God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 336. Menghajar Nayoung.


__ADS_3

Chapter 336. Menghajar Nayoung.


Keesokan harinya semua pemimpin kembali berkumpul, sebab besok adalah acara akbar dan hari ini adalah persiapan terakhir.


Seperti biasa Excel Shimo menuju singgasananya, dan disambut dengan penghormatan semua pemimpin yang hadir.


Kemudian, Jenderal Besar Fung segera maju untuk melaporkan misinya yang sukses menangkap pemimpin Ras Titan dengan mudah. Pang Jianheng segera dikeluarkan dari Pagoda Penjara dengan kedua tangan dan kaki diikat rantai.


Pang Jianheng menatap tajam Kaisar Shimo, dia merasa tidak terima diperlakukan seperti ini, Excel Shimo segera membaca pikiran dan jiwa Pang Jianheng tanpa dia ketahui, sebab basis kultivasi mereka terpaut jauh.


Excel Shimo pun tersenyum. "Lepaskan rantainya!" perintah Kaisar Shimo kepada bawahannya.


Swosh...


Segera dua penjaga bayangan istana muncul dibelakang Pang Jianheng dan membuat semua pemimpin kaget, sebab apa yang mereka lihat adalah boneka wayang bersayap.


Sepuluh boneka wayang telah Excel Shimo tingkatkan, karena kekuatannya juga telah meningkat, dulu kekuatan boneka wayang berada di tingkat Dewa Bumi, kini setelah ditingkatkan memiliki kekuatan Jenderal Surgawi level satu, dua tingkat di bawah kekuatan Excel Shimo.


Tubuh Pang Jianheng bergetar hebat, dia tidak menyangka jika kekuatan Kekaisaran Shimo begitu mengerikan, seandainya dia tahu sudah pasti akan berbicara baik-baik dan tidak akan menjadi pemberontak.


Segera Pang Jianheng bersujud dengan membenturkan kepalanya di lantai, dia meminta pengampunan untuk tidak dibunuh. Excel Shimo melambangkan tangannya, agar Pang Jianheng segera berdiri.


"Ampuni hamba Yang Mulia Kaisar Shimo!" Pang Jianheng memohon dengan air mata mengalir.


"Aku tahu kenapa kamu berbuat begitu ... Seandainya, jika kamu tidak menutup diri dan ikut melawan Ras Mayat Hidup seperti yang lainnya, jelas aku mengenalimu! Sayangnya, kamu hanya perduli dengan kelompok-mu sendiri! Jadi, jangan salahkan aku yang tidak mengenalmu. Dengan tindakanmu sebagai pemberontak hukumannya jelas, kematian ...," kata Excel Shimo kepada Pang Jianheng dengan tegas dan mendominasi.


Bruk...


"Ampun Yang Mulia Kaisar Shimo, tolong ampuni hamba yang telah melakukan kebodohan ini!"


Pang Jianheng kembali bersujud dengan memohon ampunan, dia juga membenturkan kepalanya di lantai hingga dahi berdarah.


"Namun, karena esok adalah hari pernikahanku, dan juga salah satu istriku berasal dari garis darah yang sama seperti milikmu ... Aku mengampuni-mu. Bangkit!" sambung Excel Shimo yang memberikan pengampunan.


Pang Jianheng mengucapkan terima kasih telah di ampuni hidupnya dari kesalahan besar yang seharusnya dihukum mati.


"Yang Mulia Raja Tu, atur posisi yang cocok untuk Pang Jianheng. Ingat, dia harus bersumpah Dao seperti yang lainnya!" perintah Excel Shimo kepada Raju Tu, Ayah dari kedua istrinya, Tu Qingxuan dan Tu Yueyin Mei.


"Sesuai kehendak, Yang Mulia Kaisar Shimo."


Lalu, Excel Shimo memberikan cincin dimensi kepada asisten wanita untuk diberikan kepada Raja Tu. Cincin dimensi itu berisi sumberdaya akan diberikan untuk Pang Jianheng ketika menerima jabatan.

__ADS_1


Pang Jianheng menahan kegembiraannya, dia tidak berharap jika Kaisar Shimo yang sudah mengampuni dan masih saja mengangkat diri menjadi salah satu pejabat di bawah raja.


Excel Shimo melakukan itu sudah dia pertimbangkan sejak awal, membuat seseorang putus asa yang akan menerima kematian dan mengampuni dengan memberikan kejutan, tujuan Excel Shimo jelas, dia ingin Pang Jianheng berhutang budi dan menjadi setia, apalagi harus bersumpah Dao.


Setelah urusan Pang Jianheng selesai, maju Jenderal Barat Sun Yao untuk melaporkan tugasnya. Terlihat wajah Sun Yao kurang bersemangat dan segera Excel Shimo membaca pikiran dan jiwanya.


Excel Shimo hanya tersenyum setelah tahu penyebabnya, dan menunggu Sun Yao untuk melapor hasil misi pertamanya.


"Yang Mulia Kaisar Shimo, maafkan hamba yang tidak mampu menundukkan binatang Yeti, untuk penghuni yang lain hamba mampu menaklukkan mereka ...!" lapor Sun Yao dengan berlutut, lutut kaki kanan menyentuh lantai, kaki kiri menekuk dengan menangkupkan kedua tangan.


"Kenapa bisa tidak bisa Anda taklukkan? Seharusnya mudah menangani mereka!" tanya Excel Shimo dengan berpura-pura serius.


Kemudian, Sun Yao bercerita, ceritanya singkat tapi mudah dimengerti. Binatang Yeti sebenarnya sudah ditundukkan, berhubung binatang Yeti hidup di suhu dingin, mereka tidak akan hidup lama jika tinggal di suhu cuaca panas, sebab itu Sun Yao gagal menjadi mereka bagian pasukan binatang. Jenis binatang yang bisa ditundukkan adalah binatang serigala salju, musang salju, dua jenis binatang ini masih bertahan di cuaca panas asal tidak jauh dari sumber air.


"Jika begitu, setelah acara besok selesai, buat aliansi dengan mereka. Petakan Gunung Es Abadi dan selidik goa yang merupakan makam dari Dewa Iblis Api Phoenix. Kita jadikan Gunung Es Abadi basis untuk memantau Laut Selatan yang dihuni Mahkota Maharaja. Libu Wang Kaibo, Bingbu Long Wenhua dan Gongbu Lei Ping tangani aliansi, buat menara di puncak gunung, dan juga selidik seluruh perairan di benua ini!" perintah Excel Shimo kepada ketiga menteri yang terkait.


"Sesuai kehendak Yang Mulia Kaisar Shimo."


Setelah memberikan pengaturan, maju Tu Huang Shang bergelar Lifan Yuan, sebagai Menteri Urusan Luar Negeri.


"Lapor, Yang Mulia Kaisar Shimo. Sudah 2 hari ini, di luar segel benua tampak beberapa orang berniat untuk masuk, tapi selalu gagal. Perkiraan hamba mereka utusan dari Benua Shen Zhou."


Setelah Lifan Yuan Tu Huang Shang melapor, dia kembali mundur dan menunggu jawaban. Excel Shimo memejamkan mata untuk melihat empat orang dengan kekuatan Jenderal Surgawi yang berusaha masuk, Excel Shimo tersenyum melihat kebodohan mereka.


Seketika suasana menjadi tegang lagi dan bergidik ngeri dengan ancaman Kaisar Shimo kepada utusan dari Benua Shen Zhou, walaupun mereka bukan yang diancam, aura Kaisar Surgawi yang sedikit keluar menekan semua orang, dan membuat keringat dingin serta di punggung.


"Abaikan mereka. Bagaimana proses persiapan untuk acara besok?" tanya Excel Shimo.


Segera maju Gongbu Lei Ping, dan berbicara jika proses persiapan telah selesai, tinggal mengatur hal yang sepele, masalah keamanan juga telah diatur oleh Bingbu Long Wenhua. Setelah semua selesai, Excel Shimo meninggalkan Istana Kekaisaran, dia menuju ke ruang santai.


"Membosankan!" sungutnya dengan tiduran di sofa panjang yang bisa dikatakan mirip tempat tidur.


Segera Nayoung menghampiri Excel Shimo dan memijat kakinya, dia tersenyum melihat Kaisar Shimo yang masih kebosanan tidak bisa keluar dari Kekaisaran. Excel Shimo melihat Nayoung yang wajahnya menarik, dia segera membaca pikiran dan jiwa Kepala Pelayan Istana.


'Ah! Sudah 3 tahun tidak disentuh suaminya!' batin Excel Shimo yang keheranan, saat tahu Nayoung yang seharusnya menarik setiap pria tidak disentuh suaminya.


"Putri mu sudah usia berapa dan siapa namanya?" tanya Excel Shimo yang basa-basi untuk menghilangkan kejenuhan, sebelum Nayoung menjawab, kembali Excel Shimo berbicara, "jangan panggil 'Yang Mulia Kaisar Shimo' jika tidak dihadapan para pejabat, panggil saja Kaisar Shimo!" perintahnya.


Nayoung menghela nafas pelan, dia kagum dengan sifat Excel Shimo yang tidak gila hormat seperti yang dia ketahui dari beberapa pejabat waktu dulu. "Baik, Kaisar Shimo. Usia putri hamba 14 tahun, namanya Tao Chunhua!" jawab Nayoung.


"Masukan saja di Akademi Kekaisaran, nanti aku buatkan rekomendasi agar bisa diterima dengan mudah," kata Excel Shimo.

__ADS_1


"Terima kasih, Kaisar Shimo."


Nayoung menahan kegembiraan-nya, sebab minimal usia 15 tahun yang bisa masuk Akademi Kekaisaran dengan kekuatan minimal setingkat Grand Master, syarat yang sulit bagi siapapun, sedangkan putrinya hanya memiliki kekuatan tingkat Disciple level 2 yang seharusnya bisa masuk di Akademi Pedang Surga atau Akademi Langit Abadi.


Dengan putrinya masuk di Akademi Kekaisaran, Nayoung bisa dengan mudah mengawasi dan lebih dekat dengannya.


"Bekerja apa suamimu dan siapa namanya?" selidik Excel Shimo.


"Suami hamba sebagai seorang pandai besi tingkat Disciple tahap rendah, namanya Tao Ce!" jawab Nayoung yang tampak malu, sebab suaminya terkenal malas dan suka mabuk.


Tao Ce memiliki kekuatan tingkat Grand Master dan hidupnya selalu mengandalkan Nayoung, setiap kali dia mendapatkan hasil dari membuat senjata, selalu dibuat mabuk bersama teman-temannya, seandainya Nayoung tidak memiliki kekuatan yang lebih tinggi, jelas dia akan sering mendapatkan perlakuan buruk ketika suaminya mabuk.


"Sejak kapan suamimu tidak bisa berdiri?" tanya Excel Shimo yang blak-blakan dan sontak membuat Nayoung kaget, dia menahan malu dengan menunduk, wajahnya sudah menjadi merah, dia kembali melihat wajah Excel Shimo yang memejamkan mata.


"Su--sudah--!"


Nayoung tidak mampu menjawab karena malu, dan terhenti saat Excel Shimo bangun dan mencium bibirnya. Spontan jantung Nayoung ingin melompat, dia kaget, jantungnya berdebar sangat kencang, tapi dia segera menyambut ciuman Excel Shimo, karena Nayoung tahu sebelum mengikuti ujian seleksi sebagai abdi istana, dia akan menjadi pelayan yang pasti menerima keadaannya yang seperti ini.


Namun, saat dirinya diangkat menjadi Kepala Pelayan Istana oleh Xiao Qiao, dia kegirangan karena bisa melayani Kaisar Shimo secara pribadi, dia mengira hanya sebagai pelayan biasa.


Selain itu, sejak hari pertama dia melayani Excel Shimo, dia sudah jatuh cinta dan berharap Excel Shimo menyentuhnya.


"Mm!" desa han Nayoung ketika buah kenyalnya yang berukuran 36C dipegang oleh Excel Shimo dengan sedikit erat.


Nayoung tidak tinggal diam, segera dia memegang tongkat yang masih dibalik pakaian Kekaisaran, sudah sejak pertama kali melihat dia ingin merasakan tongkat Excel Shimo.


"Puaskan aku!" bisik Excel Shimo dan tidur terlentang.


Nayoung tersipu malu dengan nafas yang memburu, dia segera membuka pakaian bawah miliki Excel Shimo, setelah itu melorotkan celana dan keluarlah tongkat besar panjang yang siap tempur.


Segera Nayoung mendekatkan mulutnya, dia ingin memberikan kepuasan pada Excel Shimo dengan membuatnya keluar hanya dengan mulutnya saja. Namun, setelah waktu hampir satu dupa, Excel Shimo tidak mencapai puncak.


Segera Excel Shimo duduk dan kembali mencium bibir Nayoung, sambil mengangkat pakaian bawah Nayoung yang model terusan sampai ke perut. Excel Shimo mendorong Nayoung hingga tertidur terlentang dan tanpa membuka pakaian dalam milik Nayoung, Excel Shimo menyelipkan tongkatnya, kepala tongkat merasakan lembah surga basah yang ditumbuhi rambut tipis.


"Oh!" eran gan Nayoung ketika kepala tongkat telah masuk, dia menahan sakit karena lembah surganya sudah lama tidak dimasuki, selain itu tongkat Excel Shimo terlalu besar bagi lubang surganya.


Sekali lagi Nayoung tersentak dengan mengangkat kepalanya kebelakang, saat tongkat Excel Shimo dengan kasar di hentakkan hingga dirinya mencapai puncak. Excel Shimo yang sudah lama tidak mendapatkan jatah, dia menghajar lembah surga Nayoung dengan cepat hingga suara seperti tamparan daging terdengar.


Nayoung yang sudah lama tidak diberikan nafkah batiniah oleh suaminya, sangat puas dengan rasa puncak yang tidak dia dapatkan dari suami pemabuk, dia selalu meminta lebih dan berharap Excel Shimo terus menghajarnya, jika perlu dibuat pingsan.


Excel Shimo pun menuruti dengan kasar yang tidak pernah dia lakukan kepada semua wanitanya, bahkan lubang kecil Nayoung tempat keluarnya kotoran dihajar dengan buas dengan posisi merangkak.

__ADS_1


Mendengar suara yang ribut di ruangan santai, beberapa pelayan mengintip dan terkejut jika Kaisar Shimo melakukan hal itu, mereka hanya bisa menelan salivanya dan mulai ikut terbawa arus kemesraan Kepala Pelayan Istana dengan Kaisar Shimo.


__ADS_2