
Chapter 158. Ruang Harta Kerajaan, Kulit Pohon Tua(1).
Akhirnya, dengan berat hati dan kesedihan teramat dalam, Excel Shimo memberikan kepada Long Wenhua.
Excel Shimo menghela nafas berat sambil menatap ke langit yang terlihat banyak awan.
Berbeda dengan Long Wenhua, Raja Long dan para Tetua, mereka jelas sangat kegirangan memiliki sesuatu yang lebih langka dari Rumput 3 Daun Hati Murni. Kedua tangan Long Wenhua gemetaran saat menerimanya, bukan karena dingin, tapi mentalnya tidak sanggup menerima sesuatu yang berharga.
Clakk... Bhuzhhh...
Udara dingin segera keluar dari dalam kotak Giok Es saat dibuka, udara dingin itu menyebar hingga radius 500 meter. Terlihat didalam kotak itu Buah Hati Buddha warnanya coklat kemerahan, ukurannya sebesar kepalan tangan orang dewasa. Saat aroma harum Buah Hati Buddha memasuki lubang hidung, semua orang merasakan hatinya tenang dan damai, seperti terbawa arus halusinasi di alam surga.
Clakkk...
Segera Excel Shimo menutup kotak Giok Es, agar tidak membuat mereka terbawa halusinasi yang timbul karena reaksi Buah Hati Buddha. Jika mereka terlalu lama menghirup aroma buah itu, maka mereka akan kehilangan kesadaran, dan jiwa mereka akan diserap oleh Buah Hati Buddha.
"Memanen ini juga memerlukan kekuatan jiwa, tidak sembarangan orang bisa mengambilnya!," tegur Excel Shimo kepada mereka semua yang ceroboh asal membukanya, "cara memanfaatkannya juga tidak semua daging Buah Hati Buddha digunakan, cukup secuil sesuai kebutuhan." lanjutnya dengan tidak menjelaskan secara detail pengaruh menghirup aroma Buah Hati Budda, sebab mereka pasti sudah tahu.
Fungsi kotak Giok Es menjadi wadah Buah Hati Buddha, karena mampu mengawetkan dan juga meredam pengaruh halusinasi yang keluar dari buah itu. Sebenarnya mereka memahami, berhubung karena serakah dan keingintahuan tinggi, Long Wenhua dengan ceroboh membukanya.
"M-maaf Wali Benua, saya hanya ingin mengetahuinya. Jujur saja saya seperti bermimpi disiang hari mendapatkan sesuatu yang mustahil kita dapatkan," jawab Long Wenhua dengan wajah merah karena ditegur anak usia 12 tahun.
"Ini nyata, dan juga hari menjelang siang, aku juga sudah lapar," balas Excel Shimo dengan ketus.
Mereka semakin malu dengan menggelengkan kepala. Sebenarnya setingkat Dewa tidak makan dan minum ratusan tahun tidak akan mati, sebab tubuh mereka setengah abadi. Tingkat kekuatan Surgawi baru bisa dikatakan abadi dan tidak akan mati, asal tidak menemui musuh yang lebih kuat.
"Wali Benua bisa memilih apapun yang sesuai dengan pertukaran ini, tapi saya hanya bisa memberikan waktu dua dupa," kata Tetua bermata satu kepada Excel Shimo.
"Tidak masalah, mari." jawab Excel Shimo tanpa kuatir kehabisan waktu, dengan segera meminta untuk diantar.
__ADS_1
Segera Long Wenhua, Raja Long dan Tetua bermata satu mendampingi Wali Benua, untuk memilih beberapa harta yang tersimpan selama ribuan tahun.
Tetua bermata satu membuka pintu rumah dengan token khusus, sebab rumah itu juga dilindungi formasi. Rumahnya tidak besar, hanya berukuran panjang 5 meter dan lebar 6 meter.
Setelah membuka pintu, Tetua bermata satu segera masuk, dan dalam ruangan itu hanya ada satu ranjang tidur, dua kursi dan satu meja. Tetua itu mengangkat ranjang tidur hingga menempel di dinding, dibawahnya terlihat dua pintu baja hitam.
Setelah Wali Benua, Raja Long dan Long Wenhua masuk, pintu rumah tertutup sendiri. Ketika berada didalam rumah semua orang bisa melihat situasi diluar.
Clakkk...
Tetua bermata satu segera membuka dua pintu baja hitam, dan terlihat ada anak tangga. Segera Tetua itu masuk, dan susul Raja Long, Wali Benua dan Long Wenhua. Setelah semua masuk, dua pintu itu juga tertutup sendiri.
Saat pintu tertutup, setiap dinding menyala obor, dan terlihat jalur anak tangga yang menurun. Mereka semua segera berjalan menyusuri lorong.
"Lorong bawah tanah, tidak jauh berbeda dengan goa Ordo Kegelapan," kata Excel Shimo kepada Xi He dan Lotus Bao.
Setelah mencapai dasar, ada gerbang tingginya mencapai tiga meter, dan lebar sesuai dengan lorong yang memiliki lebar dua meter. Excel Shimo hanya tersenyum, dan mengagumi perlindungan yang begitu rumit.
Bhuzhh...
Gerbang terbuka, angin hangat dan pengap segera terasa. Terlihat sebuah ruang persegi yang cukup luas, dan banyak lemari tua bersusun tiga.
Setiap lemari berjajar rapi, berdebu dan banyak jaring Laba-laba menghalangi jalan. Sudah dipastikan sudah lama tidak didatangkan seseorang. Pencahayaan sangat minimal, hanya ada penerangan beberapa obor. Setelah semua masuk, pintu itu sekali lagi tertutup sendiri.
"Silakan Wali Benua mencari sesuatu yang di inginkan sesuai pertukaran tadi. Waktu hanya dua dupa yang bisa saya berikan," kata Tetua bermata satu yang mengingatkan lagi.
"Mengerti, Senior." jawab Excel Shimo.
Segera Excel Shimo berjalan, sambil melihat Tripod Keberuntungan sebagai petunjuk arah. Raja Long juga mengikuti dari belakang, bukan karena curiga, tapi dia memang tidak pernah masuk.
__ADS_1
Didalam ruang Harta Kerajaan, banyak sekali senjata tingkat Saint, dan beberapa senjata tingkat Peri Alam. Tidak ada Emas maupun Batu Roh, hanya ada beberapa peti Batu Mistik.
Melihat Excel Shimo hanya sekilas melihat dan berjalan lagi secara berlahan, dan berhenti lagi untuk memeriksa salah satu harta, membuat Raja Long gelisah dan kuatir, kuatir jika Wali Benua tidak ada harta yang diinginkan.
Sengaja Excel Shimo melakukan seperti ini, sebab ia sudah mengetahui dimana barang yang dia inginkan, agar tidak membuat kecurigaan yang berlebihan.
"Apa ini barangnya? Kenapa hanya kulit pohon tua, memang sih terlihat unik dan memancarkan aura kuno!," tanya Excel Shimo kepada Xi He, sebab jarum merah penunjuk arah mengarah pada kulit pohon tersebut.
"Benar ini Tuan. Kulit pohon tua ini sebenarnya adalah sebuah teknik, entah teknik apa itu, saya kira indera saya tidak pernah meleset untuk menemukan sesuatu yang berharga dan langka," jawab Xi He dengan percaya diri.
Raja Long juga melihat apa yang dipegang oleh Wali Benua, dan merasa aneh jika Wali Benua memilih kulit pohon tua yang memancarkan aura kuno.
"Itu ditemukan oleh Leluhur Naga Bumi pertama. Waktu itu Beliau menemukan di pesisir Laut Selatan, setelah terjadi pertempuran antara Dewa Ilusi dan Mahkota Maha Raja. Kejadian itu terjadi masa tiga Galaxi sejajar(10.000 hingga 100 ribu tahun silam)-Bulan Hu(bulan Macan atau bulan Maret)-Minggu pertama...," Raja Long menjelaskan perihal sejarah ditemukannya kulit pohon tua tersebut.
Mendengar tentang sejarah lagi, hati Excel Shimo tergelitik ingin mendengar cerita tentang Dewa Ilusi dan Mahkota Maha Raja, berhubung waktu dibatasi niat itu ia tahan.
"Ini unik, menarik dan penuh misteri! Menurut Leluhur Pertama, apa jenis kulit pohon tua ini?" tanya Excel Shimo yang ingin tahu hasil penyelidikan Leluhur Naga Bumi Pertama.
"Beliau tidak mengetahui setelah mempelajari selama tahunan, akhirnya Beliau menyimpan di ruang Harta Kerajaan, berharap generasi mendatangkan bisa mengungkapkan misteri kulit pohon tua ini," jawab Raja Long yang terlihat malu. Malu karena tidak bisa memberikan penjelasan yang memuaskan.
"Hahmmm, berhubung saya menyukai misteri, maka ini saya ambil," Excel Shimo menghela nafas berat, seakan-akan pertukaran-nya tidak layak.
"Apa Wali Benua tidak mencari yang lain, yang lebih berharga?" cegah Raja Long agar Wali Benua tidak salah menukar dan memilih.
"Mungkin bagi orang lain menyelidiki misteri sama saja membuang waktu, tapi bagi saya misteri seperti arah menuju jalan terbuka, memang awalnya buntu ...," jawab Excel Shimo seperti ahli sejarawan saat mengamati kulit pohon tua ini, "saya tetap memilih ini." lanjutnya sambil memasukkan kulit pohon tua kedalam bajunya, padahal disimpan didalam Balai Perbendaharaan di Dunia Jiwa.
"Ahh, terserah Wali Benua," desah Raja Long yang tidak bisa mencegah pilihan Excel Shimo.
Kembali Excel Shimo menuju pilihan kedua. Sama seperti sebelumnya, berhenti untuk melihat, dan kembali berjalan sambil berbicara.
__ADS_1