God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 424.


__ADS_3

Chapter 424. Satria Kuda Hitam!


Tidak ingin berlama-lama berbicara kepada Excel Shimo, Lin Sichuan melihat pembawa acara dan berkata:


"Senior, aku siap! "


Pembawa acara melihat Dewa Binatang dan hanya di anggukan saja yang tanda telah siap.


"Kalian bisa... Mulai! "


Setelah pembawa acara memberikan izin, Lin Sichuan langsung melesat ke depan sambil menebaskan pedangnya kepada Dewa Binatang. Kecepatan Lin Sichuan sangat cepat untuk diikuti mata bisa.


Disaat jarak sudah sangat dekat leher, segera Dewa Binatang mundur satu langkah dan pedang Lin Sichuan pun meleset.


Segera Lin Sichuan menghentakkan kaki kanan untuk mundur dan memutar tubuhnya dengan kaki kiri berniat menendang pinggang Dewa Binatang, tangan kanan yang memegang pedang dia gerakkan melawan jarum jam, dengan tujuan memberikan serangan ganda.


Dewa Binatang tersenyum tipis melihat gerakkan Lin Sichuan tampak lambat baginya, sebelum kaki kiri dan pedang mengenainya, dia segera menggunakan kecepatan tinggi untuk menghindari dengan bergerak memutari Lin Sichuan dan muncul dibelakang lawan.


Lin Sichuan jelas syok melihat gerakkan Dewa Binatang seperti sinar yang melewatinya, dia merasa gerakannya sangat lambat dan ingin membalikkan badan namun terlambat.


Plak...


Suara tamparan terdengar keras, di mana Dewa Binatang menampar pantat Lin Sichuan. Jelas Lin Sichuan kaget dan seketika semakin marah telah dipermalukan, dia merasakan rasa panas pada pantatnya.


Disaat Lin Sichuan membalikkan badan dengan gerakan cepat, dia terkejut saat melihat Dewa Binatang telah ada di depan matanya dengan hembusan nafasnya yang bisa dirasakan.


"Cepat sekali dia! " batin Lin Sichuan dan segera mundur.


Tapi, disaat dia mundur untuk membuat ruang serangan balik, Dewa Binatang juga mengikuti dan nafasnya tetap dia rasakan.


Lin Sichuan segera mengangkat lutut kaki kanan dengan niat menyerang kejantanan Dewa Binatang.


Sayangnya, tidak ada ruang gerak baginya, di mana Dewa Binatang menahan lututnya. Lin Sichuan ingin menggunakan pedangnya untuk menyerang, tapi kembali ditahan oleh tangan kiri Dewa Binatang.


"Kamu bukan lawan ku dan kamu telah kalah! Dan lagi, aku tidak tertarik memiliki kekasih baru!" kata Excel Shimo kepada Lin Sichuan.


Lin Sichuan tidak tahu harus berkata apa, dengan ucapan Dewa Binatang yang tidak dia perkiraan. Lalu dia merasakan desiran angin dan kaget saat telah keluar dari panggung arena pertarungan tanpa dia sadari.


Semua orang membisu melihat gerakan Dewa Binatang yang susah dilihat, mereka hanya melihat Lin Sichuan maju ke depan untuk menyerang Dewa Binatang, tapi tiba-tiba telah keluar dari panggung.


Tidak hanya penonton saja yang membisu, pembawa acara yang paling dekat hanya bisa bengong melihat pergerakan Dewa Binatang yang tidak bisa diikuti oleh Mata Dewa.


Akhirnya, suasananya yang hening sesaat kembali bergemuruh, ketika anak-anak bersorak-sorai dengan kemenangan Dewa Binatang. Dan semua mata melihat Dewa Binatang berdiri ditepi panggung sambil melihat Lin Sichuan yang linglung.


"Kenali lawan-mu sebelum bertarung!" pesan Excel Shimo kepada Lin Sichuan, lalu dia melihat pembawa acara, "Senior!" panggilnya untuk mengumumkan hasil pertandingan.


"Dewa Binatang, menang! " segera pembawa acara mengesahkan kemenangannya.


Suara penonton makin keras terdengar, sambil melihat Dewa Binatang menghampiri Lin Sichuan dan memberikan sesuatu berupa botol giok, mereka mendengarnya berbicara.


"Itu pil menghilangkan efek rasa sakit mu yang akan kamu rasakan, dan kamu akan tetap bisa berkultivasi! " kata Excel Shimo kepada Lin Sichuan.

__ADS_1


Excel Shimo tahu Lin Sichuan menggunakan sejenis pil yang mampu meningkatkan kekuatan secara instan, dan setiap pil sejenis itu pasti memberikan efek samping yang buruk kepada pengguna.


Excel Shimo meninggalkan Lin Sichuan yang masih linglung, dia baru tersadar ketika hembusan angin menerpa wajah cantiknya.


"Dewa Binatang, aku menantang-mu!! "


Suara sangat keras terdengar dan semua orang kaget sambil mencari siapa yang menantang Dewa Binatang.


Tidak lama orang yang menantang segera datang dengan kecepatan tinggi, hingga menciptakan angin kencang.


Excel Shimo mendongak saat melihat sosok pria gagah dengan menunggang kuda terbang berwarna hitam, memiliki dua pasang sayap berwarna hitam, senjata tombak berwarna hitam dan juga pakaiannya serba hitam, dengan mengeluarkan aura kekuatan level 50.


"Itu Satria Kuda Hitam!"


Suara anak kecil yang sangat mengenalnya dan membuat semua penonton bersorak-sorai dan memanggil julukannya.


Sedangkan yang mengenal Dewa Binatang hanya bisa geleng-geleng saat tahu hasil pertarungan nanti. Sekuat level 99 saja mudah dikalahkan oleh Dewa Binatang, apalagi hanya level 50.


Tidak perlu bagi Dewa Binatang yang mengalahkan Satria Kuda Hitam, cukup Raja Singa sudah mampu mengalahkannya.


Dan, Satria Kuda Hitam merupakan petarung terakhir yang dipersiapkan oleh pemimpin bursa judi untuk mengalahkan Dewa Binatang. Satria Kuda Hitam merupakan seorang yang baru diangkat sebagai perwira rendah di kesatuan pasukan Kavaleri, prestasinya sangat banyak dengan membunuh mayat hidup.


Walaupun sudah tidak dikategorikan junior lagi, di arena pertarungan siapapun boleh menantang asal lawan mau menerima, tak terkecuali para petinggi bangsa Malaikat.


Excel Shimo tidak menanggapinya dan berjalan santai menuju rombongannya, sebab dirinya masih banyak yang perlu dilakukan di Benua Cahaya setelah mengalahkan Lin Sichuan. Dan menerima tantangan Lin Sichuan juga untuk menunggu Raja Malaikat selesai berdiskusi dengan para petinggi.


Satria Kuda Hitam jelas kesal merasa dirinya tidak dianggap, dan sekali lagi dia menantang Dewa Binatang sambil menggunakan tombak untuk menunjuk.


Excel Shimo berhenti dan melihat Satria Kuda Hitam dengan wajah jengkel, dia berkata:


"Apa taruhan mu? Aku tidak bersemangat bertarung tanpa ada taruhan! "


Setelah berbicara, Excel Shimo kembali menghampiri rombongannya tanpa menunggu jawaban dari Satria Kuda Hitam.


Satria Kuda Hitam tertawa dan melihat pemimpin bursa judi yang sedang duduk sambil dilayani oleh pelayan. Jelas Satria Kuda Hitam tidak mau mengeluarkan taruhan, sebab dirinya hanya disewa untuk bertarung.


"Tanyakan dulu, apa taruhannya?" kata pemimpin bursa judi kepada Satria Kuda Hitam dengan telepati, dia sangat percaya diri mampu memenuhi segala taruhan.


Satria Kuda Hitam mengangguk dan melihat Dewa Binatang duduk disamping Moon Qiang. Seketika, terlihat wajahnya menjadi jelek saat tahu wanita yang dia sukai bersama lawannya.


"Apa hubunganmu dengan dia? " tanya Satria Kuda Hitam kepada Moon Qiang dengan nada cemburu.


Moon Qiang menghela nafas kesal dan sebelum dia menjawab, Jing Ehuang si burung hantu mistik terlebih dahulu berceloteh:


"Qiang adalah kekasih Dewa Binatang dan mereka sangat cocok, apalagi Dewa Binatang sangat kuat; mampu melawan Raja Mayat Hidup dengan satu serangan, melawan 10.000 pasukan Asyura seorang diri, menundukkan banyak binatang mistik bercincin hitam dan masih banyak binatang mistik di bawah itu. Dewa Binatang juga seorang ahli Alkemis setinggi Celestial Supreme dan juga ahli Formasi Array setingkat yang sama. Hebatnya lagi, Dewa Binatang mampu membangkitkan banyak mayat dan kerangka untuk melawan musuh. Dewa Binatang juga melawan banyak Fiend Spirit di padang rumput seorang diri."


Segudang prestasi Dewa Binatang diungkapkan oleh Jing Ehuang secara gamblang dan didengarkan banyak telinga. Seketika suasana menjadi hening lagi dengan semua mata memandang wajah Dewa Binatang, antara percaya, kagum dan ada sebagian orang mengira Jing Ehuang membual.


Di Istana Cahaya, mendengar perkataan Jing Ehuang dengan jelas, Raja Malaikat, dua pemimpin Perguruan Api Asyura dan para petinggi geleng-geleng, karena mereka merasa rendah jika dibandingkan dengan prestasi Dewa Binatang yang baru datang di Benua Roh.


Seandainya, Dewa Binatang lebih lama tinggal di Benua Roh, prestasi macam apa yang sudah dia ukir, mungkin tidak akan ada lagi perseteruan di Benua Roh.

__ADS_1


Sedangkan Moon Qiang hanya tersenyum dan memeluk lengan Excel Shimo dengan wajah bangga. Yun Shang mengunci alisnya, dia tidak senang melihat Moon Qiang lebih akrab dan dia segera menyerobot Jin Shou yang berada di sisi Dewa Binatang, lalu memeluk lengan kanan Excel Shimo.


Satria Kuda Hitam jelas tidak mempercayai ucapan Jing Ehuang dan tertawa, setelah itu dia melihat Moon Qiang, Dewa Binatang dan Jin Shou, lalu dia berbicara:


"Omong kosong, belum usia genap 40 tahun... Tidak mungkin dia melampaui Ketua Balai Alkemis, apalagi cara membual mu berlebihan, Burung Hitam! Mana ada orang yang bisa membangkitkan mayat dan kerangka! "


Kembali Satria Kuda Hitam tertawa setelah berbicara dan diikuti sebagian orang yang juga tidak mempercayai Jing Ehuang.


Jing Ehuang jelas kesal dituduh membual, dia pun segera membalas omongan:


"Saksi banyak, 10.000 tentara Malaikat dan perwira menengah juga melihat dengan mata kepala saat melawan banyak Fiend Spirit. Ketua Jin Shou dan Tsai Li-Liang juga melihat selama di Hutan Mistik, dan Bunga Wangi, Dong Jingying, Duo Dewi dan masih banyak saksinya. Bahkan, pemimpin Perguruan Api Asyura juga melihatnya sendiri. "


"Benar itu semua, aku melihatnya sendiri! " sahut dua Peri Kupu-kupu dengan kompak.


Seketika orang yang tertawa terdiam, dengan banyak saksi penting yang melihat, semua orang percaya dan akhirnya tahu kenapa Jin Shou dan Tsai Li-Liang, Ximen bersaudara dan banyak wanita terkenal dekat dengan Dewa Binatang. Bahkan Raja Malaikat juga begitu antusias sebelum kedatangan Dewa Binatang.


"Kamu bukan lawan ku! Lebih baik fokus pada pengembangan diri dan cari pengalaman di luar, itu lebih bermanfaat bagi potensi dirimu!" tutur Excel Shimo kepada Satria Kuda Hitam, dia sudah malas untuk menerima tantangan.


Tubuh Satria Kuda Hitam bergetar, dia merasa direndahkan oleh Dewa Binatang, dia segera berkata dengan nada membentak:


"Usiamu berapa memberikan ku saran! Tak layak dirimu memberikan ceramah!? "


Excel Shimo geleng-geleng dan disaat akan berdiri, dia di tahan oleh Moon Qiang, dan berbicara kepadanya:


"Jangan hiraukan dia!"


Satria Kuda Hitam makin marah melihat Moon Qiang seperti seorang istri saat menghentikan Dewa Binatang, dan sekali lagi dia menantang dengan cara memprovokasi:


"Menurut cerita, manusia itu tidak takut saat ditantang! Tapi... Tampaknya semuanya bohong! "


Excel Shimo menghela nafas dan geleng-geleng setelahnya, tubuhnya sedikit bergetar dan tiba-tiba menghilang dari pelukan Yun Shang dan Moon Qiang, sontak kedua wanita itu kaget dan mengarahkan pandangannya kepada Satria Kuda Hitam.


Moon Qiang dan semua orang tercengang saat melihat Dewa Binatang telah mencekik Satria Kuda Hitam dan melihat tunggangannya telah kabur.


Satria Kuda Hitam yang jelas paling syok, dia segera melepaskan diri dari cengkraman Dewa Binatang, namun cengkeramannya makin erat, dia berusaha memukul kepala Dewa Binatang. Tapi...


Swosh... Boom


Satria Kuda Hitam dilempar ke panggung dengan saat keras dan cepat, hingga dirinya tidak sempat menstabilkan tubuh agar tidak terjatuh. Kembali Dewa Binatang menghilang dan muncul dibelakang Satria Kuda Hitam disaat dia baru bangun, dan langsung memukul punggungnya dengan keras.


Boom💥...


Satria Kuda Hitam menabrak dinding tribune penonton, hingga dinding itu hampir roboh. Spontan para penonton berhamburan menjauhi tribune yang akan runtuh.


"Kamu kalah! " ujar Excel Shimo kepada Satria Kuda Hitam saat berusaha untuk bangkit.


Kemudian, Excel Shimo tiba-tiba muncul di tempat duduknya lagi, dan berkata:


"Ambil taruhan kita, lalu kita bicarakan keinginan Raja Malaikat di tempat tenang. "


Semua orang masih linglung dengan apa yang baru mereka lihat dan sedikit lama baru merespon ucapan Excel Shimo...

__ADS_1


__ADS_2