
Chapter 62 Menaklukkan Hutan Penguasa(1), Menghajar Raja Kera Emas.
Berita jika Kerajaan Huang, Kerajaan Rubah Bulan, Akademi Pedang Surga dan beberapa pendukungnya akan menyerang wilayah barat, segera menyebar dengan cepat di seluruh wilayah Kerajaan Han dan Kerajaan Long.
Sudah menjadi hal umum jika diperbatasan selalu terjadi peperangan. Namun, peperangan kali ini dalam skala besar. Banyak desas - desus jika kehancuran Klan Ming dan menghilangnya dua Putra Mahkota adalah konspirasi dari Benua Jiuzhou.
Segala kekuatan dari wilayah barat dan wilayah selatan bersatu untuk melawan invasi dari Kerajaan Huang dan Kerajaan Rubah Bulan.
Segala kekuatan mengalir menuju titik pusat yang akan menjadi medan pertempuran. Tempat itu disebut Perbatasan Kematian, dimana setiap hari akan ada 2 atau 3 prajurit yang mati.
Sedangkan Bu Wanmei berada di perbatasan Hutan Penguasa, bersama Loi Annchi. Sedangkan kelima kekasihnya yang awalnya ingin ikut dicegah oleh Bu Wanmei.
Bu Wanmei beralasan jika tenaga mereka sangat dibutuhkan oleh Akademi Langit Abadi untuk menghentikan musuh di Perbatasan Kematian.
Setelah susah payah membujuk keempat kekasihnya dan di bujuk juga oleh Xiao Qiao, akhirnya mereka mengerti. Saat ini Bu Wanmei hanya bersama Loi Annchi untuk menaklukkan Hutan Penguasa.
"Dimana Sun Yao itu berada?" Tanya Bu Wanmei kepada Loi Annchi.
Segera Loi Annchi mengendus keberadaan Raja Kera Emas yang telah dikalahkan Bu Wanmei.
"Dia ada di Gunung 5 Jari." jawab Loi Annchi dengan menunjuk Gunung yang dia maksud.
Segera Bu Wanmei membuka Mata Langitnya, dan memeriksa seluruh wilayah Hutan Penguasa, termasuk tempat dimana Raja Kera Emas berada.
"Hmm... Banyak sekali penghuninya!" gumam Bu Wanmei setelah menghela nafas, saat melihat Hutan Penguasa.
Banyak berbagai binatang buas yang membentuk koloni yang kuat, dan menguasai suatu tempat. Lalu Bu Wanmei melihat Raja Kera Emas yang duduk di kursi singgasana yang terbuat dari batu.
"Sudah ribuan tahun Hutan Penguasa ada, bahkan banyak cerita tentang keberadaan penghuni disana yang kejam, dan tanpa pandang bulu membunuh siapapun yang masuk di wilayahnya!" ucap Loi Annchi yang mengenal Hutan Penguasa.
"Kamu berasal dari Hutan Penguasa ini?" tanya Bu Wanmei dengan melihat wajah kekasihnya.
"Entahlah, dulu sewaktu kecil Penatua Agung yang menemukan aku di hutan ini, waktu itu aku masih usia 3 tahun. Jadi, aku sendiri tidak banyak mengingat dari mana asal ku!" jawab Loi Annchi yang tampak berusaha mengingat masa kecilnya dulu.
__ADS_1
"Tapi kan ada Ras Thunder Bird di Hutan Penguasa ini! Apa mereka bukan keluargamu?" tanya Bu Wanmei yang sedikit heran dengan ucapan Loi Annchi.
"Aku sudah pernah menemui Kepala Suku, tapi dia tidak mengenali aku, sebab ciri-ciri fisik-ku berbeda dari jenis Thunder Bird di Benua Jiang shan ini!" jawab Loi yang sedikit sedih dengan menunduk-kan kepalanya.
Segera Bu Wanmei memeluk kekasihnya.
"Kita akan cari keberadaan keluargamu, aku kira keluargamu berasal dari alam atas." ujar Bu Wanmei.
"Hmm..."
Loi Annchi merasa tenang dengan Bu Wanmei memeluknya, dia hanya menganguk-kan kepalanya.
"Ayo kita temui Raja Kera Emas, dia sudah berjanji akan menjadi bawahanku setelah kalah!" ajak Bu Wanmei.
Loi Annchi yang bahagia hanya menganguk-kan kepalanya.
Mereka berdua segera terbang ke arah Gunung 5 Jari. Kecepatan mereka sangat cepat, walau basis kultivasi Loi Annchi jauh di bawah Bu Wanmei, ia mampu mengimbangi kecepatan tinggi tingkat Saint level 9.
Ya, berkat tubuh bawaan petir, Loi Annchi mampu mengimbangi kecepatan setingkat Peri Benua. Bu Wanmei tersenyum saat melihat kekasihnya yang memiliki kecepatan.
Wushhh...
Bang... Bang... Bang...
Benturan energi Qi segera dirasakan saat ketiga orang itu saling berhadapan. Bu Wanmei tersenyum saat melihat musuh yang dia kalahkan menghadap.
"Kamu kalah, tepati janjimu!" ujar Bu Wanmei kepada Raja Kera Emas.
"Hahaha, siapa yang kalah, kita seimbang! Saat itu kamu juga pingsan!" jawab Raja Kera Emas, ia tidak mau tunduk sebelum benar-benar kalah telak.
Raja Kera Emas melirik Loi Annchi, ia merasakan bahaya yang menindas garis darahnya. Kemudian, para bawahan Raja Kera Emas berdatangan, dan berdiri melayang berjajar disamping Rajanya.
Total mereka berjumlah 10 orang. Kekuatan mereka berada di tingkat Saint level 1 hingga level 4, totalnya ada 4 orang. Tingkat Kaisar berjumlah 3 orang, dan sisanya tingkat Raja.
__ADS_1
Jajaran ini sangat mengerikan jika mereka keluar dari Hutan Penguasa. Sebab itu, tidak ada yang berani memasuki wilayah terdalam Hutan Penguasa. Bahkan Penatua Agung juga tidak berani memasuki wilyah ini.
"Oh, jadi kamu mengelak akan kekalahanmu, padahal saat itu kamu terjatuh terlebih dahulu sebelum aku!," jawab Bu Wanmei yang tahu jika Raja Kera Emas akan mengingkari janjinya.
Bu Wanmei berjalan satu langkah kedepan, dan diikuti Loi Annchi yang siap bertarung dengan bawahan Raja Kera Emas. Melihat musuhnya tidak takut dengan pasukannya, Raja Kera Emas juga maju satu langkah, dan diikuti oleh bawahannya.
"Jika kalian mengikutiku, aku berjanji akan beri kalian kekuatan dan juga merawat kalian selayaknya keluarga besar ku!" lanjut Bu Wanmei berbicara kepada mereka.
Raja Kera Emas tersenyum sinis, demikian juga dengan bawahannya yang tersenyum menghina. Bagaimana mereka percaya dengan ucapan Bu Wanmei, yang notabene-nya seorang anak kecil. Apalagi dia hanya bertarung imbang dengan Raja Kera Emas.
"Bocah, membuat kami menjadi pengikutmu tidak bisa hanya dengan kata-kata! Lihat bangsaku sangat banyak, kekuatan mereka juga tidak kalah dengan Kerajaan Naga!! Lalu dengan kamu berdua dan hanya setingkat Saint, ingin kami tunduk? Dalam mimpimu!? " ucap Raja Kera Emas dengan nada tinggi.
Kerajaan Naga yang dimaksud oleh Raja Kera Emas adalah Kerajaan Long, Penguasa wilayah Selatan. Kerajaan Long merupakan Ras Naga Bumi, salah satu Naga yang juga memiliki kekuatan hebat. Selain itu, karena merasa hebat, mereka juga terkenal sombong, tidak jauh berbeda dengan Ras Phoniex, Ras Rubah dan Ras yang lainnya.
"Oh, jadi harus dengan tindakan...!"
Jawab Bu Wanmei dan tersenyum setelahnya.
Zlappp...
Tiba-tiba Bu Wanmei menghilang dan muncul di depan Raja Kera Emas.
"Fu*ck... " spontan Raja Kera Emas mengumpat saat kaget.
Bukk... Wushhh... Boom...
Bu Wanmei segera memukul perut Raja Kera Emas. Raja Kera Emas terpental kebawah dan menghantam tanah. Tidak berhenti setelah memukul Raja Kera Emas, Bu Wanmei segera menghilang, dan muncul dibelakang bawahan Raja Kera Emas.
Bukk... Bukk... Bang... Boom...
Kecepatan Bu Wanmei tidak bisa diikuti dengan mata telanjang. Bu Wanmei memukuli semua kera, dan tumbang satu per satu. Ledakan menghantam tanah membuat Gunung 5 Jari menjadi bising.
Loi Annchi tercengang dengan kecepatan tinggi kekasihnya. Matanya dan mulut terbuka lebar saat melihat Bu Wanmei memukuli semua pemimpin kera itu.
__ADS_1
"Apa ini kekuatan Saint level puncak!," gumam Loi Annchi. "Tidak, Guru sering berlatih denganku, dan ini bukan tingkat Saint! Jangan-jangan...!" lanjut Loi Annchi saat bergumam dan berpikir jika kekuatan Bu Wanmei bukan berada di tingkat Saint.