
Chapter 375. Mermaid
Setelah menunggu selama tiga hati tiga malam, akhirnya beberapa istrinya dan keluarga berdatangan. Termasuk Gongsun Ling yang kini terlihat tegar melewati jalur goa dimana tiga sahabatnya menjadi boneka.
Selama tiga hari Excel Shimo banyak membunuh Fiend Spirit, dan dia simpan untuk diberikan kepada istrinya, sebagian dia konsumsi sendiri. Dia juga mempelajari tugu pembuka portal dimensi dan berhasil memahaminya dan mampu membuat sendiri.
Mereka datang terlambat karena setelah mendapatkan pesan dan banyak Batu Formasi dari Excel Shimo, Yang Hua segera membuat banyak pengaturan, dan memberikan Batu Formasi kepada para menterinya.
Empress Spaceship tidak dibawa, karena tidak semua istri Excel Shimo ikut berburu, dan juga untuk digunakan senjata pamungkas jika ada hal tak terduga terjadi.
Excel Shimo segera berbicara tujuannya memanggil mereka dan juga memberikan informasi terkait Fiend Spirit. Awalnya semua orang terkejut dengan tindakan Excel Shimo yang selalu membuat orang kuatir dan juga kagum. Berhubung Excel Shimo di dukung oleh Ras Malaikat, mereka bisa bernafas lega.
Namun, sebelum Excel Shimo memasukkan semua istrinya ke dalam Dunia Jiwa, Yang Hua bertanya. "Suami, kenapa tidak menaklukkan Mahkota Maharaja terlebih dahulu? Baru setelah itu kita berburu!"
Semua orang melihat Excel Shimo dan mengangguk tanda mendukung Yang Hua, sebab perburuan Fiend Spirit pasti membutuhkan waktu lama, apalagi berada di dunia lain. Semua wanita sudah tahu rencana suaminya, dan meyakini jika dengan Pedang Semesta pasti mampu menjinakkannya.
Setelah merenung sebentar, akhirnya Excel Shimo mengikuti rencana Yang Hua, menaklukkan Mahkota Maharaja. Semua orang dia masukan ke dalam Dunia Jiwa.
Kemudian, Excel Shimo menutup pusaran hitam dengan Formasi agar Fiend Spirit maupun pihak Wei Yan tidak bisa keluar, setelah semuanya beres, Excel Shimo segera menuju Laut Selatan.
Saat berada di pesisir pantai, Excel Shimo bertanya keberadaan Mahkota Maharaja kepada Pedang Semesta, tetapi pedang semesta tidak mengetahuinya.
Tanpa petunjuk apapun, Excel Shimo dengan terpaksa mencari secara acak, dia akan mulai dari pusat Laut Selatan terlebih dahulu.
Excel Shimo segera terbang sambil mengaktifkan Mata Langit untuk memeriksa ke dalam Laut Selatan. Laut Selatan juga menyimpan banyak sumberdaya, hampir sama seperti Laut Utara. Perbedaannya Laut Selatan tampak terlihat tenang dan Laut Utara lebih banyak terjadi badai tornado.
Tenangnya Laut Selatan membuat seseorang lengah, dan ini justru lebih berbahaya dari Laut Utara. Ketenangan ini diibaratkan, hening sebelum bencana.
Disaat jarak dari pesisir Laut Selatan baru seribu meter, Excel Shimo merasakan sekilas aura yang kuat dan buru-buru dia berhenti mencari sumbernya, tapi dia tidak menemukan apapun di dalam air.
"Mungkin harus masuk ke dalam laut!" batin Excel Shimo.
Namun sebelum masuk...
Excel Shimo mengunci alisnya saat melihat banyak sinar dari dalam air. Spontan Excel Shimo terbang lebih tinggi untuk menghindar banyaknya sinar yang jelas menyerangnya.
Boom💥... Boom 💥...
Rentetan ledakan menggema dan menghempaskan apapun, air laut yang tenang seketika bergejolak dengan menciptakan banyak pusaran air.
Excel Shimo juga ikut terdorong, dia syok saat merasakan gelombang kejut yang hanya bisa dihasilkan oleh seseorang yang memiliki kekuatan Celestial Supreme.
__ADS_1
"Mengerikan!!" gumam Excel Shimo.
Dia akhirnya tahu kenapa banyak Dewa dan Dewi mati di Laut Selatan, sebab di dalam air tersembunyi banyak kekuatan setingkat Celestial Supreme. Aneh bagi Excel Shimo saat Mata Langit nya tidak menemukan apapun di dalam laut.
"Dengan masuk untuk mengetahui semuanya...!" gumamnya sambil mengaktifkan jubah perang dan semua kekuatannya hingga tingkat Celestial Supreme.
Kemudian, Excel Shimo juga mengeluarkan Pedang Semesta dan mengeluarkan auranya, dia meluncur ke bawah dengan sangat cepat dan saat jarak dari permukaan air 200 meter, kembali banyak sinar menyerangnya.
Kembali ledakan demi ledakan terdengar dan Excel Shimo selalu menghindar dan bermanuver, tampaknya dia tidak diperbolehkan masuk ke dalam laut.
Dengan tekad ingin menaklukkan Mahkota Maharaja, Excel Shimo terus menerus berusaha masuk ke dalam air. Akan tetapi, saat dua ratus meter dari permukaan laut dia kembali di serang berkali-kali, dan kembali di posisi awal yang jarak dari permukaan laut seribu meter.
Akhirnya Excel Shimo memutuskan untuk masuk ke dalam Dunia Jiwa agar bisa masuk ke dalam air laut, dia telah berusaha keras untuk masuk tapi selalu gagal, bahkan dengan aura pedang semesta tidak membuat orang yang menyerangnya ketakutan.
"Tuan, jangan masuk ke dalam Dunia Jiwa, sebab ini ujian yang harus Tuan lewati!" cegah Pedang Semesta, sebelum Excel Shimo masuk.
"Ha! Ujian... Apakah kamu bisa berkomunikasi dengannya?" tanya Excel Shimo yang terkejut dan berharap jika pedang semesta bisa berkomunikasi dengan Mahkota Maharaja.
"Bisa, setelah Tuan mengeluarkan ku, tapi saya tidak diperbolehkan untuk memberitahukan kepada Tuan. Intinya, siapapun yang ingin menaklukkan Mahkota Maharaja, harus melewati banyak rintangan darinya. Jika gagal, berarti tidak layak menjadi pemilik Mahkota Maharaja!" jawab Pedang Semesta dengan tegas.
Excel Shimo menghela nafas berat, saat tahu harus melewati banyak ujian. Ini sama saja ujian hidup dan mati hanya untuk mendapatkan Mahkota Maharaja. Ya, hidup dan mati, di awal saja dia sudah kewalahan.
Jika hanya satu atau dua serangan dari Celestial Supreme, dia masih bisa menanganinya, jika puluhan bahkan ratusan atau mungkin ribuan, maka dirinya hanya tinggal nama saja.
"Tidak bisa, Tuan sudah harus menyelesaikan ujian pertama. Jika Tuan berniat kembali, maka serangannya akan lebih kuat! Dan, jika Tuan ingin terbang lebih tinggi dari seribu meter, tubuh Tuan akan meledak!"
Sekali lagi pedang semesta mencegahnya, dan membuat Excel Shimo terkejut, ternyata dia sudah masuk dalam ujian pertama tanpa dia sadari. Pantas, banyak orang yang tidak bisa kembali hidup-hidup setelah masuk.
"Bukannya dengan memilikimu bisa mempermudah untuk menaklukkan Mahkota Maharaja?" tanyanya yang penuh harapan.
"Iya, dan informasi yang baru Tuan ketahui adalah salah satunya. Biasanya, banyak orang yang ingin menaklukkan Mahkota Maharaja tidak mengetahuinya, mereka tanpa informasi ini dan mati di ujian pertama!"
Jawaban dari pedang semesta memang benar, Excel Shimo beruntung telah memiliki pedang semesta dan mendapatkan informasi tentang ujian. Mau tidak mau, Excel Shimo hanya bisa maju tanpa bisa mundur.
"Baiklah jika harus begini. Pertama, aku ingin tahu. Berapa banyak ujiannya dan apa saja ujian itu?" tanya Excel Shimo.
"Ujian pertama adalah tentang kecerdasan dan tekad, dimana Tuan harus mencari solusi menghadapi serangan yang baru saja Anda alami. Setelah Tuan lolos dan masuk ke dalam air, Tuan dinyatakan lulus! Nanti, saya akan memberitakan ujian selanjutnya."
Pedang Semesta langsung terdiam dan memutuskan koneksi komunikasi telepati. Excel Shimo berulang-ulang menghela nafas, sebab ujian ini tergolong sulit.
"Melawan banyak kekuatan Celestial Supreme ... Dengan kecerdasan... Ini sama dengan melawan musuh tanpa bergerak!" gumamnya dan memejamkan mata.
__ADS_1
Ini ibarat Seni perang, mengatur strategi untuk memperdaya lawan tanpa menimbulkan korban, bergerak seperti angin, tak terlihat tapi bisa dirasakan. Berjalan melewati rintangan dan maju dengan kemenangan.
Excel Shimo membuka matanya. "Memanfaatkan kekuatan lawan...!" gumamnya setelah menemukan solusi.
Segera Excel Shimo menonaktifkan jubah perang dan kekuatannya kembali normal, dan dia turun berlahan hingga jaraknya dari permukaan laut dua ratus meter, dia berniat melawan serangan dengan kekuatan elemen secara alami.
Kemudian, banyak sinar keluar dari dalam laut untuk menyerangnya. Segera Excel Shimo memasang kuda-kuda dengan kaki kanan ke depan dan kedua tangan dia gerakan seperti membentuk lingkaran Yin Yang.
Setelah itu energi elemen angin membentuk lingkaran Yin Yang dibawah kakinya. Disaat sinar mendekatinya, Excel Shimo dengan gerakan lembut menghindari dan menggunakan serangan lawannya untuk menyerang balik.
Ledakan demi ledakan kembali terdengar dimana serangan musuh berbalik menyerang, air laut semakin bergejolak dan Excel Shimo berlahan mulai dekat dengan permukaan air.
Semua orang yang berada di Dunia Jiwa hanya bisa melongo melihat Excel Shimo membalikkan serangan lawan hanya dengan fisik dan gerakan lembut, mereka melihat Excel Shimo seakan-akan menari bersama angin. Serangan lawannya seperti jinak dan mengikuti gerakan Excel Shimo.
"Hebat, benar-benar hebat!" pujian Kaisar Yang Dang melihat begitu mudahnya Excel Shimo menggunakan serangan lawan untuk menyerang balik.
"Ayah, apa yang dilakukan dia?" tanya Yang Hua yang penasaran.
"Dia memanfaatkan kekuatan alam semesta tanpa menggunakan energi dalam diri. Ini adalah seni bertarung dengan membalikkan kekuatan lawan. Tampak sederhana namun mendalam dan sulit untuk diperagakan secara spontan, sebab ini terdiri dari dua kekuatan saling bertentangan seperti Yin dan Yang, namun selaras antara satu sama lain untuk menciptakan satu keseluruhan...!" jawab Kaisar Yang Dang dengan penjelasan panjang.
Yin yang bermakna gelap berkaitan dengan:
Air, Bumi, Bulan, Feminitas, Malam hari.
Yang yang bermakna terang melambangkan:
Api, Langit, Matahari, Maskulinitas, Siang hari.
Dan yang dilakukan Excel Shimo adalah sebagai penyeimbang, sehingga dirinya tidak terkena serangan lawan dan malah membalikkan kekuatan lawan.
Disaat semua orang mendengar penjelasan Kaisar Yang Dang, Excel Shimo telah masuk ke dalam air dan serangan seketika berhenti, laut kembali tenang. Hal pertama yang Excel Shimo lihat adalah banyak wujud setengah manusia dan setengah ikan, mereka adalah Suku ikan duyung (Mermaid) dengan membawa senjata tombak, senjata yang digunakan untuk menyerang Excel Shimo.
Semua Mermaid berjenis jantan mengangguk dan membuka jalan bagi Excel Shimo. Banyaknya Mermaid, paling rendah memiliki kekuatan Prajurit Surgawi dan tertinggi tingkat Celestial Supreme.
Disaat para Mermaid membuka jalan, Excel Shimo melihat seorang wanita berparas cantik dengan membawa senjata Trisula, rambut hitam sepanjang ekornya, kulit lengan terlihat sisik ikan demikian juga dengan lehernya.
Tatapannya lembut dan penuh kasih, auranya seperti seorang ratu, dia tersenyum melihat Excel Shimo yang telah lulus ujian pertama.
"Selamat, telah lulus ujian pertama. Anda orang pertama yang berhasil lolos tanpa terluka. Ujian berikutnya, tentang kejujuran. Anak muda, silakan ikuti aku!" kata Mermaid betina yang tampak seperti ratu mengucapkan selamat dan mengajak Excel Shimo.
Ucapannya sangat tegas dan tanpa basa-basi.
__ADS_1
Excel Shimo pun mengikuti tanpa banyak bicara, tapi di dalam hatinya, dia mengagumi suku ikan duyung akan kekuatannya.
Dia bertanya-tanya, bagaimana cara mereka bisa memiliki kekuatan setingkat ini, kekuatan yang mampu menaklukkan para Dewan Keamanan dengan mudah.