God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 205. Sudah Diramalkan.


__ADS_3

Chapter 205. Sudah Diramalkan.


Kemudian, Juan Rong memperkenalkan Excel Shimo kepada semua murid akademi, dan penduduk yang berjumlah lebih dari 300 jiwa. Juan Rong juga menceritakan kehebatan Excel Shimo kepada mereka semua, dimana Excel Shimo membantai mayat hidup dengan mudah.


Salah satu murid dalam bernama Tu Gui langsung antusias dan banyak bertanya kepada Excel Shimo. Tu Gui adalah Putra ketiga dari Raja Tu, usianya 19 tahun, berada pada tingkat Kaisar level 3.


"Senior Shimo, saya Tu Gui, murid dalam," ucap Gui Gui yang ingin memperkenalkan dirinya dan mengulurkan tangan.


Tu Gui sangat sopan kepada Excel Shimo dan tidak sungkan memanggilnya dengan sebutan 'senior' walau dirinya lebih tua, sebab Excel Shimo lebih kekuatan darinya.


"Shimo,"


Satu per satu semua murid dan sebagian penduduk juga ikut memperkenalkan diri. Melihat sambutan mereka yang hangat dan ramah membuat Excel Shimo senang, sebab saat di Benua Jiang Shan ia pernah disambut dengan permusuhan, saat baru pernah kali berinteraksi dengan murid.


Sikap ramah setiap murid dan penduduk adalah efek ketakutan dan cemas terhadap Ras Mayat Hidup, karena itu semua kehidupan di Benua Jiu Zhou saling bekerjasama dan menanggalkan statusnya, demi melawan Ras Mayat Hidup.


Jika tidak ada Ras Mayat Hidup, sudah dipastikan sebagian murid dan penduduk akan merasa hebat dan selalu angkuh, seperti yang pernah menjadi musuh Excel Shimo di Benua Jiang Shan, yaitu Cheng Zan Tetua kedua dari Balai Penegak Disiplin Akademi Pedang Surga.


"Ayo, kita segera menuju Kota Xi'an!" titah Juan Rong setelah semua orang selesai berkenalan.


Segera Juan Rong, Excel Shimo dan Tu Gui berjalan paling depan, sedangkan Wang Chong dan Hei Shen berjalan dibelakang penduduk, sisa ke-25 murid dibagi menjadi dua bagian untuk melindungi penduduk di kiri dan kanan.


Mereka berjalan melalui jalan setapak yang biasanya dilewati banyak orang, kanan dan kirinya adalah hutan yang lebat, tidak ada lagi suara kicauan burung dan raungan binatang buas, suasana benar-benar sunyi.


Seandainya jumlah mereka tidak banyak, Juan Rong sudah pasti menggunakan Kapal Angkasa untuk membawa semua orang ke Kota Xi'an, berhubung kapal miliknya hanya bisa menampung dua puluh jiwa, mau tak mau harus berjalan menuju Kota Xi'an yang jaraknya 50 km dari posisi mereka sekarang.

__ADS_1


Saat berada di dalam perjalanan, Tu Gui tidak pernah berhenti berbicara, selalu banyak bertanya tentang apapun kepada Excel Shimo. Dengan kehadiran Excel Shimo, semua orang sedikit lega dan tidak merasakan ketakutan lagi, tapi mereka masih selalu waspada dengan serangan tiba-tiba dari mayat hidup.


"Senior Shimo, kamu bisa begitu hebat di usia muda, sudah pasti memiliki guru yang hebat! Siapa nama gurumu?" tanya Tu Gui dengan rasa penasaran.


Excel Shimo segera memutar otaknya untuk memberikan jawaban, sebab ia sendiri tidak memiliki guru, walaupun saat berada di Benua Jiang Shan ia mendapatkan guru, tapi tidak memberikan banyak pengajaran.


Akhirnya, Excel Shimo memutuskan menggunakan nama gurunya untuk menjawab. "Setelah kedua orang tuaku almarhum, aku dirawat oleh temannya dan sekaligus menjadi guruku hingga sekarang, namanya adalah Qin Bo." jawab Excel Shimo dengan berpura-pura sedih telah kehilangan orang tuanya.


Semua orang tiba-tiba berhenti berjalan dan menatap Excel Shimo dengan rasa penasaran. Excel Shimo melihat wajah-wajah mereka dengan rasa kebingungan, dan sebelum berbicara...


"Marga Qin ... Qin Bo! Apa gurumu seorang Master Pelukis dan kamu berasal dari Benua Jiang Shan? julukan-mu si Bayi Ajaib?" sela Juan Rong dengan banyak pertanyaan.


Spontan Excel Shimo terkejut, saat identitasnya diketahui. "Benar, bagaimana kamu bisa tahu?" tanya Excel Shimo dengan rasa penasaran.


"Horeeee...,"


Sontak semua orang kegirangan dan menyebut Excel Shimo sebagai penyelamat, anak-anak menari, semua pria melompat-lompat bahagia, Juan Rong kini semakin memuja Excel Shimo, kedua tangan terlipat dan menempel di dadanya.


Excel Shimo melongo melihat reaksi mereka yang kegirangan. "Apa yang kalian maksud dengan penyelamat? Dan kenapa kalian begitu senang?" tanya Excel Shimo dengan mengunci kedua alisnya.


"Kamu telah diramalkan oleh Gadis Takdir, untuk datang menyelamatkan Benua Jiu Zhou dari keganasan Ras Mayat Hidup!" jawab Juan Rong mengedip-kedip-kan matanya.


"Haaa!" jelas Excel Shimo terkejut telah diramalkan oleh orang yang bernama 'Gadis Takdir', "salah, aku bukan penyelamat, aku melindungi diriku saja tidak mampu, bagaimana aku bisa menyelamatkan seluruh kehidupan di benua ini!" lanjutnya, jelas ia tidak ingin menjadi penyelamat oleh semua orang.


"Gadis Takdir juga telah meramalkan akan penolakan-mu ...," ucap Juan Rong sambil mengeluarkan sebuah gulungan kain putih, lalu ia membukanya, "lihat ini, Gadis Takdir telah melukis wajah, identitas dan juga semua perkataan-mu ...."

__ADS_1


Sekali lagi Excel Shimo melongo dan tidak bisa berkata-kata lagi, ia melihat lukisan itu yang hampir mirip seperti dirinya, bahkan ucapan penolakan juga telah tertulis.


Semua penduduk makin bersorak-sorai saat Juan Rong telah membuktikan ramalan Gadis Takdir, mereka semakin berharap penuh kepada Excel Shimo.


'Sialan Gadis Takdir itu! Lihat saja jika ketemu, aku akan buat dirimu bertekuk lutut menyembah keperkasaan tongkat sakti-ku. Siapa yang mau menjadi penyelamat, dan lagi kamu juga sembarangan meramal seseorang!?' batin Excel Shimo yang marah dengan orang yang meramalnya.


Gadis Takdir sangat terkenal di Benua Jiu Zhou dengan ramalannya yang bisa dikatakan 99 persen benar dan tepat, bahkan dirinya disebut oleh semua kehidupan di Benua Jiu Zhou sebagai Gadis Takdir Perawan Suci.


Excel Shimo marah, sebab baginya nasib buruk dan baik dan takdirnya bukan ditentukan oleh pihak lain, tetapi dirinyalah yang memutuskan dan pihak lain hanya sebagai pendukung.


Excel Shimo melihat wajah Juan Rong yang penuh pemujaan kepada dirinya, dan kedua matanya berbinar-binar. "Siapa Gadis Takdir itu? Kenapa ucapannya begitu kalian yakini? heran saya ...!" tanya Excel Shimo dengan menggelengkan kepalanya, ia merasa aneh melihat semua orang sangat mempercayai ucapan si Gadis Takdir.


"Jelas kami percaya, ketepatan dalam meramal telah berkali-kali selalu benar dan tepat, bahkan dia pernah ditawari oleh Dewan Keamanan untuk dijadikan Ketua Peramal di Istana Sembilan Surga. Sayangnya, Gadis Takdir menolaknya," jawab Juan Rong.


"Seharusnya kejadian seperti saat ini tidak akan terjadi jika dia mengetahui, tapi nyatanya Ras Mayat Hidup memburu kalian ...!" sindiran Excel Shimo yang masih tidak percaya apa yang dikatakan Juan Rong.


"Ini bukan karena Gadis Takdir yang tidak memberikan peringatan, tapi karena pada waktu itu para pemimpin Benua Jiu Zhou tidak mempercayai, jika Ras yang telah dianggap punah muncul kembali!" jawab Juan Rong dengan di anggukan semua orang, raut wajah senang kini menjadi sedih.


"Nah, seharusnya kalian meminta solusi kepada gadis itu dan pemimpin kalian ...," ucap Excel Shimo dan berhenti berbicara saat kesadarannya mendeteksi adanya pergerakan didalam hutan.


Excel Shimo membuka Mata Dewa-nya dan memeriksa ke dalam hutan. Excel Shimo melihat banyak mayat hidup telah mengepung mereka yang jaraknya masih dua kilometer dari tempat mereka.


Juan Rong mengunci kedua alisnya saat merasakan juga adanya pergerakan di dalam hutan, tidak hanya dia, tapi setingkat Grand Master juga merasakan kedatangan mayat hidup yang jumlahnya mencapai dua ribuan.


Semua murid segera waspada saat merasakan niat pembunuhan yang keluar dari tubuh mayat hidup. Semua penduduk mulai ketakutan dan merapatkan tubuh mereka menjadi satu dengan yang lainnya.

__ADS_1


(Revisi√)


__ADS_2