
Chapter 473. Berpisah!
Excel Shimo beristirahat di Dunia Jiwa selama dua hari setelah mengeluarkan banyak energi kekuatan jiwa. Benua Kelahiran yang telah berada di Dunia Jiwa segera diatur oleh semua istrinya dan para petinggi kekaisaran.
Setelah staminanya pulih, Excel Shimo berpamitan kepada semua istrinya untuk menuju ke Galaksi Cahaya. Dengan titik koordinat yang telah diketahui dan juga menggunakan Heart Stone, butuh beberapa kali berteleportasi dan telah sampai di tujuan.
Excel Shimo segera menemui Raja Cahaya. Di dalam perjalanan menuju Istana Cahaya, Excel Shimo melihat penduduk telah siap untuk berpindah tempat ke dalam Dunia Jiwa.
"Dewa Binatang," sapa penjaga jalur ke Istana Cahaya saat melihat Excel Shimo muncul dengan mendadak.
"Aku ingin menemui Raja Cahaya," kata Excel Shimo.
Segera penjaga mengantarkan Excel Shimo. Tidak berselang lama dia telah berada di dalam Istana Cahaya. Raja Cahaya segera berdiri dan menyambut menantunya, dia tertawa lepas dan memeluk Excel Shimo.
Semua petinggi Kerajaan Cahaya juga Ikut menyambut Dewa Binatang. Karena tidak ingin berlama-lama mengobrol, Excel Shimo segera memulai tujuannya.
Prosesnya tidak jauh beda dengan Benua Kelahiran, butuh waktu satu hari untuk membuat Benua Roh menjadi kecil agar bisa masuk ke dalam Dunia Jiwa.
Formasi Pentagram ciptaan saudari perempuan Excel Shimo sangat banyak membantu, jika tidak ada itu jelas Excel Shimo tidak mungkin semudah seperti saat ini.
Akhirnya Benua Roh pun masuk ke dalam Dunia Jiwa. Sekali lagi Excel Shimo membutuhkan waktu dua hari untuk memulihkan stamina yang telah terkuras...
Waktu berlalu dengan cepat dan tidak terasa Konferensi Tianwu akan dimulai. Selama itu keberadaan Wei Yan juga tidak diketahui oleh Excel Shimo, padahal dia sering menunjukkan dirinya agar mudah diketahui oleh Wei Yan.
Kehidupan penduduk Benua Kelahiran dan Benua Roh semakin makmur, tidak perlu dipusingkan lagi untuk mencari sumberdaya alam yang bisa meningkatkan kekuatan dengan cepat, karena energi Asal Muasal sudah sangat membantu mereka.
Excel Shimo selalu melihat punggung tangannya yang ada tato Burung Merak, bukti menjadi peserta Konferensi Tianwu. Bukannya senang bisa menjadi salah satu peserta Konferensi Tianwu, Excel Shimo terlihat enggan untuk mengikuti, sebab kekuatannya sudah berada di tingkat True Gama. Selain itu, perasaannya juga selalu gelisah jika mengikuti Konferensi Tianwu.
Disaat Excel Shimo sedang merenung tentang Konferensi Tianwu dan juga si Wei Yan, Ximen Sying datang menemuinya, dia juga salah satu peserta Konferensi Tianwu.
"Suami, kakakku ingin berbicara tentang Konferensi Tianwu, dia sekarang sudah menunggu di Istana Utama," suara Ximen Fengying membuyarkan lamunan Excel Shimo.
__ADS_1
Excel Shimo tersenyum melihat Ximen Fengying yang kini juga telah hamil muda, usia kandungan baru satu bulan. Ximen Fengying langsung duduk di pangkuan Excel Shimo dengan manja menyandarkan kepalanya di dada bidang.
"Iya, aku tahu. Konferensi Tianwu masih beberapa hari lagi. Ayo, kita temui kakakmu!" kata Excel Shimo dan membuat Ximen Fengying yang baru duduk kembali berdiri.
Kemudian Excel Shimo menemui Ximen Sying dan membicarakan tentang Konferensi Tianwu. Setelah Ximen Sying kembali, Excel Shimo berkumpul dengan semua istrinya di ruang santai istana.
Disaat sedang mengobrol dan bercanda, tiba-tiba muncul dua cahaya di tengah ruang santai istana. Sontak Excel Shimo dan semua istrinya kaget dengan kedatangan dua cahaya.
Namun, Excel Shimo segera tahu jika cahaya itu adalah nenek dan ibunya, walaupun mereka tidak memperlihatkan wajahnya. Bukannya senang dan bahagia kedatangan keluarga, Excel Shimo terlihat murung saat tahu kedatangan ibu dan neneknya, tapi dia berusaha tenang dan menguatkan hati yang akan berpisah dengan semua istrinya.
"Nenek, Ibu!" sapa Excel Shimo dan sedikit tersenyum.
Semua istrinya juga menyapa mertuanya, perasaan mereka juga sama seperti suaminya, enggan berpisah dengan Excel Shimo. Tapi semua ini memang sudah dibicarakan sejak lama dan mereka sudah menyanggupinya.
"Aku tahu perasaan kalian semua, tapi ini semua juga demi kebaikan kalian dimasa depan. Sesuai janjiku, aku akan membawa kalian ke Alam Kudus untuk berlatih dan juga mempersiapkan diri untuk mendampingi Cucuku dimasa depan. Apakah kalian sudah siap berlatih?" kata nenek Excel Shimo yang bernama Guan Shilin kepada semua menantunya.
"Nek, apakah tidak menunggu mereka melahirkan dulu, setelah itu baru mereka Nenek bawa, aku ingin sekali melihat anak-anakku lahir!" sahut Excel Shimo dengan nada sedih.
Excel Shimo meneteskan air matanya, dia sebenarnya ingin sekali melihat wajah anak-anaknya yang lucu saat lahir nanti. Semua istrinya juga ikut menangis.
Siapapun akan bersedih hati jika tidak menemani istrinya saat melahirkan, tidak mendengar tangisan bayi saat baru keluar dari rahim dan tidak bisa menggendong untuk pertama kalinya.
Apalagi harus menjalani sembilan reinkarnasinya merupakan waktu yang sangat lama yang harus dia lewati, entah berapa tahun lamanya tidak melihat wajah-wajah mereka, dan saat bertemu untuk pertama kali, mungkin anak-anak sudah dewasa, jelas tidak melihat kelucuan anaknya saat kecil.
Excel Shimo hanya ingin sekali melihat wajah lucu anak-anak dan menggendong mereka, hanya itu keinginannya ...
"Bagaimana dengan keluarga mereka nanti jika tidak melihat aku bersamanya?" tanya Excel Shimo yang ingin menunda istrinya dibawa oleh orang tuanya.
Zhi Xiu Juan tersenyum manis mendengar perkataan putranya. "Itu mudah ... Putraku, semakin berat kamu melepaskan istrimu, semakin besar emosimu membelenggu hati. Seseorang kultivator harus mampu menanggalkan perasaannya yang akan menghalangi langkah menuju puncak!" tutur Zhi Xiu Juan dengan lembut.
"Seorang kultivator, dia harus mampu terbang bebas seperti udara, tenang seperti tanah, mendamaikan seperti air, penuh semangat seperti api. Kamu seorang pria harus mampu mengendalikan emosi!" sambung Guan Shilin sambil membelai rambut cucunya.
__ADS_1
Excel Shimo menghela nafas berat dan apa yang dikatakan nenek dan ibunya benar, dia tidak bisa terbelenggu oleh perasaan yang akan menghambat pertumbuhannya. Selama ini Excel Shimo selalu khawatir tentang keadaan semua istri dan keluarga.
Excel Shimo melihat semua istrinya yang meneteskan air mata, dia mendekati istri-istrinya yang sedang hamil, memeluk erat dan menciumi pipi kanan dan kiri. Excel Shimo bergantian memeluk istrinya.
"Maafkan aku ... Aku bersumpah secepatnya mungkin untuk menyelesaikan siklus Samsara dan menjemput kalian!" janji Excel Shimo kepada semua istrinya.
Guan Shilin dan Zhi Xiu Juan memberikan kesempatan menantunya untuk menemui keluarganya masing-masing sebelum membawa mereka, tapi melarang mereka berbicara akan kepergiannya.
Tinggal Excel Shimo, Moon Qiang, An Na dan beberapa selir, termasuk Guan Shilin, Zhi Xiu Juan dan Kepala pelayan istana.
Lalu Excel Shimo membuka keheningan di dalam ruang santai istana dengan bertanya kepada ibu dan neneknya, "apakah semua istriku akan dibawa?
"Iya, semua akan kami bawa, mereka akan mendukungmu saat kali kamu bereinkarnasi!" jawab Guan Shilin dengan memegang kiri cucunya.
Excel Shimo geleng-geleng dengan pandangan menatap lantai, lalu dia bertanya akan hal lain, "Yaksa dan Deity, apakah hubungan mereka denganku?"
"Cepat atau lambat kamu akan mengetahuinya. Yang pasti, mereka berdua telah bergerak ... !" jawab Guan Shilin yang tidak jelas dan banyak tanda tanya di hati.
Excel Shimo melihat wajah neneknya yang terselimuti cahaya, lalu melihat Moon Qiang dan An Na. Saat akan bertanya lagi kepada nenek dan ibunya, istrinya dengan cepat kembali.
Semua istrinya yang kembali cepat karena tidak ingin berlama-lama melihat keluarga untuk terakhir kalinya. Semakin lama bertemu dengan keluarganya, semakin berat meninggalkan mereka.
Kembali Excel Shimo memeluk dan mencium istrinya secara bergantian, dia ingin mengingat aroma wangi tubuh istrinya untuk terakhir kalinya, lalu berkata kepada mereka, "tidak lama kita berpisah ... Aku akan menjalani setiap kehidupan paling cepat lima puluh tahun, paling lama seribu tahun!" janjinya kepada istrinya.
Semua istrinya mengangguk saja, karena dilarang menjawab oleh mertuanya. Kemudian Guan Shilin dan Zhi Xiu Juan menghapus ingatan semua penghuni Dunia Jiwa tentang menantunya, bahkan Kepala pelayan istana, dayang-dayang juga dihilangkan ingatannya dan dibuat pingsan.
Lalu mereka berdua membawa semua menantunya tanpa berkata-kata lagi dengan cucunya. Excel Shimo melihat orang tuanya merasakan keanehan, tapi dia tidak tahu harus berbuat apa untuk saat ini.
Setelah kepergian semua istrinya, Excel Shimo menghempaskan pantatnya di lantai yang beralaskan permadani. Lalu dia merenung tentang apa yang baru saja terjadi dan juga memikirkan masa depan. Kemudian Excel Shimo mengeluarkan bola kristal energi kehidupan milik semua istrinya.
"Selama ini ada di tanganku, aku tidak khawatir kalian jauh dariku!" gumam Excel Shimo sambil membelai bola kristal kehidupan milik Yang Hua.
__ADS_1
Excel Shimo segera berdiri setelah menyimpan kembali bola kristal kehidupan milik semua istrinya dan menuju kamar pribadinya, lalu dia duduk bersila di kasur dan setelah beberapa saat tiba-tiba dia menghilang dari Dunia Jiwa. Di dunia luar juga tidak ada, benar-benar menghilang...