God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 259. Mengobati Gongsun Ling.


__ADS_3

Chapter 259. Mengobati Gongsun Ling.


Waktu 3 dupa terlewati, secara berlahan Gongsun Ling sadarkan diri dengan membuka matanya secara berlahan. Pertama yang Gongsun Ling lihat adalah langit-langit goa, dan terkejut saat berada pada tempat pribadinya dengan berusaha cepat untuk bangkit.


Namun, fisik mengkhianati, seluruh otot-otot terasa nyeri, dia merasakan sekujur tubuh sakit, akhirnya dia pasrah dan kembali terbaring.


Setelah tenang, Gongsun Ling bertanya pada dirinya sendiri. "Hmm! Dimana ini ...!"


Gongsun Ling memeriksa sekitarnya, dan kedua mata terkunci saat melihat Excel Shimo yang sedang bermeditasi. Seketika baru Gongsun Ling teringat jika dirinya telah terluka parah. Lalu, Gongsun Ling melihat botol obat dan perban disampingnya, dan saat akan mengambil botol obat, dirinya merasakan sakit dan heran dengan kondisi fisiknya lemah, sebab dia seharusnya abadi dan mampu meregenerasi seluruh luka dan organ dalam, asal tidak terkena racun maupun serangan mematikan dari tingkat yang sama.


Dengan menghela nafas berat dan berusaha tenang, dirinya kembali untuk menggapai botol obat, tapi lengannya yang terluka tidak mampu di gerakan dan merasakan sakit yang teramat.


Dengan mendesah berat, Gongsun Ling memejamkan mata dan berpikir. "Jika ini bukan Dunia Ilusi berarti aku berada di dimensi lain ... Tidak mungkin Dunia Ilusi bisa membuat luka tampak nyata ...," gumam Gongsun Ling yang sedang memikirkan tempat dia berada.


"Apa aku boleh mengobati luka-mu?"


Mendengar suara yang akrab, Gongsun Ling segera membuka matanya dan menatap Excel Shimo dengan tatapan tajam ... Karena dirinya tidak mampu mengobati lukanya sendiri, mau tak mau Gongsun Ling memutuskan agar orang yang dia benci tanpa sebab untuk merawatnya.


"Jaga matamu dan jangan berpikiran yang aneh-aneh!" ancam Gongsun Ling yang kuatir Excel Shimo memanfaatkan kondisinya yang terluka dan lemah, "anggap saja aku berhutang!" lanjutnya dengan menahan marah tapi malu.


Dengan mengangkat kedua bahunya tanda tak perduli dengan ancaman, Excel Shimo segera bangkit dan duduk disamping Gongsun Ling. "Aku akan membuka pakaianmu, karena luka cakaran itu sangat dalam!" ijin Excel Shimo sebelum membuka pakaian Gongsun Ling.


"Ingat! Jaga matamu!" sekali lagi Gongsun Ling memberikan peringatan.


Dengan anggukan kepala, Excel Shimo bergeser di kepala Gongsun Ling, dan secara berlahan mengangkat tubuhnya.


"Aduh! Pelan-pelan kenapa!" Gongsun Ling kesakitan saat Excel Shimo mengangkat tubuhnya agar dia bisa duduk.


"Ini sudah pelan, karena seluruh tubuhmu luka parah, kamu jadi kesakitan ..." jawab Excel Shimo yang berada dibelakangnya.

__ADS_1


"Huff!" dengus Gongsun Ling yang tidak bisa membalas perkataan Excel Shimo.


Gongsun Ling melihat dadanya penuh cakaran binatang dan darah segar masih keluar, lengan yang terluka memperlihatkan tulangnya. 'Sangat mengerikan!' hanya itu yang diucapkan dalam benak Gongsun Ling.


Gongsun Ling menjadi malu dengan wajah yang sudah merah, ketika Excel Shimo melihat bahunya yang halus dan putih. Walau penuh luka, tubuh mulus Gongsun Ling membuat pria ingin menidurinya. Excel Shimo menelan salivannya dan memperhatikan lekuk tubuh Gongsun Ling dari belakang.


"Jaga matamu! Mau aku congkel!" ancam Gongsun Ling yang merasakan kedua mata Excel Shimo sedang memperhatikan tubuhnya.


"Aku hanya melihat lukamu, dan bagaimana caranya mengobati dengan menutup mata ..." sanggah Excel Shimo yang tidak ingin membuat Gongsun Ling curiga, padahal ...


Sekali lagi Gongsun Ling mendengus dan tidak bisa menjawab. Secara berlahan Excel Shimo melepaskan semua pakaian Gongsun Ling dan terlihat jelas buah kenyal besar ukuran 36B, pinggang ramping dan padat berisi.


Dengan menggeleng-geleng-kan kepalanya untuk menepis pikiran kotor, Excel Shimo mengeluarkan lagi kain hitam bersih untuk menutupi tubuh Gongsun Ling.


Excel Shimo dengan lembut dan sabar membersihkan luka wanita didepannya, dimulai dari punggung. Gongsun Ling meringis menahan rasa sakit dengan mengatupkan rahangnya. Kemudian, Excel Shimo menaburkan bubuk obat anti pembusukan daging dan pereda nyeri dipunggung Gongsun Ling.


"Hmm!" erang-an Gongsun Ling saat tangan Excel Shimo sedikit menyentuh buah kenyalnya, ketika melilitkan perban untuk menutupi luka.


Excel Shimo tersenyum mendengar suara indah Gongsun Ling, tapi dia memang tidak sengaja menyenggol buah kenyalnya. Setelah selesai menutupi luka dipunggung Gongsun Ling, Excel Shimo secara berlahan membaringkan Gongsun Ling untuk berlanjut merawat luka di dada dan perut.


Gongsun Ling segera memalingkan wajah ke kiri, sebab dia sangat malu Excel Shimo sedikit melihat buah kenyalnya. Wajah Excel Shimo tampak serius saat merawat Gongsun Ling, dan Gongsun Ling sekali-kali melirik kedua mata Excel Shimo yang indah.


'Tampannya!' batin Gongsun Ling yang bisa melihat dengan jelas wajah Excel Shimo dari dekat, 'masih muda sudah menjadi Dewa Langit, memang sangat jenius. Tidak heran jika murid-ku dan Chu Yao bisa dengan mudah menyerahkan dirinya ...!' batinnya mulai goyah lagi.


"Maaf, aku akan membalut itu ... atau kamu sendiri yang membalut luka-mu!" ujar Excel Shimo yang tidak ingin membuat Gongsun Ling berpikiran yang aneh, dia sudah selesai membersihkan luka dan memberikan bubuk obat anti pembusukan daging dan pereda nyeri.


"Aduh!" teriak lirih Gongsun Ling yang ingin menggerakkan tangannya, "kamu saja."


Gongsun Ling pasrah karena tidak bisa membalut lukanya sendiri. Setelah mendapatkan ijin, Excel Shimo mengambil perban dan membuka kain hitam untuk membalut luka Gongsun Ling. Gongsun Ling menutup mata ketika buah kenyalnya terlihat jelas oleh Excel Shimo.

__ADS_1


Dua biji buah kenyal besar dan tampak siap untuk di petik, berwarna merah muda. Sekali lagi Excel Shimo menelan salivannya, dan melilitkan perban kain putih.


Wajah Gongsun Ling makin memerah ketika nafas Excel Shimo bisa dia rasakan, dadanya sudah naik turun, nafas tak beraturan bisa di dengarkan oleh Excel Shimo.


Saat melilitkan perban, biji buah kenyal Gongsun Ling makin membesar tanda dia sudah terang-sang ketika tangan Excel Shimo menyentuh. Tiap kali tersentuh, Gongsun Ling selalu mengeluarkan alunan suara merdu, dan jujur saja, Excel Shimo ingin melahap Gongsun Ling jika tidak mampu menahan diri.


Sebenarnya, Excel Shimo memiliki dua metode untuk pengobatan, tapi sengaja Excel Shimo tidak ingin memakainya. Dua metode itu dari Pil Penyembuh dan Teknik pasif Healing. Tujuannya jelas, agar Gongsun Ling memiliki hutang balas budi.


Setelah selesai, Excel Shimo menutup lagi tubuh Gongsun Ling, dan melihat masih ada luka dibawah perut, dekat dengan lembah surga Gongsun Ling.


"Dibawah perutmu juga terluka ... Kamu sendiri yang mengobati atau ..." sekali lagi Excel Shimo meminta ijin, sebab kali ini jelas Gongsun Ling akan memperlihatkan lembah surganya.


Dengan menghela nafas berat dan berpikir dulu sebelum memberikan ijin, Gongsun Ling memejamkan mata. 'Baru dia satu-satunya pria yang melihat seluruh tubuhku ... Apa aku harus melanggar janjiku sendiri hanya untuk menyerahkan tubuh ini?' batin Gongsun Ling yang penuh kontemplasi.


"Kamu bisa mengobati lukamu sendiri dalam dua hari ini. Aku akan memberikan pil pereda nyeri. Tapi, menunggu selama itu, lukamu akan membusuk karena cakaran binatang mengandung racun!" jelas Excel Shimo ketika tidak mendapat balasan dari Gongsun Ling.


"Hanya kamu satu-satunya pria yang melihat tubuh ini, seandainya aku tidak terluka, kamu sudah aku bunuh!" ungkap Gongsun Ling dengan menahan amarahnya.


Excel Shimo menghela nafas dan menggeleng-geleng-kan kepalanya. "Aku mau bertanggung jawab ... Tapi aku tidak mau kamu terpaksa ... Konsumsi ini dulu!" jawab Excel Shimo yang mudah dipahami ucapan Gongsun Ling, walau dirinya sedikit kesal.


Gongsun Ling membuka mulutnya, ketika Excel Shimo memberikan pil pereda nyeri di mulutnya. Lalu, Excel Shimo mendorong pil itu dengan energi spiritual, agar cepat meredakan rasa sakit pada tubuh Gongsun Ling.


"Aku mencintaimu! Pikiran baik-baik."


Excel Shimo menjauhi Gongsun Ling dan kembali untuk duduk ditempatnya bermeditasi, sengaja Excel Shimo menjauh, agar Gongsun Ling memikirkan ucapannya.


Gongsun Ling melongo ketika Excel Shimo mengungkapkan perasaannya, kedua matanya melihat punggung Excel Shimo tanpa berkedip. Ucapan Excel Shimo yang tulus membuat Gongsun Ling menjadi kebingungan. Sebenarnya, banyak pria yang mengungkapkan rasa cinta kepadanya, tapi Gongsun Ling tidak pernah menerima mereka, sebab ungkapan mereka hanya karena atas dasar n.a.f.s.u.


Tapi, kali ini berbeda, ucapan Excel Shimo yang tulus membuat dirinya ingin menerimanya.

__ADS_1


__ADS_2