God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 168. Meramu Pill.


__ADS_3

Chapter 168. Meramu Pill.


Disaat Raja Long dan Long Wenhua sedang mengingat-ingat tungku tersebut, Excel Shimo segera mengeluarkan Api Surgawi yang telah dimanipulasi menjadi Api Nirwana, dan memanaskan tungku terlebih dahulu sebelum memasukkan semua jenis tanaman untuk membuat Pil Penyegar Indera. Excel Shimo tidak memperdulikan reaksi setiap orang.


Melihat Api Nirwana yang langka, semua orang berseru kagum sekali lagi, penuh dengan rasa iri dan cemburu. Seandainya Wali Benua lemah, sudah dipastikan akan menjadi rebutan para pemimpin.


Setelah tungku cukup panas, Excel Shimo memasukkan satu Daun Hati Murni usia 50 tahun. Daun itu dibakar secara berlahan, agar semua orang bisa melihat dan mengingat apa yang akan dilakukan. Dengan kontrol api yang akurat, secara berlahan daun tersebut mulai mengeluarkan cairan esensi dan kotoran yang menempel pada daun tersebut terbakar.


"Blokir semua indera kalian agar tidak terpengaruh efek Buah Hati Buddha," titah Excel Shimo dengan wajah serius, saat Daun Hati Murni akan seluruhnya menjadi cairan esensi.


Segera semua orang yang dekat dan berada di tribun penonton memblokir semua indera-nya sesuai instruksi Wali Benua. Biarpun begitu masih ada yang tidak mengindahkan ucapan Wali Benua.


"Yang Mulia, segera masukan Buah Hati Buddha yang telah dipersiapkan," pinta Excel Shimo kepada Raja Long.


Seng Huaran ingin menghentikan tindakan Wali Benua, sebab caranya tidak sama dengan ayahnya saat itu. Namun, niatnya ia urungkan, karena ingin mengetahui cara Wali Benua yang sudah berbeda.


"Bukannya harus memisahkan terlebih dahulu esensi sebelum dicampurkan, agar tidak tercampur kotoran jenis tanaman yang lainnya?" tanya Xiao Qiao yang penuh penasaran.


Umumnya setiap Alchemist, setelah mencair salah satu tanaman, mereka akan memisahkan esensi terlebih dahulu, sebelum mengekstrak tanaman jenis yang berbeda. Tujuan jelas, agar tanaman lain yang masih kotor tidak mengotori cairan esensi yang awal.


Raja Long berhenti, sebelum mengeluarkan Buah Hati Buddha seukuran jari kelingking orang dewasa, ia juga ingin mendengarkan penjelasan Wali Benua.


"Justru itu kekeliruan para Alchemist selama ini, disaat telah selesai mengekstrak salah satu jenis tanaman, mereka menyimpannya terlebih dahulu dan berlanjut mengekstrak jenis tanaman lain. Itu sama saja mengurangi khasiatnya, sebab cairan yang seharusnya segar dan panas menjadi menguap," jawab Excel Shimo sambil mengendalikan kontrol api-nya, "Yang Mulia segera masukan!" lanjutnya dengan nada suara serius.

__ADS_1


Segera Raja Long mengeluarkan kotak, dan membukanya. Saat terbuka aroma Buah Hati Buddha menyerukan, dan tercium oleh semua orang. Seketika orang yang tidak melindungi indera-nya, mulai berhalusinasi.


Dengan cepat Raja Long menutup lagi kotak tersebut dan memasukkan daging Buah Hati Buddha kedalam lubang tungku.


Excel Shimo geleng-geleng saat melihat ucapannya tidak dihiraukan sebagian orang. Tanpa peduli dengan reaksi semua orang, Excel Shimo segera membakar secuil Buah Hati Buddha.


Dua tangannya menggerakkan jari-jari saat mengontrol dua jenis tanaman yang berbeda. Semua mata mengamati tanpa berkedip, berharap dapat mengambil pelajaran dari seorang ahli, bahkan berharap mendapatkan pencerahan.


Seng Huaran, Xiao Qiao dan Ming Mei juga sama, kedua mata mereka tidak berkedip. Arena Tarung Satria menjadi hening lagi saat Wali Benua yang serius mengekstrak secuil Buah Hati Buddha, dan bola mata setiap orang bolak-balik melihat Daun Hati Murni dan Buah Hati Buddha.


Kali ini Excel Shimo lebih serius saat daging Buah Hati Buddha sedikit membandel, karena tidak mudah dicairkan untuk dikeluarkan esensi-nya.


Excel Shimo meningkatkan panas api, dan membuat Buah Hati Buddha menggeliat liar. Seng Huaran jantungnya berdebar-debar, sebab kuatir Wali Benua gagal dalam mengontrol api dengan baik.


Dengan susah payah, akhirnya sedikit demi sedikit Buah Hati Buddha mulai jinak, dan mengeluarkan cairan esensi. Disaat tetesan pertama terlihat, aromanya wangi keluar dari ke-empat lubang tungku, dan memasuki hidung semua orang. Kembali sebagai orang terpengaruh efek itu, dengan berbagai macam halusinasi dipikiran mereka.


"Bodoh," gumam Excel Shimo saat kesadarannya mendeteksi adanya gangguan dari penonton yang berada di tribun Arena Tarung Satria, dengan keserakahan yang keluar tanpa disadari.


Segera beberapa orang alchemist melemparkan orang tersebut keluar dari Arena Tarung Satria, dengan raut wajah kesal dan jengkel, sebab telah melewatkan seorang ahli yang sedang meramu pil.


Kembali suasana tenang, dan Excel Shimo telah mengekstrak dua jenis tanaman yang berbeda. Excel Shimo sedikit menghela nafas lega dengan keringat yang menetes.


Segera Xiao Qiao mengusap wajah suaminya dengan sapu tangan, dan tindakannya tidak menyalahi aturan meramu pil, sebab langkah pertama mengekstrak telah berhasil.

__ADS_1


"Terima kasih," ujar Excel Shimo dan tersenyum setelahnya.


Tindakan Xiao Qiao tidak luput dari kedua mata semua orang, terutama Patriark Klan Xiao yang merupakan ayah kandung Xiao Qiao. Patriark Klan Xiao tersenyum bangga melihat Putri menjadi isteri Wali Benua yang super jenius dan dihormati oleh seluruh Benua Jiang Shan.


"Putri kita memang tidak salah memilih, seandainya dulu dia bersama Putra Mahkota Kerajaan Huang, dia mungkin hanya menjadi alat perkembangbiakan bagi Huang Zitao," ujar Patriark Klan Xiao kepada isterinya.


"Untung saja Qiao'er selalu mencari alasan agar menunda pernikahan mereka. Putri yang cerdas," puji Matriark yang memuji kecerdasan putrinya.


"Kita juga tidak bisa berbuat apa-apa, ini semua sudah pengaturan Leluhur kita, beruntung Wali Benua secara tiba-tiba muncul dan mengalahkan keserakahan Kerajaan Huang. Jika tidak, mungkin Putri kita sudah diperbudak oleh Huang Zitao," sahut Patriark Klan Xiao dengan geleng-geleng tak berdaya.


"Yang Mulia, masukan Inti binatang Monster tersebut," perintah Excel Shimo kepada Raja Long, disaat dua jenis cairan esensi telah siap dicampur.


Segera Raja Long mengeluarkan Inti tersebut, dan sekali lagi memasukkan kedalam lubang tungku. Seketika inti tersebut menggeliat saat terkena panas, energi yang besar segera keluar.


Excel Shimo dengan cepat mencampur dua jenis esensi pada inti tersebut, agar energinya tidak terbuang sia-sia. Kali ini semua orang menjadi tegang, nafas melambat dan detak jantung berdebar.


Proses kali ini sangat lambat, sebab tiga jenis berbeda saling bentrok didalam tungku. Selama itu proses penggabungan, Excel Shimo duduk bersila sambil semua jari kedua tangannya tidak henti-hentinya bergerak.


Excel Shimo memejamkan matanya agar lebih berkonsentrasi saat penggabungan dua jenis tanaman dan satu inti monster. Demikian juga dengan orang yang paling dekat dengannya, mereka ikut duduk bersila sambil kedua mata memperhatikan proses penggabungan.


Proses kedua setelah mengekstrak juga sangat penting, sebab proses ini titik dimana ketiga jenis tersebut bisa terbentuk menjadi pil, entah pil berkualitas atau menjadi pil dawan.


(Dawan adalah pil yang tidak memiliki manfaat)

__ADS_1


Sebagian orang yang bukan ahli Alchemist, mereka segera keluar karena bosan dan tidak menarik selain pertarungan. Berbeda dengan mereka yang ahli Alchemist, selalu dengan cermat mengingat semua proses pembuatan Pil Penyegar Indera.


Semua wanitanya Wali Benua dengan setia menunggu dan sekali-kali mengobrol dengan suara lirih, mereka juga ingin belajar cara meramu pil.


__ADS_2