God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 151. Long Xia, Nikmat di atas Derita.


__ADS_3

Chapter 151. Nikmat di atas Derita.


Mendengarkan ucapan ibunya, Long Zan menangis dengan gemetaran, sehingga membuatnya terduduk lemas. Long Zan tidak menyangka jika dirinya selama ini hanya boneka, padahal Long Xia adalah Ibu kandungnya. Demikian juga dengan Long Rou ia sudah tidak sanggup lagi mendengarkan ucapan Ratu Long Xia


Ibu kandung Long Rou adalah Ratu Kedua Kerajaan Long, Huan Jia. Long Rou berharap Ibu kandungnya tidak seperti Ratu Long Xia yang mengkhianati Raja Long. 'Semoga' itu harapannya.


Didalam hati Excel Shimo, dia semakin bersemangat, ingin hubungan intim dengan Long Xia dilihat kedua Putra Mahkota. 'Hentakan dan puaskan' batin Excel Shimo yang membuat motto baru.


"Bagus, jika semuanya dibawa kendali-mu, dengan begitu aku tidak kuatir lagi, Sayang." ujarnya sambil memeluk Long Xia. Panggilan kata 'sayang' membuat Long Xia bahagia, dan menyambung pelukannya dengan mesra.


Sambil berciuman, Excel Shimo menanggalkan pakaian Long Xia hingga tubuh halus, padat berisi terpampang jelas dimata kedua Putra Mahkota.


Long Xia juga tidak tinggal diam, ia melepaskan pakaian Excel Shimo dengan terburu-buru, sebab ia merasakan tongkat Excel Shimo menyentuh lembah surganya yang telah basah kuyup.


"Astaga, besar sekali!!" seru Long Xia saat tangannya menyentuh tongkat selingkuhan nya, ia segera melepaskan ciuman mesra dan ingin melihat.


"Besar mana dengan milik suamimu?" tanya Excel Shimo sambil meremass buah kenyal Long Xia.


"Milik suamiku sangat kecil, hanya berukuran 20 cm dengan ketebalan 3 cm," jawab Long Xia tanpa rasa malu, "dan milikmu lebih besar dan panjang dua kali lipat, bahkan lebih tebal. Apa ini muat?" lanjutnya dengan mengagumi tongkat itu.


Long Xia segera berjongkok dan wajahnya tepat didepan tongkat selingkuhannya. Tongkat Excel Shimo berdiri kokoh dan sombong saat di depan mangsa barunya.


"Coba saja!" tantang Excel Shimo sambil melirik kedua Putra Mahkota yang syok melihat dua orang saling mengagumi. Mereka terlihat iri dengan tongkat orang yang mereka benci seumur hidupnya.


Tanpa menjawab tantangan Excel Shimo, Long Xia segera mencium seluruh inci tongkat itu, bahkan air liurnya membasahi seluruh tongkat, tidak ketinggalan telur yang selalu menempel ia belai dengan lembut dan penuh kasih sayang.


Saat ingin memasukan kedalam mulut, tongkat itu hanya masuk kepalanya saja, karena terlalu besar bagi Long Xia. Walau tidak mampu memasukkan kedalam mulut, Long Xia tetap menjulurkan lidahnya pada seluruh batang tongkat, hingga telur kembar tidak luput dari lidahnya.


"Ayo...," ajak Long Xia sambil berdiri dengan menarik tongkat Excel Shimo, dan menuju tempat tidur yang kainnya berwarna merah.

__ADS_1


Excel Shimo tersenyum saat Long Xia seperti tidak mau kehilangan tongkatnya. Segera mereka berdua berguling-guling di kasur, saling bercium dan menindih.


"Biar aku di atas, sayang," pinta Long Xia dengan nada mesra dan manja.


Tanpa menunggu jawaban dari Excel Shimo, Long Xia segera menindih, dan memposisikan lembah surganya pada tongkat naga yang telah berdiri dengan angkuh. Dengan menutup mata dan memegang batang tongkat, Long Xia menggesek-gesekkan kepala tongkat agar mendapatkan pelumas.


"Ohhh... terlalu besar...," desahann Long Xia saat kepala tongkat baru membelah lembah surganya.


Long Xia seperti gadis lagi saat tertusuk tongkat selingkuhannya. Secara berlahan, Long Xia membenamkan lebih dalam. "Ohhh...," erangann Long Xia saat merasakan dinding lembah surga meremass tongkat kesayangannya.


"Plakkk...," tiba-tiba Excel Shimo menghentakkan tongkatnya hingga terbenam didalam rahim Long Xia.


"Ahhhh...," teriakan kaget saat Long Xia mendapatkan perlakuan kasar dari Excel Shimo, ia segera mencapai puncak dalam sekali hentakan.


Tubuhnya bergetar hebat, ketika merasakan sensasi yang tidak pernah ia alami dengan suaminya sendiri.


"Ohhhh... keluarrr lagiii...," suara merdu Long Xia ketika dia mencapai nikmat yang luar biasa.


Segera Excel Shimo membalikkan badannya dan ganti menindih Long Xia tanpa melepaskan tongkatnya. Long Xia segera melingkari punggung selingkuhannya dengan kedua kaki.


"Rasakan ini... Plakkk... Plakkk...." ujar Excel Shimo dengan menghentakkan tongkatnya dengan sangat keras.


"Ohhh.... Ahhhh... Ampunnnn," teriakan merdu Long Xia yang senang walau dirinya meminta ampun, ia sangat menyukai perlakuan kasar Excel Shimo.


Karena kenikmatan, Long Xia tidak sadar jika dirinya telah berpindah tempat, tempat yang mirip seperti kamar pribadinya. Excel Shimo terus menerus menghentakkan tongkatnya tanpa memberikan kesempatan Long Xia bernafas lega, walau berkali-kali Long Xia telah mencapai puncak kenikmatan.


Excel Shimo selalu menyerap energi Yin yang melimpah, setiap kali Long Xia mencapai puncaknya. Walaupun begitu, dantiannya masih belum penuh.


"A-ampun, be-berhenti... Sayanggg... Ohhh...," akhirnya Long Xia mengeluarkan sisa-sisa tenaganya untuk mendapatkan sensasi nikmati yang gila seumur hidupnya, dan seketika Long Xia pingsan.

__ADS_1


Segera Excel Shimo membawa kembali ke dunia luar ditempat yang sama, dengan posisi tubuh Long Xia terlentang dan kedua lutut tertekuk keatas.


Kedua Putra Mahkota melihat Ibunya terkapar pingsan dengan senyum bahagia, dan melihat lembah surganya yang menganga lebar dengan cairan menetes dari mulut lembah itu.


"Terlalu lemah, aku saja belum keluar sama sekali," kata Excel Shimo dengan sombong dan kesal melihat lawannya tak berdaya.


"Aku tunggu di kamar Long Xia," kata Excel Shimo kepada Huan Jia dengan telepatinya.


Mendengar suara telepati dari Wali Benua, Huan Jia kegirangan, dan segera berdiri. "Aku mau mencuci muka dulu, nanti aku kembali." kata Ratu Kedua Huan Jia kepada semua wanita yang berada di ruang santai.


"Kemana Yang Mulia Ratu Long Xia, kenapa dia belum kembali?" tanya Jing Jiao yang sedari tadi menunggu Long Xia.


"Nanti aku panggil dia. Biasanya dia bersolek dulu dan sudah menjadi kebiasaannya," jawab Huan Jia dengan berbohong, sebab dia sudah tahu jika Long Xia sedang bercinta dengan Wali Benua, apalagi Wali Benua menunggunya dikamar pribadi Long Xia.


"Heheheh, memang sudah hal umum setiap wanita berdandan, apalagi ada Wali Benua disini!" celetuk Ratu Han yang sengaja menyindir Long Xia.


Ratu Han merasakan hatinya yang gelisah dengan perilaku kedua Ratu tersebut, apalagi dia banyak pengalaman dan juga telah berselingkuh dengan menantunya.


"Hahaha, baiklah aku pergi dulu, dan mungkin ikut bergabung dengannya," jawab Ratu Huan Jia sambil berlalu meninggalkan ruang santai.


Melihat Ibunya ingin mencuci muka, Long Lihua segera mengikuti tanpa berpamitan kepada semua orang.


Semua orang yang mengenal sifat Long Lihua, hanya bisa geleng-geleng, sebab Long Lihua terkenal sombong dan susah diatur, bahkan Raja Long tidak bisa mengendalikan Putrinya ini.


"Besok agendanya kemana?" tanya Ming Mei kepada semua orang.


"Besok Wali Benua akan menyeleksi beberapa kandidat pengganti pilihan Penatua Agung, jika tidak ada kendala. Setelah selesai, kita akan kembali pulang dengan agenda yang sama. Kemudian, kita menuju wilayah Utara. Dan terakhir kita berkumpul dengan seluruh pemimpin Benua Jiang Shan di wilayah Timur, sekaligus menobatkan Raja baru bagi Kerajaan Utara dan Kerajaan Timur," jawab Jing Jiao yang sudah mencatat agenda bagi suaminya.


"Padat sekali jadwal suami kita," sahut Ming Li Ling yang merasa tidak bisa bermesraan dengan suaminya.

__ADS_1


__ADS_2