
Chapter 337. Hari Pernikahan.
Keesokan harinya Ibukota Shimo semakin ramai dengan banyak orang yang berdatangan dari segala penjuru, tujuan mereka ingin ikut merayakan acara akbar dimana Kaisar Shimo menikahi semua istrinya, sekaligus perayaan pengangkatan jabatan bagi semua pemimpin.
Banyak pembicaraan seputar perjalanan Kaisar Shimo dari julukan si Bayi Ajaib, menjadi Wali Benua, lalu melawan serangan senjata dari para Dewan Keamanan, menjadi seorang Dewa yang sah, dan menjadi seorang Kaisar yang membawahi delapan kerajaan.
Tidak hanya nama Excel Shimo yang dibicarakan, semua nama-nama istrinya juga menjadi bumbu dalam bergosip, seperti Ratu Jing Jiao, Ratu Bao Yu, Loi Annchi, Han bersaudari dan masih banyak lagi.
Hanya satu nama yang tidak mereka bicarakan, yaitu mantan Ratu Han, mereka hanya mengenal jika Shu Peijing adalah putri dari pemimpin Sekte Awan Berkabut yang pendiam.
Pagi berganti siang dan siang dilahap malam, semua orang bersorak-sorai saat melihat Kaisar Shimo tiba-tiba muncul di panggung tertinggi, mereka sudah lama menunggu kehadiran Kaisar Shimo. Excel Shimo memakai pakaian model hanfu perpaduan tiga warna, warna merah dominan, dengan warna hitam di bagian tengah yang dilapisi warna emas. Secara garis besarnya pakaian adat pernikahan pada umumnya, hanya sedikit dimodifikasi.
"Panjang umur Yang Mulia Kaisar Shimo."
Serempak semua orang melakukan seremoni termasuk para pimpinan, berdiri dan membungkuk dengan mengucapkan doa. Excel Shimo melambaikan tangannya sebagai balasan, dia juga melihat seluruh mertuanya yang sudah menempati dipanggung keempat, dia sedikit membungkuk kepada mereka sebagai rasa hormat kepada mertuanya. Semua mertuanya membalas dengan mengangkat tangan kanan, lalu Excel Shimo duduk di singgasananya.
Tampak wajah Excel Shimo gelisah menunggu kedatangan calon istrinya. Segera Gongbu Lei Ping memerintahkan asistennya untuk memulai acara awal sebelum kedatangan keluarga Kaisar Shimo dan calon istrinya.
Segera berbagai alat musik dimainkan seperti, Gong, Pan Flute, Erhu, Guzheng, Dizi dan lain sebagainya. Kemudian disusul banyak penari wanita yang muncul dipanggung di depan para pimpinan. Kehadiran para penari wanita semakin memeriahkan awal acara, Excel Shimo yang gelisah akhirnya sedikit bisa tersenyum melihat banyak penari pilihan sedang menghiburnya dan semua orang.
Excel Shimo tiba-tiba merasakan fluktuasi energi kekosongan yang berada atasnya akan terbuka, dia segera berdiri dengan mengangkat tangan kanan agar semua orang berhenti, dan semua orang melihat kearah kemana tatapan Excel Shimo tertuju.
Lalu, suara dengungan terdengar dan kekosongan secara berlahan terbuka, lalu muncul dua pintu gerbang besar berwarna keperakan. Setelah kemunculan pintu gerbang itu, anak tangga dari depan pintu muncul dan turun secara berlahan menuju puncak panggung dimana Excel Shimo sedang berdiri. Kemudian, tiba-tiba muncul dari langit butiran-butiran salju di seluruh wilayah Kekaisaran Shimo, lalu muncul juga banyak bunga berbagai jenis yang harum.
Semua orang tidak ada yang berani berbicara hanya bisa melihat pintu gerbang dan menyentuh butiran salju serta bunga yang berjatuhan dari langit. Kemudian, secara berlahan pintu gerbang terbuka dan keluar cahaya yang menyilaukan mata. Semua mata memicing dengan tangan untuk menghalangi cahaya yang keluar dari pintu.
Excel Shimo kaget saat disebelahnya telah muncul keempat anggota keluarganya, disisi kanan ibu dan ayah, disisi kirinya nenek dan kakek Excel. Tubuh mereka terselimuti kabut dan seperti yang tempo hari mereka katakan, hanya akan datang dengan tubuh kesadaran.
Excel Shimo segera maju dua langkah dan membalikkan badannya. "Ibu, Nenek, Ayah, Kakek. salam!" sapa Excel Shimo dengan membungkuk hingga punggung sejajar, dia memberikan hormat kepada keluarganya.
Mendengar Kaisar Shimo yang membungkuk dan menyapa keluarganya, serempak semua orang melakukan seremoni penghormatan, dengan bersujud kepada kekuatan tertinggi.
"Panjang umur Yang Mulia tertinggi."
"Bangkit." perintah Nenek Excel Shimo yang seluruh tubuhnya dan keluarga tidak bisa dilihat.
Tidak ada yang berani melihat kearah puncak panggung, sebab disaat ingin melihat dengan melirik, jiwa mereka seakan-akan keluar dari tubuhnya, semua orang hanya menunduk dan bahkan ada yang menutup mata.
__ADS_1
"Mereka akan segera keluar, lihatlah semua calon pendamping seumur hidupmu," ibu Excel Shimo berbicara dan melihat kearah pintu gerbang.
Excel Shimo segera membalikkan badan melihat kearah pintu gerbang, detak jantung Excel Shimo berpacu dengan nafas berpacu, dia ingin melihat bagaimana penampilan semua istrinya setelah mendapatkan bimbingan pranikah selama 12 hari.
Semua orang juga kembali melihat kearah pintu gerbang, mereka juga sama seperti Kaisar Shimo, penuh antisipasi dengan perubahan semua wanita yang akan menjadi pasangan Dao seumur hidup.
Tiba-tiba terdengar suara dari dalam pintu gerbang yang mewartakan kedatangan pasangan Dao. Dimulai dari para Selir yang diberi julukan Peri, suaranya begitu menggema di seluruh Kekaisaran dan merdu.
"Peri pasangan Dao Yang Mulia Kaisar Shimo."
Muncul satu per satu Peri hingga berjumlah 240 Peri. Pakaian mereka perpaduan dua warna merah dan putih, gaun memanjang hingga 2 meter, wajahnya tertutup cadar merah, bahkan dengan Mata Langit, Excel Shimo tidak bisa melihat wajah mereka.
Bau wangi semerbak memasuki lubang hidung setiap orang saat kemunculan setiap Peri. Mereka berjalan pelan dan anggun, setiap gerakannya seperti berjalan diatas angin. Kedua mata Excel Shimo tidak berkedip saat melihat Peri pertama berada di depannya.
Peri berhenti di depan Excel Shimo dengan menempatkan tangan kiri memegang tangan kanan yang tertekuk kebelakang, kaki kiri miring ke kiri, kaki kanan sedikit dimundurkan kebelakang dan dengan serempak ditekuk, dia memberikan penghormatan kepada suaminya.
Excel Shimo langsung ingin memeluk istrinya, tapi dihentikan oleh ibu dan neneknya. "Sabar, belum waktunya!" cegah nenek Excel Shimo dengan suara lirih, dia tersenyum melihat cucunya yang sudah tidak sabaran.
Istrinya dibalik cadar tersenyum, senang suaminya terpesona dengannya, dia kembali sedikit berjalan dan berhenti di depan nenek Excel Shimo dengan cara penghormatan yang sama. Nenek Excel Shimo mengangkat tangan kanan untuk merestui.
Peri berlanjut meminta restu kepada kakek Excel, dan kakek Excel mengucapkan kata yang sama, lalu berjalan mendekati ibu dan ayah mertuanya dengan restu yang ucapannya kurang lebih sama.
Setelah semua Selir dengan gelar Peri telah mendapatkan restu, Excel Shimo memberikan cincin emas sebagai bukti ikatan cinta, dia selipkan di jari manis tangan kanan, dan memakaikan mahkota dengan enam berlian berwarna biru.
Kemudian, satu per satu semua Peri duduk dipanggung ketiga, setelah itu kembali suara dari dalam pintu gerbang terdengar lagi untuk mewartakan kedatangan mempelai wanita
"Dewi An Na pasangan Dao Yang Mulia Kaisar Shimo."
Segera An Na yang dulunya seorang pelayan telah menjadi pasangan Dao, kini mendapatkan gelar sebagai Dewi.
Secara berlahan Dewi An Na keluar dari pintu gerbang, berjalan anggun dengan gaun pengantin perpaduan dua warna, merah dan keemasan, wajahnya tertutup cadar merah yang tidak bisa dilihat siapapun.
Dewi An Na melakukan ritual seperti para Peri dan untuk mendapatkan restu dari mertuanya. Lalu keluar satu demi satu, Ming Mei, Ming Li Ling, Loi Annchi, Xiao Qiao, Han Xing, Han Chun, Shu Peijing, Bao Xue, Jing Jiao, Bao Yu, Shui Peiyu, Fang Yin, Chang'e, Da Xia, Seng Huaran, Mu Yu Huang, Xu Qiaofeng, Gongsun Ling, Yang Xiaoping dan semua yang menjadi permaisuri Kaisar Shimo, terakhir yang keluar dari pintu gerbang adalah Dewi Yang Hua.
Dewi Yang Hua auranya lebih mendominasi dari semua istri Excel Shimo, sebagai pemilik garis darah puncak Burung Merak, jelas kecantikan, keanggunan melebihi semua pasangan Dao Excel Shimo.
Semua mata memandang Peri dan Dewi tanpa berkedip saat melihat kecantikan keanggunan mereka. Demikian juga dengan Excel Shimo yang selalu berdecak kagum dengan semua istri, terlebih lagi kepada Dewi Yang Hua.
__ADS_1
Excel Shimo juga memberikan cincin emas yang sama kepada para Dewi-dewi, dan juga memakai mahkota dengan tujuh berlian berwarna merah, mereka segera duduk dipanggung kedua. Anak tangga segera menghilang, demikian juga dengan pintu gerbang kekosongan yang menutup lagi, setelah semua pengantin wanita keluar.
Setelah proses pernikahan yang telah dinyatakan sah, nenek Excel Shimo berbicara kepada cucunya.
"Pilih Dewi Yang Hua dan Dewi Yang Xiaoping sebagai Ratu untuk memimpin semua istrimu!"
Segera Excel Shimo turun menuju panggung kedua, dia berhenti di depan yang Hua yang sudah berdiri dengan mengulurkan tangan kanannya, Yang Hua tersenyum dan menyambut uluran tangan suaminya.
Dengan menggandeng Yang Hua, Excel Shimo menghampiri Yang Xiaoping. Kemudian, mereka berdua berjalan dengan diiringi suara musik dan tepukan tangan, sebab acara sakral pernikahan telah selesai, sekaligus memilih Ratu sebagai pendamping dalam kepemimpinan di Kekaisaran Shimo.
Excel Shimo berjalan dengan Yang Hua memeluk lengan kanan dan Yang Xiaoping tangan kiri. Tampaknya keluarga Excel Shimo sudah memilih dua Ratu untuk menjadi yang pertama, dan tidak ada kecemburuan diantara 498 wanita.
Kemudian, Excel Shimo duduk di singgasananya dengan didampingi dua Ratu. Setelah waktu satu dupa, keluarganya berpamitan untuk kembali ke Alam Kudus.
"Ibu akan menunggumu! Bersabarlah dalam menghadapi segala ujian, dengan hati ikhlas semua ujian akan mudah dilewati."
Excel Shimo memeluk ibunya dengan meneteskan air mata enggan untuk berpisah, apalagi ini hari bahagianya. Kemudian, nenek Excel Shimo juga berpamitan dan sedikit memberikan nasehat.
"Perjalanan roda samsara pada dasarnya sama hanya berbeda prosesnya, tidak hanya kamu yang mengalami tapi semua kehidupan. Teguhkan-lah hati nikmati prosesnya, jika kamu menganggapnya sulit, maka itu akan menjadi sulit, karena alam bawah sadar mu telah mewujudkannya!"
"Saya ingat nasehat Nenek!" jawab Excel Shimo dengan memeluk neneknya.
"Ujian tersulit untuk mencapai puncak adalah memanfaatkan alam bawah sadar, di situ letak segala kekuatan. Berlatihlah selama perjalanan panjang mu!" pesan ayah Excel Shimo dan memeluk putrinya.
Ya, alam bawah sadar adalah sumber segala kekuatan dan pengetahuan, dimana alam bawah sadar merekam semua yang dilakukan oleh orang yang menjadi rumahnya, setelah merekam, alam bawah sadar akan memberikan sesuai keinginan pemilik tubuh.
"Jadi, perkataan lah positif dan berpikiran positif, jika kamu katakan mampu, semuanya akan kamu lampaui, dan sebaliknya! Cucuku, Berhati-hatilah dengan mata dan telinga, itu adalah letak sumber kekacauan!" kakek Excel Shimo juga memberikan nasehat terakhir dengan memeluk cucunya.
Apa yang dikatakan kakek Excel memang benar, sebelum pikiran bereaksi, pasti mata yang terlebih dahulu melihat apapun dan telinga mendengar suara buruk dan baik, kemudian otak pekerja dan hati mengelolanya, jika tidak mampu bersabar dan menahan, mulut akan memberikan ucapan fatal, entah itu baik atau buruk, dari mulut itulah terjadi hukum sebab akibat atau karma.
"Kami akan jemput semua istrimu setelah kamu menaklukkan Alam Semesta Kelahiran!"
Satu per satu semua Dewi dan Peri mengucapkan perpisahan kepada mertuanya. Selama proses itu, tidak ada orang yang tahu apa yang terjadi dipanggung puncak, yang mereka lihat tampak keluarga Excel serta semua pasangan Dao menikmati hiburan. Kemudian, acara pesta akbar dimulai setelah keempat keluarga Excel Shimo kembali.
Excel Shimo menutup matanya dan bersiap untuk menghadapi ujian terberatnya. Kedua Ratu ikut merasakan kegelisahan segera memegang tangan suaminya yang sedikit gemetaran, mereka tahu ujian suaminya tidaklah mudah.
Ujian seperti apa yang akan dialaminya? Eksistensi seperti apa yang akan dihadapi oleh Excel Shimo? ... Perjalanan berikutnya yang akan menjawab ... !
__ADS_1