God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 415.


__ADS_3

Chapter 415. Ditolak!


Dengan Formasi Perlindungan setingkat Celestial Supreme, semua orang dengan tenang dan aman sibuk membersihkan kotoran pada tanaman Roh dan obat,


Jin Shou selalu mengawasi semua orang, dia tidak ingin tanaman langka menjadi rusak.


Disaat mereka sibuk, Excel Shimo lagi-lagi mengejutkan semua orang saat mengeluarkan Buah Jiwa dari Pohon Pemangsa Jiwa. Bentuknya seperti kendi berwarna merah, aromanya sangat harum.


"I-ini buah... Buah Jiwa! " ucap Jin Shou dengan tergagap melihat delapan Buah Jiwa diletakan di meja kosong, dia sebagai ahli dan juga Ketua Balai Alkemis jelas mengenalinya.


Putra dan putri Raja Malaikat hanya bisa geleng-geleng mengetahui kekayaan Excel Shimo. Selain kaya, bakatnya tidak mungkin mereka lampaui, satu profesi saja sudah mengagumkan apalagi sekarang...


Lagi-lagi mereka bertiga menghela nafas tak berdaya berhadapan dengan seseorang jenius, mereka yang jenius dibanding dengan Excel Shimo ibarat anak-anak berhadapan dengan orang dewasa


Semua mata wanita berkedip-kedip dengan banyak pertanyaan dan pemikiran, rasa penasaran semakin kuat ingin mengenal sosok Dewa Binatang dari alam lain.


Disaat semua orang banyak pikiran, Excel Shimo dengan santainya memotong satu Buah Jiwa menjadi dua puluh bagian, lalu bijinya dia pisahkan untuk ditanam, dia dengan santainya mengambil satu potong dan memakannya seperti buah biasa.


Jin Shou hampir saja terjatuh saat melihat Excel Shimo tidak menganggap Buah Jiwa berharga, untung saja dia bisa mengendalikan dirinya dan menarik nafas dalam-dalam.


Raja Singa mengaum dan jelas dia meminta bagian, Excel Shimo tersenyum dan melemparkan satu potong Buah Jiwa.


Tiga betina pembuatan onar langsung berebut, mereka mengambil satu potong. Tidak ketinggalan Moon Qiang dengan mata berkedip-kedip melihat Excel Shimo dan meraih satu potong, duo Dewi pun sama dan disusul oleh Dong Jingying mengambil satu.


Ketiga keturunan Raja Malaikat pun kini membuang sikap sopan santun dan ikut mengambil satu potong setiap orang. Jin Shou dan Tsai Li-Liang juga tidak mau ketinggalan mereka mengambil satu potong.


Akhirnya semua Tim Dewi Lou berebut melihat masih ada yang tersisa, hanya tentara Malaikat yang bisanya menelan salivanya.


Excel Shimo sebenarnya juga merasa kasihan melihat banyak orang yang tidak kebagian, tapi dia pasti akan membuatkan banyak pil dan membagi rata.


Kemudian, Excel Shimo meminta Jin Shou memotong tujuh Buah Suci seperti yang dia lakukan tadi, dan semua orang kembali melanjutkan untuk membersihkan kotoran tanaman.


Excel Shimo memejamkan mata sambil memanaskan tungku dengan mengalirkan Api Surgawi dengan tangan kanan, lalu tangan kiri untuk membuat pola-pola tak beraturan, dia ingin membuat Formasi Menyegel tungku, agar saat meramu energi jiwa tidak sampai bocor dan mengurangi kualitas dari pil.


Disaat memejamkan mata dia merasakan pergerakan Fiend Spirit. Terbesit dipikirannya untuk mengundang Fiend Spirit yang terdekat dengan posisinya sekarang.


"Kalian jangan kaget jika akan datang banyak Fiend Spirit, karena aku mengundang mereka untuk dijadikan bahan Pil Penguat Jiwa!" peringatan Excel Shimo kepada semua orang.


Semua orang geleng-geleng, mereka sudah tidak sanggup selalu dibuat terkejut berulang-ulang, baru bertemu sudah seperti ini, apalagi setiap hari bersamanya!


Suara angin bergemuruh, dan tidak berselang lama Fiend Spirit berdatangan dari segala penjuru saat merasakan panggilan jiwa yang berasal dari Excel Shimo.


Sontak semua orang kaget dan gemetaran melihat banyaknya Fiend Spirit yang datang, mereka melihat yang terkuat berada di tingkat Dewa Roh dan terendah di tingkat Master.


"Tenang, mereka tidak akan bisa masuk!" kata Excel Shimo agar mereka tidak kuatir, dia heran melihat reaksi semua orang, padahal sudah diberitahukan terlebih dahulu.


Seperti yang dikatakan Excel Shimo, Fiend Spirit kali ini datang tidak langsung menyerang, tapi berkumpul di belakang Excel Shimo yang masih dekat dengan dinding Formasi, mereka seperti ikan yang siap di tangkap nelayan dan disembelih setelahnya.

__ADS_1


Melihat lagi dan lagi si Dewa Binatang membuat kejutan, semua orang ingin rasanya pulang dan diam di dalam kamar untuk merenungi hidup mereka selama ini; kenapa tidak seperti Dewa Binatang yang usianya belum genap kepala empat sudah melakukan apapun yang tidak bisa orang lain lakukan!


"Kalian berbaris memanjang dan tunggu dengan tenang!" perintah Excel Shimo.


Seperti boneka, Fiend Spirit mengikuti perintah tanpa ada penolakan, mereka berbaris memanjang dengan tubuh melayang, saat berbaris Fiend Spirit seperti semut.


"Hei! Kamu, buat tiga barisan lagi!" perintah Excel Shimo sekali lagi saat melihat antrian Fiend Spirit terlalu panjang.


Kembali Fiend Spirit melakukan apa yang diperintahkan oleh Excel Shimo, jadilah mereka empat barisan yang siap untuk dipanen.


Jin Shou dan Tsai Li-Liang sudah terduduk lemas melihat aksi Excel Shimo yang tidak manusiawi bagi mereka, apa yang dilakukan Excel Shimo seperti memukul kepala mereka dengan palu paling besar saat baru keluar dari rumah. Ini ibarat membunuh tanpa menggerakkan tangan, bagi dua ketua.


Excel Shimo melihat dua ketua duduk lemas hanya tersenyum dan melihat sebagian tanaman telah selesai dibersihkan. Dengan lambaian tangan Excel Shimo menarik banyak tanaman dan memasukkan ke dalam tungku.


Jin Shou dan Tsai Li-Liang segera mendekati untuk mempelajari cara Excel Shimo membuat Pil Penguat Jiwa yang sulit dibuat. Semua orang yang telah selesai membersihkan kotoran tanaman, menyerahkan kepada Jin Shou dan ikut melihat Excel Shimo meramu pil.


Saat Excel Shimo mengeluarkan Api Surgawi, semua orang tampak tidak terkejut, sebab banyak orang di Benua Roh memiliki Api Asyura, sedangkan bangsa Malaikat juga banyak yang memilikinya.


"Mau membuat tingkat apa?" tanya Moon Qiang dengan polosnya.


Sebelum Moon Qiang ditegur karena telah menganggu proses meramu pil, Excel Shimo terlebih dahulu berbicara:


"Tidak terlalu muluk-muluk, aku ingin buat pil tingkat ..., "


Excel Shimo berhenti berbicara, dia sedang memikirkan apakah harus membuat pil bergaris atau tidak! Jika iya, maka akan memicu Kesengsaraan Pil dan pastinya akan mengundang musuh yang belum saatnya ingin dia hadapi.


"Apa! Pil tingkat Kaisar Surgawi ...!" serempak semua orang terkejut.


Excel Shimo geleng-geleng melihat reaksi mereka, padahal dia bilang 'mungkin' di akhir ucapannya. Tidak memperdulikan reaksi mereka yang terkejut, Excel Shimo kembali fokus meramu pil, sebab ini untuk pertama kalinya dia membuatnya dengan bahan utama Buah Jiwa dan kristal Jiwa dari Fiend Spirit.


Suasana begitu hening saat Excel Shimo meramu pil, bahkan binatang dan Fiend Spirit tidak ada yang bersuara. Terlihat wajah Excel Shimo mulai mengeluarkan keringat.


Melihat wajah Excel Shimo berkeringat, Dong Jingying berinisiatif untuk mengusapnya, tapi dicegah oleh Dewi Xuan, sebab akan menganggu konsentrasi Excel Shimo.


.....


Jauh di atas Formasi Perlindungan, tampak empat orang sedang melihat Excel Shimo, dua wanita muda dan dua pria tua. Mereka mengawasi tindakan Excel Shimo yang selalu mengejutkan.


Dua wanita muda itu adalah Bunga Wangi, pemimpin Perguruan Api Asyura dan wakilnya, yang tidak lain adalah ayah dari Xia Jinjing.


Pemimpin Perguruan Api Asyura bernama Yun Shang, saudara tuanya dari beda ayah bernama Xia Chung.


"Jadi dia Dewa Binatang yang kamu ceritakan?" tanya Yun Shang kepada putrinya.


"Benar! Berkat dia aku di selamatkan dari niat buruk ketua Penegak Hukum dan dua orang lainnya. Berkat dia juga aku memiliki cincin roh berwarna hitam. Selama di Hutan Mistik dia selalu melindungi kami!" jawab Yun Shuang dengan antusias, dia mengulangi apa yang pernah dia ceritakan sebelumnya.


Setelah kepulangan dari Hutan Mistik, Bunga Wangi dan timnya langsung menemui ayah dan pamannya, mereka berdua dan timnya menceritakan semuanya dari awal, bahkan kesalahpahaman Excel Shimo yang sempat menculiknya.

__ADS_1


Setelah menceritakan semuanya, Yun Shang dan Xia Chung jelas terkejut ada manusia dari Alam Semesta Kelahiran, apalagi aksinya di Hutan Mistik begitu memukau dan membuat mereka berdua penasaran.


Karena rasa penasaran dan juga ingin mengucapkan terimakasih, Yun Shang dan Xia Chung ingin melihat sendiri pria muda yang membuat putrinya tampak antusias saat bercerita.


Mereka berempat baru tiba sudah melihat aksi Excel Shimo melawan Fiend Spirit dengan mudah, dan kini kini memanggil Fiend Spirit dan diperintah seakan-akan budak, dan terakhir meramu pil di luar dengan keadaan yang tak layak untuk berkonsentrasi.


"Memang manusia yang luar biasa ... Setelah sekian lama, kemampuan mereka masih saja membuat orang berdecak kagum!" pujian Xia Chung kepada Excel Shimo dan Ras Manusia yang dulu pernah ada di Benua Roh.


Yun Shang mengangguk setuju, dia sedang memikirkan ucapan putrinya sewaktu di Perguruan Api Asyura, apa yang dikatakan putrinya tentang permintaan Excel Shimo yang ingin dukungannya.


"Tujuannya dia kesini hanya untuk menghentikan Raja Asyura yang akan menginvasi tempat tinggalnya!" gumam Yun Shang sambil berpikir.


"Iya, ayolah Ayah bantu dia! Kan dia sudah banyak membantu kita berdua!" dengan manja Yun Shuang menggoyangkan lengan ayahnya, berharap mau mendukung.


"Tidak mudah dan tidak sesederhana yang terlihat. Shu-er, kamu tahu maksud Ayah!"


Seketika Yun Shuang cemberut, karena ayahnya menolak untuk mendukung Excel Shimo, orang yang telah membuatnya jatuh hati. Yun Shuang juga paham apa yang dikatakan ayahnya.


"Ayah! " panggil Xia Jinjing kepada Xia Chung dengan menggoyangkan lengan ayahnya.


Namun Xia Chung juga geleng-geleng dan menghela nafas berat, dan Xia Jinjing tahu artinya. Tapi, Bunga Wangi tidak mau menyerah dan terus mendesak ayahnya untuk mendukung keinginan Excel Shimo.


Ya, Yun Shang dan Xia Chung bukannya tidak mau mendukung Excel Shimo maupun takut kepada Raja Asyura. Tapi, ini terkait garis darah keturunan, yang mana keturunan Deity dan Yaksa selalu berkompetisi dalam segala hal. Seandainya Excel Shimo bukan dari Ras Manusia, yang terpenting bukan dari keturunan Deity, kedua sosok penting Perguruan Api Asyura dengan senang hati mendukung Excel Shimo, bahkan merestui hubungan mereka dengan Excel Shimo.



.....


Excel Shimo berhasil membuat Pil Penguat Jiwa tingkat Kaisar Surgawi untuk pertama kalinya. Semua orang kegirangan melihat kesuksesan Excel Shimo, apalagi melihat sepuluh butir pil melayang di dalam tungku.


Aromanya Pil Penguat Jiwa begitu harum dan menenangkan jiwa semua orang, bahkan jiwa mereka merasa dikuatkan hanya dengan mencium aromanya saja.


Tapi, berbeda dengan Excel Shimo, wajahnya tampak tidak puas melihat hasil karya sendiri, sebab pil buatannya tidak sampai pada tahap puncak tapi tahap menengah.


Excel Shimo mendesah karena kecewa, dan berkata:


"Aku gagal!"


"Apanya yang gagal...!"


Spontan Jin Shou menyahut, dia tidak melihat Excel Shimo gagal, Pil Penguat Jiwa dia lihat sudah sempurna, bahkan melebihi ekspektasinya. Jin Shou segera membuka penutup tungku, lalu mengambil sepuluh butir pil dan memeriksanya. Setelah pemeriksaaan, dia tidak melihat ada kegagalan maupun cacat pada setiap Pil Penguat Jiwa.


Semua orang mengerumuni Jin Shou dan ikut melihat hasil karya Excel Shimo, dan memang hasilnya sempurna, mereka melihat Excel Shimo yang kecewa.


Jin Shou geleng-geleng, dia saja sebagai ahli Alkemis masih belum berada di tingkat Prajurit Surgawi dan sudah mengalami kegagalan berkali-kali, sedangkan Excel Shimo... Dia menghela nafas.


"Aku gagal tidak sampai membuatnya ke tahap puncak!" jelas Excel Shimo.

__ADS_1


Dia kembali meramu pil dan targetnya harus pada tahap puncak, tanpa memperhatikan ekspresi semua orang yang melongo...


__ADS_2