God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 88 Hutan Logam.


__ADS_3

Chapter 88 Pertempuran 4 Kerajaan(3), Hutan Logam.


Melihat pasukan Naga Tanah yang dipimpin oleh Long Rou, Raja Yue Hu menjadi gelisah, pasalnya pasukan serigala adalah pendukungnya.


Dengan berdiri, Raja Yue Hu melihat pasukan ular dari Klan She dan pasukan Kelelawar pemangsa darah dari Sekte Bulan Merah. Namun, ia duduk kembali saat Guang Ru menepuk bahunya.


"Tenang saja, setelah langit gelap, kita akan melancarkan serangan balasan," kata Guang Ru yang seolah-olah dirinya mampu mengendalikan situasi saat ini.


Raja Yue Hu hanya menghela nafas, dan kembali melihat medan pertempuran. Tapi kegelisahannya tidak mereda, malah makin kuat. Entah kenapa kali ini dia merasakan firasat buruk, padahal dia didukung banyak kekuatan.


"Kamu tidak usah kuatir," ujar Raja Huang sembari melihat pasukan Burung Biyi dari Klan Biyi, "Jenderal Senior, giliranmu membantu Jenderal Barat yang kuwalahan, pimpin 100 ribu pasukan." perintah Raja Huang yang masih percaya dengan kemenangan pihak mereka.


"Laksanakan, Yang Mulia."


Dengan seringai kejam, Jenderal Senior yang bernama Biyi Tao segera terbang menghampiri pasukannya.


"Saatnya kita bergerak. Tunjukkan, jika kita bukan hanya burung yang cantik," kata Biyi Tao kepada pasukannya.


Burung Biyi selalu hidup berdampingan dengan pasangan, mereka terkenal dengan kesetiaannya. Sejak lahir burung Biyi sudah memiliki pasangan sebagai pelengkap fisik mereka. Sebab itu, mereka tidak ada yang mencari pasangan lainnya.


Segera tubuh mereka berubah menjadi lebih besar. Bentang sayap mencapai 4 meter. Kepala dua, satu jantan dan satu betina. Memiliki 8 ekor, bulu-bulu mereka berwarna-warni. Burung Biyi mampu menyemburkan elemen api dan air secara bersamaan.


Melihat jika pasukan udara pihak musuh akan bergerak, Raja Long dan Raja Han terlihat mulai kuatir, sebab pasukan mereka hanya unggul di darat.


Penatua Agung dan Wang Kaibo juga mulai gelisah dengan berdiri. Beberapa pemimpin juga sama, mereka mulai was-was dengan pasukan Burung Biyi.


Sedangkan dipihak mereka yang memiliki kekuatan tingkat Kaisar, tidak lebih dari 1.000 kultivator. Hanya setingkat Kaisar yang mampu terbang jika ingin melawan pasukan udara.


"Apa kita gunakan artefak pedang terbang dan dukungan dari kapal angkasa?" tanya Raja Han kepada Penatua Agung.

__ADS_1


"Tidak, itu percuma saja. Lebih baik kita lakukan rencana kedua," jawab Penatua Agung dengan sedikit mengerutkan keningnya, "walau kita kehilangan wilayah Perbatasan Kematian, kita tidak sampai kehilangan banyak pasukan." lanjut Penatua Agung setelah berpikir sebentar.


"Baiklah, setidaknya mereka tidak mampu lagi menggunakan pasukan udara saat di Hutan Logam," ujar Raja Han setelah mendapatkan persetujuan dari Raja Long.


"Pasukan, segera mundur menuju Hutan Logam." perintah Raja Long kepada semua pasukan.


Tanpa banyak bicara, semua orang dan pasukan segera bergerak dengan cepat menuju Hutan Logam. Termasuk Xiao Qiao bersama dengan murid wanita.


Hutan Logam berada dibelakang Perbatasan Kematian. Merupakan hutan dengan pohon yang menjulang tinggi dan besar. Disebut Hutan Logam, karena pepohonan kuat seperti logam dan tidak mudah terbakar api.


Selain itu, di Hutan Logam ada formasi array alami yang mampu menghalangi siapapun yang terbang, sehingga mereka yang ingin melintasi Hutan Logam harus menggunakan jalur darat.


Selama ribuan tahun, Kerajaan Han dan Kerajaan Long selalu bekerjasama untuk memperkuat perbatasan mereka, agar pihak Kerajaan Huang dan Kerajaan Rubah Bulan tidak mampu menguasai wilayah mereka.


"Huff, pengecut..." dengus Jenderal Senior saat musuh mereka kabur menuju Hutan Logam. Mereka tidak tahu jika Hutan Logam ada formasi array anti terbang yang dibentuk oleh alam.


"Sera--"


"Ada apa?" tanya Raja Huang yang terlihat tidak senang.


"Hutan itu tercipta formasi alami anti terbang," jawab Hei Wuya dengan santai.


Sebagian pendiri organisasi pembunuh Gagak Hitam, Hei Wuya mengenal betul geografis alam Benua Jiang Shan. Apalagi setiap anggotanya selalu memberikan detail setiap kendala di lapangan saat menjalankan misi.


"Apa tidak ada jalan lainnya?" tanya Guang Ru yang terlihat tidak senang dengan kendala seperti ini.


"Tidak ada. Tapi, kita bisa melewati laut Utara untuk memotong jalur," jawab Hei Wuya sambil mengeluarkan peta yang terbuat dari kulit binatang, "meski jalur Utara sangat jauh, kita bisa langsung menyerah ibukota Kerajaan Han." lanjut Hei Wuya sambil menunjuk titik tujuan di peta itu.


"Tidak, itu terlalu jauh, dan cuaca di laut Utara juga sering terjadi badai petir disertai angin, itu sangat sangat berbahaya bagi pasukan kita," tolak Raja Huang yang tidak ingin melintasi Laut Utara.

__ADS_1


Raja Huang, Raja Yue Hu, Guang Ru dan Hei Wuya saling berdebat. Sedangkan Penatua Agung She Xiang dan Pemimpin Akademi Pedang Surga selalu diam.


"Sudah hentikan," ucap She Xiang kepada mereka berempat, "aku punya solusi!" lanjut She Xiang dan tersenyum.


Mereka berempat berhenti berdebat dan mengalihkan pandangannya pada She Xiang.


"Solusi apa? Cepat katakan!" ujar Guang Ru yang dengan tidak sabar.


"Jika Tuan Muda mau ... Setingkat kekuatan Saint keatas membuka jalan bagi pasukan. Kemudian, pasukan Serigala Malam, Laba-laba dan Kelelawar penghisap darah bergerak," kata She Xiang dan berhenti berbicara sejenak, "lalu pasukan ular menyerang dari sisi kanan dan kiri di saat kita membuka jalan bagi pasukan. Mereka pasti akan fokus untuk menghentikan pergerakan kita, tanpa mereka sadari, disaat mereka lengah pasukan ular mengacaukan pertahanan mereka." lanjut She Xiang, dan menunggu respon mereka.


"Hahaha, tidak masalah jika aku harus bergerak. Lagian sudah lama aku tidak berolahraga," kata Guang Ru yang tidak tersinggung diminta untuk membuka jalan bagi pasukan.


"Bagus, bagus. Memang layak sebagian pemimpin masa depan," puji She Xiang pada Guang Ru.


Guang Ru yang dipuji semakin bangga dan percaya diri, dengan menepuk dadanya ia berdiri dari tempat duduknya.


"Tidak perlu memuji. Banyak bicara tanpa tindakan adalah omong kosong," kata Guang Ru sambil berjalan ke ujung dek kapal angkasa, dengan kedua tangan dibelakang punggungnya.


"Pintar menjilat," batin Pemimpin akademi Pedang Surga dengan senyum sinis pada She Xiang.


Pemimpin akademi Pedang Surga bernama Jing Yimin dari Klan Jing. Klan Jing adalah Ras Phoniex Es. Jelas Jing Yimin tidak senang pada mereka, sebab itu sedari tadi ia hanya diam saja.


"Bagus solusi yang tepat. Kita bergerak setelah malam tiba," kata Raja Huang pada Penatua Agung.


Kemudian, kapal angkasa akademi Pedang Surga dan yang lainnya berhenti di wilayah Perbatasan kematian milik Kerajaan Han dan Kerajaan Long.


Wilayah itu mereka kuasai dengan mendirikan beberapa tenda. Sebagian pasukan mempersiapkan diri untuk serangan malam nanti. Mereka juga membuat pagar pembatas antara Hutan Logam dan Perbatasan Kematian.


Ratu Kerajaan Huang tetap berada di atas kapal angkasa dengan pasukan Phoniex Es yang selalu menjaganya.

__ADS_1


"Mau saja mereka diperdayai oleh Istana Iblis Timur. Padahal semenjak Guang Ru tiba disini, ia tidak pernah berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi mereka," gumam Ratu Jing Jiao saat melihat aktifitas mereka yang berada di depan Hutan Logam.


__ADS_2