerakkan obor seperti pertama kali. Namun, obor itu tidak berfungsi.

__ADS_1


"Kenapa tidak bisa terbuka seperti tadi!!" gumam Excel Shimo sambil mencoba sekali lagi.


"Coba cari tombol di dindingnya, Tuan." pinta Xi He.


Sesuai ucapan Xi He, Excel Shimo menekan dinding goa itu. Saat merasakan sedikit tonjolan pada dinding, Excel Shimo menekannya.


Drerrrr... Banggg


"Hehehe, jika kamu memiliki wu--"


"Untungnya tidak," potong Xi He saat tahu apa yang akan diucapkan oleh Tuannya.


"Ish, kamu ... Seandainya ka--"


"Tidak ada seandainya. Titik," sekali lagi Xi He memotong ucapan Tuannya.


"Ya sudah, padahal aku hanya ingin mengucapkan rasa terima kasih saja," ujarnya sambil berjalan masuk saat debu didalam ruang itu menghilang.


Kali ini ruang yang tersembunyi lebih besar, ukurannya dua kali dari ruang pertama. Bisa ditebak jika ruang ini milik seseorang yang berpangkat tinggi.


Dengan Mata Langitnya, Excel Shimo bisa melihat keseluruhan ruang itu, walau ruang itu gelap. Didalam ruang itu ada ruang tersendiri, seperti ruang itu khusus tempat peristirahatan si pemilik.


"Senjata tingkat Peri Langit, Emas...,"


Excel Shimo melihat beberapa Senjata tingkat Peri Langit, emas, perak, Batu Roh dan lain sebagainya, semua tersimpan didalam peti. Walau tidak tertarik, dia tetap menyimpannya dalam cincin dimensi dengan sekali lambaian tangan kanan. Kembali Excel Shimo berjalan menuju ruang pribadi si pemilik.


Xi He dan Lotus Bao hanya geleng-geleng kepala melihat Tuannya yang tidak menganggap harta itu berharga, jika diketahui pihak luar, sudah pasti menjadi perebutan yang bisa merengut nyawa.


Setelah berada ruang pribadi itu, Excel Shimo menemukan beberapa perkamen dari kulit rusa. Lalu ia membuka dan membaca catatan itu.


"Tidak ada yang penting. Seharusnya sebagai salah satu Tetua memiliki beberapa catatan yang menceritakan suatu peristiwa ...," gerutu Excel Shimo setelah membaca beberapa gulungan perkamen yang hanya berisi percintaan yang tak terbalas.


Excel Shimo melihat sesuatu yang menarik di tempat tidur yang terbuat dari batu, lalu ia menyingkirkan kasur, dan melihat sebuah pintu kecil dibawahnya.


Crarkk... Pyarrr

__ADS_1


Excel Shimo mengancurkan segel pintu itu dan membukanya. Didalamnya terdapat beberapa gulungan dan cincin dimensi. Dengan segera Excel Shimo memeriksa semuanya.


"Ini yang aku cari!!" gumamnya setelah membuka salah satu gulungan perkamen.


__ADS_2