
Chapter 468. Membuat Kekacauan!
Liu Hualien, She Qinglin dan Tu Yueyin Mei segera keluar dari Empress Spaceship untuk menemui Raja Han dan Raja Long. Kemudian, Raja Han dan Raja Long membuka sangkar binatang mayat hidup. Lalu Liu Hualien bersama gengnya memerintahkan binatang mayat hidup menyerang target. Liu Hualien dan gengnya mengikuti binatang mayat hidup yang merangsek menuju ke Benua Sihai.
Jing Ehuang segera terbang dengan sangat cepat, dia ingin mengalihkan perhatian musuh disaat binatang mayat hidup mendekati tembok pertahanan mereka...
...****************...
Benua Sihai yang awalnya hanya dihuni binatang buas, kini mendadak ramai dengan prajurit yang sibuk dengan membuat menara turret. Menara turret sengaja dibangun untuk menjadi senjata pertahanan sementara sebelum menguasai Benua Kelahiran.
Di luar tembok pertahanan banyak api unggun berkobar untuk mengusir binatang buas, sebagian prajurit juga berpatroli mengelilingi tembok pertahanan.
Prajurit yang berpatroli merasa gelisah dengan situasi yang tidak pernah mereka alami di Benua Shen Zhou. Mata mereka selalu melihat ke hutan dan wilayah Kekaisaran Shimo yang tampak lengang, hanya ada suara raungan binatang buas didalam hutan.
Sudah malam hari suasana juga hening, tidak ada suara pertempuran maupun kultivator yang selalu membuat onar seperti di Benua Shen Zhou dan dua benua lainnya, suara raungan semakin membuat bulu kuduk berdiri, itulah perasaan prajurit patroli saat tiba di Benua Kelahiran.
"Secara keseluruhan kita unggul dalam kekuatan ... Tapi kenapa firasat ku buruk malam ini!" kata salah satu prajurit patroli kepada rekannya, dia ingin memecahkan keheningan malam saat bertugas bersama sembilan rekannya.
"Firasat buruk mu itu karena terbiasa dengan situasi penghuni Benua Shen Zhou yang selalu aktif siang dan malam. Keadaan ini cukup menguntungkan bagi kita sebenarnya, aku ingin tahu reaksi mereka ketika kita menyerang!" sahut prajurit B sambil jalan bersama mengelilingi tembok pertahanan, dia telah membayangkan saat nanti menyerang membuat banyak orang ketakutan.
Rekannya yang awal berbicara mengangguk, lalu melihat lagi ke arah hutan yang lebat, dia samar-samar merasakan aura negatif. Prajurit itu berhenti dan disusul oleh sembilan rekannya, mereka juga ikut melihat ke hutan.
Lalu didepan mereka berjalan sepuluh prajurit yang juga bertugas patroli yang lain. Salah satu prajurit barisan depan segera menegur.
"Kenapa kalian berhenti, lanjut berkeliling dan jangan sampai pertahanan longgar!"
Akhirnya prajurit patroli kembali berjalan mengelilingi tembok pertahanan setelah ditegur group lainnya, tapi pandangan mereka masih selalu melihat kedalam hutan...
Plok...
Namun, saat baru beberapa langkah, salah satu prajurit merasakan wajahnya kejatuhan sesuatu yang basah, lalu dia mengusap wajah dan mencium aroma kotoran binatang.
"Sialan! Apes sekali aku!" umpatan prajurit patroli yang kejatuhan kotoran burung.
Rekan-rekannya langsung menertawakannya dan sedikit menjauh karena mencium aroma kotoran burung. Seketika prajurit patroli yang kejatuhan kotoran burung tiba-tiba pandangannya menjadi buram.
Tidak hanya satu prajurit yang kejatuhan kotoran burung diwajahnya, tapi semua group prajurit patroli juga kejatuhan kotoran burung. Semua prajurit patroli jelas kebingungan dengan mata menjadi buram.
"Roar!!
Raungan binatang buas bersautan ketika para prajurit patroli pandangannya menjadi buram. Tiba-tiba banyak binatang buas keluar dari hutan dan menyerang para prajurit patroli. Para prajurit patroli yang memiliki kekuatan tingkat Dewa Bumi masih mampu menyerang walaupun pandangannya buram.
Boom... Boom...
Ledakan energi spiritual ketika para prajurit patroli melawan binatang buas yang seperti kesurupan. Prajurit yang membuat menara turret segera berteriak memanggil bantuan.
"Serangan binatang!"
Dewa Utara yang bertugas mengawasi para prajurit tidak peduli, karena dia pikir hanya binatang buas pada umumnya. Dia hanya duduk santai di luar tenda sambil melihat prajuritnya yang bertarung dengan bintang.
"Binatang sepele!" gumamnya dan menenggak arak kesukaannya.
Ledakan terus menggema di luar tembok pertahanan tanpa henti, sebab binatang buas yang seperti kesurupan terus berdatangan. Prajurit yang berada di dalam tembok pertahanan segera membantu rekannya.
__ADS_1
Akhirnya para perwira keluar dari tenda untuk memeriksa situasi yang menganggu istirahatnya. Sedangkan Dewa Utara tetapi tidak beranjak dari tempat duduknya.
Dewa Utara yang memiliki kekuatan tingkat Half Alfa level 15 tetap santai melihat prajuritnya bertarung dengan binatang buas, baginya binatang itu hanya masalah sepele.
Dewa Utara belum tahu jika itu adalah binatang mayat hidup yang tidak takut mati. Setiap cakarnya sangat beracun, demikian juga dengan gigitannya. Setiap kali targetnya terkena cakar dan gigitan yang beracun, maka dalam hitungan tarikan nafas akan berubah menjadi mayat hidup.
Boom... Boom...
Di luar tembok pertahanan semakin intens dengan suara ledakan energi spiritual, dan beberapa prajurit berteriak kepada rekannya yang menyerangnya. Para perwira yang berdiri di atas tembok pertahanan menjadi curiga...
...****************...
Liu Hualien dan gengnya memberikan jempol kepada Jing Ehuang yang berhasil mengalihkan perhatian prajurit patroli yang menjadi sasaran Buah Yang Melegakan.
Mereka berempat bersembunyi dibalik pepohonan dengan menggunakan jubah penyamaran, sehingga para prajurit patroli tidak mengetahuinya.
Kemunculan binatang mayat hidup yang tiba-tiba karena mereka melewati ruang bawah tanah yang dibuat oleh binatang Lili, sebab itu setingkat Dewa Bumi tidak mengetahuinya. Jika melewati hutan jelas binatang mayat hidup yang berjumlah lima ribu mudah diketahui para prajurit.
Dan, para prajurit patroli yang terkena kotoran burung karena perbuatan Jing Ehuang, Buah Yang Melegakan itu yang membuat mata mereka menjadi buram. Setelah itu, baru binatang mayat hidup keluar dari ruang bawah tanah dan menyerang dengan brutal.
"Wow! Hebat sekali kotoran mu bisa membuat mata setingkat Dewa Bumi menjadi buram!" pujian Liu Hualien yang kagum.
Jing Ehuang jelas bangga mendapatkan pujian dengan membusungkan dadanya, sambil sorot mata tajam melihat binatang mayat hidup bertarung dengan para prajurit.
"Hal sepele!" jawabnya dengan acuh tak acuh, padahal dia sedang berbangga diri, "apa kalian mau menyerang mereka dengan Buah Yang Melegakan?" tanyanya dengan nada datar.
Liu Hualien langsung meraih ekor Jing Ehuang dan membantingnya ke tanah. "Siapa juga yang mau kotoran mu!" sungutnya dengan membanting Jing Ehuang.
She Qinglin dan Tu Yueyin Mei tertawa melihat nasib sial Jing Ehuang yang terkena sasaran kemarahan Liu Hualien. Siapa juga yang mau memegang kotoran burung.
"Ampun! Kucing jelek!" teriak Jing Ehuang yang dibanting akibat ulahnya sendiri.
"Siapa yang jelek? Kamu burung menjijikkan pantas untuk dipanggang!" Liu Hualien tidak terima dibilang jelek, dia adalah kecantikan dan kesayangan suaminya, dia mengangkat tangan yang masih memegang ekor Jing Ehuang. Namun tubuh Jing Ehuang tiba-tiba menjadi kecil dan lolos dari cengkeraman Liu Hualien yang akan membantingnya lagi.
Swosh...
"Kamu sama saja dengan suamimu, beraninya memegang ekor kesayangan ku!" protes Jing Ehuang kepada Liu Hualien.
Mereka berdua saling mengejek dan mengumpat. Sedangkan She Qinglin dan Tu Yueyin Mei tertawa. Mereka melupakan jika sedang dalam misi. Sehingga...
Perwira tinggi yang berdiri di atas tembok pertahanan mendengar keributan di dalam hutan, dia membuka Mata Dewa dan terkejut saat ada orang yang sedang ribut dengan burung hantu.
"Kalian tangkap mata-mata didalam hutan!" perintah perwira tinggi kepada anak buahnya.
Segera seratus prajurit keluar dari tembok pertahanan dengan dipimpin oleh perwira menengah...
"Berhenti! Kita ketahuan!" peringatan She Qinglin saat merasakan hawa panas pergerakan lawan menuju ke arahnya.
Jing Ehuang langsung bertengger di bahu Tu Yueyin Mei dan Liu Hualien melihat kearah tembok pertahanan musuh. Terlihat satu perwira menengah dan seratus prajurit terbang dengan cepat kearahnya.
"Tidak masalah ketahuan! Ayo, kita berolahraga sedikit," kata Liu Hualien yang tidak takut dengan kekuatan perwira menengah yang berada di tingkat Dewa Langit.
Liu Hualien jelas tidak takut sebab kekuatannya berada di tingkat Half Alfa level 70, She Qinglin berada di level 65 dan Tu Yueyin Mei berada di level 62. Jing Ehuang sendiri juga kuat, dia berada di tingkat Half Alfa level 50. Pencapaian mereka berkat Excel Shimo yang selalu memperhatikan istri-istrinya agar dengan cepat menjadi kuat.
__ADS_1
"Kita giring mereka semakin kedalam!" rencana She Qinglin yang tidak melupakan kekuatan Huo Tuo.
Liu Hualien dan Tu Yueyin Mei mengangguk dan melesat menjauhi tembok pertahanan. Mereka juga tahu kekuatan musuh yang paling kuat berada di tingkat True Theta level 50.
"Cepat kalian kepungan mereka yang akan kabur!" perintah perwira menengah kepada seratus prajurit.
Segera seratus prajurit menjaga jarak satu sama lain untuk mengurung Liu Hualien dan gengnya...
Sedangkan perwira tinggi hanya melihat sebentar bawahannya dan kembali melihat prajurit yang sedang melawan banyak binatang mayat hidup, dia terkejut saat melihat salah satu prajurit terkena sayatan cakar. Tubuh prajurit itu tiba-tiba mengejang dengan gerakan yang aneh.
Perwira tinggi tersadar jika yang mereka lawan adalah binatang mayat hidup. "Hati-hati! Itu adalah binatang mayat hidup, jangan sampai terkena gigitan maupun cakarnya!"
Peringatan perwira tinggi dengan suara keras kepada prajuritnya yang sedang bertarung. Dewa Utara segera berdiri dan melesat ke tembok pertahanan, dia terkejut melihat ciri-ciri mayat hidup.
"Ledakan kepalanya!" perintah Dewa Utara kepada semua prajurit yang bertarung, "kalian bantu hancur binatang mayat hidup!" lanjutnya kepada prajurit yang berada di dalam tembok pertahanan.
Dewa Utara sudah hafal kelemahan mayat hidup berada di kepalanya, jika kepalanya tidak dihancurkan mayat hidup masih terus menyerang siapa saja yang menjadi targetnya.
Perwira tinggi segera turun tangan, dia mengeluarkan senjata tombak dan merangsek ke dalam pertempuran...
Boom... Boom...
Ledakan makin keras di luar tembok pertahanan. Karena pertarungan itu, perwira menengah dilupakan oleh perwira tinggi.
Dewa Utara teringat jika Benua Sihai ditinggalkan karena serangan mayat hidup, dia menduga jika binatang ini karena terinfeksi oleh Ras Mayat Hidup waktu itu.
Dengan santainya Dewa Utara melipatkan kedua tangan di dadanya sambil melihat prajuritnya membantai binatang mayat hidup. Dewa Utara berpikir, "pantas benua ini tidak dihuni ... Siapa orangnya yang telah menyatukan Benua Sihai, Benua Jiu Zhou?" gumamnya ketika teringat.
Setelah tiga benua menyatu, banyak kekuatan yang mencari keberadaan orang yang mampu menyatukan tiga benua seorang diri, namun sampai kini mereka tidak mengetahui siapa orang tersebut. Seandainya mereka tahu jika orang itu adalah si Dewa Binatang, mungkin Dewa Utara dan yang lainnya tidak akan berani membuat masalah.
Hanya istri Dewa Binatang saja yang tahu jika menyatukan tiga benua adalah mertuanya dengan mengendalikan tubuh Dewa Binatang, bahkan keluarga mereka juga tidak tahu.
Akhirnya lima ribu binatang mayat hidup berhasil dihancurkan, tapi korban di pihak Dewa Utara juga tidak sedikit. Banyak para prajurit menjadi mayat hidup, dan mau tidak mau terpaksa harus dibunuh. Sebagian tembok pertahanan juga hancur karena serangan binatang mayat hidup.
Dewa Utara yang tahu tidak peduli, dia segera kembali ke tempatnya dan kembali meminum arak. Sedangkan perwira tinggi baru teringat dengan bawahan yang mengejar mata-mata langsung menepuk keningnya karena lalai, segera dia melihat kearah hutan dan tidak terlihat lagi pergerakan anak buahnya.
Perwira tinggi berjalan menuju ke dalam tembok pertahanan ingin melapor kepada Dewa Utara, tapi dia langsung berhenti berjalan karena khawatir terkena hukuman jika melaporkan atas kelalaiannya.
Jadi, perwira tinggi mengganggap tidak pernah melihat mata-mata dan juga tidak memerintahkan bawahannya untuk mengejar, lalu dia berteriak keras untuk mengalihkan perhatian Dewa Utara.
"Kalian bakar semua mayat ini dan perbaikan tembok pertahanan!" perintah perwira tinggi, lalu dia melihat kearah Dewa Utara yang masih minum-minum, dia menghela nafas lega.
"Maaf! Kamu menjadi tumbal kemenangan kita!" batin perwira tinggi, "anggap saja kalian mati karena binatang mayat hidup...!" lanjutnya yang masih membatin, dia telah membuat alibi jika nanti dimintai keterangan oleh Dewa Utara.
Sedangkan Liu Hualien dan gengnya tersenyum kemenangan telah berhasil dalam menjalankan misi pertamanya, perwira dan seratus prajurit dengan mudah dikalahkan dengan cepat tanpa menimbulkan keributan.
"Ayo, kembali!" ajak She Qinglin kepada gengnya, setelah melihat binatang mayat hidup telah dikalahkan musuhnya dan beberapa bagian tembok pertahanan telah jebol.
"Tunggu! Kita coba busur yang tidak pernah kita gunakan!" cegah Tu Yueyin Mei yang ingin menggunakan busur yang merupakan satu set dengan Butterfly Gold Robe.
Liu Hualien dan She Qinglin tersenyum dan mengangguk. Lalu mereka mengeluarkan senjata busur dan membidik perwira tinggi dan para prajurit.
"Aku bidik tembok pertahanan mereka. Adik Mei, kamu bidik itu perwira. Adik Lien, kamu ledakan tubuh para prajurit!" She Qinglin membuat pengaturan kepada gengnya.
__ADS_1
Mereka bertiga melepaskan anak panah yang telah mengunci targetnya. Lalu suara siulan anak panah melesat dengan cepat seperti sinar dan...
Boom... Boom... Boom...