
Chapter 200. Pesan terakhir Wali Benua. Arc 1 End.
Setelah ledakan supernova, Benua Jiang Shan bergetar hebat dan energi spiritual itu memang tidak menghancurkan, tapi energi spiritual itu menyelimuti Benua Jiang Shan. Akhirnya Benua Jiang Shan disegel dan tidak ada yang keluar maupun bisa masuk dengan bebas.
"Suami ...!!"
"Shimo ...!!"
Semua wanitanya Excel Shimo berteriak histeris, saat melihat energi spiritual melahap tubuhnya. Tidak hanya pasangan Dao Excel Shimo, tapi bawahannya juga memanggil Rajanya.
Penduduk Benua Jiang Shan juga histeris memanggil nama 'Wali Benua' ketika ledakan supernova menggetarkan benua Jiang Shan.
Keempat Dewi-dewi juga berteriak dan menangis dengan terduduk di tanah. Tapi, Dewi Angsa masih merasakan segel keluarga Excel masih aktif dan melihat token perekam suara.
"Tenang, semuanya tenang. Segel keluarga besar Excel masih aktif. Itu tandanya suami kita masih hidup..." teriak Dewi Angsa kepada semua orang sambil menunjukkan token perekam suara.
"Iya, segel ini masih bisa kita rasakan, itu tandanya suami kita masih hidup!" sahut Dewi Rubah Bulan yang juga bisa merasakan kehidupan Excel Shimo.
Segera semua wanita dan bawahan Excel Shimo kegirangan, dan melihat Dewi Angsa yang menunjukkan token perekam suara kepada mereka.
Semua wanita mengusap air matanya.
"Cepat aktifkan token itu?" pinta Loi Annchi dan Bao Xue secara bersamaan.
Dengan di anggukan kepala, Dewi Angsa segera mengalirkan energi untuk membuka token perekam suara.
( "Aku Excel Shimo. Semua wanitaku, kalian jangan kuatir, aku masih hidup, hanya saja tersedot kedalam kehampaan. Selama aku mencari jalan keluar dari sini, kalian terus berlatih dan kalian sebagai wakil-ku untuk menobatkan kedua Raja pengganti. Dan rakyatku, dukung istriku. Kalian adalah orang kepercayaan yang terpilih. Aku mencintai kalian semua." )
__ADS_1
Setelah mendengarkan suara suami, Raja dan Wali Benua, semua orang menangis, sebab semua orang tahu begitu bahayanya tersedot kedalam kehampaan yang penuh dengan badai.
"Demi keselamatan kehidupan di Benua Jiang Shan, Wali Benua harus mengorbankan dirinya sendiri!" celetuk Long Wenhua dengan raut wajah sedih.
"Jika aku berada di posisi Wali Benua, belum tentu mau mengorbankan diri untuk benua ini!" Patriark Klan Huang akhirnya menyadari pengorbanan Wali Benua dengan raut wajah penuh penyesalan.
"Aku akan buat Monumen nasional untuk mengingat pengorbanan Wali Benua dalam menyelamatkan Benua Jiang Shan," celetuk salah satu orang yang ahli dalam pandai besi.
"Aku akan membantumu membuatkan Monumen untuk Wali Benua," seorang ahli Formasi Array juga ingin mengabadikan jasa Wali Benua
Disaat semua orang bersedih dan sambil membicarakan kepahlawanan Wali Benua, sosok tubuh kesadaran itu memasuki Altar Sembilan Surga tanpa membuat Formasi Pelindung berfluktuasi.
Sosok tubuh kesadaran itu tersenyum sambil melihat Formasi Pelindung, dia menyukai Excel Shimo semenjak debut di Benua Jiang Shan dan selalu mengawasi setiap tindakannya.
"Suatu saat nanti kamu akan mengerti akan tindakan-ku, anak muda!" gumamnya saat melihat kearah Excel Shimo yang masih memarahi dirinya.
Sosok itu seperti hafal semua binatang monster yang mendiami kedelapan tingkat. Yang anehnya, didalam Altar Sembilan Surga ada satu jalur yang tidak diterangkan dalam tablet batu informasi yaitu, tingkat kesembilan.
Di tingkat sembilan ada dua pintu gerbang setinggi dua puluh meter dan lebar sepuluh meter. Warnanya hitam dengan ukirannya berwarna merah.
Tanpa membuka pintu gerbang itu, sosok tubuh kesadaran itu dengan mudah menembus pintu gerbang.
"Kalian tidak pernah bosan-bosannya ...!" gumam sosok itu saat melihat kehidupan di tingkat sembilan, "demi janjiku kepada anak muda itu, aku akan menyegel pintu gerbang ini dan sekaligus akses kalian memasuki ke tingkat ini!" lanjutnya tanpa diketahui semua kehidupan di tingkat sembilan.
Sosok itu menggerakkan kedua tangannya kedepan dan membuat gerakan seperti ahli Formasi Array. Dengan cepat kedua tangannya mengeluarkan cahaya biru muda.
__ADS_1
Swosh...
Segera cahaya biru muda menyegel pintu gerbang dan semua kehidupan di tingkat sembilan. Semua kehidupan didalamnya langsung menjadi patung.
"Selesai! Anak nakal, sekarang giliran-mu. Ingat, batas waktumu hanya 100 tahun untuk mendapatkan Pedang Semesta itu, jika tidak ...," gumam sosok tubuh kesadaran setelah menyegel tingkat sembilan, ia melihat lagi Excel Shimo yang akan tiba di Benua Jiu Zhou.
Sosok itu seakan-akan berbicara kepada Excel Shimo, padahal jaraknya sangat jauh. Tapi sosok itu malah tersenyum melihat Excel Shimo masih menjelekan dirinya.
"Dasar anak nakal!" sosok itu geleng-geleng kepala dengan bibir tersenyum, tubuhnya gemetar dan menghilang seperti tersapu hembusan angin.
"Kapan suami kita bisa keluar dari kehampaan?" tanya Ming Li Ling sambil menangis di pelukan Ming Mei kepada Dewi Angsa.
"Aku tidak tahu. Didalam catatan pengetahuan. Setiap orang yang berada dibawah Tingkat Prajurit Surgawi, akan kesulitan untuk keluar dari kehampaan, bahkan setingkat Prajurit Surgawi sulit keluar tanpa memahami aturan hukum kehampaan. Hanya setingkat Raja Surgawi yang mampu merobek kehampaan, walaupun harus dengan susah payah...," jelas Dewi Angsa kepada semua orang yang sedang menatapnya.
"Tapi, dengan keberuntungan yang selalu menaungi suami kita, aku yakin dia mampu mencari jalan keluar...," sahut Xiao Qiao dengan penuh harapan.
"Semoga saja. Disaat kita menunggunya, lebih baik kita mengikuti pesan terakhirnya dan berusaha memenuhi keinginan dia," Dewi Chang'e tidak mau semua orang dirundung kesedihan dan memberikan semangat kepada semua orang.
"Benar. Ayo kita benahi Benua Jiang Shan dari perbuatan Dewan Keamanan yang tidak berprikemanusiaan!" dukung Dewi Naga, ia geram dengan tindakan Dewan Keamanan yang gagal menjadi pengayom kehidupan di alam ini.
"Aku yakin suami kita bisa menghancurkan penyegelan Benua Jiang Shan saat dia kembali!" ujar Bao Xue dengan keyakinan tinggi dan di anggukan oleh semua orang yang percaya.
Semua orang kembali bersemangat dengan harapan besar akan kembalinya Excel Shimo sebagai Wali Benua. Mereka menuju wilayah Utara dan Timur untuk membenahi kerusakan akibat dampak hujan energi spiritual senjata penghancur.
Kali ini semua orang bekerjasama dan tidak ada lagi yang membenci kedua Ratu yang dicap pengkhianat. Raja Fung beserta Ras Burung Gajah, kembali menjadi transportasi bagi penduduk yang ingin kembali ke tempat asalnya.
__ADS_1
[Arc 1 End]
(Author : Hello Sobatku semua. 200 bab di season ini telah selesai, ini adalah akhir perjalanan Excel Shimo di Benua Jiang Shan. Ia akan kembali ke Benua Jiang Shan setelah mendapat Pedang Semesta dan menjemput semua wanitanya untuk kembali berpetualang bersama-sama. Terima kasih banyak atas dukungan kepada saya. Jadikan novel God Of Beast 1 sebagai 'Favorit' untuk update berikutnya, dan jangan lupa Like, Komentar, Vote, agar saya terus melanjutkan perjalanan Excel Shimo membuka banyak misteri dan menuju ke Alam Kudus. Sehat selalu dan bahagia. Salam.)