
Chapter 112 Binatang Liar, Tapir Pemakan Jiwa, dan 4 sosok misterius.
Suasana menjadi tegang dengan kejadian ini, semua mata memeriksa sekali lagi disekitar hutan dimana binatang kuat dan berbahaya itu berada.
"Raja Shimo, saya tidak melihat binatang itu, tapi naluri ku mengatakan, jika didalam hutan terlarang itu terdapat binatang berbahaya. Seumur hidupku, baru kali ini saya merasakan bahaya!" ujar Raja Fung yang juga serius.
"Sudah biasa Hutan Terlarang seperti ini, selalu mengeluarkan bahaya yang tidak jelas," sahut Long Wenhua yang sudah terbiasa dengan keadaan Hutan Terlarang, tapi dia kali ini juga merasakan hal yang sama seperti Raja Fung.
"Benar, hutan ini lebih misterius dari Hutan Penguasa. Hutan Terlarang adalah perbatasan empat Kerajaan. Sudah banyak orang memasukinya, tapi tidak pernah kembali. Walaupun mereka kembali, kembali hanya tubuh tanpa nyawa," Shu Peijing melanjutkan perkataan Long Wenhua.
"Benar yang dikatakan Saudari Peijing, sebab itu kami tidak berani melewati Hutan Terlarang, dan akhirnya tetap melewati Hutan Perbatasan," Ratu Jing Jiao juga ikut berbicara.
Excel Shimo tidak berbicara, tatapan tidak berhenti pada satu titik, dimana dengan Mata Langitnya, ia bisa melihat jelas binatang berbahaya itu. Tiba-tiba Xi He si artefak alami bergetar, dan menujukan arah ke Hutan Terlarang.
"Ada apa didalam Hutan Terlarang, Xi He?" tanya Excel Shimo dengan telepatinya pada Diagram Penyerap Api.
"Tuan, binatang itu adalah Tapir Pemakan Jiwa, salah satu binatang liar yang berbahaya. Dia akan membuka peti mati yang berharga, salah dari 7 peti ordo kegelapan. Konon, didalam peti itu terdapat beberapa peta menuju suatu tempat pemakaman kuno," jawab Xi He yang tampak tahu segalanya seperti Lotus Bao.
"Benar yang dikatakan saudari Xi He, Tuan." sahut Lotus Bao membenarkan ucapan Xi He.
"Apa itu pemakaman kuno, dan apa itu peti mati berharga, aku tidak mengerti!" kata Excel Shimo yang memang tidak mengerti apa-apa perihal peti kuno.
"Tuan, segera sembunyi, aku merasakan empat orang yang sangat kuat sedang menuju kesini," peringatan Lotus Bao dan Xi He secara bersamaan kepada Excel Shimo.
"Fung, cepat turun, dan berubahlah menjadi wujud manusia," perintah Excel Shimo dengan segera, dirinya juga merasakan empat kekuatan itu datang dari empat penjuru.
Semua orang jelas kaget dengan sikap Excel Shimo yang terlihat ketakutan setengah mati. Segera Raja Fung turun, dan Excel Shimo melompat dari punggung Raja Fung, dengan diikuti semua orang.
__ADS_1
Lalu, Excel Shimo mengeluarkan salah satu artefak tingkat Dewa, yaitu sebuah cermin. Semua orang semakin kuatir dengan kepanikan Excel Shimo.
"Semuanya, ikut aku, cepat!!" perintah Excel Shimo dengan masuk ke cermin ukuran lebar dua meter. Mereka semua mengikuti tanpa banyak bicara, saat melihat Excel Shimo menghilang setelah menginjak cermin itu. Demikian juga cermin itu yang tiba-tiba menghilang.
Wushhh... Wushhh...
Wushhh... Wushhh...
Setelah mereka masuk kedalam cermin, dua sosok segera datang dengan cepat, dan disusul dua orang lagi setelah dua orang sebelumnya. Mereka berempat menggunakan jubah penyamaran, sehingga semua orang yang sembunyi didalam cermin tidak mengetahui siapa keempat sosok itu, kecuali Excel Shimo.
"Hah, untung saja tidak ketahuan," desah Excel Shimo dengan mengusap keringat di dahinya, ia juga merasa lega setelah berhasil bersembunyi, "tingkat Prajurit Surgawi, kenapa mereka bisa berada di sini." lanjutnya sambil menatap lagi ke empat sosok itu, Excel Shimo tidak memperdulikan semua wanitanya, Long Wenhua dan Raja Fung yang terduduk ketakutan saat melihat ke empat sosok itu, apalagi Excel Shimo memberitahukan basis kultivasi mereka.
Mereka melihat di dalam cermin seperti sebuah ruang yang tersembunyi, sebab ke empat orang itu tidak mengetahui keberadaan cermin ini, padahal cermin persembunyian tepat di bawah mereka.
"Apa kalian tidak merasakan sesuatu disekitar kita?" tanya salah satu sosok itu kepada mereka bertiga, mereka ternyata saling mengenali. Suara salah satu orang yang berbicara itu terdengar disamarkan, seperti suara pria tua.
"Hmmm, tidak. Mungkin karena pengaruh binatang liar itu, Tapir Pemakan Jiwa," jawab salah satu sosok itu dengan suara serak, terdengar jelas jika disamarkan.
Sedangkan semua wanitanya, Long Wenhua dan Raja Fung tidak ada yang berani bergerak maupun berbicara. Tubuh mereka gemetaran dan keringat membasahi pakaiannya.
"Siapa yang mengirim binatang liar itu kesini, dan apa tujuannya?" tanya salah satu sosok kepada ketiga rekannya, "saudara Cha, saudara Hua, apa kalian tahu, bagaimana binatang itu bisa berada disini?" cecar sosok itu kepada rekannya dengan memanggil nama inisial depannya saja.
"Saudara Da, jika aku tahu, kalian semua sudah aku kabari dengan segera," jawab sosok yang bernama Cha.
"Aku juga tidak mengetahui kehadiran binatang itu, jika binatang itu tidak membunuh banyak rakyat jelata, aku mungkin juga tidak tahu kehadirannya," jawab sosok Hua.
"Saudara Yi--"
__ADS_1
"Aku juga tidak tahu, sebelum kalian mengabari tentang kematian rakyat jelata kemarin," potong sosok bernama Yi sebelum sosok Da bertanya padanya.
"Lalu, bagaimana kita mengatasinya, keamanan benua ini juga tanggung jawab kita?" tanya sosok Cha yang ingin mendapatkan solusi menangani Tapir Oemakan Jiwa.
"Tanyakan pada bayi itu, seharusnya dia yang menjadi penjaga benua ini, kan dia Wali yang baru!" sindir sosok Da yang terlihat tidak senang dengan Excel Shimo.
'Kamprett, kenapa kalian libatkan aku, lagian kalian kemana saja saat peperangan kemarin, hah!' Excel Shimo yang dibicarakan mengumpat kesal kepada sosok Da didalam hatinya.
"Jikalau dia tahu, dia juga bukan lawannya, lagian dia kan masih bayi!" balas Cha yang tak terima dengan sindiran dari Da.
"Sudah, sudah. Lebih baik kita tangani binatang itu bersama-sama, kekuatannya setingkat dengan kita, kita pasti bisa mengatasinya," lerai sosok yang berinisial Yi kepada mereka berdua sebelum situasi memanas.
"Grorrr...,"
Raungan binatang Tapir Pemakan Jiwa saat kehadirannya diketahui oleh orang lain. Keempat sosok itu menjadi serius dan bersiap menghadapi binatang itu.
Wushhhh...
"Tsk, murid-murid Surgawi, ternyata kalian juga ada disini, sungguh keberuntunganku bisa bertemu dengan, hahaha,"
Tiba-tiba binatang liar Tapir Pemakan Jiwa muncul dihadapkan keempat sosok itu. Si Tapir Pemakan Jiwa mengenali sosok mereka berempat, ia tampak senang, seakan-akan mendapatkan berkah.
Mereka sontak kaget jika identitas mereka diketahui oleh Tapir Pemakan Jiwa, padahal identitas mereka sangat rahasia, dan hanya para atasan yang tahu, apalagi mereka menggunakan jubah penyamaran.
Wujud Tapir Pemakan Jiwa memiliki tubuh kuda, dan belalai gajah tapi pendek, dua taring, dan tubuhnya berwarna ungu tua. Makanannya adalah Jiwa setiap mahluk, selain itu dia juga mampu menyerap darah para korbannya. Panjang dari kepala hingga ekor mencapai lima meter.
Kekuatannya berada pada tingkat Prajurit Surgawi level 5.
__ADS_1
Sedangkan keempat sosok berjubah itu berada pada tingkat Prajurit Surgawi level 4. Walaupun mereka kalah dalam level, dengan jumlah yang lebih unggul mereka masih mampu mengatasi nya.