
Chapter 416. Dua Orang Tua Kolot.
Kembali Excel Shimo meramu pil, kali ini tungku dibuat menjadi besar, setelah itu sambil memanaskan tungku, dia berpikir:
"Apa karena aku terlalu memaksakan pil menjadi sepuluh butir sehingga mengurangi kualitasnya...! Bisa jadi!"
Excel Shimo kembali bersemangat setelah menemukan jawaban; kenapa kualitas pil tidak sampai tahap puncak.
Ya, memang Excel Shimo memaksakan sepotong Buah Jiwa dan satu kristal Jiwa yang ditambahkan beberapa tanaman agar menjadi sepuluh butir, yang akhirnya mengurangi kualitas Pil Penguat Jiwa.
Semua orang kembali memperhatikan Excel Shimo yang sudah memulai lagi meramu pil, suasana kembali menjadi hening, tidak ada suara apapun yang terdengar, kecuali suara angin di padang rumput.
Kali ini Excel Shimo lebih cepat, bahkan memasukkan semua ramuan dan dua bahan utama, dia berniat menyelesaikan meramu pil secepatnya sebelum matahari terbit.
Aksinya jelas membuat semua ternganga hingga mulut membentuk 'O', gerakannya sangat halus, terampil dan cepat, sampai-sampai Jin Shou kewalahan melihat kedua tangan Excel Shimo seperti sedang menari.
Sebelum matahari terbit dan perkiraan kurang dari waktu satu dupa, Excel Shimo menyelesaikan meramu pil.
Semua orang tidak akan percaya jika tidak melihat sendiri apa yang dilakukan oleh Excel Shimo, mereka melihat puluhan ribu butir pil seukuran ibu jari memenuhi tungku.
Jin Shou yang paling syok melihat Excel Shimo mampu membuat semua ramuan menjadi puluhan ribu butir pil, tubuhnya gemetaran tak karuan melihat monster di depan mata sedang beraksi.
Kini kualitasnya sesuai harapan dan membuat Excel Shimo tersenyum puas melihat hasil karyanya mencapai tahap puncak, dan perkiraannya memang benar, satu potong Buah Jiwa dan Kristal Jiwa menjadi lima pil.
Dang...
Excel Shimo memukul badan tungku dan melayang lah penutupnya, dengan pikirannya, ribuan pil keluar berbaris dan Excel Shimo melihat semua orang yang masih syok.
"Setiap tentara mendapatkan dua butir pil."
Segera Excel Shimo menyebarkan dua puluh ribu butir pil untuk tentara Malaikat.
__ADS_1
Semua tentara langsung meraihnya dengan sigap dan memegangnya sangat erat seperti barang berharga.
Setelah itu, Excel Shimo tersenyum melihat Raja Singa dan binatang lainnya sudah meneteskan air liur, dan berkata:
"Buka mulut kalian."
Raja Singa dan semua binatang membuka mulut, dan Excel Shimo memasukkan dua butir kepada mereka, seketika tubuh semua binatang bercahaya saat pil mencair di dalam perutnya, mereka merasakan sensasi ketenangan dan juga peningkatan jiwa.
Sebagian Excel Shimo masukan ke dalam botol giok dan membagikan kepada wanitanya, tiga keturunan Raja Malaikat, dua ketua, perwira menengah dan juga kepada Tim Dewi Lou. Jing Ehuang dan dua Peri Kupu-kupu juga mendapatkan jatahnya.
Sisanya dia simpan untuk digunakan setelah waktu senggang, sebab saat ini perlu menyelesaikan Fiend Spirit yang masih berbaris seperti patung dibelakangnya.
.....
Di atas Formasi Perlindungan, Bunga Wangi dan ayahnya masih melihat, reaksi mereka juga sama, ternganga melihat Excel Shimo membuat banyak pil.
"Sayang sekali tidak bisa menjaga hubungan baik dengannya...! Dewa Binatang tidak memandang siapapun orangnya, status maupun hal lainnya. Dia memberlakukan semua orang dengan adil, bahkan binatang yang kita anggap rendah dia perlakuan sama!" sindir Yun Shuang kepada ayah dan pamannya yang terlalu kolot.
Yun Shang dan Xia Chung menghela nafas berat, mereka yang tersindir jelas tahu. Sebelum Yun Shang berkata putrinya terlebih dahulu berbicara:
"Kita harus ingat tujuan Raja Malaikat yang membangun jembatan Tiga Saudara!"
Kali ini perkataan Yun Shuang membuat ayah dan pamannya tidak berkutik, sebab mereka tahu apa maksudnya.
Raja Malaikat memang menggunakan jembatan sebagai pengingat; 'dimana, walaupun tiga ras saling bermusuhan, pada intinya tetap satu asal, satu orang-tua, satu ayah satu ibu, disaat semua berakhir selalu kembali kepada orang tua atau asalnya'.
Setelah hening sesaat, Yun Shang melihat Xia Chung, tapi saudaranya hanya geleng-geleng, tanda dia tidak bisa memutuskan, ia menyerahkan semua keputusan kepada adiknya sebagai pemimpin Perguruan Api Asyura.
Sebelum berbicara kepada putri dan juga keponakannya, Yun Shang melihat Excel Shimo, dari kedua matanya mengeluarkan cahaya, lalu sinar melesat dan merobohkan banyak Fiend Spirit dengan mudah.
"Kekuatan jiwa-nya sungguh mengerikan! Seandainya, aku melawannya dengan kekuatan jiwa juga ... Aku tidak yakin bisa mengatasinya, walaupun dalam hal basis kultivasi aku jauh lebih unggul! " pujian Yun Shang kepada Excel Shimo yang unggul dalam hal kekuatan jiwa, dia sedikit ngeri jika harus bertarung dengan Excel Shimo.
__ADS_1
"Benar, jika kamu saja berkata begitu ... Aku sendiri mungkin akan menghindarinya juga jika bentrok dengan kekuatan jiwa. Mungkin hanya Fiend Spirit King yang mampu menandinginya!" sambung Xia Chung yang setuju akan penilaian Yun Shang tentang Excel Shimo.
Yun Shuang dan Xia Jinjing hanya tersenyum dan sengaja tidak memberitahukan kepada ayahnya, jika Excel Shimo menciptakan Teknik Kultivasi berbasis energi alam dan jiwa. Seandainya tahu...
"Shu-er...," panggil Yun Shang kepada putrinya, dia terdiam sebentar untuk menata bahasa agar tidak menyakiti hati putrinya. Lanjutnya: "sebenarnya aku sudah tahu rencana Raja Asyura dengan Wei Yan ... Kalau tidak salah tebak, Wei Yan yang dimaksud oleh Dewa Binatang adalah Kaisar Wei. Kaisar Wei, bukan tubuh aslinya, dia hanya menggunakan tubuh kesadarannya ... Jujur saja, aku juga ingin kembali ke Alam Suci yang kita rindukan."
Perkataan Yun Shung sedikit mengejutkan putri dan keponakannya; kenapa menggunakan kata 'kita' padahal itu keinginan Yun Shang sendiri.
Dan memang benar apa yang dikatakan Yun Shang tentang Wei Yan, Kaisar Wei adalah Wei Yan yang sedang menyamar. Entah apa tujuannya menyamar!
Bunga Wangi menunduk lemas saat Yun Shang mengungkapkan isi hatinya. Tapi, keluar sekelebat cahaya di mata Yun Shuang, dan tersenyum sinis setelahnya, dia telah memutuskan sesuatu di hatinya.
"Ayah, aku senang Ayah berkata jujur... Tapi, aku ingin mengikuti terlebih dahulu Dewa Binatang sebagai ucapan terimakasih. Aku hanya minta, tetaplah netral, tidak memihak kepada siapapun, anggap saja itu sebagai bentuk dukungan terhadapnya"
Segera Yun Shuang turun berlahan untuk mengikuti Excel Shimo, dia sudah membulatkan tekad untuk melakukan sesuatu untuk merubah sikap ayahnya.
"Alam Suci atau Tanah Suci, tetap di hati kita, dia tidak kemana-mana...! Aku juga sementara mengikuti Dewa Binatang, dan akan kembali disaat dia meninggalkan Benua Roh!" sindir Xia Jinjing kepada ayah dan pamannya, dia menggunakan perkataan Excel Shimo sewaktu di Hutan Mistik.
Xia Jinjing juga sama seperti Yun Shuang yang ingin merubah sifat kolot dua pemimpin Perguruan Api Asyura.
Sedangkan, Yun Shang dan Xia Chung tidak mencegah kedua putrinya, hati mereka tersentak dengan ucapan terakhir Xia Jinjing, mereka tidak menyangka putrinya bisa mengucapkan kata-kata yang menyakitkan.
"Kita akan lihat dulu tindakan Raja Malaikat, baru kita membuat keputusan! " jelas Yun Shang kepada Xia Chung, setelah dia merenung memikirkan perkataan putri dan keponakannya.
Mereka pun kembali ke Perguruan Api Asyura.
Setelah membereskan Fiend Spirit, Excel Shimo mendapatkan banyak kristal jiwa dan menyimpannya di dalam Dunia Jiwa.
Kini dengan kemampuan Batu Keabadian, Excel Shimo tidak kuatir kalah dengan banyaknya Fiend Spirit, dia hanya perlu waktu untuk memahami dan mendapatkan pencerahan untuk memaksimalkan kemampuan Batu Keabadian.
Selain itu, dia juga harus meningkatkan basis kultivasi-nya secepat mungkin.
__ADS_1