God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 27 Raja Kera Emas.


__ADS_3

Chapter 27 Raja Kera Emas.


Bang... Boom


Di hutan seorang pria bertopeng sedang bertarung dengan seekor binatang buas peringkat pertama, yang memiliki kekuatan tingkat Saint level 6.


Ledakan dari benturan fisik memporak-porandakan pepohonan disekitarnya, akibat pertarungan antara manusia dengan binatang buas.


Binatang buas itu adalah Great Ape berbulu emas, tingginya mencapai 3 meter. Kedua lengannya sangat kekar, Great Ape juga memiliki 4 taring.


Pria bertopeng itu adalah Bu Wanmei, dia bertemu dengan Great Ape secara tidak sengaja.


Sebelumnya, setelah Bu Wanmei menghilang dari Balai Pekerjaan Umum, ia berniat menuju ke Klan Ming.


Namun, saat Bu Wanmei berada di perbatasan wilayah Hutan Penguasa dan Akademi Langit Abadi, ia di hadang oleh sekawanan kera.


Bu Wanmei sengaja tidak menggunakan teknik Teleportasi, karena dirinya juga ingin menjelajahi setiap wilayah yang akan di lewati.


Earth Core Flame juga menyarankan agar Tuannya mencari pengalaman bertarung, karena selama ini Bu Wanmei atau Excel Shimo hanya berlatih dengan boneka wayang di dalam cincin dimensi.


Grorrr...


Raja Kera Emas itu meraung marah, dengan memukul dadanya sebagai tanda jika dia adalah penguasa wilayah yang Bu Wanmei pijak.


"Hehehe! Monyet kenapa kamu begitu pemarah! Lebih baik kamu tunduk dan menjadi pengikut ku!" Bu Wanmei terkekeh saat melihat lawannya yang kesal, dan berkata kepada Raja Kera Emas itu.


Bu Wanmei dan Raja Kera Emas sudah bertukar pukulan beberapa lusin. Kekuatan mereka berdua sama, sama berada pada tingkat Saint level 6.


Setelah beberapa kali bertukar pukulan, Raja Kera Emas sudah bisa mengukur kemampuan Bu Wanmei yang lebih kuat dalam hal teknik dan skill.


Sebab itu, Raja Kera Emas berusaha menjauhi Bu Wanmei dan mencari tahu apa tujuan datang ke wilayahnya.


"Siapa yang monyet? Aku adalah Raja Kera Emas, penguasa Hutan Penguasa bagian barat! Dan kamu bocah cilik, enyah dari wilayah ku, dan jangan berharap aku tunduk pada bocah ingusan seperti kamu?!" bentak Kera Emas kepada Bu Wanmei yang bersilat pinggang, dengan jarak 6 meter di antara mereka berdua.


Bu Wanmei tidak terkejut jika Kera Emas bisa berbicara, pasalnya Earth Core Flame telah memberitahukan perihal informasi Kera Emas kepadanya.


"Ya sudah jika kamu tidak mau tunduk! Kalau begitu lebih baik kamu menjadi bawahan ku..." ujar Bu Wanmei dengan nada yang tidak bersalah.

__ADS_1


"Bocah...?! Apa bedanya tunduk dengan menjadi bawahan mu, hah! Kamu pikir aku bodoh dengan kamu membalikkan ucapan!?" Raja Kera Emas itu semakin marah saat Bu Wanmei membalikkan ucapan.


"Ya sudah jika kamu tidak mau menjadi bawahan ku. Lebih baik kamu pergi dan jangan kembali lagi ke sini!" desak Bu Wanmei yang tidak ingin berurusan dengan Kera Emas.


"Hahaha! Bocah, tidak pernah dalam mimpi ku menjadi bawahan siapapun! Ingat, jika lain kali aku bertemu denganmu, aku akan remuk-kan tubuhmu...!" cemooh Kera Emas yang merasa dirinya telah menang berargumen dengan bocah itu.


Semua anak buah Raja Kera Emas berteriak kegirangan, saat mengetahui jika bocah itu akhirnya mengakui kehebatan Rajanya.


"Hustt, hustt...! Kembali sana ke asalmu, membuang waktu ku saja...!" usir Bu Wanmei kepada Kera Emas yang sombong itu.


"Hahaha! Sabar, Bocah, sabar! Ayo, kita kembali...!" Kera Emas tertawa bahagia setelah dirinya merasa menipu Bu Wanmei, dia mengajak semua anak buahnya untuk pergi.


Raja Kera Emas membalikkan badannya dan melangkah dengan gagah, seperti seorang kesatria yang menang dalam pertempuran.


Seketika suasana hutan menjadi hening, karena anak buah Kera Emas tercengang melihat Rajanya seperti mahluk bodoh.


Ketika baru berjalan sejauh 5 meter, Raja Kera Emas berhenti berjalan, dia merasakan keanehan pada dirinya, apalagi anak buahnya menjadi terdiam.


"Ini kan wilayah ku? Kenapa aku harus pergi...!" gumam Raja Kera Emas dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal, walau sebenarnya dia banyak kutunya.


Lalu Raja Kera Emas melihat ke arah anak buahnya, dan melihat mereka yang melongo melihat dirinya yang seperti mahluk yang bodoh.


Raja Kera Emas berteriak marah dan meraung keras, dirinya benar-benar telah tertipu oleh Bu Wanmei.


"Heiiii...! Berisik tauuuu...!? Apa tidak bisa kamu diam dan tidak membuat kegaduhan... Hah?!"


Bu Wanmei juga ikut marah karena telinganya berdengung setelah mendengar raungan amarah Raja Kera Emas.


"Ini adalah wilayah ku, kenapa kamu malah usir aku dari wilayah ku, Bocahh?!"


Jawab Kera Emas dengan nada membentak keras, dia langsung melesat kedepan menyerang Bu Wanmei. Demikian juga dengan Bu Wanmei yang tidak tinggal diam.


Wushhhh... Boom


Bam... Bam...


Kembali mereka berdua bertarung dengan sengit, beradu fisik menjadi andalan mereka berdua.

__ADS_1


Kepalan tangan, tendangan dan cakar selalu mereka gunakan dalam bertarung.


Anak buah Raja Kera Emas selalu bersorak-sorai untuk memberikan semangat kepada Rajanya.


Di tempat lain, tepatnya di sebelah barat Akademi Langit Abadi, berkumpul 4 wanita cantik. Mereka adalah Xiao Qiao, Ming Mei, Loi Annchi dan Ming Li Ling.


"Ju Hua, usia 15 tahun. Asal dari Desa Bunga wilayah Klan Ming. Status yatim piatu, ditinggal kedua orangtuanya semenjak usia 6 tahun..." Loi Annchi membacakan berkas informasi dari Ju Hua yang dia salin dari gedung kepemimpinan.


"Saat memasuki Akademi Langit Abadi, Ju Hua hanya di antar oleh seorang pria yang menggunakan topeng.


Menurut pengakuan Ju Hua, pria itu adalah Ayah angkatnya. Wajah Ayahnya terluka saat menghentikan serangan binatang buas .... Hah, informasi yang ganjil!" desah Loi Annchi setelah membacakan informasi Ju Hua yang tidak lengkap dan memiliki beberapa keganjilan.


Xiao Qiao mengerutkan keningnya untuk berpikir sambil mendengarkan Loi Annchi membacakan infomasi Ju Hua.


"Informasinya tidak lengkap perihal kematian kedua orangtuanya! Lalu siap orang tua angkatnya itu? Hmm! Ini sama saja mencari jarum di antara tumpukan jerami!" ujar Xiao Qiao yang tidak bisa menemukan sesuatu yang terkait dengan Ju Hua, dia menghela nafas berat saat harus menjari sesuatu yang sulit di dapatkan.


"Guru, mungkin kita akan mendapatkan informasi tentang kematian Ju Hua dari Bu Wanmei. Lebih baik kita sekarang mencari keberadaannya yang entah kemana!" ajak Ming Mei yang sudah tidak sabar untuk mencari kekasihnya.


Sejujurnya, Ming Mei dan Ming Li Ling ingin meminta penjelasan terkait hubungan kematian Ju Hua dengan Klan Ming.


"Kamu benar, Mei-er ..." jawab Xiao Qiao.


"Hahaha, bukan masalah mencari Bu Wanmei, aku sudah menandai tubuhnya dengan aroma ku tanpa dia ketahui!" sahut Loi Annchi kepada mereka bertiga.


"Hahaha! Kamu memang bisa di andalkan Annchi!" puji Xiao Qiao kepada Loi Annchi.


Xiao Qiao segera mengeluarkan artefak kapal angkasanya, yang ukurannya sama dengan milik muridnya. Mereka berempat melompat keatas kapal angkasa.


Bu Wanmei bukannya tidak tahu jika dirinya telah di tandai dengan aroma khas Loi Annchi.


Saat Bu Wanmei sedang bertarung dengan Xiao Qiao di Balai Pekerjaan Umum, Bu Wanmei yang merasa dirinya didekati sesuatu, buru-buru mata langitnya melacak keberadaan itu, dan Bu Wanmei melihat seekor burung kecil yang kabur dari tatapannya.


Burung kecil itu adalah Loi Annchi yang berada di lantai 2 Balai Pekerjaan Umum, dia buru-buru kabur setelah sukses menandai tubuh Bu Wanmei.


Hanya saja Bu Wanmei tidak tahu jika dirinya telah di tandai oleh Loi Annchi.


Mereka berempat melesat ke arah barat dengan petunjuk dari Loi Annchi. Keistimewaan Thunder Bird adalah kemampuan untuk menyembunyikan dirinya dan mampu melacak targetnya walau berjarak puluhan kilometer.

__ADS_1


Selain memiliki unsur elemen bawaan petir, Thunder Bird juga memiliki kemampuan dalam hal kecepatan yang sama seperti petir.


__ADS_2