
Chapter 269. Transformasi An Na.
Selama 34 hari di Dunia Jiwa, Excel Shimo tidak pernah keluar dari Ruang Khususnya, dan mengkuatirkan semua istrinya yang sudah menyelesaikan membuat 2.500 armor. Semua wanita saling berkerjasama dalam membuat armor, bahkan Kuda Surgawi juga dibuatkan.
Berkat cetakan dan instruksi dari Excel Shimo, mereka dengan mudah membuat armor, dan merampungkan dalam waktu 30 hari.
Di ruang khusus, ternyata Excel Shimo membuatkan Winged Golden War Cloak sebanyak 100 set, Artefak Bintang Lima, dan semua untuk istrinya. 50 set tipe Winged Dark War Cloak Set, Artefak Bintang Empat. Winged Silver War Clock 75 set, Artefak Bintang tiga.
Lotus Bao dan Excel Shimo juga memodifikasi menjadi bentuk yang sederhana, yaitu berbentuk cincin yang bisa menjadi Winged Golden War Cloak. Mereka berdua selalu bertukar pikiran untuk membuat Artefak Bintang sesederhana mungkin.
Setelah lewat satu hari lagi tepatnya 35 hari, Excel Shimo akhirnya keluar dari ruang khusus penempaan. Seketika semua wanitanya melihat, melihat suaminya yang sudah menjadi hitam karena asap dan debu.
Semua wanita ingin tertawa melihat wajah suaminya yang tampan menjadi hitam eksotis. Berbeda dengan Tu Yueyin Mei yang langsung tertawa terbahak-bahak. Sedangkan si An Na langsung menghampiri dan membersihkan wajah suaminya dengan sapu tangan dan dibantu oleh Gongsun Ling.
Setelah menertawakan suaminya yang lucu, Tu Yueyin Mei buru-buru menghampiri dan bertanya. "Apa sudah selesai? Ayo tunjukkan padaku!" pinta Tu Yueyin Mei yang sudah tidak sabar, sudah beberapa hari ini dia selalu bermimpi menjadi seorang Dewi Kematian dengan jubah perangnya.
"Tenang, aku mau mandi dulu, makan dan tidur! Aku sangat kelelahan!" jawab Excel Shimo yang berpura-pura kelelahan dan ingin menggoda istri kecilnya.
"Aiyoh! Aku sudah kelelahan menunggumu! Lihat, badanku kurus, kurang darah, wajahku pucat! Jika ibuku tahu, dia pasti sudah pingsan melihat putrinya telah berubah menjadi primadona!" ujar Tu Yueyin Mei dengan memperagakan gerakan memelas dan kelelahan sambil membelai wajahnya
"Hahahaha!"
Semua orang jelas ketawa, mana ada seorang kultivator kekurangan darah dan anehnya orang kesakitan dan kurang darah menjadi seorang primadona. Excel Shimo yang gemas, segera mencubit pipinya hingga membuat Tu Yueyin Mei kesakitan, tapi pura-pura.
"Baiklah, baiklah, demi istriku yang cantik dan lucu, aku yang badannya capek dan kelelahan, apalagi kayaknya juga kurang gizi, dengan berat hati ... Nanti aku berikan!" goda Excel Shimo yang membalas Tu Yueyin Mei dengan raut wajah sangat kelelahan dan juga sengaja menunda untuk memberikan jubah perang.
"Haiya! Mana ada seorang Dewa bisa kekurangan gizi!" gerutu Tu Yueyin Mei yang tidak percaya dengan ucapan suaminya, sambil menggoyangkan lengan Excel Shimo.
__ADS_1
Semua wanita kembali ketawa terbahak-bahak melihat tingkah laku Excel Shimo dan Tu Yueyin Mei. Setelah puas menggoda Tu Yueyin Mei, akhirnya Excel Shimo mengeluarkan tiga cincin yang berbeda warna, yaitu berwarna Emas, Hitam dan Perak.
"Eh! Kenapa cincin lagi, kan kamu sudah memberikan cincin ikatan cinta, dan lagian aku juga memiliki cincin dimensi, jika menerimanya lagi akan memenuhi jari lentik-ku ... Nanti orang pikir aku penjual cincin!" ujar Tu Yueyin Mei yang protes tidak segera mengeluarkan jubah perang yang telah dijanjikan.
Excel Shimo tersenyum melihat istri kecilnya, dan juga raut wajah semua wanitanya yang heran dirinya mengeluarkan cincin. Cincin itu tampak biasa dan tidak menarik minat mata, hanya ada lingkaran dengan bentuk sayap kecil di atas cincin, bahkan Excel Shimo tidak memberikan tanda di tingkat apa cincin itu.
"Siapa yang mau duluan?" tanya Excel Shimo yang tidak menjawab rasa penasaran semua istrinya.
Segera si An Na mendekati dan langsung mengulurkan tangan kanan, di tangan kanannya sudah ada cincin ikatan cinta dan tangan kirinya ada cincin dimensi. An Na tidak perduli jika barang pemberian suaminya berharga atau tidak, baginya apapun yang dari suaminya adalah istimewa.
Dengan segera Excel Shimo menyelipkan cincin berwarna Emas di jari telunjuk, dan semua mata melihat dengan rasa penasaran.
"Teteskan darahmu, dan kamu akan terkoneksi dengan cincin ini dan sebagai bentuk kontrak jiwa, yang artinya, jika cincin itu direbut oleh seseorang dia akan menghilang. Cincin ini juga berfungsi untuk menyimpan mahkluk hidup, seperti binatang dan tanaman saja, anggap saja mirip dengan kantong spasial..." jelas Excel Shimo kepada semua istrinya, dan berhenti menjelaskan sesaat agar mereka mencerna ucapannya, "di dalam cincin luasnya mencapai 1 km persegi dan memiliki energi pemeliharaan, yaitu energi Dewa. Selain itu ... Tetesan saja darahmu, Sayang." lanjutnya yang malas menjelaskan lebih detail.
Di cincin itu, mampu menampung 1.000 ekor binatang, dan juga bisa untuk memelihara tanaman agar tidak layu. Selain itu, di cincin itu juga bisa menyembunyikan aura si pemilik sesuai pikiran, termasuk bisa merubah warna pada jubah perang seperti milik Excel Shimo.
Semua wanita melongo termasuk si An Na yang kaget tanpa bisa menghindari. Cahaya itu sama yang mereka lihat di ruang khusus ketika suaminya sedang berada di dalam.
Cahaya itu memberi semua informasi ke dalam pikiran An Na, dan sedikit membuatnya pusing dengan banyak informasi yang mengalir perihal Winged Golden War Clock. Tidak berselang lama cahaya keemasan menghilang, dan An Na memejamkan mata untuk mengasimilasi semua informasi baru.
"Apa kamu sudah memahami?" tanya Excel Shimo kepada An Na dan tersenyum setelahnya.
An Na langsung memeluk suaminya dan mencium bibir tanpa perduli dengan tatapan semua wanita yang masih terkejut dengan cahaya keemasan, dan apalagi reaksi An Na.
"Terima kasih!" kata An Na setelah melepaskan ciuman dan pelukan, dirinya tidak menyangka suaminya memberikan harta yang sangat langka dan berharga di alam ini.
"Huff! Mencuri kesempatan!" dengus Tu Yueyin Mei yang cemburu.
__ADS_1
"Hahahaha! Khusus kamu, nanti aku berikan hukuman 20 kali lipat!" ujar Excel Shimo yang sudah tidak sabar menghajar lembah surga milik Tu Yueyin Mei.
Tu Yueyin Mei mengerucutkan bibirnya dan pura-pura tidak menghiraukan hukuman dari suaminya nanti, padahal di dalam hati sudah ingin merasakan tongkat besar suaminya.
"Sekarang kamu berdiri di depan pintu dan segera aktifkan!" perintah Excel Shimo kepada si An Na.
Segera si An Na mengikuti ucapan Excel Shimo dan berdiri didepan pintu keluar.
"Tuan, ini belum memiliki nama, bolehkah aku memberikan nama kepadanya, agar lebih praktis saat pemanggilan?" tanya An Na, dan membuat semua wanita semakin penasaran dengan percakapan mereka berdua.
Excel Shimo geleng-geleng kepala selalu dipanggil Tuan oleh istrinya yang satu ini, dia menghela nafas secara pelan dan menatap An Na dengan kasih sayang, lalu menjawab.
"Jangan panggil aku Tuan lagi, kamu sudah istriku!" pinta Excel Shimo kepada An Na.
An Na semakin cinta dengan Excel Shimo, hatinya merasakan damai dan kebahagiaan, dia menganggukkan kepala tanda tidak akan memanggil suaminya dengan sebutan Tuan.
Kemudian, An Na memikirkan sebuah nama untuk jubah perang.
"Butterfly Gold Robe, aktif!" teriakan lirih An Na yang mengaktifkan cincinnya.
Bhuzh... Dang... Dang... Dang...
Seketika cahaya keemasan kembali menyelimuti tubuh An Na dan disusul suara benturan rendah saat tubuh An Na tertutupi jubah perang bersayap. Di mulai dari dada, pinggang, paha, betis, lengan, sarung tangan dan sepatu dan terakhir sepasang sayap terpasang di punggungnya. Secara keseluruhan, tubuh An Na terlindungi jubah perang dan hanya memperlihatkan mata dan rambutnya yang berkibar, dan di tangan kanan An Na juga memegang pedang. Jubah perang yang sudah memiliki nama dari An Na, memiliki dua warna, warna Emas dan Perak.
"Wow! Keren!"
Sontak Tu Yueyin Mei dan semua wanita terpesona melihat An Na yang sudah berubah menjadi seorang Dewi Perang, penuh pesona dan keanggunan seorang Dewi, aura-nya juga kuat dan mendominasi.
__ADS_1