God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 21 Guru Muda, Xiao Qiao


__ADS_3

Chapter 21 Guru Muda, Xiao Qiao.


Pemimpin akademi segera bangkit setelah terduduk lemas, saat melihat informasi milik Bu Wanmei.


"Whahahah... Dewa Dewi memberikan kita keberuntungan..."


Wang Kaibo tertawa terbahak-bahak, dirinya merasa mendapatkan anugerah dari para Dewa Dewi, dengan mengirimkan super jenius di Akademi Langit Abadi.


Sontak semua orang pulih dari keterkejutannya, dan melihat sosok Bu Wanmei dengan penuh pemujaan.


Terutama murid wanita, yang sudah menyatukan kedua tangannya dan menempelkan di dadanya.


Mata mereka berbinar-binar saat melihat Bu Wanmei.


Sedangkan sebagian murid pria menjadi cemburu, iri dan dengki mengetahui bakat baru yang muncul di akademi.


"Pemimpin, kita diberkahi... Hahaha"


Ketua Xiao juga kegirangan dan saling berpelukan dengan pemimpin akademi.


Bu Wanmei terlihat kebingungan dengan reaksi semua orang yang bagi terlihat aneh, sedangkan Ming Li Ling dan Ming Mei sudah memeluk lengannya.


"Kamu benar-benar jenius dari kecil, shi--"


"Bu Wanmei, tidak aku sangka kamu luar biasa!" potong Ming Li Ling saat adiknya hampir keceplosan berbicara.


Setelah pemimpin akademi dan ketua Balai Pekerjaan Umum menenangkan dirinya, dia mendekati Bu Wanmei.


"Bu Wanmei, karena bakatmu yang tidak normal, bagaimana jika kamu menjadi guru di Akademi Langit Abadi? Tidak mungkin dengan bakatmu, kamu menjadi murid inti!" ujar pemimpin akademi kepada Bu Wanmei.


Perkataan pemimpin akademi sekali lagi membuat semua orang tercengang, mereka tidak percaya jika pemimpin akademi memberikan status yang diimpikan banyak murid akademi.


Banyak para guru dan tetua memasuki Balai Pekerjaan Umum, setelah mendengar tawa yang keras dari pemimpin akademi.


"Pemimpin, saya tidak tahu bagaimana menjadi guru, apa tidak bermasalah jika nanti menjadi bahan lelucon banyak murid?" tanya Bu Wanmei dengan menggaruk kepalanya yang tidak paham maksud dari Wang Kaibo.


Wang Kaibo membelai jenggotnya, sambil tersenyum, kepalanya berkali-kali di anggukan. Wang Kaibo memahami maksud perkataan Bu Wanmei.


Semua guru dan ketua yang baru datang mengerutkan keningnya tanda wajah kebingungan.


Mereka masih tidak tahu apa yang baru saja membuat pemimpin akademi tertawa bahagia, apalagi sesaat mereka baru tiba, Wang Kaibo ingin menjadikan pria bertopeng untuk menjadi guru akademi.


"Maaf, Pemimpin. Siapa dia? Kenapa pemimpin menjadikan dia seorang guru?"


Seorang wanita cantik dengan usia 25 tahun datang dan menghampiri pemimpin akademi, sorot matanya menatap tajam kearah Bu Wanmei dengan niat menyelidikinya.


Wanita itu merasa heran dengan tindakan dari pemimpin akademi, karena itu dia bertanya penuh penasaran.


"Hahaha, kalian belum tahu, ya...!," tawa renyah pemimpin akademi mengema di Balai Pekerjaan Umum, saat melihat wajah-wajah guru dan tetua terlihat bingung.


"Ketua Xiao, ceritakan apa yang membuat kita bahagia." pinta pemimpin akademi kepada Ketua Xiao.


Wajah Wang Kaibo begitu ceria dengan senyuman yang terus mengembang, sambil terus membelai jenggotnya.


"Baik, Pemimpin!," dengan senang hati Ketua Xiao bercerita kepada para guru dan tetua yang hadir.


"Dia adalah calon murid baru, namanya Bu Wanmei, sedangkan gadis itu adalah Ming Li Ling, saudarinya Master Mei..." Ketua Xiao menceritakan semua bakat yang dimiliki Ming Li Ling dan Bu Wanmei.


"Apa ... Mustahil ... Mana ada usia 12 tahun sudah berada di tingkat Raja level 9 puncak, apalagi ... !" setelah mendengar semua cerita perihal Bu Wanmei, wanita cantik itu tidak mempercayai ucapan Ketua Xiao.

__ADS_1


"Iya, ini tidak masuk akal, mungkin peti pendeteksi itu sedang bermasalah...!"


Demikian juga dengan para guru dan tetua, mereka juga tidak percaya.


"Hahaha, aku yakin kalian tidak akan percaya! Lihat semua murid yang berada disini, tanyakan pada mereka...!"


Pemimpin akademi tertawa melihat reaksi para guru dan tetua, ia sudah menduga jika mereka pasti tidak akan mempercayai hanya dengan ucapan.


"Benarkah...!" wanita itu masih tidak percaya, dia berjalan mendekati Bu Wanmei yang berdiri berjajar dengan Ming Li Ling dan Ming Mei.


"Guru muda Qiao, jika kamu tidak percaya, kamu bisa mengujinya secara langsung." titah pemimpin akademi kepada guru muda Qiao.


Wanita itu bernama Xiao Qiao dari Klan Xiao di wilayah Kerajaan Long.


Dia termasuk guru muda yang berbakat, dengan usianya menginjak 25 tahun, Xiao Qiao sudah berada pada tingkat Kaisar level 5, dan seorang Alchemist tingkat Grand Master tahap menengah.


Xiao Qiao adalah guru dari Ming Mei, yang mengajarkan Ming Mei tentang alkimia hingga potensinya naik pesat.


Xiao Qiao juga menatap muridnya, hingga membuat Ming Mei dan Ming Li Ling mundur untuk memberikan ruang bagi Bu Wanmei dan Xiao Qiao.


Nama Xiao Qiao sangat terkenal di Benua Jiangshan, dia terkenal karena kejam dengan semua murid.


Tinggi badannya 178 sentimeter, tubuh ramping dan kedua kaki yang panjang. Kulitnya lembut dan putih seperti salju.


Pakaiannya yang dia pakai khusus untuk dibuat oleh dirinya sendiri, yang membentuk lekuk tubuhnya.


Pakaiannya berwarna biru langit, dengan kerah menutupi leher dan terlihat pakaian itu memiliki lubang di dadanya, yang memperlihatkan sedikit celah di kedua gunung kembar Siam nya.


Rambutnya sepanjang bahu, menambah sosoknya yang energik.


Bu Wanmei mengerutkan keningnya, saat Xiao Qiao berniat untuk mengujinya.


"Hmm... Mata kamu indah, dahi kamu unik! Sayangnya, mata kamu terlalu liar...!" Xiao Qiao mendengus senang saat dadanya menjadi perhatian Bu Wanmei, tetapi dia juga menyembunyikan rasa bangganya.


Senyumnya yang indah dan menarik tidak membuat semua orang tertarik, senyuman itu membuat semua orang menelan salivanya.


Semua orang tahu arti di balik senyuman guru muda Qiao.


Xiao Qiao memutari tubuh Bu Wanmei, dia berniat mengukur orang yang akan dia uji.


Bu Wanmei terlihat tenang dan tidak perduli dengan ucapan maupun niat Xiao Qiao.


"Aku akan percaya setelah menguji dirimu, Anak muda!" ucap Xiao Qiao saat berhadapan dengan Bu Wanmei.


"Bibi, percaya atau tidak, itu bukan urusan ku!" jawab Excel dengan ketus dan tidak perduli dengan wanita cantik di depannya.


Mendengarkan balasan Bu Wanmei, sudut bibirnya berkedut, apalagi dirinya yang masih muda dan cantik di panggil bibi. Seumur-umur baru kali ini di panggil bibi, dan terlihat kecantikan dirinya tidak berarti apa-apa bagi Bu Wanmei.


"Gawat, semuanya mundur..." perintah Ketua Xiao kepada semua orang.


Ketua Xiao adalah paman dari Xiao Qiao, dia hafal dengan sifat keponakannya. Semua orang segera menjauhi kedua orang itu, hanya Wang Kaibo yang masih diam sembari menikmati pertunjukan kedua orang itu.


"Kak...!" Ming Li Ling menjadi kuatir saat melihat kekasihnya akan di uji oleh guru muda Xiao Qiao, dia menggoyangkan lengan kakaknya, berharap Ming Mei mau membantu Bu Wanmei.


"Jangan kuatir, aku yakin guruku tidak berlebihan!" jawab Ming Mei dengan menepuk punggung tangan kiri adiknya.


Ming Mei menarik adiknya untuk mundur agar tidak menganggu gurunya untuk menguji Bu Wanmei.


"Apa yang kamu katakan tadi? Coba ulangi!" perintah Xiao Qiao dengan mendekatkan telinganya kanannya di depan Bu Wanmei.

__ADS_1


"Bibi, kamu cantik-cantik tapi tuli...!" jawab Bu Wanmei dengan mendekatkan bibirnya di telinga Xiao Qiao.


Wajah Xiao Qiao langsung memerah saat merasakan nafas Bu Wanmei di telinganya, dia tidak pernah sedekat ini dengan pria manapun, bahkan Ayahnya tidak berani mendekati dirinya.


Mendengarkan ucapan Bu Wanmei, Xiao Qiao menjadi marah dengan mata sudah melototi anak muda didepannya.


Wang Kaibo dan Ketua Xiao menahan tawa, termasuk semua orang yang mendengarkan perkataan Bu Wanmei.


"Apa katamu, aku ... Anak muda...?!" bentak Xiao Qiao yang tidak terima dibilang tuli oleh Bu Wanmei.


Boom...


Wushhhh


Sontak Xiao Qiao menyerang Bu Wanmei dengan kepalan tangannya, setelah melepaskan basis kultivasinya tingkat Kaisar level 5.


Xiao Qiao berniat memukuli kepala Bu Wanmei sekeras mungkin untuk mengganti ejekan Bu Wanmei.


Bu Wanmei segera menghindari pukulan tangan kanan Xiao Qiao, dengan menggeser tubuhnya kesamping.


Bam... Bam


Mereka berdua beradu pukulan dan tendangan, benturan itu menciptakan riak-riak energi.


Semua mata memandang dengan penuh minat dan perhatian, karena jarang sekali melihat pertempuran hebat antar tingkat Raja dan tingkat Kaisar.


Wang Kaibo, Ketua Xiao, para guru dan tetua tercengang, saat melihat Bu Wanmei mampu mengimbangi serang Xiao Qiao yang terkenal ganas.


Yang tidak disadari semua orang, ternyata Penatua Agung juga ikut melihat pertarungan antara Bu Wanmei dan Xiao Qiao.


Bam... Bam...


Xiao Qiao terus-menerus menyerang kepala dan dada Bu Wanmei, tetapi Bu Wanmei selalu saja menangkisnya dengan mudah.


"Teknik beladiri apa yang digunakan bocah ini!,"


Batin Xiao Qiao yang tidak bisa menemukan titik lemah diri Bu Wanmei.


"Fisiknya sangat kuat sekali, apa dia berada pada tingkat fisik Emas?"


Sekali lagi Xiao Qiao membatin, saat kedua tangan dan kakinya merasa kesemutan saat beradu fisik dengan Bu Wanmei.


"Tidak, aku tidak boleh kalah darinya, kekuatan aku jelas jauh di atasnya...!"


Segera Xiao Qiao meningkatkan kecepatannya, dirinya tidak mau kalah oleh bocah yang menjengkelkan ini.


Apalagi banyak orang yang melihat dirinya, Xiao Qiao juga tidak ingin menjadi malu dan merusak reputasinya karena tidak bisa memberikan pelajaran pada bocah menjengkelkan itu.


Wushhhh... Bang... Bang...


Bu Wanmei sekali lagi hanya menangkis semua serangan dari Xiao Qiao, dan belum memberikan serangan balik.


Awalnya mereka berdua bertarung menggunakan kekuatan fisik, tetapi secara berlahan Xiao Qiao menggunakan basis kultivasinya untuk mengalahkan Bu Wanmei.


Wushhhh... Bang... Bang


Hampir saja serangan ganda Xiao Qiao mengenai mengenai Bu Wanmei, jika Bu Wanmei terlambat menangkis lutut Xiao Qiao dengan telapak tangan kanannya.


Sedangkan tangan kirinya menepis kepalan tangan kanan Xiao Qiao.

__ADS_1


__ADS_2