
Chapter 287. Suku Ular.
Setiap Excel Shimo terbang melewati apapun, dibawahnya sekali menjadi porak-poranda, padahal dia sudah terbang tinggi agar tidak membuat kerusakan.
Tidak berselang lama, akhirnya Excel Shimo dekat dengan pintu ketiga. Pintu ketiga berada di tempat Bukit siluman, dan sesuai namanya banyak dihuni siluman berbagai bentuk.
Bhuzh...
Excel Shimo kembali menjadi wujud aslinya saat dekat dengan targetnya. Dengan tetap menyamar sebagai Huang Guang, sebelum Excel Shimo bergerak, dia merasakan aura familiar dan membalikkan badannya.
Swosh...
"Suami!"
Gongsun Ling yang tiba langsung terjun memeluk suaminya dan menangis tersedu-sedu. Excel Shimo membalas pelukan istrinya dengan mengelus punggung. "Maafkan aku Sayang!" ucap Excel Shimo.
"Tidak, aku yang seharusnya meminta maaf tentang perasaanku yang tidak jujur kepada kamu! Tapi, aku sekarang tahu, betapa baiknya kamu dan tulusnya hatimu!" sahut Gongsun Ling yang makin erat memeluk.
Excel Shimo dan Gongsun Ling terdiam, hanyut dalam rasa sayang dan terlepas dari beban mereka. Setelah Gongsun Ling tidak menangis lagi, Excel Shimo melepaskan pelukan dan mencium istrinya.
"Ayo kita bereskan masalah kita, gunakan pil perubahan wujud lagi," pinta Excel Shimo yang ingin segera menyelesaikan masalah.
Swosh...
Mereka berdua melesat menuju pintu keluar ketiga dan berhenti ketika berada di atas kawah yang merupakan pintu keluarnya mayat hidup. Excel Shimo melihat sudah ada ratusan ribu pasukan mayat hidup memenuhi dataran kawah, dan menunggu perintah. Selain itu di pintu keluar juga telah bersiap-siap, perkiraan jumlahnya sekitar 3 juta pasukan mayat hidup.
"Biar aku yang memusnahkan mereka!" pinta Gongsun Ling dan di anggukan oleh Excel Shimo.
Tangan kanan Gongsun Ling segera bergerak dengan telapak tangan mengarah pada lubang tengah di kawah, dia ingin menggunakan Api Surgawi untuk segera membakar mayat hidup sekali serangan.
Dari telapak tangan Gongsun Ling muncul bola Api Surgawi dan akibat suhu yang panas membuat pasukan mayat, murid-murid Istana Iblis Timur dan tetua mendongak. Syok jelas terlihat dimata mereka, yang melihat satu orang yang dikenali dan satu pria tua, apalagi melihat pria tua itu akan menyerang.
__ADS_1
Sebelum tetua penjaga pintu keluar bereaksi, bola Api Surgawi telah dilepaskan dan meluncurkan sangat cepat. "Boom💥!!" seketika ledakan hebat menghancurkan pintu keluar dan meruntuhkan dunia bawah tanah.
Semua mayat hidup itu langsung menjadi abu, bahkan ketua yang bertanggung jawab menjaga pintu gerbang tidak bisa menghindari serangan dari Gongsun Ling.
Seandainya Excel Shimo memiliki banyak waktu, dia pasti akan menangkap semua murid Istana Iblis Timur dan tetuanya. Sayangnya waktu sangat terbatas.
"Bagus! Tinggal satu pintu cabang dan pusat, aku akan langsung ke pusat dan kamu hancurkan pintu cabang keempat, sebab waktu kita tidak banyak. Setelah itu aku segera menuju Kerajaan Tu untuk menjemput keluarga kita dan menuju Kerajaan Chu, dan kamu tunggu kita di Kerajaan Chu," kata Excel Shimo yang membuat pengaturan.
"Kita lakukan bersama-sama, aku tidak mau lagi berpisah denganmu walau hanya sesaat!" tolak Gongsun Ling dengan memeluk lengan suaminya.
"Hamm! Baiklah. Ayo kita pergi!" Excel Shimo menghela nafas dan tidak menolak istrinya yang ingin selalu bersama.
Excel Shimo memeluk pinggang Gongsun Ling, dengan menggunakan skill teleportasi, mereka menghilang dan muncul lagi. Setelah beberapa kali menggunakan teleportasi, mereka sudah dekat dengan pintu keempat.
Jarak antara pintu ketiga dan keempat sangat dekat sekitar 20 mil saja. Sebenarnya Excel Shimo merasakan keanehannya, sebab hanya Ras Titan yang tampak membuat mayat hidup menghindari wilayahnya. Pintu keempat berada di Lembab Hitam, perbatasan antara wilayah Akademi Langit Abadi dan Wilayah milik Ratu Ular.
"Tunggu! Ada yang mengikuti kita!" ujar Gongsun Ling untuk menghentikan Excel Shimo yang akan menggunakan teleportasi, "hmmm! Ratu Ular dan pasukannya, kita berada di wilayah Danau Surga Ular!" Gongsun Ling mendengus saat tahu siapa yang mengikuti mereka, jumlah mereka sangat banyak.
Mereka kebetulan berkumpul setelah merasakan tekanan dari garis darahnya, dan tidak berselang lama datang sinyal bahaya dari penjaga perbatasan, mereka melaporkan jika ada orang yang memasuki wilayah Danau Surga Ular.
"Baik," jawab Gongsun Ling yang tidak kuatir, sebab Ratu Ular hanya setingkat Peri Langit level puncak, dan Gongsun Ling juga tahu jika Excel Shimo ingin mengorek formasi dari mulut Ratu Ular.
Wilayah Danau Surga Ular, sesuai dengan namanya, wilayah itu ada danau yang sangat besar, ratusan sungai, banyak hutan dan dua gunung berapi yang masih aktif. Bisa dikatakan 55â„… wilayah air dan sisanya hutan dan pegunungan. Banyak siluman dan binatang buas sebagai penghuninya, dan dikuasai oleh Ras Ular. Perkembangan Ular sangat subur dan pesat, disebabkan faktor geografis alamnya yang mendukung.
Excel Shimo melihat banyak pasukan ular setengah manusia, badan manusia dan kaki berwujud ular. Dibelakang pasukan ular banyak ular besar yang masih asli wujud ular, ukuran sangat besar dan panjang, panjangnya mencapai 30 meter. Yang membuat Excel Shimo tertarik adalah barisan terdepan, dimana ada seekor ular putih sepanjang 50 meter.
Diatas kepala ular putih tampak seorang wanita yang berdiri memegang senjata tombak, ujungnya berbentuk sabit. Wanita itu adalah Ratu Ular, memakai mahkota seperti sabit, ditengahnya berbentuk bunga teratai. Ratu Ular memakai pakaian berwarna biru.
Gongsun Ling mendekati suaminya, tampaknya dia kuatir jika suaminya tertarik dengan wanita suku ular, sebab mayoritas wanita ular sangat cantik. Namun, setelah melihat suaminya masih menyamar, Gongsun Ling menjadi lega.
"Wanita berpakaian biru itu adalah Ratu Ular dari suku She, namanya She Jingyi. Wanita berbaju merah juga Ratu Ular dari suku Bi, Bi Annchi. Baju berwarna merah muda adalah adiknya She Jingyi, namanya She Qinglin. Dua wanita yang berbaju merah adalah Jenderal Besar, yang masih wujud setelah manusia adalah She Jia Li dan Bi Lihua...," Gongsun Ling mengenalkan semua wanita ular kepada Excel Shimo,
__ADS_1
Dibelakang dua Ratu Ular ada lima wanita ular setelah manusia, mereka adalah tangan kanan dari Ratu She Jingyi dan Ratu Bi Annchi. Ras Ular di Benua Jiu Zhou di bagi menjadi dua kelompok, suku Bi dan suku She. Dan pasukan ular kebanyakan jenis kelamin betina dan jenis pejantan sangat sedikit.
Ras ular tanpa pejantan mampu bereproduksi sendiri, asal kekuatan mereka belum berada pada tingkat Grand Master. Selain itu, Ras ular tidak mempercayai pejantan, sebab bagi mereka pejantan adalah penyebab masalah. Setiap kali ular betina bertelur dan yang lahir adalah jantan, maka pejantan akan dijadikan sebagai pasukan pangkat rendah, dan mereka dipisahkan dari jenis wanita, karena betina berstatus sangat tinggi bagi Ras ular.
Setiap kali musim kawin, betina akan memilih pejantan yang berkualitas, dan selalu mencari pejantan yang mampu membuat mereka uterus, jika tidak menemukan pejantan yang sesuai syarat, maka betina biasanya akan saling berhubungan dengan sesama jenis untuk mendapatkan keturunan. (Uterus, mampu membuahi rahim)
"Hati-hati dengan racun mereka!" peringatan Gongsun Ling agar suaminya tidak mendekati Ras ular, setelah memperkenalkan satu per satu anggota penting Ras ular.
Excel Shimo tersenyum dan membelai rambut Gongsun Ling. Aksi mereka di kejauhan jelas dilihat oleh wanita ular, namun mereka pikir Excel Shimo dan Gongsun Ling yang menyamar pria adalah penyuka sesama jenis.
Dengan cepat pasukan ular mendekat dengan tubuh yang meliuk-liuk dengan gesit dan lincah. Sebenarnya mereka bisa terbang, sebab pasukan paling lemah berada pada tingkat Raja. Dan yang bisa menjadi wujud manusia setingkat Peri Benua, dan rata-rata perwira hingga Jenderal berada pada tingkat Peri Benua hingga Peri Langit. Sengaja mereka tidak terbang, sebab di darat lebih nyaman apalagi berada di air.
"Kalian berani memasuki wilayah kami, apa menginginkan perang dengan suku ular!" teriakan seorang Jenderal Barat, tubuh setengah manusia setengah ular.
Yang berteriak kepada Excel Shimo adalah Jenderal Barat suku Bi, tubuhnya berwarna ungu, bola mata berwarna ungu dan di kepalanya memiliki tiga tanduk, dengan dua pedang ganda di tangannya. Jenderal Barat suku Bi hanya memakai penutup dada dan pinggangnya, hal itu sudah kebiasaan mereka.
Excel Shimo tersenyum sinis mendengar teriak Jenderal Barat suku Bi. "Dia adalah Jenderal Barat suku Bi, terkenal kejam dan brutal saat bertarung," kata Gongsun Ling.
"Apakah mereka cocok jika dijadikan pasukan darat?" tanya Excel Shimo kepada istrinya, dia ingin meminta pendapat. Excel Shimo merasa jika pasukan ular yang memiliki kelincahan, tepat jika dijadikan pasukan daratnya sekaligus pasukan air.
"Mereka terlalu malas untuk bergerak." jawab Gongsun Ling sambil melirik suaminya penuh selidik, naluri nya sudah memberikan sinyal persaingan ketat antar wanita.
"Malas bergerak!" ujar Excel Shimo yang merasa jika istrinya berbohong, "mereka jauh-jauh dari pusat mengejar kita ...."
"Jelas ... Kita adalah bentuk ancaman bagi mereka setelah kamu berubah wujud tadi ...," sahut Gongsun Ling yang menebak jika Naga 12 element adalah suaminya, sebab jejak samar aura suaminya dia sangat hafal.
Merasa jika dihiraukan, salah satu Jenderal berteriak kepada Excel Shimo yang melayang diatas mereka. "Enyah kalian dari sini! Jika tidak ...!?" usir Jenderal Selatan She dengan mengeluarkan api di kedua telapak tangan.
"Siapa diantara kalian yang berkerjasama dengan Istana Iblis Timur! Maju dan penggal lehermu, atau aku musnahkan Ras Ular!" balas Excel Shimo yang tidak sekedar mengancam, dengan mengeluarkan Api Surgawi di ujung jari tengah dan mengarahkan kepada kedua ratu ular.
Gongsun Ling seketika lega dan tersenyum melihat suaminya yang tidak tertarik dengan wanita cantik, kecantikan mereka bisa dikatakan setara dengannya, dia juga menahan tawa melihat jari tengah suaminya yang bermaksud membuat kemarahan mereka.
__ADS_1
"Api Surgawi!!" seruan semua wanita yang berdiri diatas kepala ular putih.
Dengan cepat semua wanita itu memulihkan keterkejutannya, mereka segera memerintahkan ular putih untuk terbang mendekati Excel Shimo. Kedua ratu Suku ular juga meminta Jenderal nya untuk diam, sebab mereka kali ini yang akan bertindak.