
Chapter 432. Leluhur Pertama.
Disaat leluhur ketiga menegur semua keturunannya, Excel Shimo memejamkan mata untuk memahami pengetahuan yang dia dapatkan dari kakaknya tentang Formasi Pentagram.
"Hmm! Jadi begini ... Ini mirip dengan Formasi 12 Bintang. Ketiga Benua ibarat buah yang telah matang! " batin Excel Shimo setelah memahami Formasi Pentagram.
Benua Roh adalah induk dari ketiga benua yang dihuni oleh tiga ras. Ketiga benua itu menyimpan banyak energi yang terakumulasi dalam jangka waktu yang sangat lama hingga bisa ditempati oleh kehidupan.
Tian Lihua atau kakak tertua Excel Shimo jauh hari telah mempersiapkan Formasi Pentagram untuk adiknya, dan ketiga benua waktu itu masih belum terbentuk.
Kini Benua Roh telah menghasilkan tiga buah yang siap dipanen oleh Excel Shimo.
Setelah memahami Formasi Pentagram, Excel Shimo menjadi bimbang, sebab ketiga benua itu telah dihuni, apalagi Benua Cahaya tempat tinggal kekasihnya. Jadi, hanya ada dua buah yang berpotensi dia jadikan energi untuk meningkatkan kekuatannya, yaitu Benua Api dan benua yang dihuni mayat hidup.
Dan yang pasti, yang akan diekstrak adalah benua mayat hidup. Untuk Benua Api, semua tergantung kepada bangsa Asyura itu sendiri saat mengambil sikap terhadapnya.
Setelah mempertimbangkan tentang masa depan Benua Roh, Excel Shimo teringat akan Seruling Pengendali Jiwa dan juga kristal jiwa yang tertimbun di dunia bawah tanah.
Segera dengan memindahkan kedua tangan di belakang punggungnya, Excel Shimo menggerakkan jari-jari tangan untuk mengontrol Formasi Pentagram.
Setelah beberapa saat, Excel Shimo bisa merasakan dirinya terhubung dengan Benua Roh, dia seakan-akan melihat keseluruhan Benua Roh mulai dari ke dalam tanah hingga semua kehidupan yang bergerak.
Dengan dirinya terhubung dengan Formasi Pentagram, siapapun yang masih di Benua Roh akan mudah dia ekstrak menjadi energi.
Selain itu, Excel Shimo melihat banyak material berharga di dalam tanah dan juga Seruling Pengendali Jiwa beserta kristal jiwa yang tertimbun tanah.
Lalu Excel Shimo menggerakkan jari-jari tangan untuk mengumpulkan semua kristal jiwa termasuk Seruling Pengendali Jiwa, tidak hanya kedua itu saja, Excel Shimo juga mengumpulkan semua yang berharga di dalam tanah, kecuali wilayah Benua Cahaya yang dia biarkan tetap utuh.
Setelah semuanya terkumpul, Excel Shimo secara berlahan turun hingga kedua telapak kakinya yang berpijak di tanah, dan telapak kaki sebagai akses masuknya semua material yang berharga, kristal jiwa dan juga Seruling Pengendali Jiwa. tanpa diketahui oleh siapapun, semua material berharga, Seruling Pengendali Jiwa dan kristal jiwa memasuki telapak kaki Dewa Binatang.
Kemudian, di dalam hati, Excel Shimo sangat senang memiliki banyak harta berharga, bahkan dia juga mendapatkan banyak Buah Jiwa tingkat Dewa milik Fiend Spirit King.
Dia segera membuka mata dan seolah-olah tidak melakukan apa-apa, dengan melihat leluhur bangsa Asyura yang masih menegur keturunannya.
Perbuatan Excel Shimo jelas dirasakan oleh semua orang, terlihat raut wajah mereka kebingungan melihat energi alam di Benua Roh secara berlahan mulai menipis.
Leluhur ketiga berhenti menegur keturunannya dan memeriksa sekelilingnya, lalu dia melihat tanah di bawah kakinya yang mulai mengering dan energi api yang juga berangsur-angsur berkurang.
"Apa yang terjadi? " gumam Raja Asyura sambil dia berdiri dan diikuti oleh pendukungnya.
Namun, tidak berselang lama, semua kondisinya kembali normal. Semua yang baru saja terjadi karena geografis alam sedang beradaptasi dengan banyaknya material alam yang diambil oleh Excel Shimo.
__ADS_1
Semua orang bernafas lega setelah merasakan energi alam telah kembali normal, tapi mereka belum menyadari jika Benua Api dan Benua mayat telah jatuh miskin, tidak memiliki hasil tambang lagi sebagai kekayaan mereka, dan akan membutuhkan waktu lama untuk material alam mulai terbentuk, itupun jika Excel Shimo tidak mengekstrak-nya.
Leluhur ketiga melihat Dewa Binatang yang berpura-pura kebingungan dengan perubahan alam, dan dia berbicara:
"Junior, ini semua hanya kesalahpahaman ... Tapi tindakanmu telah membuat kita dalam kerugian besar, dimana hampir 70℅ kekuatan bangsa Asyura menghilang. Kita akan membutuhkan banyak waktu untuk memulihkan kondisi seperti semula! Lalu apa pertanggungjawaban mu? "
Apa yang dikatakan oleh leluhur ketiga memang benar, bangsa Asyura belum melakukan rencananya dan belum merugikan Benua Kelahiran sama sekali.
Tapi, justru Dewa Binatang lah yang telah membuat kerusakan besar bagi bangsa Asyura, itu belum termasuk korban jiwa di pihak mereka, merawat prajurit hingga mencapai tingkat Prajurit Surgawi, infrastruktur yang hancur dan lain sebagainya dan semua itu membutuhkan sumberdaya yang sangat besar.
Karena hal ini leluhur ketiga meminta pertanggungjawaban kepada Dewa Binatang, dia jelas tidak tinggal diam melihat kekacauan yang dibuat oleh Dewa Binatang.
Excel Shimo geleng-geleng dan tersenyum tipis setelahnya, dia menjawab:
"Ini kesalahpahaman...! Seandainya mereka telah bergerak dan memasuki Alam Semesta Kelahiran, apakah kami tidak lebih dirugikan? Kalian semua tahu tempat ku hanya segelintir orang yang memiliki kekuatan diatas Celestial Supreme, sedangkan kalian...! Seharusnya dia yang bertanggung-jawab ... Dengan aku tidak membunuh perwira kalian saat itu, seharusnya kalian sudah tahu tujuanku."
Jawaban Dewa Binatang dengan menunjuk Raja Asyura dan membuat semua orang menatap otak pembuat keputusan, termasuk leluhur ketiga.
Raja Asyura menundukkan kepalanya, tanda apa yang diucapkan oleh Dewa Binatang memang benar.
Perwira tinggi Kang Hong-Seo tidak dibunuh oleh Dewa Binatang merupakan tanda peringatan, tapi Raja Asyura tidak berkutik dengan Wei Yan yang selalu memprovokasi ambisinya.
Namun, leluhur ketiga jelas tidak bisa sepenuhnya menyalahkan keturunannya, dia melihat Dewa Binatang, dengan nada bicara yang lebih tegas, dia berkata:
Dewa Binatang tertawa ringan, karena dia terlalu malas berdebat dan jelas tidak mau bertanggungjawab mengganti kerugian bangsa Asyura. Pikirnya, 'lebih baik baku hantam, yang bertahan hidup adalah pemenangan'.
Inilah dunia kultivasi, jika ada sekecil kesempatan, rebut. Anda kuat, hajar yang lemah. Tidak ada yang namanya kemunafikan dalam mencapai puncak kekuatan, apapun cara akan dilakukan. Demikian juga dengan Excel Shimo, dia melihat Raja Malaikat.
"Kalian menjauh! " perintah Dewa Binatang kepada Raja Malaikat dan semua wanitanya.
Raja Malaikat menghela nafas berat dengan tindakan Dewa Binatang yang tiba-tiba berniat bertarung, dia yang mengerti apa maksud perkataan Dewa Binatang, dengan enggan menjauh dan diikuti oleh semua orang.
Kecuali Yun Shang, Xia Chung, Bunga Wangi, Dong Jingying dan seluruh murid dan ketua Perguruan Api Asyura, mereka jelas lebih membela bangsanya.
"Kalian berdua yang bersembunyi, keluar! " lanjut Dewa Binatang yang berteriak kepada orang yang selalu mengawasinya dari tempat makam.
Raja Malaikat sekali lagi menghela nafas berat dan menggelengkan kepalanya, dia makin menjauh agar tidak terkena imbas pertarungan satu orang dengan tiga leluhur bangsa Asyura, apalagi banyak yang mendukung di pihak lawan.
"Anak muda, jangan berlebihan! Aku sudah memberikan kamu kesempatan untuk bertanggungjawab, tapi justru kamu menantang bangsa Asyura! " sahut leluhur ketiga yang geram dengan tindakan Dewa Binatang yang sangat berlebihan, padahal dia sudah menahan diri dengan bersabar.
"Mencari kematian, dasar manusia yang tidak tahu di tempatmu berpijak !? "
__ADS_1
Suara kemarahan leluhur pertama dan akhirnya keluar setelah ditantang oleh Dewa Binatang, lalu disusul oleh leluhur kedua. Sebagai bangsa Asyura yang terlahir istimewa jelas mereka tidak mau direndahkan oleh siapapun.
Darah bangsa Asyura mendidih dengan tantangan dari Dewa Binatang. Yun Shang dan jajarannya segera berpindah dan berdiri di belakang leluhurnya, tubuh mereka terselimuti Api Asyura dan siap bertarung.
Swosh... Swosh...
Tidak berselang lama telah muncul dua leluhur bangsa Asyura di depan leluhur ketiga, dia menatap bengis melihat Dewa Binatang.
Dewa Binatang mundur beberapa meter dan tersenyum tipis melihat raut wajahnya musuhnya yang sangat marah, walaupun begitu dia tidak ada rasa takut dengan aura kekuatan mereka yang jelas ditunjukkan.
Leluhur pertama memiliki kekuatan yang paling tinggi berada di tingkat True Alfa level 50, tubuhnya tinggi dan kekar, rambut panjang berwarna putih seperti menari. Kedua matanya mengeluarkan warna kuning, yang lebih hebatnya lagi, dia memiliki cincin roh berwarna emas.
Sedangkan leluhur kedua, di tingkat True Alfa level 40, memiliki cincin roh berwarna hitam yang terlihat akan berevolusi menjadi emas. Tubuhnya sedikit lebih pendek dari leluhur pertama, tapi tubuhnya juga kekar.
Dewa Binatang terdorong karena pancaran aura kekuatan musuhnya hingga sejauh dua puluh meter. Biarpun menjadi target fokus kekuatan musuhnya, dia tampak tidak tertekan maupun merasakan sakit.
"Sepuluh kamu atau bahkan ribuan, tidak akan bisa menebus semua kerusakan yang kamu perbuatan bagi bangsa kami. Manusia, berlutut dan menjadi budak kami untuk selamanya sebagai bentuk pertanggungjawaban mu!? " bentak leluhur pertama sambil menunjuk wajah Dewa Binatang.
Dewa Binatang justru merenggangkan otot-ototnya yang seakan-akan kaku, setelah itu menatap rambutnya dengan dilihat oleh musuhnya. Tidak berhenti di situ, Dewa Binatang menata dan membersihkan pakaiannya yang tidak kusut maupun lusuh.
Jelas tindakan provokatif dari Dewa Binatang membuat ketiga leluhur bangsa Asyura dan semua keturunannya menjadi makin geram, mereka selama ini tidak pernah di hina.
Raja Malaikat tidak tahu harus menangis atau tertawa melihat tindakan Dewa Binatang yang jelas menghina orang yang paling kuat, bahkan wanitanya juga tidak bisa berkata-kata melihat kekasihnya yang tidak takut.
Berbeda dengan Jing Ehuang, dia selalu mangut-mangut seperti ahli menilai penampilan, dia melihat gaya Dewa Binatang sebelum bertarung begitu berbeda dengan yang sering dia lihat.
"Tadi Pak Tua bilang apa? Maaf, tadi aku masih mempersiapkan diri untuk berolahraga," kata Dewa Binatang yang sengaja membuat musuhnya makin marah, dia melirik Bunga Wangi dan Dong Jingying.
Tindakan Dewa Binatang yang percaya diri dan tidak takut dengan musuhnya, karena dia mampu mengendalikan Formasi Pentagram. Seandainya tidak diberi pengetahuan oleh kakak tertuanya, jelas dia tidak akan berani bertindak ceroboh seperti saat ini.
"Ka--kamu...?! " geram leluhur pertama dan dia langsung melambaikan tangannya.
Lambaian tangan leluhur pertama penuh dengan energi kehancuran, dan seperti angin energi tersebut melesat ke arah Dewa Binatang sangat cepat...
Boom💥...
Ledakan hebat memekakkan telinga ketika membentur. Setelah itu, semua orang melongo melihat Dewa Binatang yang hanya menahannya dengan telapak tangan kanan, padahal kekuatan leluhur pertama mampu menjadikan logam terkeras menjadi ampas.
__ADS_1
"Excel Shimo tersenyum percaya diri dan berbicara:
"Bagaimana kalian ingin mati? "