
Chapter 368. Infrastruktur Ordo Kegelapan.
Setelah kemenangan melawan musuhnya semua orang bersorak-sorai, dan Excel Shimo memerintahkan untuk mengambil apapun yang berharga di dalam altar, sangat disayangkan jika tidak diambil, sebab dia akan memblokir akses keluar masuk dunia ini.
Kemudian, Excel Shimo mengumpulkan semua pasukan musuh yang berhasil ditangkap maupun yang menyerah, dan pasukan itu dikelilingi pasukan binatang yang haus akan darah dan daging.
"Tentukan pilihan kalian! Menjadi pasukan ku dengan setia atau tidak. Jika tidak, kalian lihat pasukan binatang ku ... Tapi, aku jamin kalian hidup dengan baik jika mengikuti-ku!" kata Excel Shimo kepada pasukan musuh, dan sedikit mengancam mereka.
Kemudian, Kaisar Yang Dang dan ayah Seng Huaran ikut menyakinkan mereka, dan istrinya yang ahli negosiator pun ikut berbicara. Excel Shimo menyerahkan kepada keluarganya untuk merekrut mereka, karena dia tidak ahli dalam bernegosiasi.
Setelah semua pasukan musuh diyakinkan, semua istri Excel Shimo memberikan segel keluarga besar dan meningkatkan kekuatan mereka satu level. Lalu Excel Shimo memerintahkan mereka semua keluar dari dalam altar dan juga menjaga altar dari luar.
Kemudian, Excel Shimo pergi sendiri untuk menyelesaikan dua urusan yang belum dia selesai, yaitu; mencari tahu apa yang dia temukan dengan menyatukan fragmen peta dan sekaligus untuk mendapatkan Mahkota Maharaja di Laut Selatan.
Namun, lagi-lagi istrinya tidak mau ketinggalan termasuk keluarga barunya, sebab mereka tahu jika mengikuti Excel Shimo pasti banyak petualangan yang mendebarkan, dan pastinya menemukan harta melimpah.
Excel Shimo juga tidak bisa menolak mereka, dan dia juga masih bisa melindungi mereka jika ada hal yang tidak terduga terjadi.
Setelah Yang Hua membuat pengaturan, segera mereka berangkat.
Sesuai petunjuk peta, Excel Shimo menuju Laut Utara dengan menggunakan kapal angkasa biasa, dan tidak menggunakan Empress Spaceship yang dia tinggalkan untuk menjaga altar.
Mereka berhenti saat berada di pesisir pantai Laut Utara dan menatap ke dalam lautan yang akan dia tuju. Laut Utara diselimuti kabut beracun dan hanya terdengar gemuruh suara ombak dan angin kencang, kabutnya sangat tebal berwarna putih dan abu-abu.
"Ini akan susah dilewati jika ada racun," kata Bing Nuan.
Semua istri Excel Shimo tersenyum, sebab Bing Nuan masih belum mengenal banyak tentang keluarga barunya. Sebelum Excel Shimo menjawab, Ming Li Ling mendahuluinya.
"Kakak Shui Peiyu dan Suami kita memiliki elemen racun, dan itu nutrisi baginya!"
"Kamu tidak melihat sendiri saat Kakakku di perbatasan Mountain Twins Son waktu itu!" sambung Liu Hualien dengan membalikkan badan untuk melihat Bing Nuan, dia masih terbiasa memanggil kakak kepada Excel Shimo, padahal Liu Hualien sudah menjadi istri.
Excel Shimo terkekeh melihat Liu Hualien dan Bing Nuan masih sering berselisih walaupun sudah di akuinya sebagai istri.
"Tuan, biarkan kami keluar untuk menuntut Anda menuju tempat itu!"
Dibenak Excel Shimo terdengar suara Naga Ular sembilan kepala, dia sedikit heran bagaimana mereka bisa mengetahuinya, dan buru-buru dia mengeluarkan mereka berdua.
"Bagaimana kalian bisa tahu?" tanyanya dengan suara telepati.
"Tuan, kami berdua aslinya berasal dari Laut Utara dan ditemukan oleh Ratu Diao Chin jutaan tahun yang lalu sewaktu kami kecil!" jawab salah satu Naga Ular.
"Oh ... Jadi begitu! Baiklah antar kita kesana, jangan terlalu cepat, aku akan menyerap semua racun disini!" perintah Excel Shimo.
Segera Excel Shimo dan semua orang naik di atas kepala Naga Ular dan sekaligus menyerap kabut beracun di Laut Utara bersama Shui Peiyu.
__ADS_1
Sesuai perintah Dewa Binatang, Naga Ular berenang lambat, dengan mengeluarkan basis kultivasi tingkat Celestial Supreme level satu.
"Walaupun di permukaan air banyak kabut beracun, di dalam laut sangat normal, dan banyak dihuni oleh binatang air yang ukuran besar dan ganas!" alasan Naga Ular kenapa dia mengeluarkan aura kekuatannya.
"Menarik! Berhenti dulu, biarkan kita habiskan semua kabut beracun ini! " perintah Excel Shimo dan dengan segera melayang bersama Shui Peiyu.
Dua Naga Ular tidak mengikutinya dan tetap ditempat menunggu Excel Shimo menyerap. Shui Peiyu dan Excel Shimo saling menempelkan punggungnya dengan merentangkan kedua tangan kedepan.
Di bawah kaki mereka berdua, air mulai membentuk pusaran saat Excel Shimo dan Shui Peiyu menyerap kabut beracun, sedikit demi sedikit pusaran membentuk air tornado dan suara gemuruh badai semakin terdengar.
Setelah waktu satu dupa, Shui Peiyu menerobos dengan mudah hingga berkali-kali, dari Prajurit Surgawi level satu hingga naik lima tingkat. Shui Peiyu tergolong lambat daripada semua saudarinya dalam berkultivasi, sebab dia membutuhkan banyak energi racun untuk meningkatkan kekuatan.
Excel Shimo tersenyum senang melihat istri yang pemalu dan pendiam bisa menerobos dengan cepat, dia sengaja memberikan kesempatan Shui Peiyu untuk menyerap racun semaksimal mungkin.
"Aku sudah cukup dan butuh waktu untuk membiasakan kekuatan baru," ujar Shui Peiyu yang telah menerobos ke tingkat Jenderal Surgawi level satu.
Segera Shui Peiyu menjauhi suaminya dan berkumpul dengan keluarga, tinggal Excel Shimo melayang di atas permukaan air.
Dia dengan rakus menyerap kabut beracun di seluruh Laut Utara.
Setelah waktu satu dupa, Excel Shimo akhirnya menerobos, dan kembali menerobos setelah menghabiskan waktu tiga dupa.
Semua orang yang baru mengenal Excel Shimo dan Shui Peiyu geleng-geleng melihat begitu mudahnya meningkatkan kekuatan seperti diibaratkan minum air.
Kembali Laut Utara menjadi tenang setelah Excel Shimo selesai menyerap semua kabut beracun, kini kekuatan telah mencapai puncak Kaisar Surgawi level 9, dan tidak lama lagi dia akan mencapai Celestial Supreme.
Laut Utara kembali normal seperti laut pada umumnya, kini semua orang bisa melihat dengan mata biasa akan keindahan Laut Utara yang jarang di lewat kultivator.
Setelah kabut beracun menghilang, semua orang bisa melihat dengan jelas begitu kayanya sumberdaya Laut Utara, bahkan lebih kaya dari Benua Shen Zhou.
Banyak pulau-pulau kecil dan besar yang subur, banyak terumbu karang, rumput laut yang langka, mutiara dari kerang dan banyak sekali binatang air yang memiliki komoditas tinggi dan bermanfaat bagi banyak kehidupan.
"Layak menjadi tempat baru, masih alami dan kaya akan energi alamnya!" seru Kaisar Yang Dang dengan kekayaan Laut Utara.
"Benar, ini surga bagi para Alchemist dan Pandai Besi!" sahut ayah Seng Huaran.
"Kita harus jaga tempat ini agar tidak seperti Benua Shen Zhou yang sumberdaya telah menipis!" saran Kaisar Yang Dang.
"Naga Ular akan menjaga tempat ini bagi rakyat yang berprofesi sebagai nelayan, kita juga bentuk Armada Laut untuk menjaga mereka dan mencegah keserakahan para kultivator. Yang Hua akan membentuk Kementerian Maritim dan membagi tugas kepada para raja!" perintah Excel Shimo.
Yang Hua hanya mengangguk paham dan sudah ada di benaknya untuk membentuk Kesatuan Armada Angkatan Laut, apalagi Shu Peijing mendapatkan banyak kapal angkasa dari Jenderal Timur.
Kembali Naga Ular bergerak ke pusat Laut Utara dan menyelam dengan berlahan menuju Palung terdalam dari Laut Utara. Semua orang makin kagum saat melihat kedalaman laut, dimana banyak binatang air raksasa.
Setelah kedalaman mencapai seribu meter mereka dihadapan binatang yang memiliki banyak tentakel, binatang itu adalah monster laut yang disebut Kraken.
__ADS_1
"Tuan, biar saya yang menghadapinya!" pinta Naga Ular.
"Meong...! Hajar sampai menjadi cumi bakar," ujar Liu Hualien dengan semangat, dia ingin memakan cumi-cumi panggang.
Excel Shimo dan beberapa istrinya pindah dan berdiri atas kepala Naga Ular yang muda. Segera kakak Naga Ular menyerang terlebih dahulu disaat Kraken sedang mengulurkan tentakel untuk meraih Naga Ular.
Zplazh...
Sembilan kepala Naga Ular mengeluarkan bola air untuk menyerang tentakel yang ingin meraihnya. Pertarungan mereka sangat sengit, cipratan benturan energi menciptakan pusaran. Naga Ular mengigit tiap tentakel yang akan membelitnya dan membanting nya.
Setelah waktu satu dupa akhirnya Naga Ular meraih kemenangan dan menyeret Kraken yang sekarat. Excel Shimo memberikan Pill Sky sebagai upah jerih payahnya, dan menyimpan binatang air Kraken di dalam Dunia Jiwa untuk di rawat.
Kembali Excel Shimo melanjutkan perjalanan dan setiap beberapa puluh meter selalu dihalangi banyak binatang air, tapi dengan muda Excel Shimo mengalahkan mereka.
Semakin masuk ke dalam pencahayaan juga semakin minim dan untungnya semua orang memiliki Mata Dewa sehingga gelapnya kedalaman lautan tidak berarti.
Saat jarak dua puluh ribu meter dari permukaan laut, akhirnya terlihat Palung terdalam.
Sayangnya banyak binatang monster laut yang lebih mengerikan dari sebelumnya, tapi Excel Shimo meningkatkan kekuatannya hingga ke puncak Celestial Supreme sehingga membuat semua binatang monster laut lari terbirit-birit.
Saat memasuki Palung terdalam, Excel Shimo melihat Formasi Pelindung besar dan bisa dipastikan itu adalah tujuannya. Segera Naga Ular berenang lebih cepat dan berhenti saat berada di depan Formasi Pelindung.
Kemudian, Excel Shimo memerintahkan semua istrinya untuk masuk ke dalam cincin dimensinya bersama semua orang. Setelah semua masuk, Excel Shimo segera memasuki Formasi Pelindung dengan mudah.
Saat masuk di dalam Formasi Pelindung, Excel Shimo mengeluarkan semua orang termasuk dua Naga Ular, dan semua orang terkejut jika di dalam Formasi kering dan seperti halnya daratan.
Banyak gedung tinggi dan memiliki lambang Ordo Kegelapan, banyak juga pepohonan buah Roh, berbagai tanaman obat dan tanaman Roh seperti di ladang.
Excel Shimo juga melihat banyak Boneka Wayang yang tidak aktif, banyak material untuk menempa senjata yang tersusun rapi, banyak kapal angkasa berjajar. Kekayaan luar biasa banyaknya yang dimiliki oleh Ordo Kegelapan, dan bisa dipastikan akan menjadi pertumpahan darah jika diketahui pihak luar.
Setelah Excel Shimo memeriksa semuanya dengan Mata Langit dan aman, Excel Shimo memperbolehkan semua orang untuk menjelajahi seluruh tempat.
"Kalian bisa berkeliling dan kumpulkan semua sumberdaya untuk melawan musuh dimasa depan!" perintahnya.
"Meong!!" Liu Hualien langsung terbang seperti orang kelaparan saat diijinkan untuk berkeliling mengumpulkan banyak sumberdaya, dan disusul saudari-saudarinya.
Excel Shimo berjalan santai menuju lokasi berkumpulnya Boneka Wayang bersama Yang Hua dan Seng Huaran dengan bergandengan tangan dan kedua mertuanya mengikuti disebelahnya.
Kedua mertua sebenarnya ingin ikut mengumpulkan dan mempelajari material langka, namun karena malu dengan menantunya mereka hanya bisa melihat.
"Ayah, kenapa tidak mengikuti yang lainnya?" tanya Excel Shimo kepada kedua mertuanya.
"Kita sudah tuan Nak, dan tidak pantas meniru yang lebih muda!" jawab Kaisar Yang Dang yang beralasan, padahal di dalam hati dia ingin seperti yang lebih muda.
"Sayang sekali--"
__ADS_1
"Tapi jika Menantu yang memaksa, aku pasti tidak akan menolaknya!" potong Kaisar Yang Dang dan langsung terbang bersama ayah Seng Huaran.
Excel Shimo, Yang Hua dan Seng Huaran terkekeh melihat tingkah laku kedua orang tuanya yang seperti anak kecil. "Dengan sumberdaya ini, aku harap Benua Kelahiran tidak akan kalah dengan Benua Shen Zhou!" harapan Excel Shimo dengan memanfaatkan sumberdaya besar milik Ordo Kegelapan sebagai bekal melawan musuhnya.