God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 105 Kekayaan Excel Shimo.


__ADS_3

Chapter 105 Kekayaan Excel Shimo.


Kemudian, Excel Shimo memperlambat kapal impian saat sudah berada di pusat Dunia jiwanya. Sebenarnya, Excel Shimo sudah tahu tempat yang cocok untuk meletakkan Mansion nya, tetapi sengaja ia tidak segera menuju kesana.


Semua wanitanya tak henti-henti selalu terkagum dengan kekayaan suaminya, mereka hanya bisa berseru dan berkomentar saat melihat sesuatu yang unik, aneh dan sangat langka.


"Astagaaa, bagaimana mungkin ada gunung Batu Mistik...," seru Ming Mei saat melihat gunung gundul, dan gunung itu adalah Batu Mistik yang berbentuk mengerucut.


"Heii, lihat itu, itu gunung Batu Kuno...," teriak Han Xing sambil menujukkan kearah sebelah kirinya.


Buru-buru semua wanita pindah kesebelah kiri, dan melihat Batu Kuno berbentuk gunung. Mata mereka berbinar-binar saat melihat Batu Kuno yang langka di Benua Jiang Shan, bahkan di Benua Jiu Zhou dan Benua Sihai.


"Lihat didepan Batu Semesta seperti bukit...," teriak Ming Li Ling saat melihat kedepan.


Buru-buru semua wanita melihat kedepan, dan melihat bukit Batu Semesta. Batu semesta jika ditukar dengan Batu Kuno, bisa mencapai 100 ribu Batu Kuno. Sudah bisa dibayangkan bagaimana ekspresi semua wanita itu.


Semua wanita sampai tidak mampu bernafas lega melihat kekayaan Excel Shimo. Berbeda dengan Excel Shimo yang tampak biasa saja memilik kekayaan.


"Kapal ini sebagian terbuat dari material Batu Kuno, logam paladium dan uranium. Aku sengaja menggunakan logam paladium dan material uranium, karena memiliki fleksibilitas tinggi dan ringan. Selain itu, material Batu Kuno mampu menyerap energi Qi saat diserang musuh," kata Excel Shimo kepada wanitanya.


Spontan mereka melongo setelah mendengar penjelasan Excel Shimo. Umumnya kapal angkasa di Benua Kelahiran menggunakan material kayu Jati yang sangat bagus dan kuat, sebagai lapisannya luar kayu Jati menggunakan logam baja. Lalu logam baja itu dilapisi getah pohon logam agar tidak mudah berkarat, dan juga tahan benturan.


"Pantas jika kamu memberikan 20 Batu Kuno tanpa berat hati," ujar Han Xing yang akhirnya tahu jika suaminya sangat kaya raya.


Excel Shimo terkekeh tanpa menjawab, ia mengendalikan kapalnya menuju sebuah tempat yang sangat indah.


"Disana saja kita tinggal," kata Ming Li Ling saat melihat danau raksasa.


Ditengah danau itu terdapat sebuah pulau yang indah. Terlihat jelas dari dalam kapal Impian lima air terjun.


"Iya, disana saja kita buat tempat tinggal!" dukung Bao Xue yang juga senang memiliki tempat tinggal di tengah air terjun dan dikelilingi danau.


Excel Shimo tersenyum, ternyata pilihan lokasi yang akan menjadi hunian mereka juga disukai oleh kekasihnya. Segera Excel Shimo mengendalikan kapalnya.

__ADS_1


Setelah kapal mendarat, pintu segera terbuka. Semua wanita buru-buru keluar satu per satu. Disaat menginjakkan kaki ditanah, mereka menghirup udara yang sangat segar dan sejuk.


"Wow, energi disini lebih padat hingga tercipta kabut energi Qi Asal Muasal," seru Bao Yu setelah menghirup energi Qi.


"Disini semuanya komplit, tinggal disini selama jutaan tahun aku tidak akan bosan," kata Jing Jiao yang sudah betah tinggal di Dunia Jiwa milik suaminya.


Semua wanita saling berkomentar, memuji keindahan Dunia jiwa. Bahkan mereka enggan untuk kembali ke dunia luar. Semua wanita menyebar dan menikmati indahnya air terjun dan danau.


Excel Shimo hanya tersenyum tanpa bicara, ia berjalan menuju lokasi dimana ia akan mengeluarkan mansion nya. Disaat semua wanita sedang menikmati keindahan alam di Dunia jiwa, Excel Shimo buru-buru mengeluarkan mansion.


Bammm....


Suara keras membentur tanah. Sontak semua wanita kaget, dan membalikkan badan. Mereka tercengang saat melihat gedung berlantai 10. Panjangnya mencapai 2.000 meter dan lebarnya mencapai 1.000 meter.


"Astagaaa...! Bagaimana dia melakukannya?" seru Bao Xue yang selalu dibuat heran dengan perbuatan suaminya yang sudah tidak bisa dipikirkan dengan akal sehat.


"Entah aku harus berkata apa lagi, dalam sehari ini suami kita selalu membuat kita kagum," kata Jing Jiao yang sudah kehabisan kata-kata.


Semua wanita buru-buru mengikuti. Saat mereka masuk, mata mereka segera melihat sekeliling mansion lantai dasar. Mereka juga melihat setiap ruang yang sudah tertulis nama, seperti Ruang Smelting, Ruang Alchemist, Balai Pelatihan, Balai Perpustakaan Umum dan lain sebagainya.


Bentuk didalam mansion melingkar, dan siapa saja bisa terbang saat menuju setiap ruang, dan tidak perlu repot-repot berjalan menaiki anak tangga.


Semua wanita hanya geleng-geleng saat melihat begitu komplit nya mansion milik suaminya. Ada ruang khusus yang sengaja Excel Shimo kunci, yaitu ruang Balai Perpustakaan Khusus, Ruang Persenjataan Khusus dan Ruang Perbendaharaan, dimana ketiga ruang itu menyimpan berbagai macam teknik puncak, senjata diatas tingkat dan kekayaan.


Sebagai gantinya, Excel Shimo sudah membuat Balai Perpustakaan Umum, yang hanya menyimpan teknik tingkat rendah hingga tingkat tinggi, Ruang Persenjataan tingkat Master hingga Dewa Bumi, ruang itu bisa diakses oleh semua orang. Untuk Ruang Perbendaharaan, Excel Shimo sedang mencari kandidat yang cocok untuk mengelola kekayaannya. Semua itu juga saran dari Lotus Bao.


Semua wanita berkeliling hingga lantai 10, dari lantai itu mereka bisa melihat dengan jelas keindahan Dunia Jiwa. Setelah puas, mereka mencari Excel Shimo yang tidak mengikuti mereka.


"Kamu disini ternyata," kata Loi Annchi saat melihat Excel Shimo berada di Balai Perpustakaan Umum.


"Bagaimana, apa kalian sudah memilih kamar tidur?" tanya Excel Shimo setelah tersenyum.


"Sudah, dan kami memilih satu ruang kamar tidur yang sangat besar!" jawab Loi Annchi sambil berjalan mendekati suaminya.

__ADS_1


Excel Shimo mengangkat alis kirinya. "Ruang paling besar! Bukannya itu milikku, dan sudah tertulis namanya, kan!" batin Excel Shimo yang merasa dirinya akan diusir dari kamar pribadinya.


"Hehehe, kami ingin tidur bersamamu, Sayang," ujar Loi Annchi yang terkekeh, ia tahu apa yang dipikirkan suaminya.


"Huff, bukankah banyak kamar yang juga bagus dan mewah!" ujar Excel Shimo pada Loi Annchi, "kalian tetap harus memiliki kamar pribadi, walau kalian ingin tidur bersama." lanjutnya.


"Jangan kuatir, kami sudah memilih di lantai 10," jawab Loi Annchi sambil melihat berbagai teknik di lemari.


"Lahhh, ketemu dia...," suara Ming Li Ling saat melihat Excel Shimo dan Loi Annchi.


Satu per satu semua wanita menuju Balai Perpustakaan Umum, dan melihat berbagai teknik disetiap lemari.


Mereka tidak ada yang berani menyentuh tanpa seijin Excel Shimo.


"Kalian cari teknik budidaya penyerap energi Qi Asal Muasal, cukup kalian berbicara, maka teknik itu akan mendatangi kalian," kata Excel Shimo kepada wanitanya, "ingat, jangan mengigit lebih dari yang bisa dikunyah. Jika kalian berlebihan menggunakan berbagai teknik, kalian juga tidak akan bisa mengeluarkan potensi terbaik dari setiap teknik." lanjut Excel Shimo dengan memberikan peringatan demi kebaikan mereka.


"Mengerti, Suami," jawab mereka serempak. Mereka memahami ucapan Excel Shimo.


"Setelah kalian memilih teknik aktif dan pasif, lanjutkan memilih senjata terbaik yang sesuai dengan kalian inginkan di Balai Persenjataan Umum. Saranku, ambil senjata tingkat Peri Benua, agar tidak mengundang keserakahan orang lain," sekali lagi Excel Shimo memberikan peringatan kepada wanitanya.


"Tenang Sayang, kita mengerti," ujar Loi Annchi saat berbicara dekat dengan telinga Excel Shimo.


"Teknik budidaya Asal Muasal, datang!" teriak Ming Li Ling tanpa menunggu saudarinya.


Salah satu lemari bergetar, dan di rak keempat, ketiga, kedua dan pertama ikut bergetar juga. Lalu empat gulungan segera melesat menuju Ming Li Ling, dan berhenti melayang di depannya.


"Kenapa ada 4 gulungan kitab yang datang?" tanya Ming Li Ling yang bingung, "lalu mana gulungan yang terbaik?" lanjutnya dengan bertanya lagi.


Excel Shimo hanya tersenyum dan tidak memberitahukan bagaimana berucap, semua wanita mendekati Ming Li Ling.


Ketika Ming Li Ling bertanya, salah satu gulungan bergerak maju, dan berhenti di depan tangan kanannya. Lalu, Ming Li Ling meraih gulungan itu. Dengan dua tangan, ia membuka secara berlahan.


(Author : Untuk beberapa bab berikutnya, harap dilewatkan jika usia masih dibawah 18 tahun. Bab berikutnya adalah bab berisiko tinggi pada tekanan bawah sobat semua. Karena itu, jika tidak suka atau masih dibawah umur, harap bijak dalam membaca. Jangan lupa tinggalkan jejak, entah ibu jari, jari kelingking atau apa saja, asal jangan tinggalkan cupang😂. Salam)

__ADS_1


__ADS_2