
Chapter 160. Mengendalikan Situasi.
Hari ini adalah hari keberuntungan Excel Shimo diatas bencana orang lain, ia telah mendapatkan harta langka dan berharga.
Excel Shimo kembali menuju Istana Kerajaan Long bersama Raja Long dan Long Wenhua.
Sepeninggalnya mereka bertiga Tetua bermata satu dengan Tetua yang lainnya melambaikan tangannya dengan senyuman indah, sebab Harta Kerajaan tidak ada yang berpindah tangan. Sedangkan mereka mendapatkan Buah Hati Buddha yang sangat langka.
Ya, mereka jelas tidak tahu jika Excel Shimo memiliki banyak Buah Hati Buddha. Jika tahu dan telah kehilangan barang yang paling berharga, sudah dipastikan mereka akan mati gantung diri.
"Wali Benua, sebelum kita melanjutkan pembicaraan, alangkah baiknya kita makan siang terlebih dahulu," ajak Raja Long yang masih teringat jika Wali Benua mengeluh lapar, walau dia sendiri tahu jika Wali Benua hanya bercanda.
"Saran yang bagus. Saya senang dengan daging panggang, saya harap ada banyak menu bakaran, asal jangan membakar kenangan indah," jawab Excel Shimo dengan polosnya.
"Hahaha, tentu, tentu. Bisa saja Wali Benua bercandanya," tawa Raja Long sambil merangkul Wali Benua seperti sahabat karibnya.
'Bodoh, semalam adalah kenangan terindah semua wanitamu, seharusnya kamu lihat kamar istrimu, dan lihat lembah surga mereka yang sudah melebar, dan tidak akan terasa lagi saat kamu masuki,' batin Excel Shimo sambil tersenyum dengan keakraban Raja Long.
Xi He dan Lotus Bao sudah tertawa terbahak-bahak mendengar lelucon Tuannya, mereka juga tahu apa yang dimaksud Tuannya.
Sesampainya mereka bertiga di ruang makan, sudah banyak orang yang menunggu mereka.
"Yang Mulia Raja Long, telah tiba...,"
Seorang kasim mewartakan kedatangan Raja Long, saat melihatnya. Segera semua yang hadir di ruang makan berdiri untuk memberikan rasa hormat pada penguasa wilayah.
"Hahaha, jangan terlalu sopan, silakan duduk lagi," tawa Raja Long yang sangat bahagia, dan meminta semua orang untuk bersikap biasa.
Semua orang ikut senang melihat wajah bahagia Raja Long, sudah dapat dipastikan jika Beliau mendapatkan sesuatu yang berharga, dan mereka tahu apa itu.
"Yang Mulia, apa karena Rumput 3 Daun Hati Murni dan Buah Hati Budda?" selidik Ratu Long Xia.
"Sudah pastinya! Perkiraan-ku hasil pertukaran, Yang Mulia paling diuntungkan!," sambung Ratu Huan Jia dengan nada menyindir Raja Long.
Mendengar isterinya berbicara yang tidak menyenangkan, membuat Raja Long tersenyum kecut, dan tidak menyanggah tebakan mereka.
"Bukannya pertukaran ini menguntungkan Yang Mulia, tapi Wali Benua memilih sesuatu yang berbau misteri," bela Long Wenhua kepada Raja Long agar situasi tidak memanas.
__ADS_1
Excel Shimo tersenyum dan menganggukkan saja. Seketika kedua Ratu tersebut terdiam dengan cemberut.
'Kamu hanya boneka, dan payah di ranjang!' batin Ratu Long Xia yang makin membenci Raja Long.
'Nikmati hari indah-mu saat ini. Sebentar lagi, aku akan mengikuti kekasihku,' Ratu Huan Jia juga membatin, ia ingin mengikuti Wali Benua seperti Ratu Han.
"Pagi hari saya belum sarapan, siang ini sebagai gantinya harus porsi doble," celetuk Excel Shimo yang ingin menghangatkan lagi suasana ruang makan.
"Hahaha, silakan menikmati hidangan," tawa Raja Long yang sekali lagi terbantu saat dirinya terintimidasi kedua Ratunya.
Segera semua orang menikmati makan siang yang disediakan oleh juru masak terbaik Istana, dengan pelayan yang selalu melayani semua orang.
"Yang Mulia, sediakan saya ruang khusus untuk meramu pil, jika bisa jauh dari pemukiman penduduk, sebab saya ingin membuat Pil tingkat Dewa Bumi garis tujuh," pinta Excel Shimo setelah selesai mengunyah daging ayam panggang.
Sebenarnya tindakan Excel Shimo bisa dikatakan tidak sopan, berbicara saat makan. Berhubung Excel Shimo adalah sosok terpandang dan disegani, mereka memaklumi. Tetapi masih ada beberapa orang dimeja lain mencibir ketidaksopanan Wali Benua.
Mendengar jika Wali Benua ingin meramu pil tingkat Dewa Bumi garis tujuh, membuat semua orang melongo dan menghentikan makannya.
Mereka terkejut karena meramu pil tingkat Dewa Bumi garis tujuh akan mendatangkan fenomena kesengsaraan pil, sesuatu yang tidak pernah terjadi di Benua Jiang Shan maupun Benua lain.
Yang paling terkejut adalah para Alchemist seperti Seng Huaran, Xiao Qiao, Ming Mei dan para Alchemist kerajaan Long.
Kembali semua orang melanjutkan makan siang mereka dengan menahan banyak pertanyaan dan keraguan di hati setiap orang, terutama Seng Huaran.
Berbeda dengan Raja Long, dan Raja Fung.
Raja Long senang jika kedua Putra Mahkota mendapatkan pil terbaik. Sedangkan Raja Fung sudah mengerti maksud Rajanya, yang ingin memberikan segel keluarga besar.
"Suami, apakah yang kamu katakan tadi nyata atau hanya berusaha meramu pil garis tujuh yang tingkat kesulitannya sangat tinggi, bahkan bisa dikatakan mustahil. Jikalau yang dibuat hanya pil tingkat Saint kebawa itu masih mungkin...!" tanya Seng Huaran yang keceplosan memanggil dengan sebutan 'suami', karena sangat penasaran dengan ucapan Wali Benua benar atau hanya ingin berusaha saja.
Beruntung semua orang lebih fokus dengan apa yang akan dijawab Wali Benua, jika benar apa yang diucapkan Wali Benua, maka sejarah baru akan tercipta bagi dunia Alchemist dan pengetahuan. Excel Shimo tersenyum melihat dirinya menjadi fokus semua orang, sambil membersihkan mulutnya dengan kain bersih.
"Sejujurnya saja, memang saya belum pernah membuatnya, tapi saja yakin 80 persen bisa membuat pil tingkat Dewa Bumi garis tujuh. Saya tahu kalian pasti berpikir saya membual, karena itu lebih baik kita lihat ketika waktunya tiba!" jawab Excel Shimo dengan senyum misterius, dan semakin membuat semua orang penuh antisipasi.
"Saya sangat menantikan hal itu, Wali Benua." sahut Seng Huaran dengan bangkit dari tempat duduknya, sebab Excel Shimo juga berdiri.
"Maaf, saya tinggal terlebih dahulu bersama Paman Fung," pamit Excel Shimo yang ingin segera menyelesaikan semua hal yang sempat tertunda, "Yang Mulia, tolong dipersiapkan segalanya sebelum saya kembali. Saya undur diri." lanjutnya dengan menangkupkan kedua tangan kepada Raja Long, Ratu Kerajaan Long dan semua orang.
__ADS_1
"Segera Wali Benua, saya akan siapkan tempat khusus secepat mungkin," jawab Raja Long sambil membalas sikap hormat Wali Benua, dan semua orang juga mengikutinya kecuali semua wanita Wali Benua.
"Suami, apa kami boleh ikut?" tanya Loi Annchi yang enggan ditinggal lagi, demikian juga dengan semua wanitanya dengan sorot mata berkedip-kedip penuh sihiran.
Melihat mata wanitanya menyerang dengan ganas, Excel Shimo hanya menghela nafas, dan mengangguk kan. Sontak semua wanita kegirangan, dan langsung menghampiri suaminya.
Kedua Ratu Kerajaan Long, Permaisuri, Selir dan semua Putri-putri Kerajaan Long terlihat cemburu dan ingin mengikuti Wali Benua.
Ratu Han yang sudah berada di dekat menantunya, semakin yakin jika semua wanita dari Kerajaan Long ada hubungan khusus, saat melihat tatapan mata mereka.
"Kalau boleh tahu, Wali Benua akan menuju kemana? Maaf keingintahuan saja sulit dibendung, sebab Wali Benua baru tiba disini. Menurut jadwal, Wali Benua meninggalkan Kerajaan Long setelah 3 hari disini," tanya Ratu Long Xia yang terlihat tidak senang Wali Benua buru-buru pergi, walaupun hanya sebentar.
Seketika semua orang mengerutkan kening dengan sikap Ratu Pertama yang tiba-tiba menghalangi tujuan Wali Benua. Tindakan jelas bisa memicu kemarahan siapapun, padahal semua demi kebaikan Kerajaan Long.
"Ra--" Raja Long seketika terdiam saat dirinya akan menghentikan tindakan Ratunya, saat melihat Ratu Long Xia mengangkat tangan kiri agar Raja Long diam.
Melihat situasi dan tahu niat Ratu Long Xia, Excel Shimo segera memutar otaknya agar bisa meredam situasi ini.
"Sejujurnya, Raja Fung belum menemui Guru saya, sebab itu saya ingin mempertemukan Raja Fung dengan Beliau, agar diberi pencerahan untuk bisa mengatasi kemacetan dalam basis kultivasinya. Seandainya Raja Fung mampu menerobos, maka bisa membantu Raja Long memburu Inti Monster peringkat 3. Kalian pasti tahu, jika kekuatan binatang Monster peringkat 3 setara dengan Peri Benua bahkan ada yang kekuatannya setingkat Peri Langit,"
Akhirnya Excel Shimo mendapatkan jawaban tepat dengan sedikit berbohong. Excel Shimo juga mengganti panggilan Paman Fung menjadi Raja Fung, karena ia tidak mau didominasi oleh Ratu Long Xia, walaupun semalam adalah kenangan terindah bagi mereka.
Dalam hati Raja Long dan Long Wenhua sangat gembira dengan bantuan Raja Fung, sebab saat memburu binatang monster peringkat 3 pasti akan banyak korban.
Dengan bantuan Raja Fung korban di pihak mereka bisa diminimalisir.
Demikian juga dengan Ratu Long Xia, Ratu Huan Jia, Permaisuri, Selir dan semua Putri Raja Long kegirangan, pasalnya Raja Long meninggalkan Istana, dan mereka bisa lebih dekat dengan Wali Benua tanpa kuatir lagi, kuatir skandal mereka diketahui publik.
"Maafkan saya yang salah dalam berpikir, Wali Benua. Sebenarnya saya ... ingin lebih mengenal Wali Benua dengan semua pasangan Dao-nya untuk menjalin hubungan baik ... apalagi--"
"Saya memahami dan tidak menaruhnya dalam hati. Nanti Raja Fung dan Yang Mulia bisa bekerjasama memburu binatang monster tersebut, saya harap lebih cepat lebih baik, dan semua sesuai jadwal," potong Excel Shimo saat Ratu Long Xia mulai kesulitan mencari alasan tepat.
Akhirnya semuanya bisa dikendalikan oleh Excel Shimo, tanpa membuat kecurigaan berlebihan kepada semua orang.
Excel Shimo menghilang bersama isterinya, Ratu Han dan Raja Fung dihadapkan semua orang.
"Lihat kamu telah membuat aku malu, dengan terlalu memanjakan semua putramu. Untung saja Wali Benua berhati luas dengan tindakanku yang tidak sopan demi Kerajaan Long...," Ratu Long Xia memarahi Raja Long setelah Wali Benua dan para tamu pergi dari Istana.
__ADS_1
Long Wenhua segera meninggalkan adiknya dengan tersenyum, sudah menjadi hal biasa Raja Long menjadi sasaran kekesalan semua isterinya. 'hahmmm, apa salahku coba!!' batin Raja Long dengan kepala menunduk, setelah menghela nafas pasrah.