God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 38 Boneka Wayang.


__ADS_3

Chapter 38 Flash Back.


Setelah khasiat ramuan obat habis diserap Bu Wanmei, ketiga wanita itu kembali mengangkat Bu Wanmei.


Bu Wanmei dibaringkan lagi di ranjang Xiao Qiao. Kedua kekasihnya memakai pakaian khusus yang diberikan oleh manajemen Akademi Langit Abadi.


Pakaiannya berwarna putih, pakaian yang dikenakan seperti milik Pemimpin Akademi Langit Abadi dan Penatua Agung.


Yang tadinya wajahnya pucat, kini telah berubah menjadi kemerahan, bisa di katakan jika Bu Wanmei telah melewati rasa sakitnya. Ketiga wanita itu menatap Bu Wanmei tanpa berkedip, jelas mereka terpesona dengan wajah tampannya, apalagi tanda lahir di pipinya semakin menambah daya tariknya.


"Kak, kira-kira kapan Bu Wanmei sadarkan diri?" tanya Ming Mei kepada Loi Annchi.


"Hmm...!," Loi Annchi menghela nafasnya dan menjawab pertanyaan Ming Mei.


"Tubuh Bu Wanmei sangat istimewa, aku tidak menduga dengan kerusakan jaringan vena dan meridian-nya, dia bisa pulih dengan sangat cepat!


Perkiraanku, dengan kita melakukan proses yang sama sampai 2 kali, kemungkinan besar dia akan sadar antara 2 hari atau 3 hari lagi!"


Loi Annchi sebelumnya telah memeriksa tubuh Bu Wanmei, dan sesuai hasil pemeriksaan Bu Wanmei bisa sembuh dengan cepat.


Kerusakan jaringan vena dan meridian, membutuhkan waktu yang lama untuk pulih, dan juga membutuhkan banyak ramuan obat yang langka.


Jika tidak segera ditangani, maka bisa dipastikan Bu Wanmei akan mengalami kecacatan dan tidak akan lagi bisa berkultivasi secara normal lagi.


Kedua kekasih Bu Wanmei menjadi lega setelah mendengar ucapan Loi Annchi.


"Adik ... Kamu bisa dengarkan sendiri pesan dari Ayahmu...!" Ming Mei menyerahkan token perekam suara kepada Ming Li Ling.


Dengan gemetaran, Ming Li Ling menerimanya. Lalu dia mengalirkan energi Qi seperti yang dilakukan kakaknya.


Suara Ming Lai kembali terdengar, dan sama seperti apa yang di dengar oleh Loi Annchi dan Ming Mei. Seketika tubuh Ming Li Ling lemas, tetapi kali ini dia tidak pingsan.

__ADS_1


Ming Li Ling sudah menguatkan hati dan pikiran, dia sudah mengira jika Ayahnya telah berbohong selama ini.


"Maafkan Ayahku, Sayang...!" ujar Ming Li Ling dengan memeluk tubuh kekasihnya.


Setelah waktu 1 dupa, ketiga wanita itu duduk di kursi. Terlihat wajah mereka menjadi tegang.


"Siapa orang misterius itu, yang telah memusnahkan Klan Ming kita?" gumam Ming Mei yang ingin memperoleh informasi tentang sosok misterius itu.


"Dan siapa yang membantu Klan Ming pada waktu itu? Walaupun telah membantu Klan Ming, tetap saja Klan Ming tidak lepas dari kehancurannya!" sahut Loi Annchi sambil membelai dagunya, dengan sikut bertumpu pada meja.


"Kak, apa tidak sebaiknya kita kembali dan mencari keberadaan keluarga kita yang mungkin masih selamat!" pinta Ming Li Ling kepada Ming Mei.


Ming Mei melihat wajah adiknya, setelah melihat keluar jendela.


"Bagaimana dengan Bu Wanmei jika kita tinggalkan?" tanya Ming Mei sambil melihat wajah kekasihnya yang penuh kasih sayang.


"Kalian jangan kuatir, Raja Han, Penatua Agung, Pemimpin Akademi beserta pimpinan yang lain ada disana! Tadi, sewaktu aku mengambil ramuan, aku juga telah banyak mencari informasi dari beberapa Ketua. Mereka bilang, ada sebagian orang yang lolos dari pemusnahan itu berkat bantuan orang lain yang melawan sosok misterius itu!" timpal Loi Annchi yang tidak ingin Ming Li Ling kuatir lagi.


"Jika kekuatan dua orang misterius itu berada di tingkat Peri Benua atau lebih, sudah dipastikan mereka bukan berasal dari Benua Jiangshan, mungkin dari Benua Jiuzhou!" sahut Loi Annchi setelah Ming Mei bergumam.


"Bisa jadi. Tapi kenapa Pemimpin Akademi mencurigai Bu Wanmei sebagai sosok misterius itu?" banyak pertanyaan di pikirkan Ming Mei yang ingin tahu semua misteri ini dan teka-teki 11 tahun lalu.


"Hanya dia yang mampu meningkatkan kekuatannya hingga tingkat Peri Benua, peningkatan itu mungkin berkaitan dengan kedua garis darahnya! Tapi jelas Bu Wanmei bukan pelakunya, sebab setelah bertarung dengan Raja Kera, dia sudah pingsan!" ujar Loi Annchi saat Ming Mei mempertanyakan kecurigaan Wang Kaibo.


----👇-----


Flash back


Saat Bu Wanmei yang berada di dalam kepulan asap akibat benturan 2 kekuatan antara dirinya dan Raja Kera Emas.


Bu Wanmei berhasil memberikan serangan telak kepada Raja Kera Emas, sehingga dia terjatuh dan diselamatkan oleh anak buahnya.

__ADS_1


"Tuan, hati-hati...! Aku sedari tadi merasakan 6 orang bersembunyi dan selalu mengawasi Tuan Muda!"


Tiba-tiba Earth Core Flame memberikan peringatan kepada Bu Wanmei. Seketika Bu Wanmei menjadi waspada dengan memeriksa disekitarnya, dengan Mata Langit-nya Bu Wanmei dengan mudah menemukan keenam orang yang sedang bersembunyi itu.


"Kamu benar, Sobat. Lalu apa yang harus aku lakukan, kekuatan mereka sangat kuat! 4 orang itu, 1 diantara mereka memiliki kekuatan tingkat Peri Benua level 5. 2 orang yang lain memiliki kekuatan tingkat Peri Langit.


1 orang yang terlihat seperti pemimpinnya memiliki kekuatan Dewa Emas level 1.


Dua orang yang terpisah itu juga memiliki kekuatan yang kuat, 1 wanita memiliki kekuatan tingkat Peri Langit level 5, dan yang pria paruh baya itu memiliki kekuatan tingkat Dewa Roh level 4!" ujar Bu Wanmei yang terlihat ketakutan saat memeriksa keenam orang itu.


Bu Wanmei berhenti berbicara karena mengatur nafasnya yang terasa sesak, selain itu Bu Wanmei merasakan pusing saat memeriksa basis kultivasinya mereka dengan Mata Langit-nya.


Sehingga Bu Wanmei tidak bisa melihat wajah keenam orang itu, karena dirinya tidak mampu terus-menerus menggunakan skill Mata Langit, apalagi keenam orang itu memiliki kekuatan jauh di atas dirinya.


Jika diteruskan memeriksa keenam orang itu, Bu Wanmei kuatir mereka akan mengetahuinya. Bagi seorang kultivator yang diselidiki oleh pihak lain, adalah tindakan yang memicu permusuhan.


"Tenang Tuan Muda, aku sudah memiliki rencana!," jawab Earth Core Flame yang sudah merencanakan sesuatu demi kebaikan Tuan Muda-nya.


"Cepat katakan Sobat, apa rencanamu itu?" tanya Bu Wanmei yang sudah tidak sabar untuk mengetahui rencana Earth Core Flame.


"Hehehe, apa Tuan ingat dengan boneka wayang yang Tuan Muda buat latihan? Aku sudah merubah wajahnya agar sama persis dengan wajah Tuan Muda!" Earth Core Flame terkekeh melihat Bu Wanmei yang panik.


"Maksudmu adalah untuk ... !"


"Benar Tuan, kita gunakan boneka wayang itu untuk mengelabui semua orang. Dengan mengalirkan energi Qi dan memberikan jejak spiritual Tuan Muda, maka boneka wayang itu mampu Tuan Muda kendalikan. Anggap saja dia adalah kembaran Tuan Muda. Selama jejak spiritual dan energi Qi tidak kehabisan, boneka wayang masih terus hidup." ujar Earth Core Flame yang meneruskan ucapan Bu Wanmei yang sedikit memahami rencananya.


"Kamu hebat Sobat, lalu apa yang harus aku lakukan terlebih dahulu?" Bu Wanmei dengan tidak sabar segera bertanya lagi.


"Tuan masuk saja ke dalam cincin dimensi, lalu lanjutkan sesuai rencana ku, Tuan Muda."


Segera Bu Wanmei masuk ke dalam cincin dimensi. Tidak berselang lama, boneka wayang keluar dari cincin dimensi, dan menggantikan posisi Bu Wanmei.

__ADS_1


Wajah dan postur tubuh boneka wayang sama seperti aslinya, bahkan setingkat kekuatan Dewa tidak mungkin bisa mengetahuinya.


__ADS_2