God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 91 Pertempuran di Kota Satria.


__ADS_3

Chapter 91 Pertempuran di Kota Satria.


Malam berganti pagi, pagi yang cerah kini menjadi hening. Tiap jantung selalu berdebar - debar saat semua mata tertuju pada Hutan Logam.


Biasanya kicauan burung selalu mengiringi hari yang baru. Namun, hari ini begitu sunyi, tegang dan mencekam. Semalam tidak ada satupun mata terpejam, mereka selalu terjaga.


Terkadang tiap mata melihat ke arah Hutan Penguasa, mereka berharap kehadiran si bayi ajaib untuk meredakan kegelisahan hati dan ketakutan.


Namun, orang yang di tunggu - tunggu tidak terlihat sama sekali. Bahkan token komunikasi ke-lima wanita si bayi ajaib selalu gagal mengirimkan suara.


Boommm💥


Ledakan hebat mengejutkan semua kehidupan yang tinggal di Kota Satria. Kepulan asap membumbung tunggi. Hutan paling pinggir sudah berantakan akibat ledakan energi itu.


Semalam juga demikian, selalu terdengar suara ledakan energi Qi yang berbenturan. Sebab itu, setiap kehidupan di Kota Satria selalu terjaga.


"Mereka datang...," seruan semua orang dengan mempersiapkan diri dalam pertempuran kali ini.


"Pasukan Kura - kura dan Pasukan Golem, bersiap. Buat pertahanan di depan dinding Kota Satria," perintah Jenderal Besar Han Tianzun.


Drumm... Drummm


Genderang perang bergema di Kota Satria. Suara genderang perang itu memicu semangat juang para prajurit. Dengan gagah mereka keluar dari Kota Satria. Derap langkah mengetarkan tanah. Para Satria juga tidak tinggal diam, mereka juga ikut berpartisipasi.


"Pasukan Pemanah, bersiap," Perintah Jenderal Besar kepada pasukan pendukung.


Segera Guru Muda Xiao Qiao bersama ke-empat kekasih Excel Shimo juga ikut keluar dari Kota Satria, sebagian besar pasukan pemanah adalah wanita.


Aksi para wanita pemanah semakin membuat semangat para prajurit pria.


Segera Xiao Qiao mengatur barisan pemanah dibelakang pasukan golem.


"Bajingannn ... kalian semua akan aku bunuh,"


Setelah ledakan itu, suara seseorang yang sangat marah. Suara itu adalah milik Raja Huang. Tidak hanya dia saja yang marah, tapi semua pemimpin.


Yang paling marah adalah She Xiang, sebab pasukan ular telah tewas semua. Dari jumlah 50 ribu pasukan, hanya hidup satu prajurit ular saja.


Prajurit itu sangat mengenaskan, tubuhnya sangat terluka parah dan banyak bagian tubuhnya terpotong.

__ADS_1


Tidak hanya She Xiang yang marah, tapi pemimpin Sekte Bulan Merah juga sangat marah. Pemimpin Sekte Bulan Merah bernama Biangfu Rong.


Biangfu Rong marah karena pasukan kelelawar juga banyak yang mati, bahkan jaring sutra milik pasukan Laba-laba juga hancur, dan pasukan Laba-laba juga banyak yang mati.


Mereka mengetahui pasukannya yang mati karena banyak nyawa yang tergeletak. Dan yang paling mengerikan, tubuh mereka hanya menyisakan kepala, dan tubuh lainnya menghilang.


Semua itu perbuatan Sun Yao, Hei Bao dan Ma Xiniu. Mereka bertiga membagi tugas untuk melenyapkan pasukan musuh yang terpisah. Dengan membawa masing-masing pasukannya, mereka dengan mudah membunuh pasukan musuh. Sesuai rencana mereka bersama Raja Excel Shimo, rencana itu berhasil dengan kemenangan besar, bahkan dipihak mereka tidak ada korban jiwa.


Saat ini mereka bertiga tinggal menyelesaikan rencana berikut sesuai instruksi. Selama ini mereka bertiga selalu berkomunikasi dengan Excel Shimo. Sebab itu, token giok komunikasi milik kelima wanitanya selalu gagal mengirim suara kepada Excel Shimo.


Segera Guang Ru, Raja Huang, Raja Yue Hu dan pendukungnya keluar dari hutan logam. Terlihat wajah mereka penuh amarah, dengan niat membunuh keluar dari tubuh setiap orang.


Segera pasukan musuh mulai mengatur barisan tanpa harus diberikan perintah. Para prajurit juga marah melihat rekan - rekannya mati dengan sia-sia.


"Jenderal Besar Yang, pimpinan semua pasukan, dan hancurkan mereka dengan segera. Jangan biarkan siapapun hidup hari ini," perintah Raja Huang kepada Huang Yang. Saat berada di hutan logam, ia menyimpan pasukan burung di dalam kantong spasial, dan mengeluarkan setelah keluar dari hutan logam.


"Yue Bao, serang mereka dengan hancurkan pertahanan Kura-kura dan golem," Raja Yue Hu juga tidak tinggal diam.


Yue Bao adalah Jenderal Besar, dia adalah adik dari Raja Yue Hu. Kekuatannya berada pada tingkat Saint level 4, sama dengan Huang Yang.


Setelah mengatur barisan pasukan, kedua belah pihak sudah siap bertempur mati-matian. Sedangkan Jenderal Besar Yang memimpin pasukan armada udara, yaitu pasukan burung Phoniex, pasukan burung Biyi dan pasukan burung Gagak Hitam.


Han Heng bergerak di karenakan kekurangan pasukan, apalagi kelemahan Kerajaan Han dan Kerajaan Long hanya pada pasukan udara.


Segera kekuatan tingkat Kaisar terbang bersama Han Heng, dan berhenti tepat di atas pasukan pemanah. Walau tingkat Kaisar tidak lebih dari 2 ribu orang, mereka masih mampu mengimbangi ratusan ribu pasukan burung yang rata-rata memiliki kekuatan dibawah tingkat Kaisar, kecuali Jenderal besar Yang.


Sekarang kekuatan Han Heng berada pada tingkat Kaisar Level 8, sebelumnya dia berada di level 6.


Peningkatan itu berkat buah Persik milik Excel Shimo, yang diberikan kepada Raja Han sebagai ikatan pertunangan.


"Serang, cepat!" perintah Guang Ru yang tidak sabar dengan peperangan yang menguras banyak waktu.


"Bidik pasukan burung," perintah Xiao Qiao pada pasukan pemanah.


Segera pasukan wanita yang berjumlah 2 ribu pasukan, dan ditambah pasukan pemanah pria 10 ribu menarik tali busur.


"Seranggg...," teriak Yue Bao pada pasukan darat yang dia pimpin. Jumlahnya mencapai 400 ribu prajurit.


Jenderal Besar Han Tianzun memiringkan kepala ke kiri dan melihat Jenderal Besar Long Zan. Mereka berdua mengangguk kan kepala.

__ADS_1


"Formasi bertahan," perintah Han Tianzun.


"Bunuh, saat mereka lolos di garis pertahanan," Long Zan juga memerintahkan pasukan Naga.


"Aouuuu...." lolongan Serigala putih segera mengema dan berlari menuju pasukan musuhnya.


Derap langkah kaki berlari membuat debu berterbangan dan dengan cepat menerjang pasukan Kura-kura.


Banggg... Bangggg


"Bunuh...." perintah Long Zan setelah sebagai pasukan musuh berhasil menerobos pertahanan garis depan.


"Pasukan udara seranggg...." perintah Huang Yang pada pasukan burung yang berjumlah 600 ribu lebih.


Wushhhh... Wushhhh


Segera pasukan burung terbang dengan cepat dan menuju pasukan pimpinan Han Heng.


"Tembak...." perintah Xiao Qiao.


Xiu... Xiu...


Boommm💥...


Peperangan akhirnya terjadi, kedua belah pihak saling membunuh lawan tanpa ampun. Ledakan demi ledakan bergemuruh di depan Kota Satria.


Anak panah terus menerus dilepaskan. Sedangkan Penatua Agung Long Wenhua, Raja Han, Raja Long sudah mulai panik melihat pasukan udara musuh dengan ganas menyerang Raja pil Han. Pasukan udara yang tidak seimbang dengan jumlah, membuat Han Heng kuwalahan.


"Ming Mei, pimpinan mereka. Aku akan bantu Raja pil Han." perintah Xiao Qiao pada muridnya, ia langsung terbang membantu Raja pil Han.


"Baik Guru," jawab Ming Mei, "terus lepaskan anak panah." lanjut Ming Mei pada pasukan pemanah.


"Matiii...." teriak Xiao Qiao dengan menyerang pasukan burung, Xiao Qiao tetap menggunakan senjata cambuk.


Swoshhh... Cetarrrr...


Yang tidak semua mereka ketahui, Sun Yao, Hei Bao dan Ma Xiniu beserta pasukan bergerak dari belakang pasukan pimpinan Jenderal Besar Yue Bao.


"Seranggg...." teriak Sun Yao dengan terbang menuju pasukan Burung bersama para Tetua.

__ADS_1


Sedangkan Ma Xiniu dan Hei Bao menyerang di darat. Melihat serangan mendadak, membuat pasukan pimpinan Yue Bao kaget. Demikian juga dengan Raja Yue Hu, Raja Huang dan beberapa pemimpin yang ikut terkejut.


__ADS_2