God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 372. Fiend Spirit.


__ADS_3

Chapter 372. Fiend Spirit.


Liu Hualien, Bing Nuan dan Excel Shimo melihat Laut Selatan, terlihat tenang dengan deru ombak yang menyenangkan, tapi dalam ketenangannya tersimpan banyak kisah. Ketenangan itu seakan-akan memberikan sensasi menyegarkan dan membuat orang lengah. Disaat lengah, Laut Selatan akan memakan siapapun tanpa pandang bulu.


"Cantik memang, tapi mengerikan!" Excel Shimo ucapannya seakan-akan bercanda, namun dihatinya dia merasakan sesak, entah apa penyebabnya.


Liu Hualien dan Bing Nuan tertawa, tapi saat melihat wajah Excel Shimo, mereka tiba-tiba merasakan kegelisahan. "Lebih baik urungkan niat untuk menaklukkan Mahkota Maharaja!" cegah Bing Nuan.


Liu Hualien juga merasakan firasat buruk tentang Laut Selatan, apalagi banyak Dewa dan Dewi tidak pernah kembali dari Laut Selatan setelah berusaha menaklukkan Mahkota Maharaja.


"Siapa kalian?"


Tiba-tiba disaat suasana tegang, terdengar suara orang yang bertanya dengan nada membentak kepada Excel Shimo dan kedua istrinya. Excel Shimo membalikkan badan dan membuat orang yang membentaknya terkejut.


Seketika orang yang membentak berlutut, saat tahu jika orang yang dia bentak adalah Kaisar Shimo si Dewa Binatang. Pria itu adalah penjaga Menara pengawas perairan.


"M-maaf, Yang Mulia Kaisar Shimo!"


Dengan ketakutan penjaga menara meminta ampun. Excel Shimo tersenyum dan maju dan mengangkat bahu penjaga menara.


"Tidak perlu minta maaf! Tindakan kamu yang waspada dan tegas sudah tepat!" pujian Excel Shimo kepada penjaga menara, "apa ada peristiwa yang aneh pada Laut Selatan?" lanjutnya dengan bertanya.


Penjaga menara bernafas lega dan segera mengeluarkan catatan tugas harian, setelah mencari beberapa saat, penjaga menara segera melaporkan kepada Kaisar Shimo.


"Yang Mulia, semenjak menara pengawas dibangun, ada beberapa kejadian aneh yang sulit dijelaskan...,"


Penjaga menara pengawas perairan melaporkan, jika setelah menara pengawas dibangun, ada beberapa kejadian saat malam hari, dimana terlihat pusaran hitam di tengah samudera. Awalnya pusaran itu kecil dan lambat laun membesar, setelah itu keluar cahaya berwarna kuning yang menerangi samudera.


Kejadian itu cukup lama, hampir menghabiskan waktu satu dupa, kemudian cahaya berwarna kuning menghilang dan samudera kembali tenang.


Dihari kedua, hal itu kembali terjadi saat tengah malam, kali ini berbeda dari hari sebelum. Sebelum hanya ada cahaya kuning yang keluar dari pusaran hitam, namun kali ini setelah cahaya berwarna kuning keluar, muncul cahaya berwarna putih.


Kedua cahaya berwarna kuning dan putih berputar-putar di dalam pusaran, tampak cahaya putih mengejar cahaya kuning. Setelah itu kedua cahaya berbenturan dan terdengar suara dengungan, kedua cahaya warna itu seakan-akan bertarung, tapi dengan cepat kedua cahaya masuk kedalam pusaran.


Setelah kejadian itu, Laut Selatan kembali tenang selama tiga hari. Di hari keempat, kejadian yang sama terulang lagi, tapi kali ini juga berbeda. Berawal muncul pusaran hitam yang lebih dekat dengan pesisir hanya berjarak dua ribu meter.


Karena jaraknya dekat, penjaga menara masih bisa merekam kejadian tengah malam itu. Penjaga menara segera memberikan Giok Perekam kepada Excel Shimo.


"Kita lihat di dalam menara saja!" ajak Excel Shimo yang ingin menyelidiki dan melihat rekaman dengan santai dan tenang.


Segera empat orang menuju menara pengawas yang tingginya mencapai lima belas meter dari puncak gunung. Di dalam ada beberapa penjaga menara yang sedang memantau Laut Barat dan Selatan.

__ADS_1


Kedatangan Kaisar Shimo jelas membuat penjaga gugup dan sekaligus senang.


"Santai saja, aku hanya ingin mengetahui apa saja yang terjadi beberapa hari ini setelah tiga benua menjadi satu!" jelas Excel Shimo kepada para penjaga menara.


Segera Excel Shimo duduk bersama dua istrinya, lalu dia mengalirkan energinya pada Giok Perekam. Segera muncul gambaran gelap, sebab saat itu hari sudah malam dan di awal merekam tidak terlihat apa-apa.


Setelah itu baru terlihat cahaya kuning dan terlihat juga pusaran hitam di bawahnya. Tidak berselang lama keluar cahaya putih. Kedua cahaya kembali saling berkejaran dan bentrok berulang-ulang.


Yang anehnya, pertarungan dua cahaya itu tidak merusak sekitarnya. Excel Shimo menduga jika pusaran hitam itu meredam gelombang kejut pertempuran mereka.


Setelah bertarung selama waktu satu dupa, secara berlahan mulai terlihat wujud mereka, sayangnya wujud mereka terhalang oleh cipratan air samudera, hanya terlihat samar.


Sosok cahaya putih itu memiliki sepasang sayap dengan senjata Trisula.


Sedangkan cahaya kuning itu tampak menggunakan jubah putih dengan penutup kepala mengerucut, dan senjatanya adalah rantai sekaligus pengganti tangan, tidak memiliki kaki.


Bing Nuan sontak terkejut dengan menutup mulutnya agar tidak bersuara, tubuhnya terlihat gemetaran dan berkeringat dingin. Semua orang melihat Bing Nuan dan bertanya-tanya apa yang dia ketahui.


"Ada apa?" tanya Excel Shimo.


"I-itu ... Itu Fiend Spirit... Hancur, kehadirannya adalah bencana...!" jawab Bing Nuan dengan ucapannya membuat orang bingung.


Bing Nuan tampak ketakutan dengan berbicara seperti orang yang mengalami gangguan jiwa. Segera Excel Shimo meletakkan telapak tangannya di kepala Bing Nuan dan mengalirkan energinya agar tenang.


Kemudian, Bing Nuan mulai berbicara dengan berlahan.


Fiend Spirit (Roh Iblis) adalah Iblis Sejati dan sangat berbeda dengan Ras Iblis. Fiend Spirit sangat kejam, mengambil jiwa siapapun yang mereka lihat, memburu jiwa-jiwa yang akan singgah di Alam Jiwa. Kekuatan mereka berasal dari jiwa setiap kehidupan.


Fiend Spirit mampu mengendalikan apapun, seperti benda mati dan mahkluk hidup. Mereka tidak memiliki wujud seperti kehidupan pada umumnya. Seperti namanya Roh, mereka hanya berwujud asap putih, sebab itu mereka menggunakan jubah untuk membentuk wujud dan bisa melakukan seperti mahkluk hidup.


Senjata rantai dan jubah putih adalah ciri-ciri khas yang mudah dikenali, rantainya mampu mengikat dan menarik jiwa, untuk menyerang dan bertahan. Sedangkan jubah putih untuk melindungi dari sengatan panas matahari.


Umumnya mereka aktif di malam hari, jika muncul di siang hari selalu membentuk badai tornado untuk melindungi jiwanya dan melindungi diri dari terik matahari. Dan elemen cahaya adalah kelemahan mereka.


Dan Tapir pemakan jiwa adalah peliharaannya, sempat membuat kekacauan di perbatasan Kerajaan Han dan Kerajaan Long, dan Excel Shimo bunuh saat dia menuju Kerajaan Long sewaktu menjadi Wali Benua Jiang Shan.


Setelah penjelasan dari Bing Nuan, Excel Shimo dan semua orang akhirnya mengerti siapa yang selalu menimbulkan kejadian aneh saat di malam hari. Dan sosok bersayap tampaknya selalu menghalangi niatnya untuk keluar dari pusaran hitam.


Setelah Bing Nuan bercerita, Excel Shimo bertanya kepada para pengawas. "Kapan kejadian ini terjadi lagi?"


"Setelah beberapa hari tidak muncul, tadi malam keluar lagi, Yang Mulia!" jawab salah satu dari para pengawas menara.

__ADS_1


"Aku akan disini menunggu Fiend Spirit muncul. Kalian silakan lanjutkan lagi pekerjaannya dan ini untuk kalian...," kata Excel Shimo dengan memberikan beberapa hadiah akan kerja keras mereka.


"Terima kasih, Yang Mulia."


Dengan senang hari para penjaga menerima cincin dimensi kelas rendah yang berisi beberapa pill dan sepuluh ribu kepingin emas. Kembali mereka melanjutkan aktifitasnya, sedangkan Excel Shimo berdiri dan melihat kearah Laut Selatan.


"Suami, menurutmu apa tujuan Fiend Spirit muncul di benua ini?" tanya Bing Nuan.


"Aku tidak tahu. Tapi yang jelas mereka pasti berniat buruk! Anehnya, kenapa Mahkota Maharaja tidak menyerang Fiend Spirit seperti yang dia lakukan pada para Dewa dan Dewi!" jawab Excel Shimo sambil memikirkan keanehan ini, dia tiba-tiba merasakan cemas saat tahu kemampuan Fiend Spirit yang mampu mengendalikan benda mati.


"Mahkota Maharaja tidak akan dikendalikan oleh Fiend Spirit, Tuan. Jadi jangan kuatir!" kata Pedang Semesta kepada Excel Shimo melalui komunikasi telepati.


"Aku harap juga begitu!" jawab Excel Shimo yang masih saja cemas.


Bing Nuan langsung menebak. "Jangan-jangan ... Mahkota Maharaja telah dikendalikan oleh Fiend Spirit!"


"Semoga saja tidak! Jika para Dewa dan Dewi saja mudah dikalahkan ... Itu juga berlaku pada Fiend Spirit!"


Excel Shimo juga berharap, jika didengar dari nada emosi perkataannya, Excel Shimo juga kuatir jika Mahkota Maharaja telah dikendalikan, karena disaat Fiend Spirit keluar dari pusaran hitam Mahkota Maharaja tidak bertindak sama sekali, mungkin saja sudah dikendalikan.


"Saya rasa, kenapa Mahkota Maharaja tidak bereaksi, itu mungkin karena pusaran hitam yang menghalangi aura mereka berdua ...!" terang Pedang Semesta agar Excel Shimo tidak gelisah.


Pedang Semesta yakin dengan Mahkota Maharaja yang tidak mudah ditundukkan apalagi dikendalikan oleh siapapun, bahkan para jajaran kekuatan Istana Langit tidak bisa menaklukkan mereka berdua, apalagi Fiend Spirit yang dianggap lemah bagi Artefak Alami.


Dengan ucapan Pedang Semesta yang meyakinkan, Excel Shimo pun tersenyum dan mengangguk paham.


Excel Shimo melihat Bing Nuan dan bertanya.


"Darimana kamu tahu tentang Fiend Spirit?"


"Ini cerita turun temurun dari Ras Iblis, cerita ini hanya beredar dikalangan kita saja, sebab belum ada bukti nyata akan keberadaan Fiend Spirit ... Ciri-ciri mereka sama seperti yang terlihat di Giok Perekam, memiliki rantai dan memakai jubah putih walaupun hanya terlihat samar...," jawab Bing Nuan dan bercerita.


Fiend Spirit terlahir dari jiwa-jiwa yang memiliki sisi sifat negatif, ini seperti kelahiran Xi He si Tripod Keberuntungan.


Namun, Xi He dan Fiend Spirit jelas berbeda, Xi He dominan pada keseimbangan sifat mahkluk hidup, sedangkan Fiend Spirit dominan pada sisi sifat negatif saja, tidak ada sisi sifat positif dari diri mereka.


Leluhur Ras Iblis pernah melihat munculnya Fiend Spirit saat banyak korban jiwa yang disebabkan peperangan antara Ras Malaikat dan Ras Mayat Hidup. Munculnya Fiend Spirit semakin memperkeruh perseteruan dua Ras.


Akhirnya dua Ras itu saling bekerjasama melawan Fiend Spirit, dengan mengikat perjanjian damai dengan batas waktu yang tidak ditentukan. Setelah mengalahkan Fiend Spirit, kedua Ras menjadi damai, namun berbeda dengan Ras Mayat Hidup yang memiliki sifat alami memangsa darah dan daging, mereka berusaha melanggar perjanjian damai.


Karena perjanjian itu, Ras Mayat Hidup bertransformasi melahirkan Ras Iblis, dan putus lah perjanjian damai yang membatasi ruang gerak Ras Mayat Hidup, putusnya perjanjian damai juga ada konsekuensi, yaitu Ras Iblis masih mampu mengendalikan diri.

__ADS_1


Sifat alami haus akan darah dan daging dari Ras Mayat Hidup, berganti haus akan kekuasaan dan kekuatan semenjak melahirkan Ras Iblis, walaupun masih ada beberapa yang haus akan darah dan daging mahkluk hidup.


__ADS_2