
Chapter 213. Menggoda Excel Shimo.
Plok... Plok... Plok...
Hanya ada suara potongan tubuh mayat hidup yang terdengar di medan perang, semua orang membelalakkan mata karena syok melihat sosok berjubah hitam memiliki skill yang mengerikan.
Excel Shimo menyeringai sinis melihat mayat hidup hanya menyisakan potongan tubuh, dia menyarungkan lagi Yaolai Sword dan mengambil kristal inti kehidupan yang jumlahnya puluhan ribu dengan telekenisis.
"Hebat!!" seru Tu Yueyin Mei yang kagum dengan kehebatan berpedang orang yang tidak dikenali-nya, ia meletakkan pedang ganda di punggungnya dan berjalan mendekati Excel Shimo.
"Mei'er!" cegah Raja Tu yang ingin menghentikan putrinya yang menuju orang yang tidak dikenali.
Buru-buru Raja Tu, Ling Ying, Tu Sam Chong dan semua orang mengikutinya. Namun, Tu Yueyin Mei tidak menghiraukan ayahnya dan tetap menuju Excel Shimo.
"Halo! Teknik-mu sangat hebat, bisakah kamu mengajariku?" sapa Tu Yueyin Mei kepada orang yang tidak dikenal dengan nada sok akrab, ia sangat ingin belajar semua skill yang dikeluarkan oleh Excel Shimo.
"Tuan, maafkan ketidaksopanan putri-ku," sela Raja Tu yang buru-buru melindungi putrinya, ia sangat kuatir jika orang yang tidak dikenali akan tersinggung dengan ucapan ceroboh putrinya.
Excel Shimo menatap Tu Yueyin Mei yang wajahnya imut dan energik, ia melihat dari ujung rambut hingga ujung kaki. "Cantik dan berisi!" gumamnya yang tertarik dengan kecantikan Tu Yueyin Mei, wajahnya lebih cantik dari Juan Rong.
"Apakah kamu Raja Tu?" tanya Excel Shimo setelah menilai kecantikan dan keindahan gadis muda itu, dan melihat Raja Tu yang ketakutan dan kuatir.
Mendengar suara Excel Shimo dari dekat, semua orang terkejut, sebab suara itu masih terdengar usia muda dan bukan sosok tua seperti yang dipikirkan.
Raja Tu yang ditanya segera menenangkan diri dan menangkupkan kedua tangan kedepan. "Benar, saya Tu Li Yuwen, Tuan." jawab Raja Tu dengan nada sopan, sambil melirik wajah Excel Shimo yang tidak bisa dilihat, karena terlindung jubahnya.
__ADS_1
"Apa gadis itu putrimu?" tanya Excel Shimo sekali lagi.
"Benar, Tuan. Nama--"
"Namaku Tu Yueyin Mei dengan julukan Gadis Polos yang baik hati, pendiam dan jenius, lincah dan ... apalagi, ya... oh iya, aku juga sangat penurut, dan kata orang wajahku cantik dan keibuan, idaman setiap pria," potong Tu Yueyin Mei sebelum ayahnya memperkenalkan dirinya, ia menyebutkan semua hal - hal yang baik tentang dirinya dengan percaya diri, padahal semuanya tidak sesuai kenyataan.
'Narsis!!' batin Excel Shimo sambil berjalan mendekati Tu Yueyin Mei yang dilindungi Raja Tu dan bawahan. "Aku belum pernah menjadi guru dan tidak tahu bagaimana caranya mengajar, tapi...," terangnya saat di depan Raja Tu sambil memiringkan kepala untuk melihat Tu Yueyin Mei.
"Tapi apa? jika ada syaratnya, aku akan memenuhi!" jawab Tu Yueyin Mei yang menerobos perlindungan ayahnya dan Ling Ying, ia percaya diri bisa memberikan apapun yang diinginkan Excel Shimo.
"Tuan, putri-ku terlalu ceroboh dan tidak tahu apa yang dia katakan!" sesal Raja Tu yang menahan bahu putrinya, "Kalau boleh tahu, siapa nama pendekar ini?" lanjutnya dengan bertanya nama Excel Shimo, sebelum putrinya menyela ucapannya.
"Tidak masalah, aku menyukai putrimu. Namaku ... kalian sudah mengenali-ku. Ya sudah, aku pergi dulu, sampai ketemu besok...!" jawab Excel Shimo dengan misterius dan berpamitan kepada Raja Tu.
Tubuh Excel Shimo sedikit bergetar dan menghilang dari hadapan semua orang, bahkan Tu Yueyin Mei yang ingin berbicara tidak sempat ia ucapkan.
"Tingkat Dewa, pergi seperti udara dan datang tanpa dirasa!" kata Raja Tu dengan menggelengkan kepalanya, "semoga kita bisa bertemu ... Apa dia bilang kita sudah mengenalnya!! Jangan-jangan...!" lanjutnya setelah tersadar dengan ucapan orang yang misterius.
"Yang Diramalkan!!" sahut semua orang yang baru tersadar jika sosok yang telah membantai mayat hidup orang yang sudah mereka nanti-nantikan sejak lama.
"Shimo, si bayi ajaib, hore!!" seru Tu Yueyin Mei yang kegirangan jika sosok hebat itu adalah orang yang telah diramalkan.
Tu Yueyin Mei mengambil lagi pedang ganda-nya, dan menari-nari dengan pedang diayunkan, semua orang yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepala.
Raja Tu melihat kristal inti kehidupan yang tertinggi dan mengambilnya ia mengamati kegunaan dan merasakan energi kecil yang menyegarkan jiwa. Sontak Raja Tu bergembira dan menatap bawahannya.
__ADS_1
"Kumpulkan kristal inti kehidupan yang masih tertinggi, ternyata ini ada manfaatnya bagi kehidupan. Pantas Tuan Muda Shimo mengambilnya...!" titah Raja Tu kepada semua orang...
Excel Shimo kembali ke dalam Istana Peri dan muncul dilantai 3, ia segera menuju kamar pribadi untuk membersihkan diri. Excel Shimo lupa jika ada Juan Rong yang sedang tertidur dikamar.
Tanpa melihat tempat tidur, ia melepaskan pakaiannya dan menuju ke kamar mandi, ia tidak menyadari jika Juan Rong terbangun dan melihat Excel Shimo yang menanggalkan pakaiannya.
"Besar!!" gumam Juan Rong saat melihat tongkat Excel Shimo yang masih tertidur, segera ia membenamkan wajahnya di bantal karena malu, dengan dada berdebar.
Juan Rong berpura-pura tertidur sambil mengantisipasi apa yang akan dilakukan oleh Excel Shimo, sengaja ia memperlihatkan tubuh montok dan berisi, dengan memakai Dudou (secara harfiah 'penutup perut') adalah jenis braa.
Dudou menyerupai celemek kecil, Dudou berbentuk persegi atau berlian dan menutupi dada dan perut. Mereka backless dan memiliki tali kain yang mengikat leher dan punggung, kainnya berwarna merah.
Didalam kamar mandi dan sambil berendam, Excel Shimo memikirkan rencana untuk menangani Ras Mayat Hidup, ia juga ingin segera menemukan peta ketiga di Benua Jiu Zhao.
"Setelah menemui Raja Tu dan mencari harta yang berharga, aku akan mencari seluruh harta langka di benua ini, sambil jalan membuka teka-teki nama tempat itu!" gumam Excel Shimo sambil memejamkan mata.
"Siapa dalang kemunculan Ras Mayat Hidup ini? Apa Istana Iblis Timur? Kenapa pusatnya berada dibawah Sekte Racun Darah? Apakah Sekte Racun Darah berhubungan dengan Istana Iblis Timur?" gumamnya sambil mengaitkan semua nama dengan kejadian ini, ia bertanya kepada diri sendiri.
"Biasa jadi mereka saling terhubung, Tuan. Dengan ambisi Istana Iblis Timur, mereka akan melakukan berbagai cara buruk. Tapi, yang seharusnya menjadi pertanyaan, apa yang mereka cari? Dan mereka merencanakan apa dengan membunuh banyak kehidupan tanpa darah mengalir?" sahut Lotus Bao yang juga selalu memikirkan kejadian ini.
"Kamu benar, Bao'er. Darah ... Mengumpulkan banyak darah, apa bertujuan untuk meningkatkan kekuatan atau untuk yang lain? Apa manfaat darah selain meningkatkan kekuatan dan mengaktifkan suatu benda?"
"Jangan-jangan...!!" sahut Lotus Bao yang seketika terbesit pikiran tentang rencana Istana Iblis Timur.
Disaat Excel Shimo dan Lotus Bao memikirkan semua kejadian, Juan Rong dengan sabar menunggu orang yang membuatnya jatuh cinta. Nafasnya sudah memburu, dada naik turun dengan gerakan tubuh yang berubah-ubah.
__ADS_1
Tu Yueyin Mei