God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 61 Mencari Bala Bantuan.


__ADS_3

Chapter 61 Bu Wanmei mencari bala bantuan.


Bu Wanmei segera keluar dari cincin dimensi-nya, setelah membakar habis mayat kedua Putra Mahkota Kerajaan Huang tanpa sisa.


Bu Wanmei kembali duduk sambil menyesap teh hangat. Tidak berselang lama keenam kekasihnya membawa banyak hidangan.


Melihat mereka Bu Wanmei tersenyum, dan seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Padahal di dalam hatinya sedang berpikir keras hal apa yang harus dilakukan untuk menangani masalah ini.


"Ayo kita sarapan dulu..." ajak Xiao Qiao pada Bu Wanmei.


Mereka bertujuh duduk dan menikmati sarapan buatan keenam wanita itu. Loi Annchi selalu merasa jika kekasihnya sedang memikirkan sesuatu.


"Kalian sudah meningkat 4 level dalam semalam, hebat!" puji Bu Wanmei pada keenam kekasihnya.


"Ini juga berkat kamu, Sayang." jawab Ming Li Ling dengan tersenyum setelahnya.


Ming Li Ling kini berada pada tingkat Master level 6, sebelumnya dia berada pada tingkat Master level 2. Di usianya 15 tahun, Ming Li Ling dianggap jenius.


Ming Mei berada di tingkat Grand Master level 9. Han Xing berada di tingkat Master level 8. Han Chun berada di tingkat Master level 7.


Loi Annchi dan Xiao Qiao berada pada tingkat Kaisar level 8, mereka berdua belum menerima air surga milik Bu Wanmei, jadi hanya meningkat hingga 3 level.


Sambil mengobrol mereka bertujuh menikmati hidangan.


Thok... Thok...


"Guru Muda Qiao"


Disaat mereka telah menyelesaikan sarapan, terdengar ketukan pintu dan memanggil Xiao Qiao.


"Masuk saja!"


Segera murid wanita masuk, setelah diberikan ijin oleh Xiao Qiao.


"Maaf Guru Muda Qiao, Penatua Agung memanggil kalian di gedung Kepemimpinan." kata murid wanita itu, ia melihat terus kearah Bu Wanmei.


Bu Wanmei pun tersenyum saat melihat murid wanita itu.

__ADS_1


"Baik, kita segera kesana." jawab Xiao Qiao yang kembali seperti semula saat berbicara pada murid wanita. Nada tegas dan berwibawa.


Murid wanita itu mengedipkan mata kepada Bu Wanmei, dan keluar dari rumah Xiao Qiao. Keenam wanita itu melihat kearah Bu Wanmei, mereka curiga jika Bu Wanmei telah melakukan sesuatu kepada murid wanita itu.


Di gedung Kepemimpinan Akademi Langit Abadi. Telah berkumpul para pimpinan di ruang rapat. Terlihat wajah mereka serius.


Tidak berselang lama, Bu Wanmei, keenam wanitanya dan 20 murid wanita telah tiba, setelah melewati banyak orang yang ingin dekat dengan Bu Wanmei.


"Salam"


Salam Bu Wanmei dengan menangkupkan kedua tangannya kepada seluruh Pemimpin Akademi dan Raja Han. Di ikuti dengan keenam wanitanya.


Segera Penatua Agung, Wang Kaibo, Raja Han dan beberapa pemimpin berdiri dan berjalan mendekati Bu Wanmei. Dengan tawa renyah dan bahagia melihat sosok yang diharapkan datang.


"Hahaha, tidak perlu sopan, Junior." kata Penatua Agung yang memanggil Bu Wanmei dengan kata Junior. Baginya, Bu Wanmei sudah setara dengan kekuatannya, dan hanya berbeda usia.


Sebab itu Penatua Agung memanggilnya dengan sebutan Junior.


"Selamat, sudah menerobos ketingkat puncak." Raja Han mengucapkan selamat atas berhasilnya Bu Wanmei naik ketingkat Saint level 9.


Raja Han melihat kedua Putrinya yang tampak bahagia. Namun, Raja Han terkejut melihat kedua Putrinya.


Spontan semua orang memeriksa basis kultivasi keenam kekasih Bu Wanmei. Dan seperti Raja Han, mereka juga terkejut.


"Ya Dewa, kalian juga naik 3 level..." Pemimpin Akademi juga terkejut dengan mata terbuka lebar-lebar, saat melihat basis kultivasi Loi Annchi dan Xiao Qiao.


Berbagai macam ekspresi terkejut terpampang jelas di wajah setiap orang yang melihat keenam wanita itu. Keenam wanita hanya tersenyum dan mengangguk-kan kepala.


"Mereka juga naik level..." kata Xiao Qiao dengan menunjuk 20 murid wanita.


Sontak semua mata memeriksa basis kultivasi 20 murid wanita yang selalu menjaga kediaman Xiao Qiao.


"Bagus, bagus, luar biasa kalian semua... Hahaha" puji Penatua Agung yang senang melihat perkembangan ini.


"Ini semua berkat Senior Wanmei, Penatua Agung." jawab salah satu murid wanita, sambil mendekati Bu Wanmei dan memberikan hormat dengan membungkuk-kan badannya.


"Sudah aku duga, ini pasti berkat kamu... Hahaha!" ujar Pemimpin Akademi, Wang Kaibo pada Bu Wanmei.

__ADS_1


"Bukan karena aku, mereka saja yang berbakat. Aku hanya sedikit memberikan dorongan semangat!" jawab Bu Wanmei dengan geleng-geleng kepala, ia tidak tahu harus berkata apa saat menjadi perhatian banyak orang.


"Pemimpin, apa ada hal yang penting sehingga kita dipanggil kesini?" tanya Xiao Qiao yang ingin tahu kenapa dirinya dan yang lainnya dipanggil.


"Hahaha, iya, iya, sampai aku lupa, karena bahagia melihat perkembangan kalian! Ayo kita duduk dulu!" ujar Penatua Agung kepada semua orang.


Segera semua orang menempati tempat duduk yang telah disediakan. Bu Wanmei juga duduk disebelah Penatua Agung.


"Sebenarnya wilayah Kerajaan Han dalam masalah besar. Kita dituduh telah menculik kedua Putra Mahkota Kerajaan Huang..." Penatua Agung segera membuka omongan, dan berhenti setelah berbicara hal yang penting.


Sontak semua orang yang tidak tahu permasalahan ini, kaget. Berbagai raut wajah serius segera terlihat. Xiao Qiao langsung melihat kearah Bu Wanmei, dengan mengerutkan keningnya.


Tidak hanya Xiao Qiao kelima wanita Bu Wanmei juga melihat kearah kekasihnya.


"Bagaimana bisa kita dituduh menculik kedua Putra Mahkota? Apa mereka punya bukti jika wilayah barat adalah pelakunya?" cecar Bu Wanmei yang ingin penjelasan secara detail.


"Itu yang menjadi keraguan kita dengan alasan mereka. Mereka bilang jejak spiritual kedua Putra Mahkota menuju kearah wilayah barat. Tetapi saat aku konfirmasi lagi, mereka tidak memberikan balasan!," jawab Penatua Agung sambil menghela nafas dan geleng-geleng kepala, karena ia tidak tahu harus bagaimana untuk mendamaikan situasi ini.


"Klan Ming dihancurkan. Lalu hilangnya Kedua Putra Mahkota! Apa ini tidak mencurigakan? Aku yakin ini tindakan alam atas untuk mengadu domba Benua Jiangshan!" ujar Bu Wanmei yang mengutarakan pemikiran-nya.


"Aku rasa juga begitu, tapi apa motif mereka agar kita saling berperang?" tanya Wang Kaibo yang sedikit menyetujui akan ucapan Bu Wanmei, tapi dia juga ragu.


"Penguasa Tunggal." jawab Bu Wanmei yang singkat.


Spontan semua orang tercengang dengan ucapan Bu Wanmei, jelas mereka memahami maksud perkataan-nya. Mereka saling bertukar pandangan, dan sebagian berbicara lirih dengan rekannya.


"Jika begitu tujuannya, siapa dalang dibalik pemicu peperangan ini?"


Semua orang kembali menatap Bu Wanmei, entah kenapa mereka mempercayai ucapan Bu Wanmei yang usianya baru 12 tahun.


"Aku tidak tahu. Siapa yang berambisi ingin menjadi penguasa tunggal di Benua Jiangshan dan siapa yang mendukung mereka? Hah... Aku tidak tahu, usiaku saja 12 tahun dan belum banyak mengenal tentang situasi saat ini!" ucap Bu Wanmei panjang lebar, dan mengangkat bahu setelah mendesah.


Seketika semua orang malu, mereka baru ingat jika Bu Wanmei masih usia remaja. Keenam wanitanya hanya tersenyum, karena mereka tahu sifat liar kekasihnya walau masih usia muda.


"Hmm... Sekte Tinju Dewa yang paling berambisi untuk menjadi penguasa Benua Jiangshan, Akademi Pedang Surga mungkin sudah dikendalikan oleh mereka. Dukungan mereka sudah jelas, pasti dari Benua Jiuzhou!" Jawab Pemimpin Akademi, ia tahu jika Bu Wanmei kecerdasan-nya melebihi usia mereka. Sebab itu Wang Kaibo percaya jika Bu Wanmei mampu memberikan solusi.


"100 ribu lebih pasukan Kerajaan Huang akan datang dalam 5 hari, jumlah itu belum termasuk prajurit dari Kerajaan Rubah Bulan, murid Akademi Pedang Surga dan belum termasuk yang lainnya. Perkiraanku jumlah total sekisaran 500 ribu orang yang akan maju berperang!" lanjut Penatua Agung setelah awal pembicaraan terpotong.

__ADS_1


Suasana langsung menjadi hening, setelah Penatua Agung berbicara. Banyak diantara mereka sudah ketakutan perihal jumlah lawan yang akan menyerang wilayah barat.


"5 hari ya...! Aku akan cari bala bantuan. Kalian bersiap-siap saja menghentikan mereka diperbatasan. Dalam 5 hari itu, aku akan datang!" ujar Bu Wanmei dengan berdiri dari tempat duduknya.


__ADS_2