
Chapter 122 Mencari Petunjuk Misteri(2).
Xi He dan Lotus Bao juga ikut membaca catatan itu dengan penuh minat. Namun, catatan itu masih tidak terbaca secara keseluruhan, dan mereka bertiga menghela nafas.
"Satu tahun sebelum kejadian menghilangnya Ordo Kegelapan, sudah ada sesuatu yang meneror mereka...," kata Excel Shimo setelah membaca semua catatan itu, "mungkin karena si pemilik hanya Tetua biasa, dia tidak mengetahui beberapa hal yang penting dan rahasia." lanjutnya dengan menyimpan catatan itu dan cincin dimensi.
"Bisa jadi," sahut Lotus Bao dan Xi He.
"He'er, ayo kita lanjutkan lagi," pinta Excel Shimo.
Kembali jarum berwarna putih berputar kekanan dengan cepat, dan secara berlahan berhenti setelah menemukan sesuatu yang diinginkan Tuannya.
Setelah mendapatkan petunjuk, Excel Shimo segera berjalan dengan cepat menuju lokasi itu. Namun, Excel Shimo berhenti saat melihat sembilan boneka wayang yang sudah tidak aktif.
"Hehehe, aku dapat 9 lagi pengawal rahasia fisik tingkat Emas tahap puncak," Excel Shimo terkekeh sambil menyimpan boneka itu, "sayangnya basis kultivasinya tidak bisa sekuat si pencipta." lanjutnya dengan sedikit kecewa jika boneka itu hanya kuat pada fisiknya, dan lemah dalam hal basis kultivasinya.
"Tuan tinggal menyimpan jejak spiritual, dan fisik Emas tahap puncak, itu juga setara dengan kekuatan tingkat Peri Langit," sahut Lotus Bao yang mengingatkan Tuannya yang lupa.
"Hehehe, aku lupa. Terima kasih, Bao'er," jawab Excel Shimo sambil menggaruk kepalanya karena malu.
Total ia memiliki sepuluh boneka wayang dengan kekuatan fisik tingkat Emas tahap puncak. Dengan demikian, Excel Shimo tidak lagi kuatir jika memiliki lawan yang menang dalam jumlah.
Kemudian, Excel Shimo segera menuju ruang ketiga, dimana jarum penunjuk arah selalu bergetar. Sesampainya di depan dinding yang sama, Excel Shimo mencari tombol yang terbuat dari batu.
Drerttt... Derrr... Bhuzhhh...
__ADS_1
Seperti di ruang kedua, ruang itu juga menyimpan beberapa peti harta dan Excel Shimo tanpa ragu menyimpan peti harta itu. Lalu ia berjalan menuju ruang si pemilik dan mendapati beberapa gulungan perkamen, dan juga memeriksa tempat tidurnya.
"Delapan Galaxi sejajar/ Bulan She/ Minggu ke-empat/ hari ke-dua. Ratu Diao Chin memerintahkan seluruh anggota dalam siaga penuh ...(tidak terbaca) awalnya kami tidak percaya dengan keluarnya perintah Ratu ...(tidak terbaca) tetapi, tiba-tiba hari ke-tiga ...(tidak terbaca) kami panik, banyak anggota Ordo Kegelapan bersembunyi di ruang mereka masing-masing. Tepat hari ke-empat, Ratu kami menemui Klan Bing disaat genting, kami merasa aneh dengan tindakan Ratu kami, tetapi kami tidak ada yang berani bertanya. Kami tetap bersembunyi. Waktu itu Qin Liangshi yang menjadi andalan Ordo Kegelapan saat kepergian Ratu Diao Chin, dengan Jendral, Menteri dan tiga Ketua yang tetap siaga penuh...," Excel Shimo membaca gulungan perkamen itu, dan berhenti saat ingin bertanya.
(Delapan Galaxi sejajar artinya 100 juta lebih tahun yang lalu, cara menghitung jumlah tahun yang telah berlalu pada masa itu, dan digunakan hingga kedatangan Excel Shimo. Delapan galaxi sejajar adalah jumlah waktu 100 juta hingga 250 juta tahun. Bulan She adalah bulan ular, jika pada jaman saat ini, disebut bulan Agustus.)
"He'er, siapa itu Qin Liangshi?" tanya Excel Shimo.
"Dia adalah adik kandung Peri Diao atau Ratu Diao Chin, salah satu orang yang sangat dipercaya oleh Peri Diao. Seluruh Benua Kelahiran mengenalnya dengan nama Peri Juan(Keanggunan)," jawab Xi He yang terdengar iri dengan wanita itu.
"Seanggun itukah?" tanya Excel Shimo yang penasaran dengan sosok Peri Juan.
"Setara, bisa dikatakan wajah mereka berdua kembar. Perbedaan mereka terletak pada warna rambut. Peri Diao berambut merah, sedangkan Peri Juan berambut biru. Selain itu basis kultivasi Peri Juan berada pada tingkat Half Alfa level 75, satu tingkat dibawah Peri Diao." jawab Xi He.
"Jangan meremehkan bawahan Ratu Diao Chin. Jenderal dan para pejabatnya, kekuatan mereka setingkat Celestial Supreme," sahut Xi He yang merasa Tuannya meremehkan kekuatan Ordo Kegelapan.
Mendengar ucapan Xi He, Excel Shimo bergidik ngeri dan menelan salivanya.
Dia tidak menyangka jajaran anggota Ordo Kegelapan mampu membuat gentar Dewan Keamanan yang kekuatannya setara. Kembali Excel Shimo membaca catatan itu, setelah membuang segala pikiran yang tidak berguna saat ini.
"Disaat genting, kenapa si Diao Chin malah pergi ke Klan Bing, apa itu terkait dirimu, He'er?" Saat akan membaca, Excel Shimo bertanya lagi keganjilan dalam catatan itu.
"Hahmmm, benar. Entah apa tujuan Ratu Diao Chin menemui Leluhur Bing, selain menitipkan saya kepadanya," Xi He menghela nafas berat, seakan-akan dirinya enggan berbicara, "catatan itu dibaca nanti saja, segera Tuan menemukan peti kuno itu." lanjut Xi He yang mengingatkan Tuannya pada inti tujuannya.
'Ada apa dengan He'er?' batin Excel Shimo yang merasa ganjil dan aneh dengan ucapan dan jalan pikirannya.
__ADS_1
"Kamu benar. Misteri ini akan terbuka seiring berjalannya waktu." jawab Excel Shimo dengan enggan, sambil ia berdiri dan menyimpan gulungan perkamen dan beberapa cincin dimensi.
Kini jarum merah yang bergerak, berputar kekanan dengan cepat. Jarum merah sebagai penunjuk arah menuju ke tempat harta langka, tanaman obat, roh dan sebagainya. Excel Shimo keluar dari ruang itu, dan langsung menuju tempat peti kuno berada.
Wushhhh... Boommm
Excel Shimo melemparkan api untuk menghancurkan formasi ilusi saat jalannya terhalang. Jalur goa semakin turun untuk mencapai tempat peti kuno berada, dan beberapa kali Excel Shimo melewati banyak jebakan.
Setelah waktu dua dupa berjalan dan melewati banyak jebakan formasi, akhirnya mereka sampai pada tujuannya. Namun, Excel Shimo merasa ketakutan saat pintu itu dijaga oleh seseorang kakek dengan duduk bersila.
Orang itu sangat tua, jenggotnya panjang hingga menyentuh tanah, demikian juga dengan rambutnya yang berwarna putih, dan panjang rambut juga menyentuh tanah. Walaupun sudah sangat tua, wajahnya masih nampak usia sekitar 200 tahun. Pakaiannya serba hitam dengan logo di dada kirinya berwarna keemasan.
Logo itu bergambar teratai hitam berdaun delapan dengan background putih. Di atas teratai itu bergambar benua yang juga berwarna hitam. Dipangkuan orang itu terdapat kuas.
Yang membuat Excel Shimo takut adalah kekuatan orang itu, yang berada pada tingkat Celestial Supreme level 3.
"Dia adalah Master Pelukis, salah satu Ketua andalan Ratu Diao Chin, namanya kalau tidak salah ingat adalah Qin Bo, dari keluarga besar Qin," kata Xi He disaat Tuannya berhenti berjalan dengan jarak 30 meter dari orang itu, "keluarga Qin banyak terlahir orang-orang yang berbakat, dan banyak diantara mereka menjadi pemimpin wilayah." lanjutnya saat tahu apa yang akan ditanya Tuannya.
"Apa dia sudah mati?" tanya Excel Shimo kepada Xi He dan Lotus Bao, sebab ia tidak berani menggunakan Mata Langitnya untuk menyelidiki tubuh Qin Bo.
"Tidak tahu!" jawab Xi He.
"Kelihatannya dia memang sudah mati, jika tidak, dia pasti akan terganggu saat Tuan merusak formasi di luar goa nya," kali ini Lotus Bao berbicara.
"Semoga saja. Tapi kenapa basis kultivasinya masih aktif jika dia mati?" tanya Excel Shimo yang kebingungan dan kuatir.
__ADS_1