God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 476. Bertemu Musuh!


__ADS_3

Chapter 476. Bertemu Musuh!


Excel Shimo membuka Mata Langit untuk menyelidiki piring kayu itu, dia khawatir jika piring itu bisa mengetahui rahasianya. Setelah tidak ada sesuatu hal yang akan mengungkapkan rahasianya, Excel Shimo meletakkan telapak tangan kanan di atas piring.


Saat mengalirkan energi spiritual, Excel Shimo sengaja memanipulasi identitasnya karena memiliki rencana, dia menggunakan nama aslinya yaitu Tian Zhi Shimo dengan usia yang sebenarnya. Kekuatan berada di bawah tingkat Half Gama sesuai kekuatan Tubuh Bayangan, kemampuan sebagai ahli Alkemis dan garis darah Ras Manusia tahap puncak.


Celestial Yunyou yang tahu diam saja, sebab saat Konferensi Tianwu dimulai, semua peserta diharuskan membangun ulang basis kultivasinya untuk menumbuhkan dantian baru, kekuatan lama semua peserta akan disegel, segel akan dibuka setelah dua juta tahun menjalani Konferensi Tianwu.


Setelah Excel Shimo selesai memberikan identitasnya, Yusan memberikan penjelasan singkat tentang Konferensi Tianwu. Peserta Konferensi Tianwu berasal dari segala penjuru Alam Jagat Raya, setiap peserta diharuskan berlomba-lomba meningkatkan kekuatan sampai batas waktu dua juta tahun di dalam Alam Tianwu, jika diluar hanya terlewati selama dua puluh tahun.


Prestasi setiap peserta akan dicatat secara otomatis dan bisa dilihat melalui Lima Menara Bintang; Menara Angin akan mencatat peningkatan kekuatan pesertanya, Menara Api mencatat peningkatan profesi, Menara Air mencatat peningkatan dan lain sebagainya.


Nama kekuatan di Alam Tianwu juga berbeda, oleh Kitab Suci diberi nama Kultivasi Transenden.


Earth Cultivation Stage dibagi menjadi delapan tingkat, setiap tingkat harus melewati tahap satu hingga tahap sepuluh, yaitu;



Body Refining adalah tingkat awal seorang pembudidaya untuk memperkuat fisik, sebelum naik ke tingkat berikutnya. Ibarat gedung tinggi yang harus memiliki pondasi yang kuat agar berdiri kokoh. Tanpa pondasi yang tepat, itu sama seperti tanaman yang tumbuh tanpa akar yang suatu saat akan gagal dalam pertumbuhannya.


Foundation Establishment. Ditingkat ini, seorang pembudidaya bisa mengaktifkan tenaga dalam.


Golden Core. Dimana pembudidaya harus memperkuat pondasi tenaga dalamnya sebelum naik ke tingkat berikut.


Nascent Soul. Di tingkat ini, pembudidaya membangun inti spiritual dan mampu terbang dengan memanipulasi udara, udara mampu diubah bentuk menjadi sayap.


Soul Formation. Memproyeksi kekuatan Jiwa.


Body Integration. Di tingkat ini, kultivator mampu merasakan kekuatan alam dan kekuatan dirinya, lalu menggabungkan kekuatan itu menjadi kesatuan yang utuh untuk meningkatkan daya serangan.


Great Ascension. Sebelum naik ke tingkat berikutnya, kultivator harus memperkuat fisik dan dan jiwanya secara bersamaan dengan tujuan mampu menjalani Kesengsaraan Petir.


Crossing Tribulation. Melintasi Kesengsaraan Petir. Di tingkat ini tahap puncak seorang pembudidaya harus mengalami Kesengsaraan Petir, setelah itu baru dinyatakan telah melepaskan setengah tubuh fana.



Immortal World Cultivation Stage dibagi menjadi enam tingkat, yaitu;



Earth Immortal.


Celestial Immortal.


Profound Immortal.


Golden Immortal.


Great Principle Golden Immortal.


Supreme Immortal.



Cultivation World Realm Divine dibagi menjadi empat belas tingkat, dari tingkat Deity hingga tingkat Almighty God.

__ADS_1


Yusan berkata, "jumlah peserta yang baru mendaftar ulang mencapai satu juta, diperkirakan total peserta mencapai angka lima juta jiwa. Segera Tuan Muda Shimo menuju Balai Kultivator untuk menyegel kekuatannya, disana Anda akan diuji di ruang Alam Pertarungan untuk menentukan ketrampilan apa yang cocok. Disana Tuan Muda akan bertarung dengan peserta lain."


Kemudian setelah Yusan menjelaskan secara singkat, dia memberikan piring kayu kepada Excel Shimo. Lalu Excel Shimo menerima piring identitas itu dan melihat ke arah Celestial Yunyou.


"Yusan, aku masih banyak pekerjaan! Kamu saja yang antar Tuan Muda Shimo!" alasan Celestial Yunyou yang enggan mengantarkan Excel Shimo menuju Balai Kultivator.


Sebenarnya Celestial Yunyou bukannya malas mengantar Excel Shimo, dia hanya tidak ingin selalu ditanya tentang apapun, khawatir dia keceplosan berbicara hal yang tabu.


"Baik, Celestial Yunyou."


Dengan senang hati Yusan mengantarkan Excel Shimo, dia meminta kepada temannya yang bernama Meysin untuk menggantikan tugasnya. Meysin jelas iri kepada Yusan bisa dekat dengan pria tampan dan berbakat.


Nama Excel Shimo sudah terkenal di Alam Tianwu, dikarenakan satu-satunya peserta termuda dan memiliki kekuatan tertinggi dari semua peserta Konferensi Tianwu. Walaupun Excel Shimo memalsukan namanya, Kitab Suci telah memberikan informasi aslinya kepada para panitia Konferensi Tianwu.


Di sudut ruangan Menara Angin, ada satu pria yang mengenali Excel Shimo, dia mengikutinya Excel Shimo berjalan bersamaan Yusan keluar dari Menara Angin.


Setelah sepeninggalan Excel Shimo, semua peserta yang telah mendata ulang identitasnya segera berbisik-bisik, mereka baru tahu sosok peserta termuda memang berbakat dan tampan, tingkat True Theta level 79 dan juga seorang ahli Alkemis diusia kurang dari empat puluh tahun. Hanya peserta Konferensi Tianwu yang tidak tahu kekuatan Excel Shimo sebenarnya, kecuali pria muda yang mengikutinya.


Selama perjalanan menuju Balai Kultivator, Yusan banyak memperkenalkan Kota Lima Menara Bintang. Kota ini akan sepi jika tidak diselenggarakannya Konferensi Tianwu, hanya ada penjaga Lima Menara Bintang.


Yusan berasal dari Alam Suci, kekuatannya berada di tingkat Half Alfa level 50 dan usianya mencapai angka ribuan tahun, tapi wajahnya tetap awet muda sekitar usia 30 tahunan. Dia telah bersuami dan memiliki seorang putri usia tiga belas tahun.


"Tuan Muda Shimo, apakah sudah menikah?" tanya Yusan setelah dia menceritakan asal usulnya dengan jujur, nada bicaranya begitu menggoda.


"Sudah!" jawab Excel Shimo dengan singkat, dia enggan membicarakan tentang istrinya yang dibawa oleh orang tuanya.


Sayangnya, keengganan Excel Shimo ditanggapi salah oleh Yusan. Yusan mengira jika Excel Shimo tidak bahagia dengan istrinya, dia dengan berani memeluk lengan dan menempel dadanya.


"Apakah kamu tidak bahagia?" tanya Yusan dengan nada manja.


"Itu Balai Kultivator," kata Yusan, "di dalam ruang Alam Pertarungan, Tuan Muda akan bertarung antara hidup dan mati, tapi peserta diperbolehkan menyerah sebelum terbunuh. Ini semua dilakukan oleh panitia untuk melihat bakat-bakat para peserta. Setelah menang, maka panitia memberikan kitab kultivasi yang cocok bagi peserta." lanjut Yusan yang sedikit membocorkan rahasia.


Excel Shimo mengangguk dan kembali Yusan berkata dengan manja, "dengan kekuatan Tuan Muda, aku yakin Tuan bisa menang dengan mudah...," Yusan menjinjit dan berbisik, "jika menang, tubuhku milikmu."


Excel Shimo sedikit terkejut dan melihat punggung Yusan yang langsung berlari menuju Menara Angin dengan wajah memerah. Excel Shimo tertawa ringan dan geleng-geleng setelahnya.


"Humph! Wanita memang membuat hari menjadi cerah bagi kaum pria!" gumamnya dan berjalan masuk ke Balai Kultivator.


Setelah masuk ke dalam Balai Kultivator, Excel Shimo menyerahkan piring kayu kepada seseorang panitia. Kemudian dia diajak menuju ruang Alam Pertarungan.


"Tuan Muda Shimo bisa masuk terlebih dahulu. Tunggu sampai ada peserta yang mau menjadi lawan tarung Anda."


Setelah panitia itu berbicara, Excel Shimo segera masuk ke dalam ruang Alam Pertarungan yang berbentuk peti mati, jika dilihat dari luar. Saat Excel Shimo telah masuk, dia berada di dunia lain, seperti dunia pada umumnya; ada pegunungan, hutan, lautan dan lain sebagainya.


Lalu Excel Shimo melihat kebelakang dimana dia masuk, tapi tidak ada pintu. Dia menduga jika akan ada pintu keluar setelah menang dalam pertarungan. Lalu dia bergerak menuju ke sungai terdekat, setelah itu dia duduk bersila di atas batu besar dekat dengan sungai yang mengalir.


Setelah waktu satu dupa lewat, Excel Shimo Merasakan seseorang datang dengan kekuatan Half Gama level 62, dia segera berdiri dan melesat ke langit.


"Ada orang yang lebih jenius dari ku!" gumam Excel Shimo saat kedua matanya terkunci pada sosok pria yang akan menjadi lawannya.


Pria muda usia dua ratus tahun lebih, Excel Shimo yang melihat pria itu merasakan familiar dengan auranya, dia berusaha mengingat tentang pria itu yang akan menjadi lawannya. Sayangnya, dia tidak mengingat lawannya ini.


Pria itu melihat Excel Shimo dan segera melesat menghampirinya. Kecepatannya sangat tinggi hingga membuat suara gemuruh angin. Pria itu langsung menyerang dengan pukulan yang mengeluarkan energi.


Demikian juga dengan Excel Shimo, dia melesat dengan kepalan tangan penuh energi, pukulan berenergi itu membentuk kepala Naga, sedangkan pukulan lawannya itu membentuk kepala Banteng.

__ADS_1


Swosh.... Boom...


Ledakkan hebat ketika dua serangan saling berbenturan, hingga memicu gelombang kejut yang mengerikan. Hutan dan gunung seketika rata dan porak-poranda, lautan membentuk tsunami dengan gelombang air mencapai tinggi dua puluh meter.


Ternyata di luar ruang Alam Pertarungan ada sebuah layar hologram yang terbuat dari Formasi, banyak orang menyaksikan pertarungan Tian Zhi dengan orang yang bernama Wei Yan dari Alam Suci.


Baru pukulan jarak jauh sudah sangat mengerikan apalagi petarung jarak dekat. Pertarungan antara Tian Zhi dan Wei Yan dari Alam Suci juga disaksikan oleh Kitab Suci dan para penguasa.


Yusan yang ikut melihat menjadi terkejut, jika ada lawan yang tangguh dan lebih kuat dari orang yang telah mencuri hatinya. Dia merapatkan kedua tangannya di dada, berdoa agar Excel Shimo bisa menang atau menyerah daripada terbunuh.


Setelah dua pukulan penuh energi saling berbenturan, si Wei Yan dari Alam Suci tertawa terbahak-bahak melihat Excel Shimo terhempas kebelakang sejauh puluhan meter.


"Percuma memiliki empat kristal energi spiritual setingkat True Resonansi level puncak tapi tidak mampu meningkatkan kekuatan. Benar-benar bodoh!" hina Wei Yan dari Alam Suci yang mengejutkan Excel Shimo.


"Kamu Wei Yan!" ucap Excel Shimo dengan nada terkejut melihat Wei Yan telah lolos dari pusaran Black Hole, dia tidak pernah berpikiran jika musuhnya berhasil keluar. Dan lagi, hanya Wei Yan yang tahu dia telah mendapatkan empat kristal energi spiritual.


Excel Shimo menjadi berpikir, apakah patung emas miliknya menuju ke Alam Semesta Aurora karena ulah si Wei Yan? Tapi bagaimana mungkin musuhnya mengetahui dan dia juga tidak merasakan aura si Wei Yan!


"Ya, lalu kenapa! Takut denganku? Dimana keberanian mu yang dengan sombongnya menantang tuanku! Ini baru aku yang sebenarnya, tapi kamu sudah ketakutan!" bentak si Wei Yan.


Excel Shimo tersenyum tipis dan berkata, "apakah kekuatan mu sudah maksimal?"


Ucapan Excel Shimo seperti ini sudah sering dia katakan kepada setiap musuhnya, bukan meremehkan lawan tapi dia ingin mengeluarkan segala kemampuannya.


Si Wei Yan tertawa terbahak-bahak saat mengira Excel Shimo meremehkan dirinya. "Aku tahu kamu memanipulasi piring identitas ... Kekuatanmu berada di tingkat Half Gama level 20 bukan lawan tanding ku! Bocah, aku sudah menantikan saat-saat seperti ini dan sengaja menunggu kamu diruang Alam Pertarungan. Disini aku bisa bebas membunuhmu tanpa khawatir lagi. Dengan tubuh asliku, kamu bukan lawan yang perlu ditakutkan...," ungkap si Wei Yan.


Setelah Wei Yan menjauhi Benua Shen Zhou dari Benua Kelahiran, dia memasukkan Benua Shen Zhou kedalam Piramida Sihir dan mengekstraknya untuk memberikan kekuatan kepada senjata Tombak Naga Langit.


Setelah itu, Wei Yan sengaja tidak mencari Excel Shimo, tapi dia menuju ke Alam Semesta Aurora untuk membebaskan tubuh aslinya. Si Wei Yan berhasil melepaskan diri dari pusaran Black Hole, tapi harus mengorbankan banyak kultivasinya hingga menurun drastis ke tingkat Sang Mahadewa level sepuluh (nama basis kultivasi di Alam Semesta Aurora).


Selain kekuatan si Wei Yan tubuh asli menurun, dia juga masih terluka sangat parah dan membutuhkan waktu lama untuk pulih. Setelah berhasil melepaskan diri dari pusaran Black Hole. Wei Yan dengan tubuh pemberian dari Maharaja Yaksa, segera menuju ke Alam Tianwu untuk membunuh Excel Shimo.


Selain untuk membunuh Excel Shimo, jelas tujuan untuk merebut Batu Keabadian dan semua milik Excel Shimo, termasuk Dunia Jiwa dan apapun yang berharga.


Excel Shimo jelas tidak tahu jika orang yang dia hadapi bukan si Wei Yan asli, tapi tubuh kesadaran yang merasuki tubuh tanpa jiwa.


"Terima kasih jika kamu bisa membunuhku!" sahut Excel Shimo yang tidak takut akan kematiannya, sebab ini akan membantunya untuk segera menjalani siklus reinkarnasi sebanyak sembilan kali.


Wei Yan seketika terdiam, dia menjadi waspada dengan kecerdasan musuhnya yang telah berhasil menggagalkan segala rencananya, dia langsung mengeluarkan senjata pinjaman dari Maharaja Yaksa.


Boom...


Ledakan hebat ketika ujung mata Tombok Naga Langit kearah bawah, aura pembunuhan begitu pekat hingga menyesakkan dada.


Excel Shimo sedikit mundur ketika merasakan kekuatan senjata Tombak Naga Langit, dia tidak menyangka musuhnya memiliki Artefak Bintang Tujuh telah ditingkatkan hingga maksimal, senjata yang bisa dikatakan setara dengan Artefak Alami.


Boom...


Akhirnya Excel Shimo mengaktifkan Jirah Perang Dewa Binatang yang telah bergabung dengan Galaksi Elemen dan tiga garis darahnya, sehingga kekuatannya melejit ke tingkat Half Gama level 60. Di tangan kanan Excel Shimo memegang Senjata Pedang Semesta yang telah bergabung dengan Tombak Semesta.


Kini giliran si Wei Yan yang syok ketika musuhnya lagi-lagi menyembunyikan kekuatan.


Di luar ruang Alam Pertarungan, para penguasa jelas terkejut melihat dua peserta memiliki senjata yang mengerikan dan sangat kuat, terlihat sorot mata mereka menginginkan senjata milik si Wei Yan dan Excel Shimo.


"Hidup dan mati, aku atau kamu!" tantang Excel Shimo kepada Wei Yan.

__ADS_1


__ADS_2