
Chapter 155. Gangguan Jiwa.
Rumah bordil yang berada disisi Barat ibukota menjadi ramai dengan banyak orang, mereka bukan ingin menikmati pelayan wanita penghibur, tapi sedang melihat orang terkenal menjadi gila.
Setiap penduduk selalu membalas hinaan dan ejekan dari kedua Putra Mahkota, dan tidak sedikit banyak orang melemparkan berbagai benda kepada dua orang yang gila tersebut.
"Lihat, lihat, mereka gila sampai melemparkan banyak harta berharga kepada kita, hahaha," ujar Long Zan yang selalu menghina banyak orang, dan tertawa bahagia saat dilempar.
"Kamu yang gila, itu bukan harta idiot, itu batu, ini baru harta, harta telur busuk... Hahaha," balas salah satu kultivator yang tidak takut dengan Kerajaan Long, ia melemparkan telur busuk kepada Long Zan dan Long Rou.
Semua penduduk ikut ketawa mendengar lelucon itu, walau mereka sebenarnya juga marah. Semua orang selalu melempari kedua Putra Mahkota yang berdiri di atap rumah bordil.
Wushhhh... Wushhh
Raja Long dan Penatua Agung tiba terlebih dahulu dengan melayang di atas kedua Putra Mahkota, ia tidak segera menghampiri Putranya, tapi ingin melihat situasinya saat ini.
"Benar-benar memalukan!?" Raja Long geram melihat kedua Putra Mahkota yang menjadi gila.
"Apa yang mereka alami hingga menjadi seperti itu?" gumam Long Wenhua sambil mengamati kedua keponakannya.
"Entahlah, semalam mereka berdua baik-baik saja, bahkan sempat bersenda gurau denganku. Setelah jamuan selesai, mereka pamit untuk kembali ke Kastil mereka, dan tidak ada gejala aneh dengan sikap mereka saat itu," ujar Raja Long sambil mengingat apa saja yang mereka lakukan semalam.
"Jika mereka pamit ke Kastil Putra, kenapa mereka berada disini?" tanya Long Wenhua yang ingin menyelidiki keadaan mereka berdua.
"Itu yang sedang aku pikirankan. Mereka tidak kekurangan wanita, bahkan banyak pelayan yang bersedia melayani mereka!" jawab Raja Long sambil geleng-geleng mendengar hinaan Putranya kepada penduduk yang melihat.
"Mungkin mereka habis terguncang jiwanya,"
Tiba-tiba Wali Benua muncul di samping Raja Long, dan mengutarakan pemikirannya. Mereka berdua sedikit kaget karena tidak mendeteksi kedatangan Wali Benua.
Wushhhh... Wushhhh
Kemudian, satu per satu semua berdatangan, dengan melayang di udara. Kehadiran mereka jelas diketahui banyak orang, dan segera terdiam dengan membungkuk kan badan untuk memberikan hormat kepada Raja Long dan semua orang penting.
__ADS_1
Wushhhh...
Long Wenhua buru-buru mendekati kedua keponakannya, tapi kedatangannya juga mendapatkan hinaan dan ejekan kedua Putra Mahkota.
"Pak Tua, apakah kamu gila? jika waras lebih baik belajar gila dulu, hahaha," hina Long Zan yang terlihat tidak mengenali Pamannya.
Wushhhh...
"Ada lagi orang gila yang sealiran dengan kita, hahaha. Sobat sudah berapa tahun kamu gila, jika tidak lama kamu harus memanggilku Guru gila... Hahaha," kata Long Rou saat Raja Long mendekatinya.
"Anak kurang ajar?! Diam kamu?!" bentak Raja Long yang marah sekaligus malu melihat kedua Putra Mahkota menjadi bahan tertawaan semua orang.
"Wow, kak, lihat dia lebih galak dari si gendut gila itu... Hahaha. Teman kamu memang gila, hahaha," kata Long Rou yang ucapannya semakin tidak terkendali.
Si gendut yang disebut oleh Long Rou adalah kultivator yang melempar telur busuk kepada mereka. Sudut bibir Raja Long berkedut ucapan Putra ketiga yang semakin kurang ajar.
Excel Shimo dan Raja Fung yang melihat mereka ikut tertawa di kejauhan, sambil memegangi perutnya. Sedangkan para wanita menahan tawa dengan memalingkan wajah, dan beberapa pemimpin wilayah Selatan juga ikut menahan tawa.
"Heii, Pak Tua, kamu terlihat tidak sehat, apa semalam kurang goyangan?" tanya Long Zan kepada Pamannya Long Wenhua.
"Apaaa!! Kurang digoyang bisa bikin gila? Hahaha, dia lebih gila," hina Long Rou saat mendengar ucapan Pamannya.
"Hahaha, adik kita bertiga cocok jadi trio gila... Hahaha," sambung Long Zan yang tertawa terbahak-bahak saat mengira Long Wenhua mengakuinya.
"Lumpuhkan mereka dan bawa ke ruang isolasi," perintah Raja Long kepada Penegak Hukum yang juga mengikuti.
"Tunggu, tidak boleh main keroyokan, jika kalian maju semua aku akan mundur, jika kalian maju satu per satu, aku tetap mundur, hahaha," kata Long Zan yang tidak takut saat melihat Penegak Hukum mengepungnya.
"Kamu pulang dan bawa harta kesini. Ingat, orang populer memiliki harga diri," ujar Long Rou yang juga tidak takut.
Wushhhh...
"Woww, main pukulan!! Orang gila tidak mau menjadi waras, ayo yang waras maju semua, dan yang gila bersorak-sorai... Hahaha," Long Zan menghindari pukulan Penegak Hukum dan mengejek setelahnya.
__ADS_1
Wushhhh... Wushhhh
Bukk, bukk, bukkk
Segera Penegak Hukum menyerang bersama dan memberikan pukulan pada titik fital mereka agar pingsan. Setelah susah payah menangkap kedua Putra Mahkota, akhirnya mereka berhasil dibuat pingsan, dan buru-buru membawa mereka pergi dari rumah bordil.
Semua orang akhirnya kembali pada aktivitasnya masing-masing. Demikian juga dengan keluarga besar Kerajaan Long, mereka mengikuti Penegak Hukum menuju ruang isolasi untuk memeriksa kedua Putra Mahkota.
Sesampainya di ruang isolasi, Penatua Agung dan tabib Istana segera memeriksa kondisi mereka. Setelah pemeriksaan yang intensif, kedua Putra Mahkota didiagnosis mengalami gangguan jiwa, dan membuat Raja Long tidak berdaya dan penuh kesedihan.
Sebenarnya Raja Long masih memiliki tiga Putra, tapi mereka masih menjalani pendidikan militer untuk meningkatkan status, status untuk mendapatkan pangkat sebagai Jenderal masa depan.
Sedari tadi Excel Shimo hanya diam tanpa ikut memeriksa mereka, ia hanya berbicara kepada para wanita Kerajaan Long yang ingin menjadi bagian keluarga besar Excel Shimo.
Sembilan isterinya dan Ratu Han tidak bisa menahan antusias mereka yang ingin menjadi isteri Wali Benua.
Penatua Agung dan beberapa tabib andalan Istana, sudah menyerah untuk menyembuhkan kondisi kedua Putra Mahkota, dan mereka menatap Wali Benua yang sibuk menjawab setiap pertanyaan Putri-putri Kerajaan, bahkan kedua Ratu, Permaisuri dan Selir juga saling berganti bertanya.
Mereka tidak perduli dengan keadaan Putra Mahkota, sebab Kerajaan Long masih memiliki tiga Putra Mahkota yang bisa menggantikan posisi mereka.
"Wali Benua, apa tidak ada solusi untuk memulihkan kejiwaan anakku?" tanya Raja Long yang penuh harap.
Seketika semua wanita terdiam, dan melototi Raja Long yang menganggu pembicaraan mereka. Raja Long yang melihat itu tersenyum masam dan mencoba tidak memperhatikan mereka.
Segera Excel Shimo mendekati Long Zan yang pingsan, meletakkan tangan kanan pada dahi Long Zan sambil menutup matanya. Setelah beberapa saat, Wali Benua telah selesai.
"Bisa," jawab Excel Shimo yang singkat, "tapi...!," lanjutnya dengan wajah serius dan tidak melanjutkan ucapannya.
"Tapi apa? Jika bisa kita mencarikan sesuatu yang bisa digunakan untuk memulihkan kejiwaan anakku, apapun akan aku lakukan, Wali Benua!" tanya Raja Long yang wajahnya berubah cerah dan semakin berharap pada Wali Benua.
"Saya bisa memulihkan mereka dengan Pil Penyegar indera, sebab mereka hanya terganggu sementara. Walaupun sementara, disaat sembuh mereka akan kehilangan beberapa ingatan tanpa Pil Penyegar Indera. Perkiraan-ku, kondisi mereka seperti ini akibat mengalami malam yang buruk, entah itu apa, sehingga membuat mereka terguncang," jawab Excel Shimo kepada semua orang, dan memberitahukan hasil pemeriksaannya.
Semua orang terdiam saat mendengar ucapan Wali Benua, pasalnya mereka tidak tahu apa itu Pil Penyegar Indera. Hanya ke-empat Dewi-dewi yang tahu itu.
__ADS_1
"Apa itu Pil Penyegar Indera? Dan tanaman apa saja yang dibutuhkan?" tanya Raja Long yang memang tidak tahu, pasalnya Pil Penyegar Indera hanya bisa dibuat oleh Alchemist tingkat Dewa Bumi.
Seng Huaran jelas tahu apa pil itu, sengaja ia diam karena ingin mengetahui seberapa besar kemampuan suaminya dalam menjabarkan dan meramu Pil Penyegar Indera.